NovelToon NovelToon
Summer With You

Summer With You

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shea Olivia

Sinopsis:

Choi Daehyun—penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah 5 tahun menghindari dunia hiburan.

“Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai kekasihku,” kata Choi Daehyun pada diriku yang di depannya.

Namaku Sheryn alias Lee Hae-jin—gadis blasteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Choi Daehyun sejak awal, namun sedikit pun aku tidak terkesan.

Aku mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata, “Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat.”

Awalnya Choi Daehyun tidak curiga kenapa aku langsung menerima tawarannya. Sementara aku hanya bisa berharap aku tidak akan menyesali keputusanku terlibat dengan Choi Daehyun.

Hari-hari musim panas sebagai “kekasih” Choi Daehyun dimulai. Perubahan rasa itu pun ada. Namun aku ataupun Choi Daehyun tidak menyadari kebenaran kisah lima tahun lalu sedang mengejar kami.

🌸𝐃𝐈𝐋𝐀𝐑𝐀𝐍𝐆 𝐊𝐄𝐑𝐀𝐒 𝐂𝐎𝐏𝐘
🌸𝐊𝐀𝐑𝐘𝐀 𝐀𝐒𝐋𝐈 𝐀𝐔𝐓𝐇𝐎𝐑/𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐋𝐀𝐆𝐈𝐀𝐓
🌸𝐇𝐀𝐏𝐏𝐘 𝐑𝐄𝐀𝐃𝐈𝐍𝐆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shea Olivia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Sebelum berangkat ke kampus, Sheryn memutuskan untuk menelepon orangtuanya. Meski tidak yakin apakah orangtuanya sudah tahu tentang kebakaran itu atau belum, ia tetap berpikir sebaiknya mereka diberitahu.

Siapa tahu mereka malah sudah mendapat kabar dan tidak bisa menghubunginya karena ia sendiri baru mengaktifkan ponsel hadiah dari Choi Daehyun tadi pagi. Orangtuanya tentu akan khawatir setengah mati.

Beberapa saat yang lalu Bibi Chon sudah datang untuk membereskan rumah. Sebelum berangkat ke bandara tadi pagi, Choi Daehyun memberitahu Sheryn, bibi itu biasa datang membereskan rumah tiga kali seminggu.

Choi Daehyun juga menambahkan Bibi Chon sudah bekerja untuk keluarganya sejak lama dan bahwa dia bisa dipercaya seratus persen, sehingga Sheryn lebih tenang.

Bagaimanapun keadaan tidak terlalu aman saat ini. Kalau kenyataan ia tinggal di rumah Choi Daehyun tercium wartawan, entah kehebohan apa lagi yang akan terjadi.

Setelah memperkenalkan diri kepada Bibi Chon dan membiarkan wanita setengah baya bertubuh gemuk itu menjalankan tugasnya, Sheryn mengambil telepon rumah dan masuk ke kamar untuk menelepon orangtuanya.

Seperti dugaan pertamanya, ternyata orangtuanya tidak tahu-menahu tentang kebakaran itu dan sekarang Sheryn malah harus berusaha keras menenangkan mereka.

Pertama-tama ia berbicara dengan ibunya, jadi ia berbicara dalam bahasa Indonesia.

“Ya, Sheryn nggak apa-apa, Ma. Nggak ada yang luka. Apinya memang besar dan Sheryn nggak sempat mengambil barang-barang… Apa? … Oh, setahu Sheryn sih nggak ada yang meninggal. Semuanya selamat… Tapi pemadam kebakarannya agak terlambat, jadi apartemen Sheryn sudah hangus semua.”

Tiba-tiba Sheryn mendengar suara ayahnya di ujung sana dan ia ganti berbicara dalam bahasa Korea. “Ayah, Ayah tidak usah khawatir begitu. Aku tidak apa-apa. Sungguh. Tidak terluka sedikit pun. Mama kenapa?”

Sepertinya ibunya sedang berusaha merebut telepon dari tangan ayahnya. Sheryn tersenyum sendiri mendengar ibunya yang tidak sabaran. Akhirnya ibunya kembali menguasai telepon sehingga Sheryn kembali berbicara dalam bahasa Indonesia.

“Sheryn, bagaimana kalau kamu pulang dulu ke sini untuk sementara?” ibunya menawarkan.

Sheryn tertawa kecil. “Sheryn kan masih harus kuliah. Mama ini bagaimana?”

“Jadi, sekarang kamu tinggal di rumah siapa?” tanya ibunya langsung.

Sheryn bingung harus menjawab apa. “Sekarang? … Ng, sementara ini Sheryn tinggal di rumah teman. Dia tinggal sendiri jadi nggak keberatan kalau Sheryn numpang sebentar. Lagi pula di rumahnya ada kamar kosong. Hari ini rencananya Sheryn mau cari tempat tinggal baru.”

“Kamu bukan tinggal di rumah Minjie?” tanya ibunya lagi.

“Bukan. Mama kan tahu sendiri rumah Minjie hanya cukup untuk mereka sekeluarga. Kalau tinggal di sana, Sheryn hanya bakal menambah beban Paman dan Bibi, kan? Young-Mi sudah meminjamkan pakaiannya untuk Sheryn, jadi Sheryn nggak mau lebih merepotkan lagi.”

“Oh, begitu? Terus, siapa nama teman kamu itu? Berapa nomor teleponnya? Alamatnya di mana?”

Sekarang Sheryn agak enggan menjawab, “Teman Sheryn?”

“Iya, teman kamu yang mengizinkan kamu tinggal di rumahnya itu. Siapa namanya? Mama kenal dia?”

“Oh… oh… itu…” Dilema. Apakah ia harus berterus terang?

“Jangan-jangan kamu sekarang ada di rumah artis itu.”

Kata-kata ibunya seperti petir di siang bolong. Jadi ibunya sudah tahu? Bagaimana bisa?

“Mama ini ngomong apa sih?” Sheryn masih berusaha mengelak.

“Ada teman Mama yang cerita.” Suara ibunya berubah datar.

“Jadi?”

Sheryn tidak bersuara. Ia duduk bersila di tempat tidur sambil menatap jari-jari kakinya.

“Coba bilang terus terang sama Mama, apa kamu memang punya hubungan dengan artis itu?”

Sheryn menelan ludah dan menarik napas pelan. “Memang kenal,” sahutnya agak takut-takut.

“Kenal? Seperti apa?” desak ibunya.

“Terus, bagaimana ceritanya sampai kamu sekarang ada di rumahnya?”

Sheryn menggigit bibir dan akhirnya memilih berterus terang. “Ma, kami sama sekali nggak ada hubungan apa-apa. Sheryn hanya bermaksud membantu Choi Daehyun ssi, nggak lebih dari itu. Mama harus percaya sama Sheryn. Memang benar, Sheryn sekarang tinggal di rumahnya, tapi ini juga hanya untuk sementara.”

Sheryn mendengar ibunya mendesah lirih. “Mama nggak tahu, Sheryn. Memangnya kamu nggak punya teman lain yang bisa membantu? Kenapa harus di rumahnya?”

Sheryn memejamkan mata, salah satu tangannya terangkat ke kening. Ibunya melanjutkan lagi, “Entahlah, Sheryn, Mama benar-benar nggak tahu harus ngomong apa. Terus terang saja, Mama merasa… Kenapa artis itu lagi?”

Sheryn juga pernah berpikir seperti itu. Sejak ia mengatakan setuju membantu Choi Daehyun, setiap hari ia selalu teringat pada hal-hal yang tidak seharusnya diingat-ingat lagi.

“Tapi, Ma, Choi Daehyun ssi orang yang baik,” katanya.

“Kamu sudah besar, sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang nggak. Terserah keputusanmu saja,” kata ibunya.

“Mama akan mengirimkan pakaian untukmu. Kamu perlu apa lagi?”

Setelah ibunya menutup telepon, Sheryn duduk merenung. Dadanya terasa sesak. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya pelan-pelan. Cara itu biasa dilakukannya untuk menenangkan diri.

”Nona.”

Sheryn menoleh ke arah pintu kamar ketika mendengar suara Bibi Chon memanggilnya dari luar. Sheryn segera turun dari tempat tidur dan berjalan ke pintu. Ia membuka pintu dan melihat wajah Bibi Chon yang berseri-seri.

Sebelum Sheryn sempat membuka mulut, Bibi Chon sudah lebih dulu mengulurkan tangan dan berkata, “Saya menemukan ini di lantai. Apakah ini milik Anda?”

Sheryn menatap benda yang ada di telapak tangan Bibi Chon. Benda itu bros berbentuk hati dan berwarna merah mengilat dengan pinggiran keemasan.

Tenggorokannya tercekat. Ia baru ingat, di malam kebakaran itu ia sedang memandangi bros tersebut. Ternyata waktu itu tanpa sadar ia lalu memasukkannya ke saku piyama. Sheryn bahkan sudah hampir melupakannya sampai benda itu muncul lagi di hadapannya sekarang.

“Apakah ini milik Anda?” Bibi Chon mengulangi pertanyaannya.

Sheryn tersentak. “Ya, benar. Terima kasih sudah menemukannya.”

Sheryn menerima bros itu dan Bibi Chon kembali mengerjakan tugasnya. Sheryn menutup pintu kamar. Ia kembali duduk di tempat tidur sambil menatap bros itu.

Ia mendongak memandang langit-langit kamar, menarik napas panjang sekali lagi, lalu mengembuskannya perlahan. Sekali, dua kali, tiga kali, dan tiba-tiba saja air matanya bergulir turun. Ia menghapusnya dengan telapak tangan, lalu menarik napas panjang dan mengembuskannya lagi.

Na Minjie merapikan rambutnya yang tertiup angin dengan jari-jari tangan. Ia dan Sheryn sedang duduk-duduk di kafe langganan mereka. Karena cuaca sore hari ini bagus sekali, mereka memilih meja di luar yang dinaungi payung besar bergaris-garis biru dan putih. Minjie mengamati temannya yang duduk di hadapannya dengan dahi berkerut. Sheryn sedang mengaduk-aduk cappuccino-nya dengan gerakan lambat.

Minjie merasa sikap temannya agak lain. Akhir-akhir ini Sheryn sering melamun, sepertinya banyak sekali yang dipikirkannya. Minjie pernah berusaha mencari tahu apa yang ada dalam benak Sheryn, tapi tidak mendapat jawaban yang memuaskan.

“Hae-jin, hari ini Choi Daehyun pulang, ya?” tanya Minjie sambil lalu.

Sheryn tidak menjawab, bahkan mengangkat wajah pun tidak. Ia masih terus mengaduk cappuccino-nya.

Kang Young-Mi menarik napas dalam-dalam. “Hei, Lee Hae-jin!”

Kali ini Sheryn tersentak dan menatapnya dengan pandangan bertanya. “Apa? Kenapa?”

“Aku tanya, Choi Daehyun kembali hari ini, bukan?”

“Oh, tidak. Tadi siang dia menelepon dan bilang tidak jadi pulang hari ini,” jawab

Sheryn sambil mengangkat bahu. “Katanya ada urusan mendadak atau semacamnya. Mungkin besok baru pulang.”

“Begitu?” Young-Mi mengangguk-angguk dan terdiam.

Setelah berpikir sebentar, ia bertanya lagi, “Wah, jangan-jangan dia selingkuh dengan artis Jepang?”

Sheryn tertawa ringan. “Kalau dia memang bisa selingkuh atau setidaknya punya hubungan dengan wanita, bukankah sejak awal aku tidak dibutuhkan?”

Minjie ikut tertawa. “Benar juga,” katanya.

“Jadi kau akan pindah setelah dia pulang nanti?”

Sheryn mengangkat wajah dan memiringkan kepala. “Mmm, begitulah. Rasanya tidak enak kalau aku pindah begitu saja tanpa bilang dulu padanya, kan?”

Minjie mencondongkan tubuhnya ke depan. “Maksudku, kenapa kau tidak tetap tinggal di rumah Choi Daehyun saja? Aku rasa dia tidak akan keberatan.”

Mata Sheryn melebar. “Kau gila? Kalau ketahuan, itu bisa jadi skandal besar! Para wartawan tabloid gosip bakal jungkir balik saking senangnya,” katanya.

“Lagi pula ibuku juga marah-marah. Akan jauh lebih baik kalau aku punya tempat tinggal sendiri. Masa aku bisa berdiam diri membiarkan Choi Daehyun menanggungku? Masa dia mau menanggungku? Yang benar saja.”

Minjie berdeham, menatap kesepuluh kuku jari tangannya yang dipotong rapi dan berkata,

“Bukankah dia suka padamu?”

Walaupun Sheryn tidak menunjukkan ekspresi apa pun, sudah tentu Minjie bisa menduga hubungan Soon-Hee dan Choi Daehyun tidak sesederhana yang mereka katakan.

Ia yakin Choi Daehyun tertarik pada Sheryn. Kenapa ia bisa yakin? Karena Choi Daehyun mengizinkan gadis itu tinggal di rumahnya, membelikan ponsel untuknya, dan merayakan ulang tahunnya. Lalu selama berada di Jepang, laki-laki itu sering menelepon Sheryn, kalau tidak menelepon, ia akan mengirim pesan singkat melalui ponsel.

Minjie nyaris yakin sebenarnya Sheryn juga tertarik pada Choi Daehyun, tapi ia tidak punya alasan kuat yang mendukung keyakinannya itu. Sheryn sendiri tidak pernah secara blakblakan mengatakan ataupun menunjukkan perasaan tentang masalah yang satu ini.

“Bagaimana?” tanya Minjie.

“Kau sendiri juga bisa merasakannya, kan?”

Sheryn menatapnya sambil tersenyum samar.

“Merasakan apa? Kau ini ada-ada saja. Oh ya, aku belum berterima kasih padamu karena sudah seharian ini kau menemaniku mencari apartemen baru. Kau mau membantuku memilih perabot, kan? Harus kukatakan dulu bahwa aku hanya sanggup membeli beberapa perabot dasar. Kalau pindah nanti, aku pasti akan membutuhkan bantuanmu lagi.”

Minjie tidak berkomentar apa-apa. Ia mengembuskan napas perlahan dan bersandar kembali ke kursi plastiknya. “Tentu saja,” katanya setelah terdiam beberapa saat.

“Aku akan membantumu.”

1
•§͜¢•🦢🍒`𝔱𝔞𝔫𝔱𝔢
lanjutkan bakatmu wahai anak muda
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: udah tamat kak yang ini
total 1 replies
•§͜¢•🦢🍒`𝔱𝔞𝔫𝔱𝔢
lumayan /CoolGuy/
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐
emang boleh sepanjang ini, rajin up kak
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐
singkat, padat, "jadi pacarku" 😭
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐
keren banget kak, tapi kakak kenapa?
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐: kak, DM aku
total 2 replies
maz tama
mantap Thor cerita nya bagus
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: makasih
total 1 replies
💫⃝𝙕𝙚𝙣𝙙𝙚𝙧
singkat padat gay 😭😭
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: hehe gapapa 😅
total 1 replies
💫⃝𝙕𝙚𝙣𝙙𝙚𝙧
Aku mampir nih, semangattt /Determined//Determined/
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: wih thank you 😁
total 1 replies
🍾⃝ ʀɪͩᴠᷞᴀͧɴᷡᴀͣ ≛⃝⃕|ℙ$(hiatus)
smngttt thoorr /Determined//Determined/
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: makasih /Smile/
total 1 replies
◂⏤͟͟͞͞✧⃝Zayanᯓ
Baru bab 2 aja udh di pop 6k + /Determined/ semangat thor/Determined//Determined//Determined/
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: udah, masih review
total 5 replies
🧚‍♀️⃝𝑺𝒐𝒐-𝑱𝒊𝒏𝄞࿐
gay 😭😭
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐: hehe 😅
total 1 replies
Cecilia
bungkus permen juga? 😭 lengkap banget isinya
Cecilia: 😭ngakak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!