Rezza pria tampan dan mempunyai kehidupan cukup mapan sejak lahir dengan terpaksa harus menerima perjodohan dari ibunya dengan seorang wanita yang bernama Artiya sepupu dari kekasihnya sendiri,yang menurut Rezza wanita itu sama sekali tidak menarik dilihat dari segi manapun juga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARI YANG MENEGANGKAN
"pppllllakkkk" terdengar suara tamparan yang sangat keras,hingga wajah Rezza yang putih terlempar kesamping dan terlihat memerah.
Rezza hanya memejamkan matanya sambil menunduk,tak berani memandang wajah ibu tersayangnya.
Air mata Bu Sanusi meluncur deras tanpa berkata sepatah katapun,beliau merasa sangat hancur medapati kenyataan bahwa apa yang dia takutkan sedari kepergian Rezza tadi siang ternyata terjadi juga.
Melihat kekecewaan yang teramat mendalam dari ibu tersayangnya, Rezzapun merasa hancur hatinya,diapun menjatuhkan lututnya lalu memeluk kaki ibunya memohon ampunan dari ibunya.
"Rezza mohon ampun bu...Rezza salah" ucap Rezza dalam tangisnya.
Bu Sanusi masih berdiri tanpa sepatah katapun,beliau memegangi dadanya yang terasa sesak,
Rezza masih berusaha memohon pengampunàn dari ibunya "ibu...Rezza mohon ampun bu,Rezza salah"
"ampuni Rezza bu.."
berkali kali Rezza mengucapkan kalimat yang sama dalam isak tangisnya,namun bu Sanusi tak sekalipun menjawabnya.
Merasa kaki ibunya melemas Rezzapun dengan cepat menangkap tubuh ibunya yang hampir terjatuh.
"ibu...ibu..." panggil Rezza pilu,
Rezzapun membopong tubuh ibunya yang sudah terkulai lemas masuk kekamarnya lalu membaringkan ibu tersayangnya dikamarnya,berkali kali Rezza memanggil manggil ibunya namun ibunya tak mendengarnya.
Dikamar sebelah Amel yang mendengar Rezza memanggil mangil kata ibu pun bergegas keluar lalu melihat kekamar Rezza,disana Rezza sudah terlihat kacau balau,,dia tampak berlutut didepan tempat tidur yang didepannya sudah berbaring bu Sanusi.
"ada apa mas?" tanya Amel panik,
"mas...?"
Rezza tak menghiraukan pertanyaan Amel dengan masih memanggil manggil ibunya.
Merasa dicueki Amelpun merasa kesal lalu mendekati Rezza dan menggoyang goyangkan bahunya.
Rezza baru menyadari kedatangan Amel,lalu dia melihat kearah Amel dengan muka yang penuh kecemasan.
"ibu....mel"
hanya itu yang keluar dari mulut Rezza,
Amel memandang Rezza dengan iba,lalu iapun berkata "bawa aja ibu kerumah sakit mas,takut ada apa apa nanti"
Rezzapun bergegas mengangkat ibunya dan membawanya keluar rumah,diluar pak Jono tampak mondar mandir dengan muka pucat,sebab dia tadi sempat melihat Rezza yang ditapar oleh ibunya dan diapun melihat bu Sanusi pingsan yang lalu dibawa Rezza masuk kedalam rumah.
"pak Jono,kita kerumah sakit terdekat" perintah Rezza dalam kepanikan.
"ii...iya mas" jawab pak Jono lalu cepat cepat membukakan pintu mobil.
Amel hanya memandangi mobil yang dikendarai pak Jono berlalu,baru akan melangkah masuk kedalam rumah,diluar rumah ada taxi yang baru berhenti dan keluarlah Tiya dari dalam taxi tersebut.
Amel terbelalak kaget mendapati Tiyalah yang turun dari taxi itu.Amelpun berdiri terpaku tak beranjak dari tempatnya saat ini, dalam hatinyapun berkata,
" mati aku ketauan!!"
" kenapa siTiya ada disini sih?"
"mbak Amel?" ucap Tiya tak menyangka,
Tiyapun merasa bingung kenapa mobil suaminya ada disini setelah tadi dia kehilangan jejak sewaktu mengikuti mobil bu Sanusi,dan Tiya malah melihat mobil suaminya lalu memutuskan berhenti dan turun dari taxi.
Tiyapun tambah terkejut saat meliat ada Amel yang berdiri dihalaman rumah itu,Tiya menyadari ada yang menyembul dari perut Amel,karna Amel memakai dress selutut tanpa lengan yang terlihat ketat ditubuhnya sehingga perut buncitnya terlihat nyata.
"mbak Amel...ka..kamu?"
Tiya tak bisa meneruskan kata katanya,lalu dengan cepat Amelpun menyambar tangan Tiya dan ditarikknya masuk kedalam rumah.
"duduk kamu!" perintah Amel dingin.
"mbak Amel,apa maksud dari semua ini?"
"siapa yang sudah menghamilimu mbak?" tanya Tiya tak percaya dengan apa yang sedang terjadi dan merasa sangat penasaran.
"kenapa jadi seperti ini mbak?"
"apa yang akan terjadi jika pakde dan bude tau soal ini mbak?"
Amel hanya tersenyum sinis kearah Tiya lalu berkata,
"setelah kamu melihat mobil mas Rezza diluar,harusnya kamu bisa menebak dong siapa yang sudah menanam benih dirahimku?"ucap Amel yang secara tidak langsung mengakui Rezzalah yang menghamilinya.
"a..aa..apaaaa?" ucap Tiya terkejut dan merasa tak percaya,
"jangan asal ngomong kamu mbak Amel!" lanjut Tiya kesal,
"kalo nggak percaya aku panggilkan artku ya!"
Tiya hanya terdiam,hatinya terasa bercampur aduk mendengar pengakuan dari Amel.
"mbak....mbak Sumi...sini kamu" panggil Amel lantang,
"mbak...mbak Sumi,sini kamu...lelet amat sih" maki Amel tak sabar,
dalam sekejap mbak Sumipun datang menghampiri Amel diruang tamu "iya bu...ada apa?"
"coba kamu jelaskan pada dia,mobil siapa yang diluar itu" ucap Amel sambil mukanya menunjuk ke arah Tiya.
"oohhh...itu mobilnya pak Rezza mbak,suami dari bu Amel"
"juediarrrrr" bagai tersambar petir Tiya mendengar penjelasan dari mbak Sumi barusan,
badan Tiyapun bergetar,jantungnya berguncang hebat setelah mendengar pernyataan dari mbak Sumi,
lalu Tiya menyandarkan tubuhnya yang mulai terasa lemas dikursi sofa ruang tamu Amel,air matanya meluncur deras tak terbendungkan lagi,kepala Tiya terasa pusing berputar putar seakan telah terhantam benda yang berat.
"kamu pengin taukan kapan aku kawin sama mas Rezza?"
"aku nikah sama mas Rezza tiga bulan yang lalu ,tepatnya tiga bulan setelah kalian menikah Tiya!" ucap Amel mantap.
"sekarang usia kandunganku sudah mencapai lima bulan Tiya,aku menikah dengan suamimu sebab aku sudah hamil duluan,kami sering melakukannya semenjak masih berpacaran dulu" lajut Amel sinis.
"kenapa...kenapa kalian tega sama aku mbak?", "kenapa?" ucap Tiya memelas,
"semua itu sebab kami masih saling mencintai Tiya",
"kami menjalin kasih sudah setahun lamanya, sebelum mas Rezza dijodohkan denganmu"
"kamu tau Tiya betapa hancurnya hatiku saat itu?,sewaktu aku tau",
"kekasihku yang sangat nencintaiku dipaksa menikahi sodara sepupuku sendiri?"
"aku sangat hancur waktu itu Tiya",
"hingga aku memutuska pindah kuliah ke sini", "suapa aku tak melihat mas Rezza yang sudah direnggut secara paksa olehmu" ucap Amel berapi api.
"sekarang pasti kamupun merasakan apa yang aku rasakan dulu, Tiya?"
"bagaimana rasanya dihianati oleh orang yang sangat kita cintai!"
"dari kamu dipungut oleh orang tuaku dulu!",
"kamu sudah menjadi perebut cinta kasih mereka Tiya, yang seharusnya mereka berikan hanya untukku"
"lalu setelah kamu dewasa kamupun merebut orang yang aku cintai Tiya"bentak Amel,
"kamu diciptakan hanyalah menjadi wanita perebut Tiya","kamu gadis yang jahat Tiya"
"kenapa kamu nggak ikut mati kedua orang tuamu saja Tiya?" tengking Amel berapi api.
Amel menumpahkan semua kebencian yang selama ini ia pendam dalam hatinya,iapun merasa puas karna sudah memaki maki Tiya habis habisan.
Tiya hanya bisa menangis pilu mendengar semua kata kata yang sudah diucapkan oleh Amel padanya,
tentang kehadirannya yang telah menjadikan Amel sangat membencinya.
Hati Tiya semakin terirs disaat Amel mengatakan baha Rezza dan Amel telah menjalin kasih setahun lamanya sebelum Rezza dijodohkan dengannya,
Tiya baru tau ternyata Rezza menolak dan membencinya diawal pernikahan mereka sebab masih berpacaran dengan Amel.
Dia tak menyangka ternyata suaminya yang dia cintai sedari SMP ternyata telah bepacaran dengan sepupunya sebelum mereka dijodohkan.
Setelah berusaha menata hatinya yang terasa pedih dan menghapus air matanya,Tiyapun berusaha berucap,
"aku minta maaf mbak",
"jika selama ini kamu sangat tersiksa dengan kehadiranku ditengah tengah keluargamu"
"aku juga minta maaf padamu",
"bukan maksudku untuk merebut kasih sayang pakde dan bude darimu",
"akupun minta maaf jika pernikahanku ternyata melukai hatimu",
"aku juga baru tau saat ini, jika wanita yang selama ini mas Rezza cintai adalah kamu mbak"
"kalo saja dari awal mbak Amel mau menceritakan hubungan kalian padaku,tentu aku tak akan mau menerima perjodohan itu mbak" ucap Tiya penuh sesal.
"nasi udah jadi bubur Tiya" jawab Amel enteng,
"apa pakde dan bude sudah tau tentang pernikahan kalian mbak?"
"asal kamu tau,yang menjadi wali nikahku adalah bapak Tiya"
mendengar pengakuan Amel Tiyapun memejamkan matanya meratapi nasipnya selama ini,Tiya merasa seperti orang bodoh yang dipermainkan keadaan.
" kamu juga belum taukan kalo bu Sanusipun sudah tau hubungan kami sedari awal?",
"barusan beliau kesini"
Tiya terbelalak mendengar kata kata Amel, "trus ibu sama mas Rezza dimana sekarang mbak?"
"mas Rezza baru mengantar ibu berbelanja perlenģkapan bayiku" kata Amel berbohong,
"beliau tak mengijinkanku ikut sebab takut terjadi apa apa padaku dan bayiku",Amel kembali berbohong,
"dulu memang sebelumnya ibu menentang hubungan kami",
"tapi seiring berjalannya waktu dan setelah ibu melihatku mengandung anak mas Rezza, beliau mulai menerimaku dan menyayangiku seperti anaknya sendiri".
"selama ini ibu sangat menginginkan cucu dari mas Rezzakan Tiya?",
"dan sekarang sudah kamu lihat sendiri, sudah terwujutkan disini?" ucap Amel sambil mengelus elus perut buncitnya.
"melihat badanmu yang kurus kering gitu, aku sangsi kamu bisa ngasih keturunan untuk mas Rezza" ejek Amel,
Tiya merasa semakin perih dan menciut hatinya sebab disetiap kata yang diucapkan oleh Amel bagai peluru yang menembus jantungnya.
"sebentar aku ada hadiah buat kamu Tiya"
lalu Amelpun mengambil kamera vidionya yang sudah dia persiapkan jika Amel bertemu dengan Tiya.
"kalo kamu nggak percaya dengan kata kataku,kamu bisa lihat dividio itu"
Amelpun menunjukkan vidio yang pernah dia ambil sewaktu Amel merayu Rezza, dimana dalam vidio itu Amel terlihat bercumbu dengan Rezza,dibawah sinar lampu yang remang remang.
Melihat adegan dalam vidio itu perut Tiyapun menjadi mual dan ingin muntah,air mata yang sedari tadi mengalir diusapnya dengan kasar.
"sekarang kamu baru taukan hal yang sebenar benarnya"
"jadi untuk apa kamu masih mau bertahan disisihnya mas Rezza?"
"kamu hanya akan menjadi istri yang tak diinginkan lagi oleh suaminya"
"sekarang kami sudah bersatu kembali"
" dan kami sebentar lagi punya bayi yang diidamkan oleh bu Sanusi" ucap Amel penuh percaya diri.
"jadi harusnya kamu tau diri dong",
Tiyapun sudah tak tahan lagi mendengar ucapan demi ucapan dari Amel,dia beranjak ingin pergi dari rumah Amel,sebelum Tiya pergi diapun berkata dan berusaha tersenyum,
"aku do'akan, semoga kalian berbahagia mbak",
Amelpun menanggapi ucapan Tiya dengan senyum yang lebar dan merasa sangat puas sebab dia sudah menghancurkan hati Tiya.
"kamu nggak pengin nungguin suami dan ibu mertua kita pulang Tiya?"
"nggak usah mbak"
"aku nggak mau merusak kebahagiaan kalian lagi"
Tiyapun melangkah dengan deraian air mata,dia tak tau harus kemana sebab daerah itu sangat asing baginya.
Tiya hanya melangkah mengikuti jalan tanpa tau arah dibawah guyuran hujan gerimis, dia sungguh hancur mendapati kenyataan bahwa suaminya memiliki istri kedua ,dan wanita yang suaminya nikahi adalah sepupunya sendiri yaitu Amel putri dari bude dan pakdenya yang sangat Tiya hormati.
Malam itu hujan semakin deras,seakan alampun tau tentang perasaanya saat ini,Tiyapun berteduh dimasjid tempatnya tadi menunaikan sholat magrib dan memutuskan untuk sholat isya' disitu pula.
Dalam ibadahnya yang dibanjiri air mata, Tiyapun mengadu kepada sang pencipta memohon supaya diberi kesabaran dan keikhlasan atas cobaan yang sedang ia hadapi.
Setelah puas mengadu pada sang pencipta,Tiyapun merasa lega lalu dia duduk diteras masjid menunggu hujan reda sambil memikirkan rencananya kedepan.
Dirumah sakit bu Sanusi sudah ditangani oleh dokter ahli jantung,beliau masih terbaring belum sadarkan diri di ICU.
Rezza masih setia menunggui ibunya yang belum sadar diluar ruang ICU ditemani oleh pak Jono,Rezza tak henti berdo'a memohon pada yang maha kuasa agar ibunya diberi kesehatan.
Hati Rezzapun terketuk untuk menunaikan sholat yang sudah lama ia tinggalkan,Rezza ingin memohon kesembuhan dari ibu tercintanya.Rezza tak ingin melihat ibunya menderita seperti ini,lalu diapun berpamitan pada pak Jono "pak Jono saya mau ketoilet sebentar ya", "pak Jono nungguin ibu disini dulu ya pak" perintah Rezza sopan,
"iya mas Rezza", "mas Rezza pergi aja"
Rezza melangkah menuju mushola untuk menunaikan ibadah.
Setelah selesai Rezzapun menengadahkan kedua tangannya keatas,dia berdo'a memohon kepada sang pencipta untuk memberi kesehatan pada ibunya,tak lupa Rezzapun mendo'akan Tiya istrinya.
Mengingat Tiya, Rezzapun tak tau harus mengatakan apa jika dia pulang nanti,sekarang ibunya sudah tau tentang pernikahannya dengan Amel dan langsung mendapat serangan jantung.
Rezza sangat takut menghadapi hari esuk.
Kalo bisa Rezza ingin memutar waktu kembali dari awal,Rezza ingin memperbaiki semua kesalahannya yang ia lakukan dulu bersama Amel.
Rezza memandangi wajah Tiya yang menghiasi layar handponenya,diusapnya gambar itu seolah olah Rezza membelai wajah istrinya,perasaan rindupun menyeruak keseluruh relung hatinya.
Tak sadar air mata Rezzapun terjatuh juga,
perasaan bersalah pada istrinyapun merasukki jiwanya,ingin rasanya Rezza menghubungi istri tercintanya,namun dia tàkut jika harus menjelaskan keadaan yang sedang ia hadapi sekarang.
Hati dan pikiran Rezza saat ini sungguh buntu,dia hanya ingin fokus pada ibunya,lalu Rezza meminta pak Jono menghubungi mbok Sugi,mengabarkan jika bu Sanusi saat ini sedang bersamanya tanpa memberitahukan kalo bu Sanusi sedang dirawat dirumah sakit.
Tak lupa Rezzapun meminta pak Jono menanyakan tentang Tiya.
Setelah pak Jono menutup panggilannya wajah pak Jono terlihat memucat,Rezzapun dibuat penasaran dengan tingkah pak Jono yang tak seperti biasanya.
"ada apa pak?" tanya Rezza penasaran,
"tadi mbok Sugi bilang..kalo mbak Tiya keluar rumah menaiki taxi, mengikuti mobil yang saya kendarai bersama ibu mas"
"aa..apa pak?" Rezzapun sangat terkejut mendengar kabar itu,lalu menyebut nama "Tiya..", "sayang..",
lalu Rezza buru buru menghubungi nomer Tiya,namun nomer Tiya tak bisa dihubungi dan selalu berada diluar jangkauan.
Kemudian Rezza berpamitan pada pak Jono untuk mencari Tiya dirumah Amel.
Rezzapun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,dia takut jika Tiya pergi kerumah Amel dan bertemu dengan Amel,pasti Amel akan membuat Tiya sakit hati.
sebab Rezza tau Amel pasti akan mengarang cerita tentang hubungan mereka.