Demi melunasi hutang Orang tuanya, Ayura terpaksa harus menikah dengan Rio, anak pemilik kontrakan tempat orang tuanya berhutang.
Pada saat yang sama, Ayura sedang menjalin hubungan yang sangat indah dengan Cristian. Namun takdir ternyata harus memisahkan mereka.
Delapan tahun berlalu, Cristian yang sudah sukses kembali dalam kehidupan Ayura yang sudah hancur. Pernikahannya dengan Rio hanya membawa penderitaan untuknya.
Akankah Cristian akan kembali memiliki cinta Ayura, akankah Ayura lepas dari pernikahan yang sangat menyiksanya itu...???
Hai readers tersayang, selamat membaca 😊💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunis WM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak pantas untukmu
Ayura masih tinggal di rumah Cristian, dia masih belum mendapatkan rumah kontrakan di kota itu. Ada beberapa teman yang menawarkan, tapi tempatnya cukup jauh dari restoran. Ayura takut pengeluarannya akan lebih besar dari gajinya jika saja dia tinggal di tempat yang jauh dari tempatnya bekerja karena tentu akan memakan banyak ongkos.
Hari ini Ayura dapat shift pagi, Ayura lebih suka shift pagi dari pada malam. Kalau pagi, Ayura punya banyak waktu istirahat di rumah dan soranya bisa lebih leluasa mencari rumah kontrakan.
Saat bersiap-siap pulang, Ayura lagi-lagi kedatangan tamu spesial.
“Jam kerjamu sudah selesai kan?” tanya Cristian.
Yah, jika pekerjaannya sedang tidak menumpuk, Cristian akan menyempatkan waktu mengunjungi Ayura di kota itu.
Kali ini Ayura sudah sedikit ramah pada Cristian, wajahnya tidak lagi se kaku biasanya. Setelah tahu Cristian belum menikah, Ayura merasa sedikit lega. Meski dia tidak memikirkan untuk kembali lagi pada mantan kekasihnya itu, tapi setidaknya tidak ada hati yang harus Ayura jaga jika dia dan Cristian sedang bersama.
Ayura tersenyum menghampiri Cristian, dia menarik kursi di depan laki-laki itu dan duduk di depannya.
“Ini sudah jam pulangku,” jawab Ayura.
“Ayy, temanmu?” tanya pelayan yang datang membawa buku menu untuk Cristian. Ayura mengangguk, seutas senyum masih ada di wajahnya.
“Aku traktir yah, sebagai ucapan terima kasih karena sudah tinggal di rumahmu,” Cristian terdiam memandangi Ayura, gadis itu nampak sangat berbeda sejak terakhir kali mereka bertemu. Ayura yang sekarang nampak lebih hangat dan ramah. Seperti Ayura yang dulu.
“Boleh” jawab Cristian dengan senang hati.
Cristian hanya memesan makanan ringan saja karena sesungguhnya dia bukan lapar hanya saja ingin bertemu Ayura makanya dia ke restoran itu. Dia juga memesan minuman untuk Ayura.
“Kau dari mana?” tanya Ayura. Tidak seperti biasanya, kali ini Ayura lah yang lebih banyak bicara sementara Cristian hanya menjawab pertanyaan Ayura saja. Cristian berkata jujur kalau dia datang ke kota itu memang hanya untuk bertemu dengannya.
Ayura tersenyum, sungguh Cristian sangat merindukan senyum Ayura yang hangat itu.
“Kau datang jauh-jauh kemari hanya untuk menemuiku? Aku sangat terharu,” kata Ayura dengan tulus.
“Kalau begitu aku tidak akan membuang waktu Ayy, aku yakin kau sudah tahu kalau aku masih sendiri. Kau salah faham padaku kan makanya kau tidak ingin aku ada di dekatmu. Sekarang aku akan katakan padamu kalau di dalam hatiku hanya ada satu nama. Selamanya aku hanya mencintai sekali dan itu hanya kamu,”
“Lalu…?” Cristian menaikkan sebelah alisnya, hanya itu saja respon Ayura setelah dia mengatakan kalau dia masih mencintainya.
“Aku akan membantumu mengurus perceraianmu dengan suamimu juga hak asuh anakmu. Aku yang akan mengurus semuanya,”
“Lalu…?”
“Lalu kita bisa kembali seperti dulu lagi, Ayy. Aku hanya ingin kamu, aku tidak pernah mencintai wanita lain selama hidupku. Aku hanya mencintaimu seorang.”
Ayura tersenyum miris, lalu dia tertawa sumbang. Menertawakan dirinya sendiri.
“Kau sudah lihat kan, bagaimana aku menjalani rumah tanggaku. Aku sudah hancur, Cristian. Aku bukan lagi Ayura delapan tahun yang lalu. Sebagian dari diriku sudah tidak utuh lagi. Aku sudah tidak layak lagi untuk siapapun.”
Percakapan mereka terhenti sejenak saat pelayan datang membawa pesanan Cristian.
“Terima kasih,” Ayura yang mengatakannya.
“Aku tidak perduli, Ayy. Aku tidak perduli dengan status dan masa lalumu, aku hanya ingin melanjutkan kisah yang sempat terjeda di antara kita dulu,”
“Tapi aku bekas orang lain, aku tidur dengannya selama bertahun-tahun, bahkan punya anak darinya. Kau tidak jijik denganku.”
Cristian menghela nafas, dia marah mendengar Ayura merendahkan dirinya sendiri.
“Jangan berkata seperti itu, Ayy. Kau tetap Ayura yang aku cintai, tidak akan berubah.”
Ayura lagi-lagi tertawa sumbang, lalu matanya mulai berkaca-kaca. Sungguh, Ayura merasa hidup ini sangat tidak adil padanya. Sekarang Cristian ada di hadapannya, sebentar lagi dia juga akan bercerai dari Rio, tapi semesta tetap tidak mengijinkan mereka bersama.
“Kau pantas mendapatkan yang lebih baik, Cristian. Lihat dirimu sekarang, lalu lihat aku. Lihat, kau seperti pangeran yang bercahaya sedangkan aku hanya gelandangan yang lusuh. Aku tidak sebanding lagi denganmu Cristian. Kita sudah berbeda, sangat jauh berbeda. Aku tidak mau merusak reputasimu dengan menjadi wanita yang bersanding denganmu. Apakau tidak malu memiliki pendamping seorang janda dengan satu anak. Apa kata orang-orang tentangmu nanti.”
Cristian memandang Ayura, dia melihat Ayura dengan tatapan yang cukup dalam membuat wanita itu memalingkan pandangannya. Dia yakin Ayura sudah mengalami banyak sekali kepahitan hidup hingga membuatnya menjadi keras kepala seperti itu.
“Aku tetap hanya menginginkan kamu, Ayy. Kau ingat apa yang dulu aku katakan. Jika kita berjodoh, semesta tidak akan lagi menentang kita,” Ayura masih tersenyum, tapi senyuman itu bukan senyuman yang hangat lagi seperti tadi. Senyuman itu lebih seperti ejekan, ejekan untuk dirinya sendiri.
Mana mungkin dia masih pantas bersanding dengan laki-laki yang hampir sempurna seperti Cristian. Sedangkan dirinya hanya calon janda satu anak yang hidup terlunta-lunta tanpa keluarga. Ayura tentu sadar diri.
“Aku akan membuktikan padamu kalau aku serius dengan apa yang aku katakan, Ayy. Lihat saja kau pasti akan kembali padaku,” Cristian menegaskan sekali lagi pada Ayura. wanita itu hanya tersenyum dan tidak terlalu mau memperdulikan tentang hubungan mereka lagi. Baginya hubungan mereka telah usai. Titik. Tidak akan pernah lagi terajut dan kembali seperti dulu.
Cristian mengantar Ayura pulang, dia senang Ayura masih tinggal di rumah itu.
“Aku belum dapat kontrakan, jadi aku masih tinggal di rumahmu,” kata Ayura saat mereka berdua masuk. Ayura langsung ke dapur dan membuatkan kopi untuk Cristian.
“Tinggal di sini saja, Ayy. Aku mohon. Jangan pergi,” pinta Cristian dengan tulus. Rumah itu memang sengaja dia beli begitu mendengar dari Sandra tentang rencana Ayura.
“Kalau kau memaksa, baiklah,” Cristian lega mendengarnya. Setidaknya Ayura tidak terluntang-lantung kesana kemari mencari tempat tinggal.
“Kau juga bisa menghubungi aku kalau kau butuh sesuatu. Kau lihatkan kalau sekarang aku sudah jadi orang kaya, aku punya banyak uang Ayy. Kau bisa minta apa saja padaku, aku pasti akan memberikannya padamu.”
Ayura tertawa, “Senang melihatmu jadi orang sukses,” katanya.
“Semua berkatmu, Ayy. Karena kau aku bisa jadi seperti ini,” Ayura hanya mengangguk-angguk saja.
Semenjak percakapan mereka itu, hubungan Ayura dan Cristian mulai membaik. Mereka bahkan sudah saling berbalas pesan. Hubungan mereka perlahan mulai membaik meski Ayura sudah menutup rapat-rapat pintu untuk kembali bersama.
Cristian berjanji akan menyiapkan pengacara terbaik untuk mendampingi Ayura selama proses perceraiannya nanti. Cristian juga yang akan membiayai semuanya. Meski menolak mati-matian, Ayura akhirnya setuju juga.
tapi entahlah dari awal baca cerita ini aku benar² istighfar² terus sambil berdoa semoga aku & anak² keturunanku gaada yg menikah terpaksa begini,
di cerita ini benar² terasa mimpi buruknya, sangat menakutkan utk perempuan.