Seorang Gadis dengan bola mata berwarna biru yang tinggal disebuah hutan selama 20th bersama orang tua angkatnya. Dan tepat di umur 20th gadis itu akan mencari keberadaan orang tua kandungnya. Hingga ia bertemu dengan seorang lelaki yang tampan dan mempunyai reputasi tinggi. Semuanya terlihat sangat asing. Bagaimana juga gadis itu tidak tahu nyatanya dunia Luar. Apakah seindah dan semenakutkan yang dikatakan orang tua angkatnya?? Dan bagaimana kehidupan selanjutnya ?
*Selamat membaca..
Update 2 hari 1 kali
(Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.)
Enjoyy.... ♡
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Alan tersenyum, lalu ia membalas pelukan Angel.
"Kalian mengobrolah kami ke atas dulu." Jelas Ronald, dijawab anggukan oleh keduanya.
"Akan ku ambilkan air untukmu. Pasti kau sangat lelah." Ucap Angel.
"Baiklah aku akan menunggu di meja makan. "
"Okk"
Angel berjalan menuju dapur, ia mengambilkan satu gelas air putih untuk Alan.
Alan sudah menganggap Angel sebagai adiknya sendiri, mereka adalah teman masa kecil. Namun berbeda dengan Angel, ia sangat menginginkan Alan bahkan ia ingin menikah dengannya. Angel akan melakukan banyak hal untuk Alan, bahkan dirinya sendiri.
"Bagaimana kantor hari ini?" tanya Angel.
"Baik." Jawab Alan melihat gelas itu dengan menyembunyikan sebuah senyuman mengingat kejadiannya hari ini dengan Ayya.
Melihat sikapnya Angel merasa ada sesuatu yang aneh dengan sikap Alan. Apa Alan sedang mengingat kisah masalalunya?
"Mmm,, apa kamu"
"Sudahlah, jangan bahas dia lagi. Aku sudah melupakannya." Jelas Alan.
Meskipun Angel tidak menyelesaikan perkataannya Alan sudah tahu benar kemana dia akan berbicara. Entah kenapa kebiasaan Angel ketika pertama bertemu selalu menanyakan wanita masalalunya Alan.
Alan hanya berpikir mungkin Angel merasa khawatir seperti teman-temannya yang lain.
Baguslah kalau begitu, aku sudah menunggunya bertahun-tahun akhirnya wanita itu pergi dari hatinya Alan, mungkin ini saatnya aku menempati tempat wanita itu dihatinya. Pikir Angel lalu tersenyum dengan bahagia.
"Badanku rasanya tidak enak sekali, aku mau bersih-bersih dulu. Kamu tinggalah disini." Jelas Alan.
"Ohh begitu ya, aku pulang aja deh. Aku juga merasa lelah."
"Baiklah. Akan ku antar."
"Tidak perlu. Kau terlihat sangat lelah, istirahatlah aku pergi dulu."
"Om tante, aku pergi dulu." Sambung Angel dengan berteriak.
Angel melambaikan tangannya lalu meninggalkan mansion megah itu.
Setelah benar-benar Angel pergi, Alan kembali berjalan menuju kamarnya. Hari ini terasa sangat lelah baginya, namun entah kenapa ia ingin sekali menghubungi gadis cantik itu. Alan mencoba menahannya, namun tetap saja ia tidak bisa melewati cobaannya itu.
Drrtttt ... Drrttt ...
Ponsel Ayya berbunyi.
"Hallo?" terdengar suara Ayya dibalik ponsel itu.
Alan tersenyum mendengar suara Ayya,
"Hallo? Apa ada perlu?" tanya Ayya.
Kenapa dia bertanya seperti itu? apa aku mengganggunya? apa aku memanggilnya harus ada perlu? pikir Alan kesal.
"Hallo???" suara Ayya yang sudah naik satu oktaf, membuat lelaki itu menjauhkan ponsel dari telinganya.
Ada apa dia menelponku. Benar-benar orang gila. Pikir Ayya lalu mematikan ponselnya.
"Apa! dia mematikan panggilanku?" pekik Alan lalu kembali memanggil nomor itu.
Drrrtttt ... Drrrttt ...
"Hallo ada apa!" ucap Ayya dengan nada tinggi dan nada juteknya.
Lagi-lagi mendengarnya Alan malah tertawa,
"Dasar orang gi-"
"Hukumanmu ditambah satu. Besok terima perintahnya"
"Apa! memangnya aku ini"
"Mau ditambah satu lagi?"
"Tidak-tidak, baiklah ada apa menelponku."
"Tidak ada hanya memberitahumu kalau kau masih punya hukuman dan sekarang bertambah satu." jelas Alan dengan senyumnya,
"Benar-benar gi-"
"Istirahatlah dengan baik. Aku merindukanmu."
Tuttttttttt ...
Panggilan berhenti.
Alan mematikan panggilan, ia mengambil handuk putihnya lalu memasuki kamar mandi dengan senyumnya yang tampan.
Sedangkan Ayya wajahnya yang awalnya merah karena kesal berubah menjadi merah karena malu. Ia tersenyum lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur, sesekali ia mengingat kejadian tadi siang dan kalimat yang baru saja dikatakan oleh Alan membuatnya salah tingkah.
Ayya berguling-guling dengan memeluk gulingnya dan meremasnya bahkan memukulnya dengan sangat lucu.
9 like juga mendarat di karya kakak yang keren dan kece bngt 😍 🙌🏻 Semangat 🔥🔥 tetap jaga kesehatan ya 💙💙💙