Ini Lanjutan lanjutan cerita " Liontin" . Kisah ini adalah dari Putri Leana Anderson. Siapa Leana Anderson ?. kisahnya ada di Cerita Liontin.
Awal mulanya Putri dari Leana yg bernama Safira Anggraeni Anderson, atau sering hanya disebut Safira Anggraeni itu berlibur setelah menyelesaikan studinya. ia mendatangi pengasuhnya dahulu yg sudah mengundurkan diri. Mbak Watik lah yg merawat selama ini, selain kakak sepupunya Daniella serta keluarga engkong Pi'i. Ketika menginap di kos kosan milik mbak Watik di Jogja ia terjebak dengan seorang pemuda yg tak lain adalah Angga Wicaksono. Seorang pemuda dari kota Jakarta sama dengan Safira. Dengan kemampuan meretas dan mencari detail tentang suaminya ini, Safira menunggu kejujuran dari Angga nantinya. Dan menyerahkan semua jalan takdir kepada sang pencipta.
Sementara Angga sendiri sedang dilema dengan dirinya sendiri karena ia dipaksa untuk melanjutkan perusahaan papanya atau melanjutkan cita citanya sebagai Dokter.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana
Flashback
Semenjak istrinya meninggal Wawan Rosadi berkelana. Ia menitipkan putrinya kepada keponakan Istrinya. Ia pergi tanpa arah dan sering sakit sakitan. Ia kembali ke pulau Kalimantan tepatnya di kota Pontianak. Ia pun menemui keluarga dari Rojali yg masih tinggal ditempat itu. Semenjak Rojali kembali ke Jakarta. Keluarganya masih berada ditempat itu. Namun baru baru ini mengikuti Rojali di jakarta. Wawan seperti tidak mengenali dirinya semenjak istrinya Leana meninggal. Ia sempat curiga, jika dokter dirumah sakit telah melakukan kesalahan. Namun setelah mendapat keterangan dari Rojali, Wawan justru merasa bersalah. Terutama dengan istrinya itu. Ia merasa bosan hidup, sehingga sering beradu fisik dengan orang yg tidak disukai. Beberapa kali ia keluar masuk bui karenanya. Namun , Rojali berhasil mengeluarkannya. Dan membimbingnya kembali. Sesaat Wawan sadar dengan kekeliruan itu. Hingga ia bertemu dengan Barry Andalas yg hidupnya hampir sama dengan dirinya. Perusahaan Barry Andalas bangkrut karena ulah dari istrinya. Barry Andalas pun mengajaknya untuk merampok dan membegal. Hal itupun ditolak oleh Wawan Rosadi. Hingga keduanya pun beradu fisik dan menyebabkan mata dari Barry terkena pisau miliknya sendiri. Karena ditangkis oleh Wawan kala itu.
Dan setiap kali Barry melakukan aksinya selalu digagalkan oleh Wawan. Hingga keduanya pun sama sama terluka. Menurut informasi yg didapat oleh anak buah Barry kala itu. Wawan diselamatkan oleh Pramana Wicaksono. Pramana saat itu sedang frustasi karena tertipu oleh investor di kota Pontianak. Dan Wawan dibawanya ke Jakarta untuk di obati.
Sementara Pramana Wicaksono mencoba kembali bangkit setelah bertemu dengan sahabat dari Wawan Rosadi itu. Dan dialah yg menghubungkan perusahaan Wicaksana dengan perusahaan Anderson. Walaupun perusahaan Wicaksana masih banyak kekurangan, namun Sahabat dari Wawan itu terus membantunya hingga mencapai puncak kejayaan. Namun kejayaan itu tidak bertahan lama, karena sahabat Wawan itu pergi, karena mengemban tugas yang tidak dapat ditinggalkan. Dan ia pun menugaskan orang kepercayaannya di perusahaan Wicaksana.
Sebelum meninggalkan perusahaan Wicaksana, sahabat dari Wawan memberikan dua buah pilihan kepada Pramana. Salah satunya adalah, perusahaan akan di ambil alih oleh anak dari Wawan Rosadi jika tidak ada kemajuan. Dan pilihan yang kedua, akan diberitahukan kepada Pramana, jika kelak putra atau putri dari Pramana mampu untuk mengembangkan perusahaan. Tanpa campur tangan dari perusahaan Anderson. Yang hingga kini Pramana masih sangat ingin tahu tentang pilihan yang kedua itu. Sehingga Pramana bersikeras mendidik putranya untuk belajar diluar negeri.
Sementara Barry Andalas masih terus mencari keberadaan Wawan Rosadi. Dan dia tidak tahu jika Wawan Rosadi telah meninggal 15 tahun silam. Setelah berbagai pengobatan yg dilakukan oleh Wawan Rosadi kala itu. Ia dirawat oleh Pramana dan keluarganya kurang lebih 2 bulan. Dan kemudian diambil alih oleh Felix Remedev. Hingga 2 tahun perawatan nyawanya pun tidak tertolong. Karena fisiknya semakin lemah dan kejiwaannya yg terganggu. Membuatnya ketergantungan dengan obat obatan. Hingga pihak keluarga Anderson merelakannya jika Tuhan memanggilnya. Terutama Daniella Anderson dan keluarga Christopher yg masih terkait hubungan dengan Wawan Rosadi.
Wawan Rosadi pun di kebumikan bersebelahan dengan Leana Anderson. Sementara Safira sudah diberitahu makam keduanya setelah menginjak usia 10 tahun. Dan keluarga menjelaskan semua yg terjadi kepada Safira tentang kehidupan orang tuanya dahulu.
Flashback end
Keesokan harinya Reno sudah bertekad merencanakan penculikan terhadap Anggita. Ia sudah menyuruh anak buahnya untuk bersiap siap melakukan aksinya. Sementara Reno tetap masuk ke kantor, agar tidak dicurigai terlibat dengan penculikan itu. Seperti biasa ia datang ke kantor sedikit telat. Hal itu sudah biasa Reno lakukan. Walaupun sering mendapat teguran oleh atasannya namun Reno adalah orang yg tidak bisa dibantah. Terutama atasannya sendiri adalah Roma. Roma adalah anak buah Reno jika diluar perusahaan Wicaksana.
Hari ini Anggita tidak datang ke kantor. Hal ini membuat Reno sedikit kewalahan karena tidak mengetahui keberadaan Anggita. Dan dalam satu divisinya dua orang tidak masuk kerja. Yaitu Ardi dan Safira. Reno curiga jika Anggita saat ini sedang bersama Safira dan Ardi. Namun setelah mendapatkan laporan dari Rini bahwa, Anggita sedang berada di butiknya bersama koleganya. Laporan itu membuat Reno tersenyum tipis. Karena rencananya pasti berhasil.
Sementara Safira dan Ardi sedang mendapat tugas ke luar kota. Untuk mengecek cabang perusahaan Wicaksana bersama pak Hendra. Hal itu membuat Reno merasa bebas di tempat ini. Karena orang yg selalu menggagalkan rencananya untuk menyabotase komputer milik Safira tidak ada di tempat, yaitu Ardi. Untuk teman satu teamnya tidak ada yg berani dengan Reno. Karena kedekatan Reno dengan pak Roma. Hanya mbak Sari yg seringkali berusaha menghalangi Reno, jika berbuat yg tidak tidak di kantor tersebut. Namun atas bantuan Rini, Reno bisa melakukannya tanpa kendala adanya mbak Sari.
Sesaat Reno menyalakan komputer milik Safira. Namun disana sudah dikunci oleh Safira. Dan hal itu diketahui oleh Rania. Rania hanya diam, namun ia mengirimkan pesan kepada Safira, jika komputer di meja kerjanya dinyalakan oleh Reno. Rania mendapatkan balasan dari Safira "Aman" . Maka Rania pun membiarkannya. Setidaknya ia sudah memberitahu Safira akan kelakuan dari Reno tersebut. Reno berduaan dengan Rini di meja kerja Safira. Mereka berdua masih mencoba untuk membuka sandi yg dibuat Safira untuk membuka komputernya. Namun hingga menjelang makan siang , mereka tidak bisa membukanya. Reno meminta bantuan kepada Roma untuk membuka sandi tersebut.
Roma pun datang untuk membantu. Beberapa saat kemudian ia berhasil membukanya. Beberapa file dan dokumen milik Safira berada disana. Dan Reno pun mencari dokumen tentang rahasia perusahaan. Setelah mendapatkannya ia memindahkan file dan dokumen tersebut ke flashdisk miliknya. Kemudian mengacak acak milik Safira. Setelah selesai ia menutup kembali komputer milik Safira.
Reno tersenyum puas karena keberhasilannya itu. Kemudian ia pun pergi makan siang. sementara teman lainnya sudah lebih dulu keluar ruangan. Rini menjaga di dekat pintu untuk mengawasi. ketiganya berlalu dari tempat itu dan meninggalkan ruangan yg telah kosong, karena jam istirahat.
Setelah ruangan itu kosong, tampak sebuah kamera berkedip kedip dipojok meja Safira. Kamera itu tidak disadari oleh Reno dan Rini serta Roma yg berada di meja kerja Safira. Karena kamera itu berupa pensil dan boneka kecil diatasnya. Dan itu disengaja oleh Safira, untuk mengetahui sesuatu yg terjadi. Jika dirinya tidak berada di tempat kerjanya.
*****
Sementara saat ini, Safira sedang makan siang bersama Ardi dan pak Hendra. Ketiganya berada dalam ruangan meeting di cabang perusahaan Wicaksana. Mereka makan siang disana. Karena sudah dipesankan makanan untuk ketiganya.
" Semakin terlihat jika ketiganya bersekongkol untuk menyabotase komputer ku..." kata Safira setelah selesai makan siang. Ia mengambil tablet yg ia selalu bawa. Dan dua buah ponsel miliknya.
" Siapa nona...?" tanya pak Hendra kepada Safira.
" Reno, Rini dan pak Roma..." jawab Safira. Sementara Ardi mengangguk anggukkan kepala karena perkataan dari Safira benar adanya.
" Darimana nona tahu...?" tanya Ardi. Terbiasa dengan memanggil nona. Begitu juga pak Hendra. Safira pun memberitahu jika di meja kerjanya ia menaruh kamera di beberapa titik yg tidak akan diketahui oleh siapapun.
Pak Hendra sendiri adalah orang dari Anderson. Salah satu kepercayaan ayahnya dahulu. Yg kini ditugaskan berada di perusahaan Wicaksana hingga kelak nona muda Safira memegang kendali perusahaan perusahaan itu. Dan Ardi adalah menantu dari Edo dan Felicia , anak buah dari kakak sepupunya, Daniella. Yang akhirnya Ardi tahu jika pak Hendra adalah orang kepercayaan dari keluarga Anderson. Ketiganya pun membicarakan tentang Reno cs. Yg mengacak acak komputer milik Safira hari ini.
" Lalu bagaimana laporan laporan itu...?" tanya pak Hendra kepada Safira.
" Tenang om, disana hanyalah laporan laporan palsu yg Fira buat untuk mengecoh mereka. Sementara laporan asli berada di tempat ini..." jawab Safira sambil menunjukkan tabletnya kepada pak Hendra. Dan Ardi yg melihatnya pun tampak tertawa namun kepalanya menggeleng geleng tidak percaya. Karena aksi dari Safira itu tidak terpikir olehnya. Dan Ardi pun terkejut jika Safira menaruh kamera dibeberapa titik di ruangan kantor itu.
" Apa rencana nona selanjutnya..." tanya pak Hendra.
" Om, Ard berulang kali saya bilang. Jangan panggil saya nona..." kata Safira.
" Nanti setelah waktunya tiba, om akan mengetahui semuanya..." jawab Safira atas pertanyaan dari pak Hendra.
Safira pun mengalihkan pembicaraan nya tentang cabang perusahaan Wicaksana ini. Safira hanya ingin tahu sejauh mana Pramana Wicaksono melakukan tugasnya dalam mengelola perusahaan Wicaksana. Karena dari berbagai sudut pandang masih banyak kekurangannya. Hal itu membuat Safira frustasi akan pengelolaan perusahaan tersebut. Dan ketika ditanyakan kepada pak Hendra tentang perusahaan Wicaksana ini, hanya gelengan kepala sebagai jawabannya.
" Saya tidak diperkenankan untuk turut campur lebih jauh, namun ada beberapa hal yg musti om lakukan agar perusahaan bisa bertahan. Hingga nanti putra dari Pak Pramana kembali dari studinya di luar negeri..." jawab pak Hendra.
" Kenapa begitu om..." tanya Safira.
" Kerena memang putranya itu yg akan di uji coba untuk mengembangkan perusahaan ini..." jawab pak Hendra kepada Safira.
" Semua dikembangkan oleh putranya nanti tanpa bantuan dari perusahaan Anderson. Terutama dari saya sendiri..." kata lanjutan pak Hendra.
" Dan saya hanya mengemban tugas seperti itu..." pak Hendra.
" Baiklah, kita tunggu sampai 3 tahun ke depan...." jawab Safira. Kemudian ia minum jus alpukat yg diberikan OB kantor cabang perusahaan Wicaksana. Safira sendiri juga menunggu waktu itu nantinya.
good job 👍👍👍👍❤❤❤❤❤
good thor👍👍👍👍❤❤❤❤