Arully Beena sosok seorang gadis yang dilahirkan tanpa ayah. Ibunya korban kebejatan seorang laki-laki yang tidak mau bertanggung jawab. Dia lahir dengan perekonomian yang begitu sulit sehingga ia terjebak dalam kelompok anak-anak punk di kotanya.
Bagaimana Beena bisa melewati kehidupan yang begitu keras sampai ia bisa menemukan jati dirinya melalui pertemuannya dengan sosok bocah cilik yang membawanya berhijrah dengan tulus.
Bagaimana pula kisah percintaannya dengan seorang laki-laki yang begitu sempurna di matanya dengan menikah paksa karena terjebak oleh situasi.
"Anggap pernikahan kita semalam tak pernah ada. Aku tidak pantas menjadi istrimu. Aku hanya gadis punk yang hanya singgah tanpa rencana. Terima kasih sudah menolongku." Arully Beena.
Ikuti kisahnya sampai selesai ya!
Tinggalkan jejakmu like, komen dan subcribe teman-teman!💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25 Dilematis
Dreet
Dreet
Elzan mengambil ponsel yang bergetar dari kantong celananya. Tertera sebuah nama " Love Ibu " seraya segera menekan tombol hijau untuk memulai pembicaraan.
"Assalamualaikum hallo Bu! Ada Apa?"
"Waalaikumussalam. El kamu tuh kemana aja sih? Tadi Azizah menghubungimu tapi ponselmu ga diangkat. Kamu keterlaluan deh, Azizah itu calon istrimu harusnya kamu prioritaskan bukan malah mengabaikan."
"Masa sih Bu? Perasaan sejak tadi hapeku engga bunyi, sebentar El cek dulu." Elzan langsung melihat notifikasi di layar ponsel, ada sekitar 10 panggilan tidak terjawab.
"Gimana, benar kan?" Tanya Ibu Retno dari seberang sana.
"Eh iya ada 10 panggilan. Maaf tadi hape disilent. Tadi El sibuk banget. Emangnya ada apa dia nelepon segala?" Tanya Elzan sambil membuka berkas yang akan diketik.
"Kamu lupa? Hari ini tuh ada jadwal fitting baju pengantin. Kamu sekarang pulang ke rumah. Di sini masih ada Azizah yang setia nungguin kamu."
"Waduhhh maaf bu, El tidak bisa. El masih ada meeting bersama klien. Ini El sedang mempersiapkan berkas yang akan dibawa. Ada kasus yang harus segera diselesaikan Bu." Jelas Elzan benar adanya.
"Ibu engga mau tahu, kamu harus pulang sekarang juga!" Ujar Ibu Retno begitu marah.
"Maaf Bu, El benar-benar tidak bisa. El sedang kerja tolong Ibu dan Azizah memahami pekerjaan El!" Ujar Elzan menekan sabar.
"El kamu mikir engga sih, pernikahan kalian itu tinggal 1 bulan lagi. Cepat ambil cutilah!" Saran ibu Retno setengah panik karena anaknya masih santai menghadapi rencana pernikahannya yang menurutnya semakin dekat.
"Iya Bu. Nanti El usahakan bisa secepatnya cuti. " Akhirnya kalimat tersebut keluar juga dari mulutnya untuk mengakhiri pembicaraan dengan Ibunya.
"Udah ya Bu, El mau lanjut kerja dulu, Assalamualaikum." Elzan meletakkan ponselnya di atas meja.
Elzan menarik nafasnya lalu menghembuskannya dengan pelan. Hal ini sangat mengusik pekerjaannya. Bagaimana tidak? Statusnya yang sudah berubah menjadi suami dadakan menjadikannya dilema antara lanjut dan tidaknya rencana pernikahannya dengan Azizah.
Kalau rencana tersebut dibatalkan, tentu banyak orang yang akan kecewa dengan keputusannya yang mendadak.
Kalau dilanjutkan, bagaimana nasib Beena? Walaupun pada dasarnya kata poligami itu dibolehkan namun bagi Elzan hal itu tidak bisa ia lakukan. Ia merasa kata adil itu mudah diucapkan namun sulit diamalkan.
Perdebatan dengan sang Ibu sering terjadi, apalagi jika menyangkut masa depannya. Ibu sangat berperan dalam menentukan jalan hidupnya, walaupun banyak bertentangan dengan keinginannya, termasuk rencana menikahi Azizah.
Azizah merupakan putri tunggal dari keluarga terpandang di kotanya. Pendidikannya saja sampai Kairo, Mesir. Tentu ini sangat bersebrangan dengan keadaan istrinya sekarang.
Beena yang belum diketahui asal usulnya, bebet, bibit, bobotnya bisa jadi perkara perdebatan selanjutnya. Apalagi kasus Beena berawal dari kicauan sang Ibu. Hal ini membutuhkan perjuangan yang tidak mudah bagi Elzan.
Elzan sosok yang berbakti pada Ibunya. Sebagai seorang anak, ia lebih menghargai dan menghormati pendapat orang tua walaupun sangat bertentangan dengan pandangannya. Dalam hal ini sosok ayah sangat diharapkan untuk memberikan nasehat agar Ibu lebih mengerti dan memahami keinginan anak-anaknya.
Ayahnya yang bernama KH. Abidzar Al-Ghifari adalah pemilik sekaligus pemimpin pesantren Al-Husna yang bijaksana dan tegas dalam mengambil sebuah keputusan.
Rahasia pernikahannya dengan Beena belum diketahui oleh pihak keluarga. Elzan masih merancang cara memberitahukan pada keluarga masalah yang ia hadapi saat ini.
Elzan duduk termenung sambil menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya.
"Ya harus kumulai sore ini. Aku harus bicarakan hal ini sama Abah terlebih dahulu. Semoga Abah bisa mengerti permasalahan yang kuhadapi."
Elzan sangat membutuhkan dukungan dari sang ayah untuk bisa menerima Beena sebagai menantunya.
Elzan tersenyum manakala teringat dengan sosok istrinya yang terbilang nurut dengan titah yang ia berikan.
"Kamu pasti bisa menjadi istri sholeha sesuai harapan keluargaku, Beena. Terlepas dari identitasmu yang belum jelas. Tapi aku yakin, sebenarnya kamu termasuk wanita baik-baik dan dari keluarga baik-baik."
Elzan segera merapikan meja, bersiap untuk pulang. Kantor Advokat Indonesia mulai sepi, satu persatu ditinggalkan oleh para karyawan yang bekerja di sana.
Elzan menyambar kunci mobil dari meja kerjanya. Seraya menuju parkiran.
Tekadnya untuk menyelesaikan masalah sendiri harus dibabad hari ini, agar tidak berkepanjangan. Walaupun banyak resiko yang akan dihadapi, namun ia akan menerima konsekuensinya demi mempertahankan pernikahannya.
ini mah mau masukin hotel prodeo lagi kan ktnya udah biasa......
hadooohh jadinyav kasian si beena alamat bakal di kekesek yeu mah sm ibunya elzan
Tapi dari sini kayaknya bakal susah dapat restu si Beena,Awal pertemuan dengan Mertua aja udah ada salah paham gitu..