NovelToon NovelToon
Second Chance

Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Barat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Claudia Diaz

Giovanni El Nino adalah seorang pemuda yang berprofesi sebagai pekerja seni di dunia hiburan, namun karena kepribadiannya yang angkuh dan tak acuh terhadap sesamanya membuat sang ayah terpaksa menjadikannya seorang guru di SMA Harapan Bangsa dengan harapan anaknya mengalami perubahan sikap yang lebih baik.

Akan tetapi tetap saja, kepribadian Nino tidak juga berubah, justru ia menjadi guru yang dibenci oleh murid-muridnya.



*****




Rhodophyta Algavian seorang pemuda yang lugu namun cerdas, selalu menjadi bahan perundungan teman-temannya di SMA Harapan Bangsa.

****

Suatu ketika hal besar menimpa Nino, ia mengalami kecelakaan hebat dan diberikan kesempatan oleh malaikat untuk memperbaiki hidupnya dan berbuat baik dengan masuk ke dalam tubuh Vian dan mengubah hidup pemuda tersebut.


Apakah Nino akan berhasil membantu Vian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Claudia Diaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Munajat Cinta

Langit mulai gelap dan dewi malam mulai menampakkan dirinya. Meski bulan menampilkan cahaya yang cerah, secercah senyuman gadis pujaannya. Namun, tidak dengan hati Vian.

Mungkin jika orang lain melihat, mereka akan mengira Vian sedang bahagia berdua dengan kekasih hatinya. Namun, tidak. Jauh di lubuk hati yang paling dalam hati Vian terasa seperti dihujani ribuan pisau tak kasat mata yang menghujamnya dengan keras. Sakit, perih, tapi tak berdarah.

”Vian, kuperhatikan sedari tadi dirimu diam saja?"

“Aku tidak apa-apa, Na," jawab Vian dengan senyum yang terkesan dipaksakan, “sungguh!"

“Jika ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman, kau bisa memberitahuku," ucap Anna.

“Hem!" jawab Vian dengan dehaman, dan segera menyalakan motornya, bergegas untuk pulang.

“Aku pulang dulu!" pamit Vian langsung menginjak pedal gas dan melajukan motornya.

“Ada apa dengannya?" pikir Anna, lalu melenggang masuk ke dalam rumah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sesampainya di rumah, Vian tidak mengeluarkan sepatah kata pun, bahkan saat sang mama memanggilnya.

“Ada apa dengan anak itu, mengapa pulang sekolah sikapnya jadi aneh sekali?" pikir sang mama sambil bertanya-tanya.

Di dalam kamar, Vian lantas merebahkan tubuhnya ke atas kasur empuk pandangannya terlempar ke arah langit-langit kamar.

Pikirannya melanglang jauh pada kejadian di rumah sakit tadi. Pandangan Anna yang penuh cinta untuk Pak Nino, begitu mengusik hatinya.

“Argh, aku bisa gila aku jika seperti ini. Mengapa harus dia orangnya, mengapa Anna. Mengapa bukan aku yang kau tatap penuh cinta!?" gumam Vian frustasi.

“Apa kurangnya aku?" batin Vian bertanya-tanya, “sejauh ini aku berubah, Anna sekalipun tak pernah melirikku. Aku iri padamu Pak Nino, kau mendapatkan banyak cinta, meski kau tak pernah memintanya. Tidak sepertiku, yang harus mengemis supaya orang melirik dan memberikan cintanya padaku."

Jauh di dalam diri Vian, Nino melihat dan mendengar semuanya. Anna, murid perempuannya yang bengal itu. Sejauh itukah Vian jatuh cinta padanya?

“Seharusnya jika ia membaca pesanku waktu itu, ia mulai paham dan berpikir ulang untuk mengejar Anna," gumam Nino, “lagipula jumlah perempuan di dunia ini tercatat ada 3,95 miliar jiwa, mengapa ia harus mengejar gadis jelmaan Hulk yang tidak ada anggun-anggunnya itu?"

Nino merasakan ada pergerakan dari Vian. Ya, pemuda itu melangkah menuju kamar mandi, mungkin ingin melaksanakan ritual hariannya.

Dari dalam diri Vian, Nino memandang wajah anak muridnya yang terpantul di sebuah cermin, “Tampan sih, tapi sayang jomlo, mana kisah cintanya miris pula."

Sayup-sayup Vian mendengar sebuah suara yang terdengar menggelitik sekaligus menjengkelkan di telinganya, “Aku jomlo seperti ini juga karena dirimu, Pak Guru, kalau saja kau tidak muncul dalam kehidupanku dan kita tidak saling mengenal, mungkin akan lain ceritanya!"

“Apa kau amnesia, apa aku harus mengingatkanmu, seperti apa dirimu yang dulu?" ucap Nino sinis.

“Dari dulu Anna memang tidak pernah melirikmu, Anak Muda, dan aku sudah memberitahumu untuk menjauh darinya, daripada kau sakit hati nantinya," lanjut Nino lagi.

Mendengar penuturan Nino, membuat Vian bungkam seribu bahasa, kemudian berkata,“Seharusnya Anda tak perlu mengutarakan sejelas itu."

“Kau yang membuatku mengatakan itu, Nak. Kau yang lebih dulu mengutarakan rasa tidak sukamu terhadapku," balas Nino.

“Adakah cara yang bisa membuat Anna berpaling padaku, Pak?" tanya Vian penuh harap.

“Jika kau ingin mendapatkan hatinya, maka kau bisa berjuang lebih keras. Kau harus siap dengan keputusan akhir perjuanganmu, jangan pernah memaksakan perasaan seseorang," jelas Nino.

“Mengapa jatuh cinta bisa sesakit ini rasanya?" keluh Vian.

“Jika kau sudah mengenal cinta, kau juga akan mengenal rasa sakit," ucap Nino.

“Apa kau pernah jatuh cinta, Pak?" tanya Vian sangat ingin tahu.

“Waktuku kuhabiskan untuk bekerja, Anak Muda. Aku ... tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Bahkan dengan perempuan yang kutemui. Entahlah, mengapa bisa begitu? Namun, selama ini aku memang belum menemukan seseorang yang mampu menjungkirbalikkan duniaku dengan perasaan yang namanya cinta," jawab Nino.

Vian diam sembari mendengarkan Nino berbicara. Ia tak menyangka jika gurunya itu benar-benar tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Vian pikir tadinya hanya sebuah omong kosong belaka. Namun, mendengar ucapan Nino yang serius, sepertinya gurunya ini tidak berbohong.

“Hei, nyawamu masih di sana!?" seru Nino, membuat Vian mendengus.

“Tentu saja, nyawaku masih berada di tubuhku," jawab Vian.

“Kupikir nyawamu menghilang dari tempatnya, kau diam saja sedari tadi, seperti melamun," ucap Nino.

“Pak, kalau aku boleh tahu, seperti apa kriteria wanita idamanmu?" tanya Vian tiba-tiba.

“Kenapa tiba-tiba?" tanya Nino balik. Dia tidak tahu jika muridnya yang satu ini memiliki hobi melontarkan pertanyaan random.

“Jawab saja, aku hanya ingin tahu!" pekik Vian.

“Yang pasti ia harus mengerti tata krama, bisa mengerti keluarga, mandiri dan cerdas," jawab Nino.

“Apa ada lagi?" tanya Vian.

“Ah, dia harus pemberani," jawab Nino lagi.

“Seperti Kak Nina?" tanya Vian lagi.

“Apa ... Nina?" beo Nino.

“Iya Kak Nina. Dia cantik, cerdas, pemberani, dan mengerti tata krama. Aku baru tahu jika Anda memiliki adik secantik Kak Nina," ujar Vian.

“Kenapa memangnya?" tanya Nino.

“Kenapa Kak Nina bukan menjadi kekasihmu saja, Pak. Kenapa ia harus ditakdirkan menjadi adikmu? Jika ia menjadi kekasihmu, aku, kan bisa bersama Anna," rengek Vian.

“Mulai lagi, Bocah ini, hah ...." batin Nino.

“Mana aku tahu jika Nina ditakdirkan menjadi adikku, Kaupikir aku bisa request?" jawab Nino kesal, “lagipula, jika Nina bukan adikku dan aku berpacaran dengannya, Anna belum tentu melirikmu juga."

Vian hanya merengut. Apa yang dikatakan oleh gurunya itu ada benarnya.

“Haruskah aku menyerah?" gumam Vian.

“Pilihan ada di tanganmu, kau memilih berjuang atau berhenti?" jawab Nino.

“Jika aku memutuskan untuk terus mengejar, aku tak tahu kapan aku akan mendapatkan hatinya, tetapi jika aku memilih berhenti untuk mengejarnya, akankah aku mendapatkan cinta lain yang tulus?" batin Vian mulai berperang.

“Cinta itu berhak memilih ke mana ia berlabuh, Vian," ucap Nino.

Vian hanya bergeming mendengar penjelasan Nino.

“Jikalau Anna tidak ditakdirkan untukku, aku mohon kirimkanlah aku kekasih yang mencintai aku apa adanya, Ya Tuhan," batin Vian.

“Jika aku mencari cinta yang lain, apa aku bisa?" tanya Vian tak yakin.

“Tentu saja bisa, kau hanya belum mencoba. Selama ini yang kau lihat hanya Anna, dan ... mantan kekasihmu itu. Lagipula siapa yang tidak menyukaimu, kau tampan, cerdas, kau sudah menjadi idola saat ini. Cara mereka memandangmu sudah berubah," jawab Nino.

“Akan tetapi, aku masih tidak percaya diri," sahut Vian lesu.

“Itu masalah terbesarmu. Untuk apa kau merasa minder, kau tidak lihat, Dea mantanmu itu, sekarang kembali mengejarmu. Aku dengar dia menjadi primadona di sekolah," kata Nino.

“Eum, Dea memang primadona sekolah, tetapi aku sudah terlanjur sakit hati padanya, dia hanya memanfaatkanku," sahut Vian.

“Salahmu sendiri terlalu mudah dimanfaatkan, dari awal aku sudah mengamati semuanya, jika dia mendekatimu hanya untuk nilai," jelas Nino.

“Pak Nino," panggil Vian.

“Hem," jawab Nino dengan dehaman.

“Kak Nina itu sudah punya ... pacar?" tanya Vian hati-hati.

“Bukankah kau mendengarnya saat di rumah sakit tadi? Dia belum punya, Nak," jawab Nino.

“Kira-kira kriteria seperti apa yang cocok untuk Kak Nina?" tanya Vian.

“Dia ini kenapa?" batin Nino merasa dongkol, “seperti petugas sensus saja, tanya tentang keluarga secara detail."

“Pak ...?" panggil Vian lagi.

“Aku malas menjelaskannya, yang penting bibit, bebet, dan bobot harus jelas. Mengerti tata krama, sayang pada Nina, dan tidak ringan tangan. Kau mengerti maksudku, kan?" tanya Nino.

“Kau tidak ingin memiliki ipar yang suka menolong, Pak?"

“Bukan itu, dasar bodoh. Sudah berapa lama kau belajar, ringan tangan tidak hanya memiliki satu arti!?"

“He-he-he," Vian hanya tersenyum dan tertawa canggung sementara Nino hanya mendengus.

“Kalau aku ... sudah memenuhi kriteria calon pasangan yang baik untuk Kak Nina belum, Pak?" tanya Vian tiba-tiba.

“Eh?" Nino terkejut.

“Iya, daripada hatiku ini menjadi layu karena tak ada yang memiliki?" ucap Vian.

“Ha?" jawab Nino melongo.

1
🎧✏📖
hadir😁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
Oalah kirain bertukar roh.. ternyata masih dalam tubuh masing-masing semoga semuanya baik baik aja dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
pada akhirnya roh Nino yang masuk ke dalam tubuh Vian .. lalu bagaimana dengan roh Vian.. apa nanti yang akan terjadi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
lah .. siapa yang menabrak vian apakah dia akan baik baik saja dan gimana dengan yang menabrak nya apakah mau menolong Vian
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
wah .. beruntung tuh masih di kasih kesempatan kehidupan baru yang lebih baik.. manfaatkan semuanya itu dengan baik jangan di sia siakan
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
Astaga Nino harusnya kamu itu bisa buat contoh dan panutan tp beneran kelakuan mu gk pantas untuk di tiru, jangan terlalu sombong
New Spirit
tobatlah qmu wahai kawan yg beriman😌 kalo mau smua kembali normal maka jalanmu akan di permudahkan
New Spirit
kalo di kasih kesempatan seharusnya bisa cerna lah napa kamu bisa digituin sma murid mu, ada aja lah kalo giniin🙄
New Spirit
wah di hdup kan kembali rupanya atau kualifikasi nih🤔agak lain sih. tapi ga apalah yg penting dia bisa berubah nya lagi.
New Spirit
lagi pengen ke alam barzahhhh ini si Nino nya
dah ga kuat hdup di dunia makanya buat ulah dulu sebelum ke alam lain
agak lain nih anak
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
astaga Nino Nino wkwkkw 🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
lah kamu aja sering bikin muridmu kesell😒
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
mau nyolong nih pasti 🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
mother is wonder Woman 🤣🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
julukan nya bagus pangeran tapi ada malas nya jadi anuu 🤣🤣
gapapa sih kalau mau😭🙊🙊🙊
wkwkwkwkk pede banget Nino🙊👩‍🦯
mulai sadar dan berpikir ya👩‍🦯
saling merindukan 😭😭😭
nah ini lho, bukan cuma buat yang sakit😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!