Menyandang status duda diusianya yang masih sangat muda adalah hal yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Abrisam Xander Rahadian.
Hatinya telah membeku dan tidak berniat ingin mencari pendamping ataupun sosok ibu untuk putranya semenjak ia merasa dikecewakan dan sakit hati oleh mantan istrinya yang begitu tega meninggalkannya terutama putranya yang usianya belum genap satu tahun yang masih sangat membutuhkannya.
Ingin tau lebih lanjut cerita tentang Abrisam Xander??? Ikuti ceritanya yuk!!🙏😊😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 24
Kini Abrisam merasa sangat bodoh, ia ingin marah namun tidak mungkin ia lakukan. Ia kembali merasa kecewa dengan kenyataan didepan matanya. Ia merasa sedang dipermainkan kembali oleh wanita.
Dan kali ini membuatnya merasakan sangat sakit didalam hatinya, berbeda saat Sabrina yang meninggalkannya. Karena Abrisam memang tidak pernah mencintainya.
Namun yang sekarang Abrisam rasakan sangatlah berbeda. Ia ternyata telah menyimpan perasaan kepada Zefanya. Ia telah jatuh cinta kepada gadia cantik yang sangat sederhana yang merupakan guru disekolah putranya dan sangat disayangi oleh putra kesayangannya.
Tetapi kenapa saat ia mulai membuka hatinya kembali, ia harus merasakan kekecewaannya lagi? Kini ia harus benar-benar pergi dan tidak ingin menemui atau melihat Zefanya lagi. Ia benar-benar merasa sangat kecewa dan sakit dalam hatinya dengan kenyataan ini.
Ia juga akan memberikan penjelasan kepada Alan untuk berhenti memikirkan Zefanya dan tidak lagi mengingatnya.
Meski nantinya akan membuat Alan juga kecewa dan bersedih, namun ia harus melakukannya.
"Memangnya kenapa kalau aku galak?? Calon istriku tetap akan mencintaiku! Benarkan?" Ucap Mirza sambil menoleh kearah Zefanya dan merangkulnya.
"Maaf! Aku harus pergi! Permisi!" Sahut Abrisam dan dengan cepat tanpa melihat kearah mereka ia bergegas pergi dengan langkah lebar.
"Eh..kak Abrisam tunggu!!" Teriak Nesya sambil menatap langkah Abrisam yang sudah terlihat jauh.
"Yaaaah dia pergi! Ini gara-gara kalian calon pacar aku jadi kabur!!" Ucap Nesya dengan melotot dan marah kepada Mirza juga Zefanya.
Zefanya hanya diam dan terlihat begitu sedih dan kecewa karena Abrisam ternyata tidak mencarinya dan mungkin memang kebetulan saja ia lewat dan tidak sengaja bertemu dengannya.
"Hah?? Calon pacar?? Hey jangan pernah bermimpi!! Kamu ini terlalu percaya diri sekali!! Tidak mungkin laki-laki tampan dan keren seperti dia punya pacar sepertimu! Gadis manja dan tidak punya sopan santun juga tidak ramah!!" Ucap Mirza dengan sewot sambil menunjuk-nunjuk kearah Nesya.
"Iiiih kak Mirza kenapa sih selalu begitu sama aku?? Kalau sama dia aja kakak selalu baik!! Memang menyebalkan!! Sebaiknya aku pergi saja!! Malas sekali bertemu kalian dua saudara yang sangat menyebalkan!!" Ucap Nesya dengan sangat kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil kemudian segera pergi meninggalkan Mirza dan Zefanya.
"Dasar anak manja dan kekanak-kanakan sekali!" Ucap Mirza sambil berkacak pinggang dan menggelengkan kepalanya menatap kepergian Nesya.
"Sudahlah kak, dia memang dari dulu kan begitu!" Ucap Zefanya mencoba untuk tersenyum kepada Mirza.
"Kamu benar! Ayo kita pulang!" Jawab Mirza sambil merangkul Zefanya dan berjalan pulang.
"Jadi kamu sengaja pulang karena tau kalau aku ingin menikah?" Tanya Mirza sambil berjalan merangkul Zefanya.
"Tentu saja! Mana mungkin aku tidak datang dihari bahagia kakak sepupuku yang tampan dan sangat baik ini! Aku kan juga ingin melihat kakak ipar sepupuku! Secantik apa dia sampai bisa membuat kakak sepupuku menikahinya?" Ucap Zefanya sambil tertawa dan menoleh kearah Mirza yang ternyata adalah kakak sepupu Zefanya.
"Dasar kamu ini! Yang pasti dia itu wanita yang sangat baik dan tulus sepertimu! Dari dulu kakak menginginkan memiliki istri yang selain cantik, dia juga harus baik dan memiliki hati yang tulus seperti adikku ini!" Ucap Mirza sambil mencubit pipi Zefanya dengan gemas.
"Aawh sakit kak!!" Pekik Zefanya karena Mirza mencubit pipinya dengan sangat gemas dan Mirza tertawa senang.
...***************...
Sore harinya, Abrisam telah kembali pulang kerumahnya.
Ia turun dari mobil sportnya dan berjalan masuk dengan wajah yang tampak begitu dingin.
Terlihat putra kesayangannya yang sangat riang gembira berlari keluar menuju kearahnya sambil merentangkan kedua tangannya.
"Ayaaaah!!" Seru Alan memanggil Abrisam sambil berlari kearahnya.
Abrisam mencoba untuk tersenyum saat melihat putra kesayangannya begitu gembira menyambut kedatangannya. Ia berjongkok dan menangkap Alan lalu memeluknya dengan erat.
Abrisam mengangkat tubuh Alan dan menggendongnya, membawanya masuk kedalam rumah.
"Ayah kenapa pulangnya sendiri? Mana ibu??" Tanya Alan sambil melingkarkan kedua tanganya dileher ayahnya.
Abrisam tidak langsung menjawab Alan. Ia menghentikan langkahnya diruang tengah rumahnya lalu duduk disofa dengan memangku Alan.
"Dia sudah pulang dan tidak bisa kemari!" Jawab Abrisam setelah duduk.
"Aku sudah menunggunya sejak kemarin dan aku sangat merindukannya Yah!" Ucap Alan dengan wajah tampak sedih dan kecewa karena Abrisam tidak mengajak Zefanya pulang bersamanya.
"Dengar Alan! Dia saat ini sedang ada urusan yang sangat penting dan Ayah tidak tau urusan apa, jadi dia tidak bisa menemuimu!" Ucap Abrisam berusaha untuk tenang dan membuat Alan tidak lagi menanyakan Zefanya.
"Baiklah Ayah! Aku akan menemui ibu disekolah besok dan aku akan mengajaknya pulang untuk menceritakan dongeng kepadaku karena ibu sudah berjanji dan janji harus ditepati kan Ayah?" Ucap Alan dengan tersenyum terlihat sangat imut.
Abrisam hanya sedikit menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada Alan.
Hatinya semakin terasa sakit saat melihat putra kesayangannya begitu berharap dengan janji yang telah diberikan Zefanya untuk selalu bersamanya dan menceritakan dongeng kepadanya.
Abrisam telah mengira bahwa Zefanya akan menikah. Ia merasa telah dipermainkan dan dibohongi olehnya,
karena Zefanya pernah mengatakan tidak memiliki teman laki-laki bahkan kekasih. Tetapi nyatanya dia sudah ingin menikah dalam waktu dekat ini.
...***************...
Di Perusahaan Erlangga.
Nella baru saja keluar dari kantornya dengan tersenyum manis. Karena besok weekend dan ia libur kerja. Ia kemudian segera beranjak pergi ingin menemui Zefanya taman baiknya.
"Lama tidak bertemu dengan Ze! Sebaiknya aku langsung kekontrakannya saja!" Gumam Nella sambil melangkahkan kakinya.
Nella memesan ojek online untuk menuju ke rumah kontrakan Zefanya karena ia merindukan teman baiknya yang sudah beberapa hari ini tidak bertemu.
Tak lama ojek online yang dipesannya datang dan ia segera berangkat menuju rumah kontrakan Zefanya.
Kurang lebih lima belas menit kemudian, ojek online yang mengantar Nella berhenti didepan rumah Zefanya.
"Terimakasih ya Mas!" Ucap Nella setelah turun dari motor sambil menyodorkan uang.
"Sama-sama Mbak!" Jawab tukang ojek online sambil menerima uang dari Nella.
Kemudian Nella berbalik dan ingin segera menemui Zefanya. Ia sudah tidak sabar untuk berbagi cerita kepada teman baiknya itu.
'Tok..Tok..Tok!'
Tidak ada jawaban dari dalam dan setelah tiga menit, Nella mengetuk pintunya lagi.
'Tok..Tok..Tok!'
Nella masih menunggu dan hasilnya tetap sama, tidak ada jawaban dari dalam.
Kenapa tidak dibuka-buka sih? Apa Ze sedang tidak dirumah ya?
Gumam Nella bertanya dalam hati.
Saat ia ingin mengetuk pintunya lagi tiba-tiba pintunya terbuka dari dalam dan muncul sosok wanita tua.
"Kamu siapa?" Tanya wanita tua setelah membuka pintunya.
"Eh..emm..maaf Bu, apa Ze ada?" Tanya Nella dengan sopan dan tersenyum.
"Oh, kamu pasti temannya ya?" Tanya wanita tua tersebut.
Siapa ibu ini? Kenapa dia yang membukakan pintunya?
Gumam Nella dalam hati sambil terus mengamati wanita tua dihadapannya.
"Ze sudah kembali kekampungnya dua hari yang lalu!" Jawab wanita tua tersebut.
"Hah?? Kembali kekampungnya??" Tanya Nella merasa terkejut sambil melebarkan matanya.
"Iya, katanya kakaknya akan menikah, jadi dia pulang kekampungnya!" Jawab wanita tua tersebut.
"Oh, baiklah! Terimakasih banyak ya Bu! Kalau begitu saya permisi dulu!" Ucap Nella dengan sopan dan tersenyum.
Wanita tua itu hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Kemudian Nella segera beranjak pergi.
Awas kamu Ze, pergi begitu saja tanpa mengabari aku!! Gumam Nella dalam hati merasa kesal dengan sahabatnya yang tidak memberi kabar kepadanya.
...***************...
Demi apa, sesusah itu nyari novel yang seru. Btw, mau sekalian rekomendasiin novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib search pakek tanda kurung.
Bagus banget novelnya, tapi ya gitu minim pembaca😈