🌹 Clarisa & Kevin Lee 🌹
Aku bekerja sebagai pembantu di rumah salah satu pengusaha kaya raya, di Korea Selatan bernama Kevin Lee.
Niatku adalah merubah nasib keluargaku, agar jauh lebih baik, tapi justru aku menikahi Suami dari majikanku.
Diakhir hidupnya, Nona Shin meminta aku menggantikan posisinya sebagai istri Tuan Kevin. Sebab menurutnya, aku adalah wanita yang tepat menggantikan posisinya, setelah kepergiannya nanti.
Tuan Kevin awalnya menolak, permintaan istrinya, karena ia sangat mencintai Nona Shin, tapi karena istrinya tetap memaksa akhirnya kamipun menikah.
Tuan Kevin tidak mencintaiku, hingga hanya hinaan, yang aku terima.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.25.Tidur seranjang.
🏚️ Kediaman Kevin🏚️
" Pulanglah, lagi pula ini sudah sore..!! Titah Kevin pada sekretarisnya Denis.
" Baik Tuan,kalau begitu aku pergi dulu."
Sambil berlalu keluar dari kediaman Kevin.
Melangkahkan kaki kearah tangga, menuju kamarnya.
Mendapi keberadaan Sofia, seketika menghentikan langkah kakinya.
" Dimana dia Bii..?
Mengernyitkan dahi, yang tidak mengerti maksud dari majikannya.
" Dia siapa Tuan Kevin..?
" Nyonya." Ucapnya,yang sedikit enggan menyebut panggilan untuk Clarisa.
Tersenyum, dan menjawab.
" Nyonya Clarisa, sedang berada dikamar Tuan."
" Dikamar..!!
" Iya, sudah dari tadi Nona berada dikamar hingga dia melewatkan makan siangnya."
" Baiklah, kalau begitu aku kekamar dulu." Ucapnya dengan melanjutkan langkah kakinya, menuju lantai tiga kamarnya.
Membuka pintu, dan tidak mendapati keberadaan istrinya.
" Dimana dia" Dengan menggelegarkan pandangan, keseluruh kamar.
Dan tersenyum, saat mendapati sosok yang dicarinya tengah tertidur dengan pulas.
"'Sudah sore, malahan dia enak - enak tidur lagi." Dengan senyuman sinisnya
" Hei.., bangun..., bangun..., ini sudah sore bodoh...." Sambil kakinya menendang pelan kursi tersebut.
Menggeliatkan badannya, saat merasa ada yang mengusik tidurnya.
" Meemmm..." Tapi masih setia, dengan memejamkan mata.
" Apa dia minum obat tidur, hingga biar aku sudah menendang Sofanya tapi dia tetap saja tidak bangun.
Berjongkok, dan menatap lekat wajah darah cantik itu.
Sedikit kaget, saat mendapati Clarisa membalikkan badannya, hingga wajah bereka berhadapan.
Memperhatikan dengan seksama, setiap sudut wajahnya.
Ntah sadar, atau tidak dengan tindakannya perlahan dia mengangkat tangannya, dan jemarinya perlahan mulai menyentuh wajah polosnya, membelai lembut pipinya, menyentuh bibir mungil yang sudah dikecapnya.
Dan membenahi setiap helaian rambut, yang menutupi sebagian wajahnya, dan menyelipkan kekeningnya.
" Ternyata dia cantik juga." Gumamnya pelan, sambil tersenyum.
Perlahan mendekatkan bibirnya, ingin menyentuh bibir itu lagi, serasa candu buatnya.
" Sendainya aku menciumnya, apa dia akan merasakan. Tapi aku sudah seperti melakukan tindakan kriminal saja, mencuri ciuman, tapi tidak ada salahnya jika aku melakukannya, bagaimanapun dia adalah istriku dan aku berhak atas dirinya, dan juga tubuhnya. Gumamnya pelan.
Berperang sendiri dengan kata hatinya, dan memutuskan untuk tidak jadi mencium istrinya.
Terus memperhatikan secara seksama.
" Sepertinya matanya sembab, apakah dia habis menangis..? Sebuah pertanyaan yang terlontar untuk dirinya sendiri.
" Apakah ini karena perkataan Papa tadi..?
Tersenyum, dan terus menatap istrinya.
" Mulai sekarang, kau akan tidur bersamaku.' Ucapnya, dengan langsung menggendong tubuh istrinya, dan merebakan diatas ranjang.
" Tidurlah bersamaku, kursi itu pasti membuat tubuhmu tidak nyaman."
Memutuskan untuk membersikan tubuhnya, setelah melakukan fitnhes tadi.
Membuka matanya perlahan, dan merasa ranjangnya begitu empuk.
Setelah sepenuhnya sadar, dia sangat terkejut saat mendapati tubuhnya berada diatas ranjang.
" Kenapa aku bisa berada diatas ranjangnya, kalau sampai dia tahu aku tidur diranjangnya. Bisa -bisa dia akan memarahiku habis - habissan.
Baru saja dia akan menurunkan kakinya, terdengar suara seseorang menyapanya.
" Kamu sudah bangun" .Dengan menatap kearahnya, dengan hanya menggunakan celana saja hingga menampilkan tubuh seksinya.
" Tuan.., maafkan aku. Aku tidak tau bagaimana aku bisa tidur diranjangmu, aku mohon maaf" Ucapnya dengan menunduk, karena takut dengan tatapan Suaminya.
" Kau masih saja memanggilku Tuan, aku minta panggil aku Sayang..!!
" Tapi...,bukankah tidak pantas seorang pelayan memanggila majikannya dengan sebutan Sayang...?
" Apa kau lupa.., kalau kau itu berstatus istriku juga. Jadi apa salahnya kalau kau memangil aku Sayang.., apakah kau sengaja memanggil aku Tuan, biar semua orang tau kalau aku tidak memperlakukanmu sebagai seorang pembantu, bukan seorang istri..?
" Maaf Tuan, aku hanya melakukan sesuai keinginan anda."
Menghembuskan nafas kasar, dan menatap tajam istrinya.
" Baiklah kalau begitu aku ingin mulai sekarang kau memanggilku Sayang, biar orang diluar sana tidak mengetahui kalau aku memperlakukanmu layaknya seorang pembantu." Titahnya dengan nada tegas.
" Baik Tuan.., eh maksudku Sayang.."
" Tu..eh maksudku Sayang.., apakah kau yang menggendongku keranjangmu..?
Tertawa, dan pura - pura marah.
" Kau pikir aku ini sudah gila,menggendongmu keranjang ku.Mungkin kau saja yang sengaja tidur diranjangku, agar kita bisa tidur berdua." Ucapnya dengan volume suara sudah meninggi.
" Maafkan aku Sayang..., mungkin aku jalan sambil tidur, bukankah banyak orang yang mengalami hal itu..?
" Bisa saja."
Menjatuhkan diri disisi istrinya, dan membuat Clarisa sangat terkejut.
"Sa...Sayang...,aku akan tidur disofa saja." Dengan ingin menurunkan kakinya, tapi seketika Kevin langsung mengangkat kakinya dan menjatuhkan pelan diatas tubuh istrinya.
" Mulai sekarang, kau akan tidur bersamaku."
" Apa..!! Terkejut.
Aku tidak mau Sayang..., aku tidak mau." Dengan menggeleng - gelengkan kepalanya.
Membalikkan badannya, dan langsung menindih tubuh istrinya.
" Sa...Sayang.... apa yang akan kau lakukan....? Terkejut, dan merasa daranya seperti berhenti mengalir.
" Kenapa kau takut...? Dengan tatapsn matanya,menatap manik mata yang sedang kegugupan itu.
Teringat kembali perkataan Sofia, membuatnya berasumsi sendiri.
"Sa..Sayang..., apakah kau akan melakukan itu padaku...? Pertanyaan lolos begitu saja, yang keluar dari bibirnya.
" Melakukan itu...? Mengernyit heran, dengan posisi masih menindih tubuh istrinya.
" I...iya Sayang.., Bibi Sofia mengatakan kalau Sayang seorang Duda, otomatis sudah berpengalaman.
" Jadi Bibi Sofia mengatakan itu padamu..?
" I..Iya Sayang...," Dengan mengangguk cepat.
" Tentu aku sudah sangat berpengalaman dalam melakukan hal itu."
" Tapi Sayang..., bukankah kita tidak saling mencintai.., jadi rasanya sangat hambar jika kita melakukan itu.
" Benarkah..., tapi aku bisa melakukan itu tanpa ada rasa cinta.
" Apa....! Terkejut dengan mata membulat sempurna.
" Tapi Sayang..., aku tidak bisa. Dengan tetap ingin menolak.
" Jangan menolakku Clarisa, karena aku ingin malam ini kau melakukan kewajibanmu sebagai istriku, dan jangan menolak kalau tidak aku akan memecatmu." Ucapnya dengan menatap tajam istrinya.
H
H
malah Dara
menyangkaH
dll
menyangkah
apalagi yaa