Sinopsis :
Tak ku sangka saat aku mengembara jauh dari tempat asalku, aku menemukan cinta yang begitu besar dari seorang pria yang begitu di idam-idamkan banyak wanita.
Shaika Divana Agnes, seorang wanita biasa namun penuh talenta tidak pernah percaya cinta sebelumnya namun hatinya berhasil takluk dan terkena jeratan cinta. Pria itu adalah Kaisar Raka Bramasta. Di tempat nan jauh di seberang lautan, Shaika memulai kehidupan baru dan berhasil meletakan tahtanya di sana bersama pria yang dia cintai dan di dukung oleh orang-orang yang ditakdirkan untuk membuatnya bahagia.
Seperti apakah kisahnya ?
Ikuti cerita lengkap mereka dalam novel ini !
Tokoh Utama :
1. Shaika Divana Agnes
2. Kaisar Raka Bramasta
Tokoh Pendamping Utama :
1. Reno Naufandra Adipati
2. Sheira Pramudita Subegio
3. Naratama Zio Dewantara
4. Nirwana Sonya Adipati
5. Praja Danu Bramasta
6. Pratama Subegio
7. Endah Subegio
8. Erlangga Dewantara
9. Miranti Dewantara
10. Arjun Hardan Ziranja
11. Talia Ziranja
12. Kanaya Ratu Bevilda
13. Azen Aryaguna Adipati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita September, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PSS-24
Pembicaraan antara Reno, Kaisar dan Shaika akhirnya berakhir juga. Shaika pagi ini akan ikut mobil Reno dan Kaisar untuk pulang. Kaisar pagi ini masih melanjutkan proses syutingnya seperti kemaren dikomplek dekat rumah kontrakan Shaika. Karena tujuan mereka searah, itu sebabnya Shaika ikut mobil mereka.
Setelah mengantar Shaika pulang, mobil Reno kembali melaju kelokasi syuting. Dilokasi syuting, Kaisar sangat malas melihat wajah Liora yang masih seperti kemaren. Liora seakan tidak mau menyerah untuk mendekati Kaisar. Sikap Liora membuat Kaisar semakin muak padanya.
Sementara Shaika, siang ini sudah memutuskan untuk mendaftar perpindahan kuliahnya di Universitas Negeri X, tempat Kaisar berkuliah juga. Jurusan yang ia ambil sama dengan jusrusannya dulu. Setelah selesai mendaftar kuliah, Shaika lalu pulang. Saat berangkat tadi dia menaiki taksi, saat pulang dia juga menaiki taksi.
“Kaisar?” Shaika kaget melihat Kaisar ada didepan rumahnya. Padahal Shaika baru saja datang.
“Kamu dari mana? aku sudah lama menunggumu, aku hampir mati berdiri tau!” ucap Kaisar dengan kesal.
“Siapa suruh menungguku, seingatku kita berdua tidak memiliki janji,” Shaika bersikap acuh.
“Apa aku boleh masuk? aku baru saja selesai syuting, Paman sebentar lagi akan menjemputku karena dia tadi ada urusan sebentar, aku malas menunggu Paman dilokasi syuting,” pinta Kaisar.
“Kenapa? kamu takut di rayu oleh mantanmu itu?” ejek Shaika.
“Ya begitulah,” jawab Kaisar singkat.
“Memangnya kamu tidak bisa pulang sendiri sehingga menunggu Pamanmu dulu?”
“Bisa sih, tapi aku mau mengobrol denganmu saja dari pada pulang, aku juga perlu teman,”
“Ternyata selebritis popular seperti kamu tidak punya teman, hahaha…” ejek Shaika lagi. Sambil mengejek Kaisar, Shaika membuka kunci rumahnya.
“Siapa bilang aku tidak punya teman, kan ada kamu,” ketus Kaisar. Melihat Shaika sudah membuka pintu rumah, Kaisar tanpa permisi langsung masuk.
“Woy, pemilik rumah saja belum masuk, kamu mau maling ya…” teriak Shaika namun Kaisar tetap masuk. Malah dia dengan santainya duduk disalah satu kursi ruang tamu.
Tanpa memperdulikan keluhan dari sang pemilik rumah, Kaisar dengan wajah polos hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban ucapan Shaika barusan.
“Kamu tadi dari mana?” tanya Kaisar dengan santai. Shaika pun duduk di sebelah Kaisar dengan tatapan kesal.
“Daftar kuliah,” jawab Shaika singkat.
“Ditempat ku kuliah?” tanya Kaisar lagi.
“Iya, besok aku akan mulai kuliah,” jawab Shaika lagi.
“Kamu kuliah pagi atau sore?”
“Pagi, kenapa?”
“Sayang sekali, aku kuliahnya sore, kamu semester berapa?”
“Kamu tuh ya nanya mulu, sudah seperti wartawan saja,” Shaika malas menjawab pertanyaan Kaisar.
“Heh, selama kamu tinggal disini cuma denganku kamu bisa akrab, kalau terjadi apa-apa sama kamu di kampus, cuma aku yang bisa membantu kamu,” Kaisar tersenyum penuh arti. “Jadi apa susahnya tinggal jawab pertanyaanku!” kata Kaisar lagi.
“Memangnya kenapa?” tanya Shaika heran.
“Rata-rata yang berkuliah dikampus itu adalah anak pengusaha dan anak pejabat, mereka semua memiliki perangai yang buruk, kalau kamu kurang beruntung, kamu akan dibully oleh mereka,” Kaisar sangat tau seluk beluk kampus tempat dia kuliah itu.
“Aku bukan tipe orang yang mudah dibully, kalau mereka ingin melakukan kekerasan padaku aku akan membalasnya,” ucap Kaisar dengan percaya diri.
“Terserah kamu, yang penting aku sudah mengatakannya,” ucap Kaisar dengan pasrah. “Oh ya Shaika, aku lapar, minta makanan dong, tadi dilokasi syuting aku tidak berselera makan karena melihat wajah Liora,” pinta Kaisar dengan wajah polos.
Shaika menghela nafas pelan. “Bisa-bisanya kamu minta makan padaku tanpa malu begitu,” Shaika geleng-geleng kepala.
“Yang penting kan aku meminta dengan sopan dan tidak mencurinya,” Kaisar tersenyum simpul.
“Tunggu sebentar disini aku ambilkan, aku juga belum makan siang,” Shaika lalu beranjak dari tempat duduknya.
😢😢😢
udh kangen sm kisah mreka