Menceritakan tentang perjalanan empat sekawan para pria yang kaya raya, dan Cindy sari yang bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah karaoke
Semua kisah berawal dari Cindy yang akhirnya di nikahi oleh Aditya Pratama salah satu anggota empat sekawan CEO yang kaya raya dan baru pertama kalinya jatuh cinta
Tetapi karena perbedaan status keluarga Adit tidak menyetujui pernikahan tersebut, mereka pun menggunakan cara kotor untuk memisahkan Adit dan Cindy. Rencana mereka pun berhasil, Adit meninggalkan Cindy yang ternyata saat itu sedang berbadan dua
Cindy meninggal dunia saat melahirkan anaknya yang bernama Zahra Pratama
Bagaimana kah nasib buah hati mereka berdua ?
Apakah Zahra bisa membantu Adit bangkit dari keterpurukannya saat mengetahui semua kebenarannya ?
Lanjut di baca ya ada seribu kesedihan di dalam nya..
baru belajar maaf kalo masih banyak typo..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta Restu
Mereka pun menikmati makan siang seperti biasa saja seolah-olah tak terjadi tragedi apapun sebelumnya, hanya Rangga saja yang sesekali masih menyindir Adit
" Rik nanti lo langsung balik ke kantor aja ya, nanti gw bawa mobil sendiri aja " ucap Adit kepada Erik di sela makannya
" Baik pak "
" Hari ini gw ga ke kantor lagi, lo handle aja "
" Maaf ya sayang pasti tadi kamu ketakutan ya, maaf aku memang ga pernah bisa buat nahan emosi aku "
" Baik pak " itulah sosok dari seorang Erik, dia akan selalu melakukan apapun yang di perintahkan oleh Adit
Erik pun menyelesaikan makan siangnya dengan cepat agar bisa segera kembali ke kantor, karena dia harus siap untuk segala macam urusan saat Adit tak berada di tempat, Erik pun segera bangkit dari duduknya saat menyelesaikan makan siangnya
" Kalo begitu saya kembali ke kantor dulu pak "
Adit hanya menganggukkan kepalanya, Erik pun mulai melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu dan meninggalkan mereka berempat di tempat itu
" Pulangnya nanti bareng aku aja ya sayang, biar nanti malam aku tau jemput kamu kemana " Adit menghadapkan wajahnya ke arah Cindy dan tersenyum dengan sangat manis
" Sayang.. Sayang.. Tadi aja lo lempar tuh anak, hati-hati aja lo Cin, belum nikah aja udah di buat biru tuh jidat apalagi nanti kalo udah nikah " sindir Rangga
" Dan gw kasih lo sebuah peringatan ya Cin, kalo lo beneran jadi sama dia si manusia batu, lo jangan pernah memandang atau senyum sama laki-laki lain, nanti g*lanya bisa kambuh dia "
" Gw kasih tau satu rahasia ya, ini manusia satu orangnya pencemburu berat, kami aja bertiga dulu kalo lagi dekat sama yang lain dia marah juga " ucap Rangga sambil tertawa
Cindy pun hanya tersenyum mendengar semua cerita Rangga tentang Adit
" Hmm... Orangnya masih di sini kali " protes Adit
" Sorry gw kira lo cuma batu, abis lo kalo lagi marah ga pernah mau denger omongan orang lain " ucap Rangga dan dia pun kembali tertawa
Mereka pun melanjutkan percakapan mereka di cafe itu tanpa ada gangguan dari siapapun, karena hanya ada mereka berempat di tempat itu tanpa ada satu pun pengunjung yang lain
Setelah Adit menyelesaikan pembayaran mereka pun keluar dari cafe itu, mereka memiliki tujuan masing-masing, Mita memilih untuk langsung kembali ke apartemennya, Rangga kembali ke rumah sakit, sedangkan Adit akan membawa Cindy ke sebuah butik
Adit mulai melajukan mobilnyanya ke sebuah butik ternama, dia akan membuat Cindy menjadi yang tercantik pada malam ini untuk bertemu keluarganya, mobil Adit kini sudah berada di depan sebuah butik
" Kita mau apa kesini ? kemarin aku udah beli beberapa baju kok sama Mita "
" Ya kan nanti malam aku mau ajak kamu makan malam di rumah mama aku sayang, aku mau kenalin kamu ke keluarga aku " jawab Adit sambil tersenyum menatap Cindy
" Ini malam spesial buat kita, jadi aku mau kamu terlihat sempurna " ucapan dari Adit berhasil membuat Cindy menjadi merona
Mereka berdua pun mulai turun dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam butik itu, Adit tak pernah sedetikpun melepaskan tangannya dari tangan Cindy
Setelah mereka keliling cukup lama di dalam butik itu, akhirnya mereka memutuskan mengambil sebuah gaun berwarna putih yang sangat elegan, Adit pun meminta Cindy untuk mencoba gaun tersebut
" CANTIK " ucap Adit saat melihat Cindy keluar dari ruang ganti, Adit pun mendekati Cindy dan mencium ujung kepala Cindy
Adit langsung menyelesaikan pembayaran gaun tersebut, lalu mereka berdua pun keluar dari dalam butik tersebut setelah Cindy mengganti lagi pakaiannya, Adit mengantarkan Cindy kembali ke apartemen Mita
" Sayang apa kamu ga mau punya apartemen sendiri aja ? "
" Aduh tolong deh, bisa ga si tuh otak isinya jangan cuma buat buang-buang duit doang, kemarin mobil sekarang apartemen "
" Aku ga mau Dit "
" Kamu itu calon istri aku loh sayang, masa kamu tinggal bareng sama ceweknya Rangga "
" Kemarin mobil kamu tolak sekarang apartemen juga kamu ga mau, kenapa si sayang ? "
Adit merasa sedikit kecewa dengan semua penolakan Cindy, dia hanya berniat ingin memanjakan gadis yang sudah bertahta di dalam hatinya saat ini
" Dit apa kamu mau aku nilai semuanya dari uang ? "
" Aku cuma mau lihat kamu bahagia "
" Kebahagiaan itu ga di ukur dari hal-hal kayak gitu Dit "
" Terima kasih ya " ucap Adit lalu mencium kening Cindy dengan lembut
" Ya udah kamu masuk dulu, istirahat ya nanti jam tujuh malam aku jemput "
" Ya udah aku turun dulu ya "
Cindy mulai turun dari dalam mobil Adit dan masuk ke dalam apartemen Mita, lalu Adit mulai melajukan mobilnya untuk kembali ke kediaman mamanya
" Mama di mana mbak ? " tanya Adit ke salah seorang pelayan
" di kamar tuan "
" Ok.. Tolong buatin kopi kayak biasa ya mbak "
" Baik tuan " Adit pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamar mamanya
" Mah " ucap Adit saat membuka pintu
" Hei.. Tumben ni " mamanya Adit tersenyum melihat putranya berada di kediamannya
Adit melihat mamanya sedang berada di sofa dan melangkahkan kakinya ke arah mamanya, dia pun mendudukkan dirinya di sebelah mamanya
" Mah.. Nanti malam Adit mau bawa calon istri Adit kesini " ucap Adit to the point
" Wah bagus dong sayang, akhirnya sebentar lagi mama akan gendong cucu dari kamu sayang " ucap mamanya Adit bersemangat
" Nanti mama tolong hubungin kak Imel ya mah, minta kak Imel ikut makan malam di sini "
" Ya tenang aja sayang "
" Ngomong-ngomong anaknya siapa ni, yang akhirnya bisa memenangkan hati anak mama yang satu ini " tanya mamanya Adit antusias
" Mah tolong jangan bahas masalah ini, yang pasti Adit yakin dengan perasaan Adit mah "
" Maksud kamu apa ? "
" Adit tau kok arah omongan mama ke mana "
Hufh... Adit pun membuang nafasnya dengan kasar
" Dia bukan dari kalangan kita mah, jadi Adit minta untuk sekali ini mama jangan halangi Adit " ucap Adit dengan tegas
" Ga bisa gitu dong sayang, nanti gimana dia bisa berbaur dengan lingkungan kita ? " mamanya Adit pun mulai merasa kesal
" Selama ini Adit ga pernah minta apapun dari mama, Adit cuma minta tolong sekali ini mama kasih restu mama, Adit yakin mah dia bisa bikin Adit bahagia " Adit mulai menggenggam tangan mamanya
" Tolong mah buat sekali ini mama jangan paksain kehendak mama, Adit yang akan atur semuanya "
Mama Adit pun hanya bisa terdiam, dia tak ingin bertengkar dengan Adit karena dia tau dengan pasti sikap Adit yang keras
" Ok " ucap mamanya Adit dengan terpaksa
" Makasih ya mah " Adit pun mencium pipi mamanya
Adit mulai beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar mamanya, setelah kepergian Adit mamanya langsung menghubungi anak perempuannya dan menceritakan semuanya
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
maaf masih banyak typo masih belajar....
ciyeee yng bentar brp bln lagi nyusul jd papa