NovelToon NovelToon
Masih Adakah Cinta Untuk Ku?

Masih Adakah Cinta Untuk Ku?

Status: tamat
Genre:Single Mom / CEO / Romantis / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:211.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: neng_86

Menikah karena kesalahannya dimasa muda, namun setelah ia mempunyai dua orang anak, suaminya malah berkhianat dan menikah dengan wanita lain. Ayyara Ariani harus menelan pil pahit pernikahan.

Ia menjalani kehidupan sebagai janda dengan dua orang anak. Hidup dengan cacian dan hinaan orang-orang disekelilingnya tak membuat Yara berputus asa.

Arzan Alvaro memilih hidup sendiri setelah istrinya meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil saat ia mengandung buah cinta mereka. Arzan menghabiskan waktu dengan bekerja dan menjadi pria yang dingin tak tersentuh. Sukses membangun bisnis peninggalan sang ayah yang terancam bangkrut dan menjadi kan Zein's company semakin maju dan tak terkalahkan di bidang industri dan perdagangan di kancah internasional.

Bagaimana kisah mereka berdua? yuk mari kita simak...

selamat membaca...




cover by noveltoon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

senyum dalam luka

Ibu yang mendengar keributan antara Dena dan Renaldi tentu saja kesal bukan main. Pasalnya mereka seperti tidak mengenal tempat dan situasi.

Dengan bijak beliau menasehati dengan tetap merendahkan nada bicaranya, " Rey, ibu mohon, pikirkan lagi ucapan mu itu nak. Jangan hanya karena emosi kalian mempertaruhkan rumah tangga kalian , kasihan Raisa dan kamu Dena, pulanglah bersama suami mu. Nggak baik dalam situasi kita sedang berduka seperti ini kalian meributkan sesuatu yang sebenarnya bisa kalian diskusikan baik-baik" nasehat ibu kepada anak dan menantunya.

Dena masih bersungut-sungut kesal.

"Tapi ibu nggak paham, ini masalahnya bukan sekali ini Bu. Dan Dena nggak mau mas Rey lebih mementingkan orang tua dan adiknya dibandingkan Dena dan Raisa" ujar Dena yang masih tetap pada pendiriannya.

Ibu sampai menarik nafas dalam. Jika boleh jujur, ia saat ini benar-benar lelah dan hanya ingin beristirahat. Duka nya masih belum selesai dan ia tidak ingin membuat duka baru lagi dengan melihat anak perempuan yang selalu ia banggakan mengalami nasib yang sama seperti Yara kemarin.

"Baik.... kali ini saya mengalah. Dena dan Raisa tinggal disini untuk sementara waktu dan memikirkan semuanya. Saya permisi Bu, selamat malam" putus Reynaldi akhirnya dan pamit pulang bersama ibu dan adiknya yang menunggu di mobil.

Dena menghentakkan kaki,kesal.

"Harusnya ibu nggak ikut campur masalah ku. Kenapa ibu biar kan mas Renaldi pulang gitu aja. Ibu nggak tahu, mereka itu keterlaluan. Besok-besok entah apa lagi yang mereka minta. Selalu saja begitu" bentak Dena kepada sang ibu di hadapan para keluarga yang masih tinggal di rumah orang tua Yara dan berlalu masuk kedalam kamar nya.

"Bu ..." panggil Azam yang melihat ibu yang dibentak oleh kakak perempuannya.

"Zam.... Bantu ibu ke kamar nak. Ibu lelah mau istirahat sebentar. Mbak dan mas mu udah makan, kalau belum bantu siapkan ya Zam" pinta ibu yang kini dipapah oleh Azam menuju kamar pribadi beliau.

"Mbak Yara masih dikamar sama mas Arzan. Nanti Azam siapkan makanan untuk mereka. Sekarang ibu istirahat ya..." sahut Azam yang kini sudah menyelimuti tubuh renta ibu dengan selimut sebatas dada.

Di kamar Yara, sepasang suami istri itu saling diam satu sama lain. Yara yang seperempat jam lalu mencoba untuk tidur, nyatanya ia tidak bisa benar-benar tertidur. Ia sebenarnya mendengar keributan antara kakak perempuannya dengan suaminya, tapi seperti biasa Yara bukan tipikal orang yang suka ikut campur perihal yang bukan masalah nya.

Tak apalah jika sekali-kali Dena diberi pengertian agar egois nya bisa sedikit merendam, pikir Yara.

Bukan dendam, hanya saja Yara ingin ada yang menegur Dena akan sikap dan egonya itu yang terkadang keterlaluan dan menyakiti orang lain.

Arzan masih mengecek pekerjaannya melalui ponsel. Sementara tadi Kevin sudah izin pamit karena sudah terlalu malam dan besok pagi-pagi sekali ia akan menjemput atasannya itu untuk melakukan perjalanan ke luar kota.

Yara berbalik badan menatap wajah suaminya yang masih serius dengan ponselnya. Entah apa yang pria itu lihat, bahkan berbagai ekspresi pun tak luput dari pengamatan Yara.

"Mas nggak pulang?" tanya Yara kemudian.

Arzan mengalihkan pandangannya ke wajah Yara.

"Pulang kemana? Anak dan istri ku disini" jawab Arzan singkat.

Yara melipat bibirnya. Ada rasa hangat dan haru yang kini ia rasakan kala tadi Arzan menyebutkan kata anak dan istri ku.

apakah Arzan sungguh menerima mereka dengan hati terbuka atau ini hanya sekedar penghiburan semata.

Arzan yang telah menyelesaikan pekerjaannya kini berjalan menuju ranjang queen milik Yara. Hanya ranjang sederhana.

Arzan mengulurkan tangannya mengecek suhu tubuh Yara yang tadi sempat naik.

" udah turun panas nya. Kamu mau makan, itu tadi Azam ada bawakan makanan, ayo sini mas bantu" ujar Arzan sambil membantu Yara untuk duduk.

Yara menurut saja di perlakukan lembut begini oleh suaminya.

"mas udah makan?" tanya Yara kemudian.

Arzan yang telah duduk disamping Yara menggeleng.

"Kenapa belum makan? Apa nggak sesuai selera mas, atau mau aku buatkan sesuatu?" tanya Yara kini akan beranjak dari ranjang.

Arzan mencegat tangan Yara. "nggak usah, kita makan ini saja. Lagi pula ini sudah larut, memangnya kamu mau buat apa malam-malam begini?" ucap Arzan melarang istrinya ke dapur malam-malam agar ia tidak terlalu repot.

"ya apa aja, mie instan misalnya" ucap Yara asal.

"itu nggak sehat " balas Arzan yang kini telah mengambil piring nya sendiri.

"terkadang apa yang menurut orang lain tidak sehat dan tidak baik adalah sesuatu yang paling dibutuhkan" sahut Yara yang akhirnya juga ikut makan di samping Arzan.

Keduanya makan dalam diam dan duduk bersisian di lantai karpet kamar Yara.

"anak-anak tidur dimana?" tanya Arzan begitu melihat Yara masuk setelah meletakkan piring kosong mereka di dapur tadi

"Abhi paling tidur di ruang keluarga bersama Azam dan yang lainnya. Yasmine di kamar ibu sepertinya" sahut Yara yang pipinya kini sedang memerah melihat Arzan yang hanya mengenakan celana pendek saja, entah kapan pria ini membuka pakaiannya.

"jadi tidur disini? Kenapa mas nggak balik ke rumah aja" ujar Yara yang kini merapikan ranjang sederhana miliknya.

" memang kenapa? Dari tadi kamu tanya terus?" sahut Arzan bingung dengan sikap Yara.

"ya.... Kamu kan tahu di sini nggak ada AC yang ada cuma kipas angin. Lagi pula kamar mandinya cuma dua. Didekat dapur sama di kamar mbak Dena" sahut Yara yang meringis membayangkan jika tubuh Arzan dinikmati oleh penghuni rumah. Yara menggeleng cepat dengan isi pikirannya yang terbayang kejadian malam kemarin.

"sudah, ayo tidur. Ini sudah terlalu larut" putus Arzan sepihak. Ia juga lelah.

Tanpa Yara sangka ternyata Arzan memeluk erat Yara dari belakang. Pria itu bahkan sudah mengendus-endus aroma rambut Yara. Jika boleh jujur, kini Arzan sedang berperang melawan hasratnya yang datang di saat yang tidak tepat.

Jantung keduanya sama-sama berdetak kencang.

"Besok mas dan Kevin mau keluar kota. Ada kerjaan sedikit disana. kamu kalau mau pulang nanti hubungi supir yang biasa antar anak-anak ya minta sama Bu Fatma." ucap Arzan yang tidak sungkan lagi memberi tahu kegiatannya.

" Berapa lama disana?" tanya Yara penasaran.

"hmm paling tiga hari. Jangan kangen ya" canda Arzan.

Yara yang sejak tadi cuma mengelus lengan suaminya kini justru menepuk lengan kekar itu sehingga membuat Arzan tertawa kecil. Tawa yang baru pertama kalinya Yara dengar. Keduanya tertidur dengan posisi Arzan yang masih memeluk Yara erat seolah Yara adalah guling hidupnya.

Yara menerima semua perlakuan Arzan tanpa protes. Hati dan tubuhnya sangat lelah hari ini. Dan setidaknya perlakuan Arzan telah menjadi senyum dalam luka bagi Yara. Apapun nantinya yang akan terjadi pada pernikahan,Yara akan mempertahankannya selagi bukan Arzan yang memintanya untuk pergi, Yara akan mendampingi Arzan selalu.

1
Nurlaila Hasan
baguuus kereeen suka banget...👍👍💪
Lies Atikah
kerangka si Devina nya pindahin ke kamar mu biar kamu puas dan bahagia kekepin tuh sepuas nya tengkorak cinta mu dan cerei kan si yara jangan jadi orang munapik
Lies Atikah
oon bego bodoh dipelihara katanya CO gak ada peka nya malah jadi laki gatal geuleuh
Lies Atikah
wah bener2 Arjan sekarang nih kaya kerupuk kena air alias melempem 😄
Lies Atikah
si Arzan munapik di poyok di lebok semoga dapat balasan
Lies Atikah
Arzan kalau memang gak akan bisa move on susul aja istri tercinta mu ngapain nyakitin hati perempuan dosa tahu
Lies Atikah
sukur lah menuju baik
guntur 1609
Daar adzan yg bikin, masih juga kau gak percaya sm istrimu
guntur 1609
kasuskan sj. klu gk tegas si azan arimbi dn William gk akan berubah. toh hnya paman tiri sj
guntur 1609
nanti hamil. terongnya azan gk pernh di asah. sekali di asah lngsng tajam
guntur 1609
adzan mau gak pernah melihat kekecewaan yara. sdngkan yara sdh move on dari masa lalunya. sementara kau?? kau buat yara hidup dalam bayangan masa lalu mu
guntur 1609
bru sadarnya kau. kalau keadaanya dia balik kau Terima gak ya
Niar Zahniar
semangat bekarya
Lies Atikah
mantul .DOK lelaki plin plan dan gak jelas emang harus di singgung harga dirinya biar sadar 👍
Lies Atikah
iya kan ikutin aja dulu dan nikmati
Lies Atikah
jalani aja dulu yara jangan berharap terlalu jauh terima apa adanya jangan mnghayal yang muluk2 nanti kalau di sakiti juga tidak akan telalu sakit anggap aja kita ditampung orang baik jangan ngeluh oke tetap semangat
Lies Atikah
orang tua egois nanti juga ujung nya maaf kan kami nak sebel
Lies Atikah
kerupuk garing enak renyah orang garing emmmh pait 😄
Lies Atikah
udah pikirkan terus Devinanya biar cepet menyusul
Lies Atikah
pasti yang pitnah nya gak akan ketauan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!