Comedy Romantis
Cerita gadis mantan model menikah dengan pemilik peternakan.
Pertemuan pertama biasanya membuat kesan tersendiri bagi dua pasangan, tapi tidak dengan Rania dan Galuh. Pertemuan pertama mereka terjadi pertengkaran, Rania marah pada Galuh yang memarahi anak kecil yang memanggilnya dengan sebutan mama.
"Mama !"
"What..!"
"kapan aku melahirkan, apa aku amnesia ?"
Gurau Rania, saat dia mendengar panggilan anak kecil tersebut.
Siapakah anak kecil itu ??
Galuh Cendana: Sangat membenci dua orang wanita, yang disebutnya sebagai wanita licik seperti ular.
Tetapi saat bertemu dengan Runrun, kenapa Galuh melupakan rasa bencinya terhadap yang namanya wanita ?
Siapa dua wanita di masa lalu Galuh yang menghantui kehidupannya di masa depan ?
Apakah kisah cinta Rania akan bermula dari anak kecil tersebut.
Ikuti kisahnya: You are mine
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Godaan si Twin
Sebelum baca tekan bintang⭐⭐⭐⭐⭐ ya kakak readers.gratis lo..
Terimakasih🙏🙏🙏
Dari kejahuan ada mobil datang mendekat menuju peternakan,terlihat dari debu yang beterbangan.
"Sepertinyanya itu mobil mama dan papa." kata Runrun kepada ayah Togar.
"Iya,itu mobil Raditya." Togar mengiyakan perkataan Runrun.
Runrun dan Togar bangkit dari duduknya dan beranjak menuju halaman,untuk menunggu kedatangannya mama dan papanya.
Setelah mobil itu tiba didepan rumah,terkembang senyum Runrun dari bibirnya.
Yang pertama keluar adalah kedua adiknya,yang hampir dua bulan tidak berjumpa dengannya.
"Kakak..! kami rindu." Jonas dan James memeluk Runrun dengan eratnya.
"Kakak rindu dengan kami tidak?" tanya Jonas dan James.
"Sepertinya tidak,kakak senang disini.Tidak ada yang menganggu kakak disini." kata Runrun dengan menampilkan senyum lebar.
"Togar...!" Zul tidak mau kalah dengan Jonas dan James,dia memeluk Togar seperti yang dilakukan si kembar kepada Runrun.
"Zul...Zul..lepas,tidak bisa napas aku ini kawan.Sudah tinggal sampai tenggorokan napasku kau buat Zul.." Togar berusaha melepaskan pelukan Zul dilehernya.
"Aku merindukanmu kawan,sepertinya sudah lama kita tidak bertemu.Tega nian kau meninggalkan aku dikota sendiri." ujar Zul seperti berkata dengan istrinya .
"Kau sudah ada istri Zul,tidak mungkin kita bersama terus.Apa pula dikatakan istri mu nanti dikiranya kita pisang makan pisang." ujar Togar.
pasangan mata yang melihat dan mendengar percakapan Zul dan Togar hanya tertawa geli melihatnya.
"Ayah Togar dan ayah Zul seperti pasangan suami istri yang sudah lama tak berjumpa." ledek Jonas.
"Bagaimana dengan pembangunan pantinya bang ?" tanya Raditya kepada Togar.
"Sudah hampir selesai." jawab Togar.
"Kalau tidak letih lagi kita bisa kesana." kata Togar kepada Raditya.
"Istirahat dulu mas." saran Anaya.
"Sungguh indah disini ya,tenang." Mata Zul mengitari lokasi peternakan.
"Kenapa dia bisa meninggalkan dapurnya Nay?" tanya Togar mengenai keikutsertaan Zul ke peternakan.
"Toko roti libur seminggu bang,para pekerja kita kasih istirahat." kata Anaya.
"Makanya si Zul bisa ikut " kata Togar.
"Aku rindu denganmu,Runrun dan Nesum." kata Zul.
"Kemana Nesum,kenapa tidak kelihatan?" Anaya tidak melihat keberadaan Nesum.
"Nesum ikut mba Ani ma.." jawab Runrun.
"Kemana,apa tidak apa-apa nanti?" tanya Raditya.
"Ikut kepasar,sudah sering Nesum ikut mba Ani.Tidak jauh dari sini ada pasar yang berdagang setiap hari sabtu saja ." kata Runrun.
"Selama disini,pikun Nesum jauh berkurang." kata Togar.
"Oh..ya.." Anaya senang mendengarnya.
"Mungkin suasana pedesaan,emang bagus untuk orang tua."kata Raditya.
"Apalagi yang dilakukan Nesum disini?" tanya Anaya.
Runrun menceritakan apa saja yang dikerjakan Nesum sehari-hari di peternakan.
"Kakak...!" Jonas dan James berlari belakangan rumah dan menghampiri Runrun.
"Kuda pony siapa,sangat lucu?" tanya James.
"Itu hadiah selamat datang yang diberikan Galuh." kata Raditya.
"Mas Galuh..!? suara si twin bersamaan.
"Cie...cie mas Galuh sudah kasih mahar kepada kakak nih,tinggal kita resmikan saja." mulut usil si twin sudah keluar.
"Kalian berdua,belum 1 jam disini sudah ngajak ribut ya...!" seru Runrun kepada kedua adiknya.
"Kami rindu ribut dengan kakak..!" kata Jonas dengan menampilkan senyum jahil yang terlihat dari matanya.
"Ya kak,kami dengan kak Runrun.Dirumah sepi karena tidak ada kakak,ayah dan Nesum." lanjut James.
"Tapi kakak tidak rindu dengan kalian." ujar Runrun.
"Kakak jahat ya,kenapa tidak rindu dengan adik kakak yang keren begini." kata James.
"kak Runrun yang baik,bisa tidak kita ketempat kakak ipar?" tanya Jonas.
"Siapa kakak ipar kalian..?" tanya Runrun dan matanya mendelik menatap keduanya.
"Mas Galuh,apa ada calon yang lain lagi." kata Jonas.
"Kalian berdua akan kasih pelajaran." Runrun berniat menjewer telinga si kembar,tetapi si kembar sudah berlari menghindar.Maka terjadilah kejar-kejaran di lapangan rumput yang ada disamping rumah.
"Mereka bertiga tidak ada yang mau mengalah.." Anaya menatap ketiganya yang saling berkejaran.
"Mereka saling rindu sebenarnya." kata Togar.
"Aku juga merindukan dirimu kawan,tidak ada yang menganggu aku buat roti." kata Zul.
"Tapi aku tidak merindukanmu,aku senang disini.Banyak hal yang bisa aku lakukan." kata Togar,membuat Zul jengkel kepadanya.
"Jahat kau Togar,putus sajalah kita..!" seru Zul pura-pura merajuk.
"Hih..jijak pula aku lihat rengekkan dirimu kawan.." Togar gidikkan bahunya.
"Kenapa abang berdua sudah seperti mereka bertiga itu." Anaya menunjukkan kearah ketiga anaknya yang sudah berhenti berkejaran,dan sekarang sedang duduk dirumput.
"Mungkin sebentar lagi,mereka berdua yang akan saling berkejaran.Setelah mereka bertiga berhenti itu." kata Raditya.
"Malas berkejar-kejaran dengan Zul,lebih bagus berkejaran dengan sapi." ucap Togar.
"Teganya kau kawan,kau gantikan aku dengan sapi." setelah selesai berkata,Zul beranjak menuju ketempat Runrun dan twin duduk.
🌼🌼🌼
Steven sedang sibuk dengan berkas yang menggunung diatas mejanya,sehingga dia duduk tidak kelihatan lagi dari depan.
"Steven,kenapa berkasmu menjulang didepanmu itu?" terheran Mario melihatnya.
"Ada kasus yang sudah lama,yang masih ada dilemari.Mau ku masukkan kegudang,tapi terlebih dahulu mau kusimpan data-data ke computer." kata Steven.
Terdengar ketukan di pintu,dan masuk sekretarisnya.
"Pak ada pengacara yang ingin menemui anda ." kata sekretarisnya.
"Siapa..?" tanya Steven.
"Katanya dia pengacara nyonya Wulan." jawab sekretarisnya lagi.
"Antarkan ke ruang pertemuan." perintah Steven.
"Ayo teman,kita beraksi.Jangan kita biarkan dia mengambil anak Galih." kata Steven kepada Mario.
"Ayo..! mulutku sudah gatal,ingin membeberkan kegilaan clientnya pada pengacaranya." Mario mengikuti Steven menuju ruang pertemuan,tempat pengacara Wulan menunggu.
Steven dan Mario masuk,dan mereka sebenarnya sudah tahu siapa yang menjadi pengacaranya Wulan.
"Jumpai lagi kita pak Niko." Steven dan Mario menyalami Niko secara bergantian.
"Apa kabar Steven,Mario?" tanya Niko,Steven dan Mario mengenal Niko karena mereka sama-sama S2 di tempat yang sama.
"Baik.." jawab Mario dan Niko.
"Tak kusangka kau pemgacara Wulan." kata Mario.
"Kenapa..? aku menolong orang yang tertindas." jawab Niko.
"Tertindas..! siapa yang tertindas?" tanya Mario dengan heran ketika mendengar bahwa Wulan tertindas.
"Nyonya Wulan.." kata Niko.
"Ha...ha..!" Steven tertawa mendengarnya.
"Ternyata murid S2 yang terpandai,bisa dikelabui seorang wanita." ujar Mario.
"Apa maksudmu?" tanya Niko.
"Wulan itu tidak pernah tertindas,dia yang menindas aku yakin." kata Steven.
"Jangan kau burukkan clientku Steven." kata Niko kepada Steven dengan suara yang keras.
"Mau apa clientmu sebenarnya?" tanya Mario.
"Dia ingin mengambil puterinya,dia tak ingin anaknya mendapatkan mama baru." kata Niko.
"Mama baru..?" tanya Mario kepada Niko.
"Mantan suaminya kan sudah menikah lagi,makanya nyonya Wulan ingin mengambil anaknya.Dia takut ibu tirinya akan menganiaya putrinya tersebut."
"Ternyata dia tak tahu bahwa Galih sudah meninggal." batin Steven.
"Ada hak apa dia ingin mengambil putrinya?" tanya Mario.
"Karena dia ibu kandungnya." kata Niko tegas.
"Ibu kandung yang menelantarkan anaknya yang baru berusia seminggu,setelah 3 tahun baru mencarinya.
"Dia terpaksa meninggalkannya." ujar Niko.
"Beginilah Niko,bawa clientmu untuk bertemu dengan kami sebagai pengacara suaminya." kata Mario.
"Kapan..?" tanya Niko.
"Terserah,kami standby terus." kata Steven.
"Oke..nanti saya laporkan dengan client saya." kata Niko.
**Bersambung
Tekan like dan bintang⭐⭐⭐⭐⭐ ya biar author semangat menulis**.
keren dan mantap
sukses....semanangat
mksh