Freya, seorang wanita karir yang terbilang cukup sukses di usia nya 27 tahun, koma dalam kecelakaan.
Dalam situasi komanya, sosok yang tidak dikenal mengirim jiwa Freya ke dunia game otome yang selalu ia mainkan, untuk selamat dari koma, Freya diharuskan menaklukan semua tokoh utama pria disana agar bisa kembali sehat di dunia nyata.
Game selalu mudah dimainkan, tapi bagaimana jika sekali mati langsung game over?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frendaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 - Negoisasi bagian 4
"Meskipun begitu, jam berapa Cedric ini akan datang? Apa kita yang terlalu awal?" ucap Freya yang sembari melirik pergelangan tangannya.
Karena kebiasaan di dunia modern yang memakai jam tangan, secara tidak sadar membuat Freya melihat sekilas pergelangan tangan kirinya, tersadar tidak ada jam di dunia ini, membuat Freya sedikit malu lalu menyingkirkan tangannya.
"Seharusnya sebentar lagi." jawab Leonard yang meminum teh di cangkir miliknya.
Tiba-tiba terdengar ketukan dari luar pintu secara keras tapi tidak berisik.
"Nona Freya, perwakilan kerajaan Viscount Cedric Brightwell, telah tiba."
Suara dari Roselyn yang memberitahukan kedatangan Cedric membuat Freya sedikit terkejut, akhirnya orang yang dibicarakan sudah sampai.
"Si-silahkan masuk." ucap Freya yang suaranya terbata-bata.
Pintu pun dibuka oleh Roselyn dari luar, sontak membuat Iris dan Leonard langsung berdiri dari posisi duduknya, Freya yang melihat mereka pun ikut berdiri juga.
"Maaf membuat kalian menunggu." ucap Cedric sambil berjalan masuk.
Terlihat Cedric mempunyai tubuh yang cukup tinggi, setinggi Leonard. Ia tidak terlihat tua, tapi terlihat seperti pria dewasa, sekitaran umur 30 keatas. Ia memakai seragam putih dengan mantel militer bangsawan berwarna hitam, dengan berbagai ornamen kerajaan di mantelnya. Ini mempertegas bahwa Cedric dari bangsawan Brightwell adalah faksi pangeran ketiga, William Avalon.
Begitu Cedric masuk, pandangannya langsung melihat Iris di ruangan, mata mereka bertemu, Iris lalu balas dengan melambai tangan dan tersenyum.
"Begitu ya, ternyata perwakilan guild pedagang nya kau, sudah kuduga sih." ucap Cedric yang mengabaikan lambaian Iris dan berjalan ke sofa.
Iris yang awalnya duduk bersebrangan dengan Freya dan Leonard, kini bergabung dengan mereka, menjadikan Cedric duduk sendirian bersebrangan. Setelah Cedric duduk, semuanya pun yang ada diruangan pun ikut duduk.
"Maaf Leonard, ada pekerjaan yang tidak bisa kutinggalkan tadi." sahut Cedric, kemudian ia melihat ke sekeliling ruangan. "Saya tidak melihat ketua Trenchard, apakah ketua berhalangan hadir?" lanjut tanya Cedric sambil melirik Leonard.
"Beliau berhalangan hadir, jadi saya yang menggantikannya." jawab Leonard.
"Begitu ternyata." tutur Cedric, ia lalu melirik Freya yang duduknya diapit oleh Iris dan Leonard. "Lalu, siapa Nona ini?" tanya lagi Cedric.
Begitu Cedric melihat Freya, ia memandang cukup lama sampai Freya bisa merasakan pandangannya, yang membuat ia merinding sedikit.
Serem amat woy! Gue udah siap-siap, tapi tetep aja tatapannya itu bikin serem. Harusnya.... harusnya gue tau, berhadapan langsung sama salah satu villain emang ide buruk.
Viscount Cedric Brightwell. Salah satu villain di game Love Quest, dan yang paling dibenci di komunitas, termasuk gue. Dari luar kesannya kayak pria bangsawan dewasa yang bisa diandalkan, tapi dalamnya sangat busuk.
Singkat cerita, Cedric yang memihak faksi William, berujung berkhianat dan mempengaruhi masyarakat untuk menentang William. Ya... dia berkhianat di chapter kedua, sekarang kita di chapter pertama. Pokoknya gua harus lakuin apapun biar gak kejadian event itu.
"Freya Trenchard, tuan Cedric." ucap Freya sambil menaruh tangan kanan di dadanya.
"Oh, putri bungsu Trenchard ya, terakhir kali aku mendengarnya anda sedang sakit, sepertinya sekarang sudah membaik, selamat."
Buset. Kabar gue sakit ini sampe ke kerajaan kah? sampe orang kayak dia aja tau lho.
"Terima kasih, tuan Viscount. Saya disini atas perintah ayah, mohon maaf jika saya menganggu."
"Mana mungkin menganggu, saya yakin ketua Trenchard ingin anaknya memiliki kemampuan bisnis seperti ayahnya, jadi jangan sungkan." ucap Cedric sedikit tersenyum formal.
Freya hanya membalas dengan senyuman, Freya pikir ia harus menjaga sifat nya agak tidak dicurigai aneh-aneh.
"Baiklah, karena semua sudah hadir, izinkan saya perwakilan guild pedagang memimpin negoisasi hari ini." ucap Iris sambil memperbaiki duduknya sebagai bangsawan tulen. "Saya mengingatkan sekali lagi, sebagai perwakilan guild pedagang, saya hanya sebagai mediator. Meskipun saya sudah kenal lama dengan Leonard, dan Cedric sepupu saya, saat ini saya netral." lanjut Iris yang menyatakan posisinya.
Mediator biasanya membawa alat tulis mereka, untuk membantu mengingat angka-angka dalam negoisasi. Tapi Iris tidak, ia duduk tegak, matanya fokus, ia akan mengingat semua percakapan dalam negoisasi ini.
"Terima kasih, Nona Iris. Kita langsung saja ke intinya, kerajaan Harmonia ingin menaikkan permintaan mengenai Frostwool." ucap Cedric dengan tegas.
Leonard menelan ludah. "Jumlahnya?" tanya Leonard sedikit ragu.
"..... 1000 gulung kain!" tegas Cedric.
Leonard dan Freya yang mendengarnya terdiam, sementara Iris seperti biasa saja.
"Itu... sangat banyak dibanding pesanan sebelumnya." ucap Leonard sambil menggenggam kedua tangannya dan jari-jarinya ia kunci, ia menggosok kedua jempolnya sambil terlihat berpikir.
Cedric menyilangkan tangannya dan bersender di sofa. "Kerajaan sedang membutuhkan pasokan besar, pedagang tidak perlu mengetahuinya."
"Baiklah, mengenai harga-"
Saat sedang berbicara, tiba-tiba saja Cedric mengangkat tangan kirinya yang membuat Leonard berhenti berbicara.
"Mengenai itu, kerajaan mengajukan harga khusus, yaitu sekitar 30 koin emas pergulung." seru Cedric.
Leonard terkejut sampai tubuhnya bereaksi, matanya terbuka lebar, dan punggung nya lurus. lalu Iris yang ikut terkejut tapi hanya membuka sedikit mulutnya. Sementara Freya hanya terheran-heran melihat reaksi Leonard, karena ia tidak tau harga pasarnya berapa.
"Anda pasti bercanda, dengan harga segitu bahkan tidak menutup modal." ucap Leonard.
Cedric hanya menatap Leonard dingin, sambil tangannya disilang. "Kerajaan membeli dengan produk skala besar, diskon seperti itu harusnya wajar."
"Diskon bukan berarti kita harus rugi, Tuan Cedric." balas Leonard dengan yang suaranya naik."
"Trenchard memiliki perdagangan luas bahkan sampai keluar kerajaan. Dengan harga sebesar itu, tidak akan membuat kalian miskin!" seru Cedric yang ikut menaikan suaranya.
Leonard mulai kesal. "Anda berbicara tidak masuk akal, tuan Cedric!" ucap Leonard, mukanya sedikit memerah, kedua tangan dikepal sangat erat.
Iris mengangkat tangannya sedikit, membuat Cedric dan Leonard menoleh ke arahnya. "Mari kita tenang sedikit." ucap dingin Iris.
Setelah Iris berbicara, Leonard sedikit lebih tenang. Setelah itu Iris menoleh ke arah Cedric. "Tuan Cedric, Anda sudah tau kalau harga pasar Frostwool itu sekitar 50 koin emas per gulung?"
"Tentu saja saya tau, tapi kerajaan tidak akan membayar harga pasar." tegas Cedric.
"Sudah saya bilang, bahwa harga tersebut bisa membuat kita sangat rugi. Jika kerajaan bersikeras meminta dengan harga tersebut, lebih baik kerajaan membeli dari pasokan lain." balas Leonard yang kemarahannya masih bisa dikendalikan.
"Trenchard, dasar tidak tau terima kasih. Menurut kalian, sudah berapa kali kerajaan menyelamatkan kalian?" tanya Cedric dengan nada kesal.
"Apa maksudnya, tuan Cedric?" tanya balik Leonard dengan mengangkat salah satu alisnya."
"Mungkin kalian mengira bisnis kalian berjalan lancar, tapi banyak bangsawan yang mengecam cara kalian."
Leonard, Freya dan Iris mendengar dengan seksama tentang keluhan yang dilontarkan oleh Cedric.
"Dibanding merangkul, kalian lebih seperti memonopoli, sehingga membuat para pedagang lain yang kecil tidak bisa bersaing. Dengan dalih-dalih membantu, justru kalian yang menghambat para pedagang untuk tumbuh sendiri."
Leonard hanya diam, ia tidak bisa berkata-kata. Ucapan Cedric dirasa benar menurut Leonard.
"Tapi dibalik cara itu, kami malah memberi kalian sebuah penghargaan penaikan menjadi bangsawan, tapi mana balasanmu? Kerajaan hanya sedikit menurunkan harga, tapi kalian tidak setuju, dasar memalukan!" tegas Cedric.
Kalimat itu sangat menusuk Leonard. Leonard yang awalnya masih sangat kesal dan selalu bersuara, kini berubah menjadi sangat pendiam, bahkan menatap Cedric saja Leonard sudah tidak berani.
"Sudah cukup, tuan Cedric, topik itu sudah bukan negoisasi lagi. Jadi bagaimana, tuan Leonard? Jawaban anda?"
Iris menghentikan hujatan yang dilontarkan Cedric sebelum Leonard menjadi sangat tertekan. Tapi Iris meminta jawaban segera kepada Leonard, agar negoisasi cepat berakhir. Disaat Leonard hendak ingin membuka mulut, tiba-tiba Freya mengangkat tangannya.
"Anu, bolehkah saya bertanya, tuan Cedric.."
Semua pandangan mengarah kepada Freya, bahkan Leonard tidak jadi mengatakan sesuatu.
"Silahkan, nona Freya." ucap Cedric heran.
"Kerajaan menginginkan jumlah besar dengan harga sangat rendah, benar bukan?" tanya Freya. Cedric tidak menjawab, hanya mengangguk dingin, lalu Freya menoleh ke arah Leonard. "Lalu, Trenchard sudah pasti harus menanggung semua biaya dari Highvalen, dan guild 'kan?" tanya lagi Freya.
"Benar... " bisik Leonard.
"Kalau begitu, tuan Cedric saya punya usulan...." ucap Freya. Cedric hanya melihat heran dengan mengangkat salah satu alisnya sambil menyilangkan tangannya.
"Sebagai perwakilan Ayah, saya akan menyetujui permohonan kerajaan dengan lebih baik. Trenchard bersedia menerima hanya dengan 20 koin emas saja!"
Semua yang ada diruangan itu terkejut, bahkan Cedric lebih kaget, matanya terbuka lebar, silangan tangannya ia lepas.
"Tunggu, Nona Fre-"
Sekali lagi, Leonard kembali berhenti berbicara setelah telapak tangan Freya berhenti tepat di depan mukanya, menyuruh Leonard untuk berhenti berbicara.
"Tentu saja dengan syarat." ucap Freya senyum menyeringai ke arah Cedric.
"Syaratnya?" tanya Cedric menyipitkan matanya.
"Saya ingin, kerajaan memberikan hak istimewa untuk mengurus seluruh perdagangan wol di Harmonia kepada Trenchard." tegas Freya.
Cedric terkejut tambah kesal, wajahnya seperti menahan amarah. Lalu Iris tertawa kecil mendengar syarat dari Freya, sepertinya ia tau arah negoisasi akan pergi kemana, sementara Leonard kebingungan sedikit.
"Dengn kata lain, Trenchard menginginkan monopoli? Mustahil." tegas Cedric sambil mengetuk meja dengan jari telunjuknya. "Anda mencoba mempermainkan negoisasi ini." lanjut sinis Cedric.
Freya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Tentu saja tidak, tuan Cedric. Hanya saja, konsep mutualisme tuan."
"Saya tidak mengerti apa yang kamu katakan."
"Seperti apa yang katakan tuan Cedric." ucap Freya yang membuat Cedric tambah kebingungan. "Menurut saya, perubahan yang dilakukan oleh ayah tentang broker adalah pencapaian yang memang seharusnya diapresiasi oleh kerajaan." lanjut Freya.
"Contohnya, dengan adanya Trenchard, perdagangan antara kerajaan bisa lebih mudah, bukan? Kita tidak memonopoli, hanya membuat perdagangan jadi lebih mudah saja, tuan Cedric." balas Freya dengan senyuman yang lebar.
Cedric hanya bisa mengetuk meja dengan jarinya, dan dagunya disandarkan ke tangan satunya lagi. Ia benar-benar tidak bisa berbicara.
"Bagaimana tuan Cedric? Jawaban anda?" tanya Iris yang tidak bisa menahan senyumannya karena jawaban Freya.
Cedric masih diam, lalu Leonard kagum dengan jawaban Freya, ia benar-benar bisa membuat utusan kerajaan kebingungan.
"..... baik, karena tidak ada jawaban dari kedua belah pihak, kita akan membahas hal ini lain kali." ucap Iris.
Dengan sigap, Cedric berdiri dengan perasaan kesal. "Mari bahas lain kali, untuk pertemuan selanjutnya, nona Freya tolong hadir lagi." ucap Cedric sambil menatap Freya dengan dingin, lalu pergi keluar ruangan.