Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4.1: Nasib Buruk
Kembali ke pertanyaanku sebelumnya: Hidup atau Mati?
Jawabannya...
“Hahaha. Empuk sekali. Aku sampai bisa ke atas lagi beberapa kali.”
Ya, benar sekali. Aku dan James Darren masih hidup. Di bawah sumur ini ternyata ada semacam trampolin berbentuk kubus.
Kubus berwarna merah sempurna. Di dalamnya semacam banyak sekali sel darah merah juga beberapa organ kayak pecahan jantung, ginjal, ada di dalam sini semuanya.
Benar-benar aneh sekali dan syukurlah kami berdua masih bisa hidup. [Apa yang harus kita berdua lakukan di sini, James Darren? Puzzlenya mana? Nggak ada apa-apa selain kubus merah menyala ini lho!]
“Sebentar lagi juga akan ada yang menarik kita ke bawah sana. Tunggu saja dengan sabar, Takeuchi Hideki.”
“Lalu... Untung saja sekarang sudah berhenti loncat-loncat tingginya ya, hehehe.”
[Y-ya... U-untung saja.]
Terus loncat agak mengerikan bagiku. Kenapa bisa seperti itu? Takutnya malah mendarat di tempat keras dan membuatku mati terbentur di bagian kepala atau lainnya.
Itu tidak lucu bukan? Hal tersebut namanya mati konyol. Mati bukan karena hampir mengetahui sebuah rahasia besar, tapi karena melakukan hal yang mengancam nyawa.
Hahaha, orang-orang seperti itu adalah mereka yang tidak sayang nyawa dan ingin bunuh diri.
Mungkin dia juga salah satunya? Harusnya tidak, karena James Darren sudah tahu tentang sumur ini di bagian dasarnya ada apa.
Beberapa menit kemudian, lubang hitam terbentuk di bagian bawah dan memanjang terus ke bawah sana membawanya dengan sangat cepat hingga akhirnya berada di tempat lain.
Tempat yang sangat luas sejauh mata memandang. [Indah sekali! Air mancur itu sangat keren, James Darren!]
“Ahaha, pastinya. Selain air mancur, masih banyak lagi hal keren di tempat ini. Dan... Cuma aku saja yang tahu tempat ini. tempat rahasiaku memang terbaik.”
[Wohoho! Tempat rahasiamu keren banget.]
Aku tidak bohong dan memang benar seperti itu. Ku sebut saja seperti lantai dan atap itu terbuat dari lautan yang sangat dalam.
Semakin dirinya berjalan ke depan, ia serasa ditarik oleh air tersebut. Tenggelam, namun tidak membuatnya sesak napas.
Hal ini dikarenakan kemungkinan bahwa lautan di bawah maupun atas seperti sebuah hologram.
Hologram yang keren sekali. Hologram yang sepertinya... Dibuat oleh sihir. [Siapa yang membuat tempat ini, James Darren?]
“Tidak ada yang mengetahuinya, Takeuchi Hideki. Aku yang satu-satunya tahu keberadaan tempat ini saja tidak tahu siapa penciptanya, apalagi dirimu yang ku ajak ke sini.”
[Kau benar sekali James Darren. Hahaha, sepertinya dirimu adalah seorang jenius ya!]
“Mungkin ya, mungkin juga tidak. Selanjutnya, kita akan terus berjalan lurus setelah melewati air mancur tadi.”
Air mancur ada tepat dihadapan kami dan sangat indah. Bukan hanya air, tapi bangunannya dikemas dengan begitu rapi.
Coraknya campuran dari hewan-hewan mitologi yang ada di duniaku, contohnya ada naga, unicorn, dan lain sebagainya.
[Tujuan kita ke mana, James Darren?]
“Rahasia, hahaha.”
Main rahasia-rahasiaan. Yahh... Terserah dia saja dan di setiap sisi kanan maupun kiri banyak sekali patung-patung aneh.
Semua patung menangis? Kenapa? Tema lantai maupun atap adalah lautan dan tangisan berupa air, lautan juga air, maka... Patung juga air.
Logika macam apa itu? Itu adalah logika dariku si jenius yang takkan bisa ada yang mampu melampauinya.
“Yang pasti, sesuatu sedang menunggu kita di depan sana. Jangan sampai mati terkejut oke!”
[O-oke.]
Dia terus berjalan tanpa henti dan jaraknya begitu jauh. Yang menjadi pertanyaanku sekarang adalah... Kenapa dirinya tidak berkeringat maupun merasakan kelelahan sedikitpun?
Apakah dia ini masih manusia atau bukan? Mungkinkah... Perhitunganku tentang waktu salah? Ha-harusnya tidak, karena dibuktikan dengan cuaca.
Cuaca bepergian ke sini cerah dan sampai gelap. Maka sudah dipastikan puluhan jam kan?
Harusnya seperti itu dan melebihi setengah dari 24 jam lho! Kalau perhitunganku salah, maka sistem waktu di dunia ini tidak sama seperti di duniaku.
Sungguh aneh sekali dunia ‘Magiort’ ini. “Akhirnya kita sudah sampai. Di depan sana keren sekali bukan, Takeuchi Hideki?”
Perjalanannya jika tebakanku benar, kurang lebih telah memakan waktu sebanyak 5 jam.
Hahaha. Sekarang harusnya di atas sana pagi hari bukan? Mungkin kisaran pukul 06.00 harusnya. Setengah enam? Bi-bisa jadi, a-aku nggak jago-jago amat berhitung sih.
Kalau ada yang bertanya seperti... Kenapa aku kayak tambah pintar? Aku dari awal jenius, tapi... Bertambah?
Entahlah. Efek sudah cukup lama di dunia ini sepertinya, hahaha. Sebentar. Jika rahasia nggak hampir terbongkar, bukankah bagus kalau nggak usah dibongkar saja?
Dengan demikian, aku tidak perlu mengalami kematian yang berbeda-beda kan? Terus mengalaminya itu sangat menyakitkan lho!
Baiklah. [Ayo kembali saja! Aku tahu di depan sana keren sekali, tapi... Jika kita mengetahui rahasia di sini, nanti malah terjadi lagi kematian yang tak ku inginkan. Daripada saling bertukar tubuh, lebih baik berusaha agar tak terjadi lagi kematian menyebalkan.]
“Hahaha. Tenang saja Takeuchi Hideki! Ruangan ini aman sentosa harusnya. Nggak akan ada orang selain aku di dalam sini. Kematian itu harus ada perantara agar logikanya masuk kan? Kalau sebaliknya, pastinya tidak akan terjadi kan?”
[Sepertinya pemikiranmu itu benar. Baiklah, mari jelajahi saja perpustakaan super luas ini. Bisa-bisanya ada kota emas super megah di atasnya.]
“Hahaha, itulah indahnya dunia sihir, Takeuchi Hideki.”
Ribuan rak buku menjulang ke atas dan kayaknya tingginya 30 kali lipat dari tinggi badanku.
Di atas sana ada semacam awan buatan dengan kota emas di atasnya. Kota emas? Ya, benar sekali.
Kotanya berwarna emas kah? Bisa dibilang seperti itu dan sepenuhnya terbuat dari emas.
Yang identik dari penglihatanku adalah... Kebanyakan belnya. Bel apa? Bel berupa lonceng.
Semua itu ada di setiap bangunan baik rumah maupun kuburan sekalipun atau lain sebagainya.
Hahaha, kayaknya maskot di kota emas itu adalah bel lonceng. Dan... Siapa pria aneh yang ada di pertengahan ini semua?
Dia begitu indah untuk dilihat dan bisa ku bilang bahwa dirinya merupakan pria tertampan yang pertamakali ku jumpai sejauh ini.
Aku belum pernah bertemu dengan pria yang lebih tampan darinya. Pakaiannya seperti seorang ksatria yang habis bertempur melawan musuh yang sangat kuat.
Ada banyak bekas luka di seluruh tubuhnya. Goresan pedang, anak panah yang tertancap, semua itu kemungkinan berasal dari perang.
Hal paling penting adalah... [Ganteng banget woi! Bahkan lebih ganteng daripada Yamada.]
“Oh pria di atas sana kah?”
[Ya. Namanya siapa?]
“Hollog Yettrigallile. Pria paling tampan di dunia ini yang takkan pernah ada lagi yang lebih tampan darinya.”
Saling support sabi kali ya😉