NovelToon NovelToon
Tergoda Janda Kembang

Tergoda Janda Kembang

Status: tamat
Genre:Janda / Romansa pedesaan / CEO / Tamat
Popularitas:566.4k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Setelah mengetahui pengkhianatan sang kekasih, serta ada masalah di pabriknya, Rayyan memutuskan untuk healing sejenak ke sebuah desa, tempat salah seorang sahabatnya berada.

Tapi, nasib justru mempermainkannya. Malam itu, Rayyan menyelamatkan Lilis yang hendak di lecehkan seseorang, tapi Rayyan terjebak dalam sebuah kondisi, yang membuat warga desa salah paham, hingga mengharuskannya menikahi Lilis, seorang janda kembang.

Bagaimanakah lika-liku perjalanan mereka selanjutnya?

Apakah Rayyan akan tetap mempertahankan Lilis sebagai istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#33

#33

“Suami? Lilis sudah menikah lagi?” Kening Ratri mengkerut, karena cukup terkejut dengan berita tersebut. 

“Iya.” 

“Maaf, kalau boleh tahu dengan siapa? Soalnya aku tak dengar kabar apa-apa.” Ratri semakin kepo, 

“Ini, Lilis dinikahi Rayyan.”

Deg! 

“Apa, Mas?! Menikah dengan Mas Rayyan?!”

“Hmm, pernikahannya baru beberapa hari yang lalu, secara adat desa. Bapakmu pasti tahu, apa ia tak memberitahumu?”

Ratri menggeleng lemas, seperti ada sesak dan rasa tak terima bilamana Lilis yang beruntung dinikahi Rayyan. 

Lilis lagi, lagi-lagi Lilis, beberapa bulan lalu, berita pernikahan Lilis dengan pria kota. Lalu sekarang— kenapa selalu Lilis, padahal dirinya yang ingin hijrah menjadi orang kota. Tapi kesempatan tak pernah menghampirinya. 

Karena itulah, ketika tahu bahwa Rayyan adalah teman Nanang yang asalnya dari kota, Ratri sempat menaruh harapan, angannya melambung tinggi, terlebih wajah Rayyan yang rupawan telah menjerat hatinya. 

Rayyan pernah beberapa kali menemuinya secara pribadi di ladang cabai, karena pria itu bermaksud membeli suplai cabai untuk pabrik sambalnya. Saat itulah angannya semakin melambung dan terus melambung tinggi, tapi kini kenyataan menghempaskan tubuhnya hingga ke dasar jurang yang paling dalam. 

“Ya, sudah, Mas. Aku pamit pulang.” Ratri pergi buru-buru, memacu kencang motornya dengan perasaan kacau tak menentu. 

Nanang mulai merasa tak nyaman, tadi ia melihat jelas perubahan raut wajah Ratri setelah tahu bahwa Lilis dinikahi Rayyan. Apakah gadis itu menyukai Rayyan? 

‘Ah, sial!’

Umpat Nanang membatin, apakah ini pertanda, bahwa ia harus menyerah? Tidak apa-apa kah bila ia terus mencoba mendekati gadis pujaannya tersebut? Karena tiba-tiba rasa takutnya melebihi rasa sukanya pada Ratri. 

“Nang, kok melamun? Ayo, kita pulang!” 

“Iya, Mak. Ayo.” 

•••

TV menyala dengan suara yang amat sopan, Lilis masih berbaring malas sambil mengunyah snack, sementara Rayyan sibuk dengan laptop dan kertas-kertas yang entah apa isinya. 

Boleh saja Lilis mengatakan bahwa ia sedang nonton TV, tapi nyata sekali, bahwa yang Lilis lihat bukanlah TV melainkan sibuk melihat pak suami. 

Betapa rupawan wajahnya, kadar ketampanannya semakin bertambah ribuan kali ketika sedang serius bekerja, hingga Lilis tak henti di buat kagum olehnya. 

“Mas,” panggil Lilis iseng. 

“Hmmm,” sahut Rayyan tak mengalihkan perhatian dari pekerjaan. 

“Sebenarnya— mmm— nggak jadi deh.” Lilis mengurungkan niatnya. 

“Kamu ini tak jelas.” 

Lilis meringis, kembali fokus melihat layar TV yang menyiarkan acara FTV. 

Sebenarnya, yang ingin Lilis tanyakan adalah, apa pekerjaan sang suami yang sebenarnya. Mandor peternakan? Atau pegawai kantoran? 

Jika hanya mandor peternakan, kenapa bosnya sampai memberi fasilitas menginap di hotel mewah? Bila pegawai kantoran, bagaimana bisa terdampar di desa menjadi buruh peternakan?

Beberapa saat kemudian, Rayyan menutup laptop dan membereskan kertas-kertas yang berceceran di sekitarnya. Kemudian meletakkan kedua benda tersebut diatas meja, pria itu melompat ke pembaringan dan mulai uyel-uyel manja di dekat istrinya. 

Namanya juga pengantin baru, pengennya nempel terus, apalagi baru saja tahu rasa satu sama lainnya. Rayyan rasanya tak ingin hari berganti, inginnya berhenti di saat ini terus selamanya. 

“Lho, udahan kerjanya?” tanya Lilis, karena Rayyan hanya bekerja kurang dari 2 jam. 

“Huum, itu pekerjaan mudah, aku hanya membantu Om Agung, sisanya di sendiri yang mengerjakan.” Rayyan semakin merapat, menempel ke area depan tubuh istrinya, begitu intim begitu rapat, persis seperti bayi besar. 

“Mas, jangan begini,” tegur Lilis mulai tak nyaman. 

“Tapi aku suka,” seringai Rayyan membuat Lilis makin kesal saja, karena tubuhnya mulai merinding tak karuan, geli, tapi juga gimana gitu. 

“Lis, lanjut aja, yuk—”

“Lanjut apaa ahh—”

“Ya lanjut, masa Mas harus ngajarin kamu lagi dari awal?” gerutu Rayyan gemas dengan pertanyaan polos istrinya, padahal Lilis terlihat mulai kepanasan karena ulahnya. 

“Memang Mas ngajarin aku apa?” 

Tuk! 

Rayyan terkekeh lalu menyentil pelan kening Lilis, “Yang semalam, dini hari, dan habis subuh tadi.” 

Lilis membelalakkan kedua matanya, sambil menggigit bibir bawahnya, sungguh seksi di mata Rayyan. Padahal Lilis sedang khawatir karena area pribadinya belum sepenuhnya pulih, tapi Rayyan sudah minta nambah lagi. “Tapi, Mas—” katanya sedikit malu dan ragu. 

“Masih sakit?” 

Lilis mengangguk, “Huum, sedikit bengkak, ngilu-ngilu gimana gitu,” keluh Lilis. 

“Ya, sudah, Mas pelan-pelan,” janji Rayyan ketika memulai. 

Tapi janji tinggalah janji, tak ada yang namanya pelan, yang ada seperti singa kelaparan. 

Mengendus Keberadaan mangsa dengan indera penciuman, kemudian tanpa ragu menerkam tanpa ampun. Lilis sampai heran, apa memang beginilah aktivitas pengantin baru? Apalagi mereka hanya berdua di dalam salah satu kamar hotel mewah. 

•••

“Mas, geli! Tangannya tolong di kondisikan.” 

“Mana bisa dikondisikan dalam suasana begini?” bantah Rayyan tetap melanjutkan aksi nakalnya dibawah gelembung air. 

Mereka tengah berendam air hangat setelah satu sesi panas siang ini. Rayyan janji setelah sesi berendam ia hendak membawa istrinya makan di luar. 

Akhirnya Lilis pun hanya bisa pasrah, karena tubuhnya sedang dipeluk suaminya dari belakang, dan Rayyan tak bisa ditegur atau diingatkan. Yang ada kedua tangan pria itu semakin menggila saja. 

“Pintar sekali, memang sebaiknya kamu diam dan jangan banyak bergerak, kecuali sudah siap menerima resiko dia bangun lagi.” Rayyan membisikkan kalimat erotis tersebut, membuat Lilis semakin merinding. Untung saja pria ini sudah menjadi suaminya, jika tidak Lilis sudah mengajar mulutnya yang sejak semalam membisikkan kalimat-kalimat panas padanya. 

Sesungguhnya Rayyan pun heran dengan dirinya, sejak menikah, khayalan yang ada pikirannya semakin jorok saja. Dan setelah khayalan nya menjadi nyata, kini ganti tingkahnya semakin aneh, seperti orang ngebet bin mesum bin kasmaran, dan entah bin apalagi. 

“Oh, iya, besok buku nikah kita sudah bisa diambil. Jangan kaget, karena aku sudah memisahkan namamu dari kartu keluarga lamamu.” 

“Secepat itu, Mas?”

“Bila berurusan dengan Rayyan Arsyaq semua harus serba cepat, supaya kita tidak seperti kucing-kucingan, sudah ada surat resmi untuk melakukan apa saja.” 

Lilis cemberut, bukan karena tak bahagia, tapi karena kalimat ‘melakukan apa saja’, yang bisa berarti segala-galanya. 

1
Hasanah Purwokerto
Ih....si Nang Ning Nung ga peka bgt sih...kelamaan jomblo kali ya...🤭🤭🤭🤭
Nanda Kitt
🤣🤣🤣🤣🤣
Hasanah Purwokerto
ada yg panas,,tp bukan kompor..🤭🤭🤭🤭
Anonim
Kak ini cerita rapi,mskpn berganti2 orang yg diceritakan dan q tdk membaca dr cerita papa gusman tp q paham, mgkn bs dilanjutkan dg cerita dr versi nanang dan cantika kak? Hidupku sendiri skrg adl seorang ibu pekerja,jd merasa mellow tb2 g tw knp. Antata cerita di novel yg tll bagus shg tdk berbanding lurus dgn hidup yg nyata. Atau memang ad kah kehidupan di dunia nyata yg spt rayyan dan lilis?
moon: pada kenyataannya mencari pasangan sempurna seperti rayyan dan lilis amat sangat susah, tapi bukan berarti tidak ada.

pasti ada, tapi langka.

karena tidak ada suami atau istri yang sempurna, semua punya sisi lemah dari segala arah.

karena begitulah manusia /Smile/
total 2 replies
Khairul Azam
hahahah ini salah cantik 😆😆😆😆 nanang gak salah lho ya gak salah dia mah 🤣🤣🤣🤣
Hasanah Purwokerto
Bu Saodah kali yaa
Hasanah Purwokerto
Gasssss lah,,,jodohmu Nang,,jgn sampai kabur lagi
Hasanah Purwokerto
👍👍👍👍👍😄😄😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Sekali sendal tetap lah sendal...
eh...sun dal maksudnya...🤭🤭🤭🤭🤭
Hasanah Purwokerto
Lagi ikut sedih,,tiba" ngakak aja...🙈🙈🙈🙈😄😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Eh...Gwen dah punya anak,,pantesan Rayyan dipanggil eyang...😄😄😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Sandi kabur,,ga inget ma kamu Fat..
Hasanah Purwokerto
Emang kucing mas,,banyak anak...🤭🤭🤭🤭
Hasanah Purwokerto
Tenang Lis,,,uang suamimu tdk berseri,,ga bakalan habis 10 tikungan 10 tanjakan...😄😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Semua karya kak Moon aku suka..👍👍👍👍
moon: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Hasanah Purwokerto
Anakan ulet bulu sedang menggatal,,,untung halal...🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hasanah Purwokerto
astaga.....ckckckckk...
Hasanah Purwokerto
Wah...Dio tertipu hanis habisan ternyata,,,
Selamat ya bu Fatma,,calon cucumu bukan cucumu....🤭🤭🤭🤭
Hasanah Purwokerto
Hahahhaa..om Agung iri,,pdhl dia juga dulu begitu...
Hasanah Purwokerto
Hhhhmmmmm...iya dech..iya ,,kamu memang tampan ,,rupawan,,menawan...🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!