NovelToon NovelToon
Avonturir Dua Deputi

Avonturir Dua Deputi

Status: tamat
Genre:Mafia / Dunia Lain / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Chicklit / Tamat
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: Teriablackwhite

Ellena Celestia Baskara adalah gadis pewaris tahta keluarga Jarzam, pemilik perusahaan berlian terbesar di negara itu. Tetapi dia harus mengalami peristiwa buruk saat para mafia merampas seluruh hartanya, dan membunuh kedua orangtuanya, dia melarikan diri dan tenggelam di lautan tempat tinggalnya dewa laut, sang dewa menolongnya dan membalik kehidupan Ellena menjadi seorang bayi lagi yang kemudian ditemukan oleh seorang wanita tua.

Para Mafia itu mengejarnya sampai menemukan sebuah kristal biru sumber kekuatan terbesar seluruh lautan di muka bumi ini, dan mereka merampasnya juga, sang dewa murka dan mengirim titisan setengah kekuatannya dalam kristal kapsul kecil bersamaan dengan Ellena yang juga sengaja di masukkan ke dalam sebuah kapsul kristal, lalu apakah yang akan terjadi dengan kedua kristal itu?

Saksikan kisah selanjutnya hanya di sini, happy reading semuanya ...

Jika membaca tolong tinggalkan jejak ya ges, like, komen, dan vote-nya, thankyouu---haturnuhun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Teriablackwhite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADD Eps 24

    Untaian kata yang baru saja menguasai rongga telinganya menyeruak ke dalam pikiran gadis cantik itu, lantas dia berusaha untuk bersikap biasa saja di hadapan kedua lelaki tersebut. Netra kedua pria itu nampak bertitar-titar seperti mencari sesuatu membuat Ellena membawa langkahnya sedikit berjalan cepat, dia tidak berlari karena takut dicurigai oleh kedua pria tersebut.

    "Eh tunggu ...." Salah satu pria itu mengejar Ellena, dan gadis itu terpaksa untuk menoleh dengan debar jantung yang berhamburan.

    Ellena menoleh lamban melucuti penampilan kedua pria itu dari atas kepala hingga ke ujung kakinya. "Iya, ada apa?" sahut Ellena yang berusaha meredam suara yang bergetarnya.

    "Kamu ada melihat lelaki tubuhnya tinggi, penampilannya gagah, pembawaannya tegas dan serius, di arah sini," tanyanya pada Ellena sambil membaca pergerakan gadis di depannya.

    Mereka pasti nyari cowok menyebalkan itu. Batin Ellena berujar.

    "Kayaknya gak ada, aku baru keluar dari kamar mandi kan, jadi gak tahu ...," kilah Ellena menggelengkan kepalanya tegas untuk mengelabui kedua pria di depannya.

    "Oh baiklah, terima kasih," ucap salah satu pria itu lagi.

    "Euum ...," gumam Ellena sebagai jawaban untuk lelaki di depannya.

    Setelah itu, gadis berambut panjang bergelombang yang dia ikat menyerupai kuncir kuda itu gegas beranjak dari sana, berlari kecil menelusuri lorong yang menyambungkan ke ruangan para tamu yang menghabiskan waktunya menyantap roti dan kue serta minuman manis yang disediakan oleh Beyci Cake and Bakery.

    "Bukannya dia wanita yang kita sandera kemarin malam kan? Lalu dia menghilang saat paginya," seru salah satu pria itu.

    "Udahlah, dia tidak ingat apapun, lihat kan ekspresinya seperti pertama kali ketemu sama kita, berarti apa yang dikatakan Ketua Kano memang benar, selama ada Ketua Kano, kita tidak akan terjerat masalah," sahut pria satunya lagi.

    Laju kaki gadis itu semakin menggebu-gebu sampai dia berhenti di samping seorang lelaki yang merupakan seorang chef bakery dari toko tersebut, lelaki itu menyusut ke arah Ellena yang mencoba meredakan embusan napasnya yang nampak berat.

    "Kenapa kamu Len? Kayak yang dikejar-kejar orang," tanyanya sambil mengambil sebuah tepung yang dibalut dengan plastik tebal berukuran lima kilogram.

    Kebetulan Ellena bersandar di samping rak besar yang menampung berbagai macam bahan-bahan untuk keperluan membuat Roti dan kue di toko tempat dia bekerja. Tubuh gadis itu mengerjap karena terkesiap dengan kedatangan cheft itu.

    Netranya berkisar pada lelaki di depannya. Bola matanya mengeras. "Hah? Habis dikejar tikus pemakan darah," celetuk Ellena sambil dia berlalu menyusuri dapur sampai dia keluar dari sana dan tembus ke area kasir.

    "Hah?! Kenapa sih itu anak, cantik-cantik tapi agak geser nih otaknya," keluh lelaki itu yang segera kembali pada pekerjaannya.

    Kalea yang menyadari kehadiran sahabatnya itu lekas turun dari kursi kasir dan kebetulan pelanggan pun sudah menyusut, semuanya tengah menyantap pesanannya di kursi mereka masing-masing.

    "Len ... Kamu kemana aja sih, kok lama banget ke kamar mandinya?" tanya Kalea merapikan pakaiannya.

    "Ada masalah dikit di dalam, makasih ya Kal ... Udah gantikan aku," jawab Ellena mengurai senyuman tipisnya.

    "Oke, gak masalah. Aku balik lagi kerja ya." Kalea beringsut kembali ke dapur.

    Ellena menghela napasnya panjang, dia menyugar rambutnya yang terikat berantakan ke belakang seraya dia berangsur menyesar ke depan dan kembali terduduk di meja kasir.

    Baru lima menit Ellena termendak di kursinya, pelanggan sudah berdatangan lagi dan salah satunya adalah Kano, lelaki yang membuat dirinya berlama-lama di dalam kamar mandi.

    "Mau tahu?" celetuknya pelan.

    Degh!

    Gadis bertubuh ramping itu lekas memuncakkan tatapannya dan mendapati Kano di depannya. Sesak di dadanya membuncah. "Tidak!" jawab Ellena mengeratkan giginya, lalu netranya kembali ke bawah. "Ada yang perlu dibantu tuan? Apa yang kamu pesan?" tanya Ellena kemudian bersikap seolah tidak ada yang terjadi antara dirinya dengan Kano.

    "Hal yang manis," celetuknya lagi membuat Ellena kembali mendongak.

    "Kue rasa apa? Atau mau roti isi?" tawar Ellena yang tidak mengerti apa yang dimaksud oleh lelaki di depannya.

    "Brownies double chocolate." Akhirnya Kano menyebutkan apa yang dia inginkan.

    "Tunggu sebentar ya tuan," sahut Ellena bergerak ke belakang dan mengambil sebuah bingkisan yang sudah tertera nama Kano di atas kemasan kardus mengkilap itu.

    Ellena membawa bingkisan itu ke hadapan Kano dan dia letakkan di atas meja yang lebih tinggi dari meja kasirnya. "Silakan tuan, debit atau cash tuan?" ucap Ellena sambil dia mengetikan kode dari pesanan brownies milik Kano.

    "Debit," jawab Kano singkat, dia tak lagi berusaha menggoda Ellena, kehadiran anggotanya terekam jelas oleh telinganya yang tajam, lalu dia menyodorkan kartu ATM berwarna biru gelap miliknya ke arah Ellena.

    "Baiklah tuan, tolong tunggu sebentar ya ...." Ellena menyambar kartu ATM milik Kano lalu dia gesekkan ke mesin Elektronik Data Capture (EDC).

    Setelah proses transaksi selesai, Kano lekas mengambil pesanannya dan kartu ATM miliknya, lalu beranjak dari hadapan Ellena. Netranya mengerat ke arah samping kanannya, di sana belasan anggotanya telah menunggu dirinya keluar dari toko tersebut.

    Tempat kerja Ellena dan Kalea adalah sebuah toko roti dan kue yang hanya melayani pesanan untuk dibawa pulang, tetapi kenyataannya banyak sekali permintaan untuk menyediakan tempat duduk karena banyak pelanggan yang ingin memakan roti dan kue Beyci Cake and Bakery di tempat.

    Namun, toko roti dan kue itu tetaplah sebuah toko bukan beralih fungsi menjadi kafe layak pada umumnya. Pemilik toko itu tetap menjadikan bisnisnya sebagai hidangan manis yang bisa dinikmati oleh semua kalangan tanpa terkecuali, dia yang hanya memiliki selembar uang pun bisa membeli roti dan kue dengan cita rasa yang khas itu.

    Dalam pencahayaan lampu yang samar-samar, Kano terbaring lemah di atas ranjang di rumah besar di ujung jalan menuju Jl. Maraya dan seluruh anggota geng motor Atlantis Aodra tidak berada di sana, seperti biasanya kumpulan lelaki itu akan menyambangi bar-bar yang menyimpan para wanita penghibur di dalamnya.

    "Ya dewa ... Malam ini saatnya untuk menarik benihmu kembali ke lautan untuk menjalankan tugasnya," seru seorang wanita yang memiliki sayap biru dan juga berekor dengan warna yang sama.

    "Tarik dia secepatnya," titah sang dewa penguasa lautan yang kini berada di singgasananya di atas langit.

    Setelah kejadian dua puluh lima tahun yang lalu, Dewa Baruna melambung ke atas dan terduduk di singgasananya yang ada di langit, dia tidak bisa beranjak dari posisinya sampai sang pusaka kristal biru kembali ke singgasanannya di dasar lautan Lanzeiruz.

    Dewa Baruna berusaha melindungi lautan seluruh muka bumi ini dengan pertapaannya di atas langit, dia memutar kehidupan dari atas agar seluruh umat manusia selamat dari malapetaka amukan sang laut.

    "Seret benihku kembali ke dasar lautan dan biarkan dia memahami posisinya, jika dia bukan manusia," urai sang dewa dari atas singgasananya.

    Para peri duyung menyaksikannya bersama-sama di dalam sebuah kolam berwarna merah muda. Sang pimpinan peri duyung menunduk dengan posisi salah satu kakinya ditekut dan berlutut.

    "Baik ya dewa ... Kami akan segera laksanakan perintah," sahut sang pimpinan peri duyung itu.

    Siluet biru mulai berkelana bagaikan benang kusut di atas kolam kecil berwarna merah muda setelah sang dewa tidak menampakkan dirinya lagi di sana, satu tangan sang pimpinan peri itu bertitar-titar dan kemudian dia tadahkan lalu dia tiup telapak tangannya itu.

    Asap putih bercampur dengan warna biru keluar menjelma menjadi kepulan asal yang keluar dari ruas jari-jari sang peri duyung tersebut. "Ciptakan sebuah mimpi untuk menariknya kembali ke laut Lanzeiruz di mana dia seharusnya berada," ucap sang pimpinan peri duyung.

    Kepulan asap itu merobek kolam merah muda yang tengah menampilkan sosok Kano Ratilal Skyrho yang terlelap dalam tidurnya dengan keadaan satu tangan tertidur di atas dahinya yang putih mulus.

    Alam bawah sadar Kano terjatuh pada mimpi yang telah dirancang oleh peri duyung itu, dalam balutan mimpi yang telah dibenci oleh lelaki itu, halimun hitam sayu-sayup mengunci alam bawah sadar milik Kano.

    "Ada di mana ini? Tempat macam apa ini ...?" seru Kano yang telah terjerat siluet biru dan membawa alam bawah sadarnya tenggelam pada singgasana sang pusaka kristal biru.

    Wilayah lautan bagian timur itu memang sengaja dibiarkan sama seperti dua puluh lima tahun yang lalu saat para mafia yang tergabung dalam komplotan mafia DCN itu menyerang dan membumi hanguskan singgasana yang dijaga oleh para duyung legenda.

    Kano berjalan seperti lamban sambil melucuti setiap sudut dari wilayah yang nampak tak karuan, benda-benda hancur berserakan di mana-mana, terutama kerang raksasa yang terlihat usang menjadi perhatian utama bagi netra Kano.

    "Kerang macam apa ini? Kenapa bisa usang separah ini, tetapi dia tidak hancur, bagaimana bisa?"

    Dari arah barat siluet biru yang berbalun-balun datang menghampiri tubuh Kano yang mematung dengan netra yang membeku di hadapan singgasana sang pusaka yang kini masih disembunyikan oleh Rainero, Mylan dan anggotanya.

    Sementara para peri duyung tidak mengetahui di mana letak persembunyian sang kristal biru itu. "Ini adalah wilayah sang duyung legenda, bangsa yang dipercaya untuk menjaga kekuatan kristal biru," celetuk seorang wanita berekor duyung dan juga memiliki sayap dengan warna yang sama—warna biru menyerupai lautan lepas di luar sana.

...----------------...

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ditunggu novel baru nya kak
Teriablackwhite: Terima kasih telah membaca Kak 🥰 ditunggu ya ...
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
fighting kak 💪
Teriablackwhite: Terima kasih 🥰 semangat juga ya
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
semangat kak
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
makin seru kak cayoooo 😁 💪
Teriablackwhite: Terima kasih akak 🥰🥰
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
seru banget kak

jangan lupa mampir di novel pertama qu


🙏
Teriablackwhite
Selamat membaca ya semuanya, semoga suka, jika ada kekurangan silakan berkomentar /Smile/
La
Semangat thorr
Qy ࿐
Tulisan nya rapih, dan bikin baper nih
Qy ࿐
luar biasa, jangan lupa mampir juga ya kak "Dibalik Pesona Dahlia"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!