Arsenio Gerald sudah menunggu status janda wanita yang di cintainya selama beberapa taun ini, namun bukannya menjanda wanita itu justru malah hamil lagi.
Rupanya tampan dan kaya tidak bisa menjamin kebahagiannya dia kembali sial setelah putus cinta karena menunggu jandanya, Arsenio harus dihadapkan dengan masalah yang dibuatnya sendiri.
Arsenio tidak sengaja meniduri calon tunangan adiknya sendiri, hingga akhirnya mereka pun harus menikah.
Bagaimana Arsenio menjalankan statusnya sebagai seorang suami di saat hatinya masih milik orang lain.
Dan alangkah sialnya Arsenio setelah tau sifat asli istrinya yang sangat susah di atur dan sering membuat ulah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitryas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kiss Me 25
Stela berjalan dengan gontai memasuki apartementnya, dia menatap lantai sambil menyentuh pipinya yang masih terasa nyeri tiap kali mengingat perlakuan Arsen.
Bagaimana bisa pria berhati lembut itu dengan tega menampar dirinya, pria yang selalu marah saat dirinya terluka kini melukainya dengan menampar pipinya.
Air mata Stela menetes ke pipinya, wajahnya tarangkat menatap ke arah pintu kamar saat mendengar suara aneh dari dalam sana. Jantungnya berdebar tidak karuan saat mendengar lenguhan seorang wanita, tanpa sadar Stela berjalan ke arah kamar.
Kakinya bergetar saat meluhat suaminya berada di bawah tubuh seorang wanita, matanya membelalak dengan air mata yang terus menetes.
“Stela! Ah sial, kenapa kamu menghancurkan moodku!” Ucap Jeff, suami wanita itu berdecak kesal. Jika bukan karena Stela sedang hamil mungkin Jeff akan menarik rambut wanita itu dengan tangannya sendiri sambil mendorong keluar dari dalam kamar, namun sayangnya wanita itu tengah mengandung anak pertamanya.
Dulu Stela di nikahi Jeff karena wanita itu hamil, namun karena stres atas perlakuan Jeff selama menikah Stela pun tidak bisa mempertahankan bayi itu.
Namun kali ini Jeff berjanji untuk tidka bersikap kasar demi buah hatinya, Jeff takut jika dia kehilangan anak lagi akrena itulah Jeff berusaha menahan rasa amarahnya.
“Jeff, kamu sudah janji akan berubah demi anak kita. Tapi kenapa sekarang—“
“Minggir.” Jeff mendorong wanita yang ada di atas tubuhnya, lalu berjalan ke luar setelah memakai boxernya dan melewati Stela begitu saja.
“Jeff, kenapa kamu gak jawab! Kamu janji kan tidak akan mengulangi perbuatanmu lagi.” Gerutu Stela sambil terisak, wanita itu berjalan mengekori Jeff yang kini membuka kulkas untuk minum.
Stela melihat suaminya yang sedang minum dengan perasaan dongkol, dadanya terasa begitu sangat nyeri selalu tidak pernah di hargai oleh suaminya.
“Jeff!”
“Cukup Stela!” Sentak Jeff masih menahan amarahnya, dia menatap tajam pada Stela. Namun di detik berikutnya tatapan tajam itu perlahan menghilang setelah sadar jika di dalam perut istrinya ada buah hatinya. “Aku sudah janji akan berubah, dan buktinya saat ini aku tidak sedang menyeret rambutmu dna menamparmu kan?” Tanya Jeff, karena pada dasarnya di momen ini Jeff selalu melakukan hal itu.
“Dan untuk wanita tadi, soal itu aku tidak pernah berubah. Bagaimana aku mendapat kepuasan kalau aku berubah tidak bermain wanita? Aku gak bisa, hal itu pasti tetap aku lakukan, lagian saat ini kamu sedang mengandung biarkan saja aku memuaskan hasratku pada wanita lain, karena kamu harus menjaga bayiku agar tidak terjadi apa-apa. Karena itu selama bayi ku belum lahir, aku tidak akan menyentuhmu.” Jawab Jeff panjang lebar.
“Jeff!” Sentak Stela, seketika Jeff menatap tajam ke arah istrinya yang sudah berani menyentaknya, padahal wanita itu biasanya tidak berkutik.
Jeff menarik rahang Stela cukup pelan namun tetap menimbulkan rasa sakit, dia menatap tajam dengan sorot mata menakutkan. “Jangan mentang-mentang kau sedang mengandung anakku, berani sekali kau membentakku!” Ucap Jeff cukup tenang namun dengan nada yang cukup tajam.
Jeff mendorong wajah Stela menjauh, lalu berbalik kembali melangkah menuju kamarnya.
“Jangan ganggu kami, wajahmu membuat hasratku turun.” Ujar Jeff berlalu begitu saja.
Deg!
Ucapan Jeff seketika melukai perasaan dirinya, pria yang selama ini di perjuangkannya sering kali melukai perasaannya.
Stela terduduk di atas sofa dengan tubuh bergetar, ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya sambil terisak. Sungguh betapa menderita batin Stela sema ini, kenapa dia harus mencintai pria sebajingan Jeff.
“Arsen, tolong aku.” Gumamnya, pria itulah yang selama ini dia ingat di saat-saat seperti ini. Stela semakin tersedu-sedu saat teringat jika dirinya kini sendiri, tak ada satupun orang yang bisa melindungi dirinya seperti Arsen. Pria itu kini tak lagi menjadi sandara untuknya, Stela merasa sangat menyesal sudah menyia-nyiakan pria sebaik Arsen.
“Maaf Arsen, maaf. Tolong beri aku kesempatan sekali lagi. Aku mohon.” Gumamnya, dia menutup telinganya saat emndengar suara aneh dari dalam kamar.
****
Arsen yang baru saja pulang dari kantor bingung karena banyak kendaraan di depan rumah orang tuannya, dia berjalan masuk ke dalam.
“Baru pulang, Kak.” Tanya Bunda Alika yang kini berjalan bersama pelayan yang sedang membawa beberapa piring berisi cemilan.
“Iya Bun, di mana Anya.” Tanya Arsen, Bunda Alika menghentikan langkahnya lalu menyuruh para pelayan itu pergi lebih dulu dan memberikan piring yang ada di tanganya pada salah satu pelayan itu.
“Ada di kamar Rey.” Jawab Bunda, Bundanya itu masih dongkol pada putranya yang diam-diam pulang tanpa memberi tahu.
Padahal dirinya juga berlibur di sana hanya satu malam, Bunda Alika juga tidak akan setiga itu sampai berhari-hari mengganggu honeymoon putranya.
“Ck, Bunda gak pernah larang Anya buat tidak masuk ke kamar Rey. Harusnya Bunda suruh mereka main PS di ruang keluarga saja.” Gerutu Arsen, lagi-lagi istrinya berada di sana.
“Besok Bunda bantu Anya pilih rumah atau Apartemen yang dia mau, Arsen sama Anya sudah harus tinggal terpisah sepertinya.” Ujar Arsen, dia tidak mau terus menerus membuat membuat dirinya sendiri tidak tenang, karena bagaimana pun Arsen tidak suka ada pertemanan di antara pria dan wanita.
“Yah sepi dong rumah Bunda, kenapa gak coba tingga satu taun lagi.” Bujuk Bunda Alika, Arsen tak menjawab dia langsung melangkah melewati Bundanya.
“Kak, nanti aja pindahnya kalau Anya sudah benar-benar siap.” Bujuk Bunda Alika sambil mengekori putra keduanya dari belakang.
Arsen berjalan menuju kamar Reyno, dia membuka pintu kamar itu. “Anya!” Panggil Reyno saat membuka pintu kamar, dia terkejut saat melihat banyak pria di dalamnya. Seketika Arsen menutup kembali kamar itu lalu menatap Bundanya yang ada di belakang. “Bun, kenapa banyak pria di dalam? Kemana Anya.” Tanya Reyno dengan wajah terkejut, jantungnya berdebar merasa tidak aman.
Bagaimana bisa istrinya ngumpul bersama banyak pria, ya walau Arsen tau mereka pasti teman-teman Reyno, namun dengan begitu bukankah istrinya akan banyak berinteraksi dengan pria?
Pintu kamar terbuka dan memperlihatkan sosok Reyno. “Kak, aku udah bawa hadiah buat Kakak. Mana hadiah untukku?” Tanya Reyno tidak sabaran, kaena sebelumnya Arsen sudah menyuruh Reyno dan berjanji akan memberi uang untuknya.
.
To be continued…