NovelToon NovelToon
Pemuda Biasa Dan Wanita Terpopuler

Pemuda Biasa Dan Wanita Terpopuler

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: anable

pemuda biasa
semua tentang reno
romansa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anable, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Reno mematikan Api unggun yang dia buat, kemudian masuk kedalam tenda, dia mengeluarkan senter berukuran kecil untuk sekedar menerangi tenda.

Reva berbaring, dia sedikit kedinginan karena dirinya hanya memakai kaos oblong dan celana training yang ketat. semua pakaian hangatnya berada didalam tasnya yang tadi dia lemparkan.

Reno hendak memakai jaket tebal yang dia bawa, tetapi dia menyadari jika Reno sedang kedinginan, dia sedikit tidak tega untuk membiarkan Reva seperti itu, jadi dia pun akhirnya memberikan jaketnya kepada Reva.

"Nih pake aja" Reno memberikan jaketnya kepada Reva.

"Gapapa, gue gak kedinginan ko" bohong Reva.

"Ckk,, jangan banyak ngomong, cepetan pake, habis itu tidur" titah Reno tegas.

Reva tersenyum ketika melihat Reno yang begitu perhatian kepadanya, walaupun Reno sering kali membuat dia kesal, tapi dia selalu merasa nyaman ketika bersama Reno.

"Makasih Rey" ujar Reva tulus.

Reno hanya mengangguk kemudian ikut berbaring di sudut tenda.

"Lo gak kedinginan Rey" ucap Reva yang melihat Reno tidur hanya mengenakan kaos oblong dan celana olahraga SMA nya yang sudah kotor.

"Gak" jawab Reno singkat.

"Mau gue peluk ga? Biar gak kedinginan" Reva menggoda Reno.

Reno reflek memandang Reva, dia menutupi sebagian tubuhnya dengan tangannya, seakan akan takut jika Reva akan memperkosanya.

Reva terkekeh geli ketika melihat tingkah Reno yang begitu lucu.

"Kenapa Lo kaya gitu, haha" Reva tertawa.

"Jangan macem macem Lo sama gue" ujar Reno memandang Reva dengan serius.

Reva yang melihat Respon Reno yang begitu lucu, dia jadi ingin lebih menggoda Reno.

Dia mendekat ke arah Reno sembari merentangkan kedua tangannya.

"Sini ayang, aku peluk" goda Reva.

Reno membelalakkan matanya, dia berpikir jika Reva sudah Gila.

"Jangan gila Lo" ancam Reno sembari memundurkan tubuhnya.

"Ishh, kalo cuma pake jaket ini, gue masih kedinginan, gue pengen dipeluk biar tambah hangat" ujar Reva terus saja menggoda Reno.

Reno berdiri dan menghampiri tasnya, dia mengambil kain sarung dari tasnya, kemudian melemparkannya kepada Reva.

"Nih pake, itu kain terakhir yang ada di tas gue,..dan gue harap Lo gak macem macem lagi" ujar Reno yang kembali berbaring di sudut tenda.

Reva memasang wajah cemberutnya ketika Reno memberikan sarung kepadanya.

"Ishh, gue pengen dipeluk Rey, bukan pengen kain sarung ini" cibir Reva.

Reno tidak menjawab, dia menutup telinganya dengan kedua tangannya, dia mencoba untuk tidur tanpa memperdulikan Reva.

Reva kesal karena Reno tidak menjawabnya, diapun memakai kain sarung yang di berikan oleh Reno lalu mendekatinya.

Tanpa persetujuan Reno, Reva tiba tiba memeluk tubuh Reno dengan erat dari samping. Reno kembali melebarkan kedua matanya ketika dia merasakan Reva sedang memeluknya.

Dia secara reflek ingin melepaskan pelukan Reva dari tubuhnya, tapi pelukan Reva terlalu erat, jadi dia agak sedikit kesulitan untuk melepaskannya, jika jarinya tidak patah Reno bisa dengan mudah melepaskan pelukan Reva, tetapi dirinya benar benar tidak bisa melakukannya untuk sekarang.

"Rev lepasin" ujar Reno memberontak.

"Diem, biarin gue peluk Lo, Lo pasti kedinginan" ujar Reva egois, dia menatap Reno intens.

"Gak,gue gabakalan bisa tidur kalo kaya gini" tolak Reno.

"Kenapa sih,..kenapa Lo gak mau gue peluk,..apa jangan jangan Lo mau tinggalin gue sendirian disini" ujar Reva masih menatap Reno.

"Bukan gitu Reva.." Reno mengelak.

"Ya terus kenapa" Reva mulai meninggikan suaranya.

"Lo benci sama gue?,..atau Lo jijik sama gue?" Lanjut Reva.

"Gue gak benci atau pun jijik sama Lo" jawab Reno.

"Ya terus kenapa?" Reva terus berbicara.

Reno yang merasa jika Reva sudah mulai tidak masuk akal, akhirnya mengalah, dia membiarkan Reva memeluknya, lagian dia juga merasa sedikit hangat ketika Reva memeluknya, jadi dia tidak menjawab lagi ucapan Reva, dia hanya menutupi sebagian wajahnya menggunakan topinya, lalu menutup matanya mencoba untuk tidur.

Reva yang melihat Reno akhirnya pasrah mulai tersenyum, meskipun awalnya dia hanya ingin menggoda Reno, tapi dia merasakan kenyamanan dan keamanan ketika memeluknya, jadi dia tidak melepaskan pelukannya.

Ketika dia akan menutup matanya untuk ikut tidur, dia mengatakan sesuatu yang membuat Reno kembali membuka matanya.

"Jangan tinggalin gue Rey,..gue mohon" ucap Reva.

Reno memandang Reva yang sudah menutup matanya, dia tau jika Reva sedang dalam keadaan yang sulit,dia mungkin tidak terbiasa dengan keadaan seperti ini.

Reno meraih kepala Reva, lalu mendekapnya didada bidangnya. Dia mencoba untuk memberi Reva ketenangan.

Reva mengerjap ketika Reno mendekapnya, detak jantung nya berdebar kencang, wajahnya tiba tiba terasa panas, dia sedikit mengeratkan pelukannya kepada Reno.

'Reno kenapa?,..ko dia tiba tiba peluk gue kaya gini,..apa karena ucapan gue tadi ya,..aduh gimana ni,..jantung gue dag Dig dug ser gini' batin Reva.

Reva benar benar merasa tenang ketika Reno mendekapnya, dia seperti mendapatkan perlindungan. Senyum di bibirnya merekah begitu saja, dia merasa sangat-sangat Aman ketika bersama Reno.

Mereka berdua akhirnya tidur dengan posisi berpelukan, dan mereka melakukan itu dengan sadar.

**

**

Di tempat lain, kini Reza sudah menghubungi Amelia, sebenarnya Reza tidak ingin memberi tahu Amelia karena itu akan membuat Reno marah, tapi ayahnya menyuruhnya untuk menghubungi keluarga Reno, karena jika terjadi apa apa terhadap Reno, ada pihak keluarga yang mengetahuiya.

Setelah Amelia mendengar kabar bahwa Reno menghilang dia tanpa banyak berpikir langsung pergi ke lokasi bersama guru pengawasnya, sedangkan para teman sekelasnya diperintahkan oleh guru itu untuk beristirahat dan diperbolehkan bersenang senang disana asalkan tidak melanggar peraturan.

"Kak Reza, kak Renonya udah ketemu?" Tanya Amelia kepada Reza sangat cemas.

Reza menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

"Terus gimana ini kak" Amelia sangat cemas dan hampir menangis.

"Mel, Lo tenang dulu, kita lagi usahain nyari si Reno ko" Reza mencoba menenangkan Amelia.

Tetapi Amelia tidak bisa tenang. Setelah kehilangan ayahnya, dia tidak ingin kehilangan kakaknya. Amelia ingin masuk kedalam hutan untuk mencari kakaknya sendiri, tetapi dengan cepat Reza menahannya.

"Lo mau kemana Mel" tanya Reza memegang pergelangan tangan Amelia.

"Aku mau cari kak Reno" Jawab Amelia dengan mata yang sudah memerah.

"Ini udah larut Amelia, Lo gaboleh masuk kedalam hutan sekarang" larang Reza.

"Tapi kak..." Ucapan Amelia terhenti ketika Reza menyelanya.

"Gak ada tapi tapian,disana berbahaya, Lo gaboleh ngebahayain diri Lo sendiri, kalo sampe Reno tau Lo masuk kedalam hutan sendirian, dia pasti bakal marah sama Lo, dan bukan cuma Lo doang gue juga bakal kena marah sama Reno" nasihat Reza.

Amelia tidak ingin Reno marah kepadanya, jadi dia mencoba untuk sedikit tenang dan tidak bertindak gegabah.

Joni, Nina dan Fani menghampiri mereka, tatapan Nina menajam kearah Amelia ketika melihat Reza memegang pergelangan tangan Amelia.

"Ekhem" Nina berdehem sembari melirik ke arah tangan Reza, Reza yang menyadari itu langsung melepaskan tangannya dari Amelia lalu mendekati Nina dan memegang tangannya.

Bersambung

1
Fn Fs
nunggu eps 70 lama ni novel di ulang ulang jadi males baca ,kan udah dulu ,author dibilangin suruh eps 70 gaumau lanjutan novel dulu
Fn Fs
torr kalok ,gakbisa langsung bab 70 an ,pos banyak bab bosen aku nungguin lama Sampek bab 70 ni ayolah tor/Sob/
Fn Fs
gak seru ,enak langsung eps 70 aja
anable: tungguin aja ,klo bnyak yg baca jg smngat up ny
total 1 replies
Fn Fs
langsung eps 70 aja lanjutan novel dulu
anable: bntu share
total 1 replies
Fn Fs
kalok babya cuman 21 jadi males baca tor kalok banyak kan enak ,gimana gitu ,jadi puasa kalok dikit jadi males tor
Fn Fs
karya yang dulu dah eps 70 lebih ini cuman 21 langsung 70 la tor/Sob/
Authlafs Sparlaverse
itu yang nampar Anita apa Reva thor
Uryū Ishida
Wow, luar biasa!
Gato MianMian
Mantap, thor! Terus berkarya dan jangan berhenti menulis ya.
meisya
aku udah mampir, jangan lupa mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!