Season 1
Pelangi adalah gadis cantik yang pernah mengalami kepahitan hidup karena perceraian orang tuanya.
Saat ia bertemu Bintang yang bernasib sama dan sering dijadikan bahan olok olok teman temannya karena perceraian kedua orangtuanya menumbuhkan simpati di hatinya.
Rasa simpati itu lambat laun berubah jadi sayang.
Bintang yang merasakan kasih sayang Pelangi berharap Pelangi bisa menjadi ibunya.
Akankah harapan Bintang terwujud?
Season 2
Bintang dan Pink kini telah dewasa. Bintang yang tumbuh besar bersama Pink, sangat menyayanginya.
Akankah Bintang tetap menganggap Pink sebagai adiknya ataukah perasaannya berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Rohyati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melamar
Sepeninggal Embun, Anggi menghubungi Wahyu. Mereka bercakap cakap sebentar lalu Anggi menutup ponselnya.
Tak berapa lama kemudian, Wahyu datang menjemput Anggi. Ia lalu membawa Anggi ke kantornya.
"Ruangan kakak lumayan bagus." kata Anggi sambil melihat lihat.
kriiing kriing
Telepon di meja Wahyu berdering.
"Hallo"
"Tuan, ada tamu yang ingin bertemu. Beliau bernama Tuan Langit dari Perkasa Interior Design.
"Persilahkan dia masuk. Sampaikan pada beliau aku menunggunya di ruanganku. Kalau perlu minta orang mengantar beliau kemari. "
"Kak.. ada kamar mandi apa nggak?" tanya Anggi.
"Ada..tuh." kata Wahyu menunjukkan tempatnya.
Kamar mandi itu letaknya di dalam kamar yang ada di samping sofa tamu.
Anggi menuju kamar mandi dan pada saat yang bersamaan, Langit masuk.
"Silahkan duduk!"
"Terima kasih. "
"By the way.. ada perlu apa Tuan Langit ingin bertemu saya. Karena setahu saya bisnis kita di jalur yang berbeda. Jadi nggak mungkin urusan bisnis, kan?"
"Anda benar. Saya datang memang untuk urusan pribadi. Ini soal Pelangi. " kata Langit to the point.
Wahyu kaget.
"Anda mengenal Pelangi?"
"Ya.. dia tinggal di rumah saya yang ada di kota M. Dan anak anak saya sangat dekat dengannya. Bahkan mama saya menginginkan saya meminangnya untuk dijadikan istri. Tadi malam saya melihat Anda sangat dekat dengan Pelangi. Dan karena saya tahu Pelangi tidak akan sedekat itu dengan pria kecuali dia adalah muhrimnya, maka saya memberanikan diri datang kemari untuk membicarakan lamaran. Saya ingin melamar Pelangi untuk saya jadikan istri saya. " jawab Langit mantap.
Pelangi yang mendengar perkataan Langit kaget. Ia menutup mulutnya. Dari tadi ia menguping pembicaraan mereka ketika ia mendengar namanya disebut sebut. Tadi saat ia akan kembali ke ruangan Wahyu, ia urung kembali karena mendengar suara Langit.
Wahyu tersenyum.
"Kenapa Anda datang ke saya. Saya hanyalah kakak sepupunya. Mestinya Anda datang ke ayahnya. "
"Itulah Tuan Wahyu, saya sama sekali tidak tahu tentang keluarga Pelangi. Jadi saya harap saya bisa lebih mengenal keluarganya melalui Anda. Itupun jika Anda tidak keberatan memberi saya ingin tentang keluarga Pelangi. "
"Apa yang ingin Anda tahu?"
"Soal ayah Pelangi. Dimana saya bisa menjumpai beliau?"
"Apa Pelangi tahun Anda melamarnya?"
"Tidak."
"Apa Anda yakin dia menerima Anda?"
Langit diam.
"Saya tidak yakin. Saya hanya berusaha menunjukkan kesungguhan saya. Jika dia menolak, setidaknya saya sudah berusaha. "
Anggi tersenyum. Dia memasang dadanya yang dari tadi bergemuruh bahagia.
"Apa Anda ingin mendengar jawaban Pelangi sekarang?"
Langit bingung.
"Maksud Tuan Wahyu?"
"Dik.. keluarlah. Ada yang melamarmu " kata Wahyu sambil tersenyum memandang Langit.
Pelangi keluar dari kamar. Lalu ia berjalan ke sofa dan mengambil tasnya.
"Kak aku keluar dulu. " kata Anggi ia bergegas keluar.
Langit diam.
Apa dia menolakku.
"Maaf Tuan Langit. Sepertinya Anggi belum siap. "
Langit berdiri. Ia tersenyum masam lalu berkata
"Anda benar. Kalau begitu saya permisi. "
Langit berjalan meninggalkan ruangan Wahyu. Hatinya sangat terpukul
Bodoh.. bodoh. Kenapa aku begitu percaya diri jika Pelangi akan menerimaku. Aku duda beranak dua. Masih banyak pemuda di luar sana yang lebih dari aku. Reza contohnya. Pasti Pelangi lebih memilih mereka dibanding aku.
Langit menuju parkiran, ia masuk ke mobilnya dan segera mobil itu melaju meninggalkan kantor Wahyu.
Di kantin kantor Wahyu.
Anggi sedang duduk sambil mengaduk aduk minumannya
Dia melamar ku?Kenapa dia melamar ku begitu saja?Bagaimana dengan gadisnya itu? Aku nggak mau jadi orang ketiga diantara mereka.
Seandainya nggak ada wanita itu, aku akan dengan senang hati menerimanya.
drt drt drt
Ponsel Anggi bergetar
"Assalamu'alaikum, kak!"
"Kau dimana?"
"Di kantin."
"Kembalilah ke ruanganku. Aku akan mengantarmu. "
Anggi munutup panggilan dari Wahyu.
****
Di rumah Wahyu.
"Anggi, apa kabar?" Hana, istri Wahyu memeluk Pelangi.
"Baik, Kak. Sudah berapa bulan usia kandungannya, Kak?"
"Sudah masuk bulan ke delapan. Ayo masuk!"
Anggi masuk. Ia lalu duduk di sofa.
"Kau menginap disini kan?" tanya Hana.
"Kalau nggak disini, aku mau menginap dimana lagi kak?"
"Siapa tahu saja.. dirumah calon suami. " balas Wahyu menggoda Anggi.
Anggi mendelikkan matanya ke arah Wahyu.
"Calon suami?Jadi calon suamimu tinggal di Jakarta juga?"
"Sudahlah kak Hana. Jangan dengarkan dia. Kak Wahyu hanya asal bicara. "
"Asal bicara bagaiman? Kamu tahu nggak istriku, tadi ada yang datang kepadaku melamar Anggi. "
"Benarkah? Siapa dia?"
"Dia Tuan Langit. Pemilik Perkasa Interior Design."
"Wow.. calon suami yang sempurna. Sudah tampan, mapan lagi. Lantas bagaiman?"
"Tanya saja sendiri. " jawab Wahyu sambil matanya ia arahnya ke Anggi.
Hana menatap Anggi.
"Kalian jangan menatapku begitu donk. "
"Kenapa tadi kamu pergi begitu saja?" tanya Wahyu.
"Aku kaget dan bingung, kak. Semalam aku melihatnya bersama seorang wanita. Bagaimana paginya ia bisa melamarku?"
"Mungkin wanita itu hanya rekan kerjanya. "
"Sepertinya bukan, karena wanita itu memanggil mama pada mamanya Langit. "
Wahyu manggut manggut.
"Tapi menurutku mereka nggak ada hubungan apa-apa. Kalau ada hubungan mengapa Langit melamarmu? Coba kau pikir. "
"Dia melihat anak-anaknya dekat denganku. Mungkin itu alasannya. Jadi ia butuh ibu buat anak anaknya. Dan untuk dirinya.. ia sudah ada pilihan sendiri. " kata Anggi. Ada kesedihan dalam kata katanya. Wahyu menyadari itu.
"Kau menyukainya!" tebak Wahyu.
Anggi terperangah. ditebak begitu.
"Aku.. aku. " kata Anggi dengan terbata-bata. Matanya mulai berkaca kaca.
"Ya.. kau menyukainya. Cobalah kau membuka diri untuk lebih mengenalnya. Kalau kau penasaran dengan wanita itu. Cari tahu. Jangan mengambil kesimpulan sendiri yang nanti akan kau sesali. "
"Betul Anggi. Hanya pria baik yang langsung melamar. Berarti ia serius denganmu. Apalagi Langit pernah gagal. Menurut kak Hana, ia pasti sangat hati hati memilih calon istri. Dengan langsung melamarmu, itu artinya ia mantap memilihmu. "
"Mungkin kalian benar. Aku akan mencari tahu siapa wanita itu. " kata Anggi.
mngkin Amelia anak temannya mama senja