⚠️ UNTUK 18TH KEATAS, BIJAKLAH DALAM MEMBACA!
Caleste seorang gadis Werewolf yang terlanjur "Having Fun" dengan seorang Vampire bernama Ian, ternyata dari hubungan terlarang itu Caleste hamil. Bayi Hybrid percampuran Werewolf dan Vampire.
Bayi yang menjadi ancaman kaum Werewolf, Vampire maupun Witch. Disisi lain Ian ternyata malah jatuh cinta dengan seorang manusia i'm, Freya gadis blonde yang merupakan seorang Psikolog.
Apa yang akan terjadi pada bayi Hybrid itu?
Read more...
"I'm Fallin Love With Devil"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vietha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25 | She's Must be Killed.
Kelanjutan cerita kemarin...
Setelah melakukan segala cara dengan sihirnya, akhirnya Claire menyerah, Tommy tidak dapat terselamatkan, ia sangat terpukul sampai pingsan karena kehabisan tenaga.
Daniel yang juga masih di sana segera memapah Claire dan membawanya beristirahat ke kamar atas.
"Dia takkan mempercayai ku lagi!" ucap Daniel sambil memapah Claire.
"Mungkin, tapi kau tak boleh menyerah padanya!" saut Gillbert yang berada di dekatnya.
Malam itu pun usai dengan kematian Tommy akibat tindakan Ian.
༶•┈┈⛧┈♛❃♛┈⛧┈┈•༶
Keesokan harinya Gillbert menjelaskan kejadian yang terjadi pada Caleste di ruang kerjanya.
"Orang Italia menyebut mereka Strega, masyarakat Afrika Barat menyebut mereka Aje, dan di sini mereka disebut Witch/Penyihir. Selama ribuan tahun Vampir bermusuhan dan berjuang di samping mereka, sihir leluhur mereka berlabuh di kota ini, belum ada penyihir mahasakti sebelum Claire, melihat apa yang bisa dia lakukan pada kami semalam!" jelas Gillbert pada Caleste yang terdiam menatap jurnal miliknya.
Tak lama datang Ian memasuki ruangan tersebut,
"Yang sekarang sudah disimpan, dengan aman, di bawah proteksi ku!" ujarnya sambil berjalan santai mendekati mereka.
Tentunya Gillbert hanya bisa tersenyum mendengar ocehan adik brutalnya, begitu juga senyum sinis dari Caleste di sana. Selang beberapa waktu terdengar kegaduhan dari lantai atas.
Braaaaaakkk...
"Go away!"
Teriak Claire yang sudah tersadar saat melihat Daniel masuk ke kamarnya dengan nampan berisikan makanan. Kini baik makanan dan Daniel sudah terpelanting ke tembok bilik itu.
"Oh, come on Claire kau pasti lapar, sejak semalam kau belum makan... " ucap Daniel yang terpotong.
"Sejak sahabat mu membunuh sahabatku?!" sambar Claire dengan emosi.
"Claire sorry aku menyesal apa yang terjadi kepada Tommy... "
"Aku menyesal kau tidak membenci Ian karena perbuatannya, atau enggan balas dendam!" sentak Claire lagi.
"Dia akan terima akibatnya nanti, tapi sekarang aku hanya ingin berdamai denganmu!" ucap Daniel meyakinkan.
"Why?! Supaya kita menjadi keluarga besar yang bahagia!" sentak Claire lagi sambil membanting barang-barang di sana.
Braaaakkk...
Braakkkkkkk....
Suara gaduh dalam bilik itu sampai terdengar di lantai bawah dimana Ian, Gill dan Caleste berkumpul.
"Well, sepertinya suasana diatas berjalan mulus!" ucap Ian dengan santainya.
"Kalau kau berusaha mendapatkan kepercayaan gadis belia itu dengan membunuh cinta sejatinya mungkin bukanlah ide yang bagus!" sambar Gillbert kepada adiknya itu.
"Okay, ada lagi kematian yang tidak menyenangkan yang mau kau tunjukkan padaku?!" saut Ian.
"Beri aku satu bulan, nanti akan ku tuliskan daftarnya!" balas Gillbert.
"Hahahahaha!"
Kekeh tertawa Ian. Suara gaduh dari kamar Claire pun masih terus terdengar. Akhirnya Ian memutuskan untuk melihatnya ke atas.
"Muda, tua, semua pasti akan mati, tapi Penyihir adalah sumber masalahnya!" ucapnya dengan senyum setan sebelum pergi meninggalkan ruangan bawah.
༶•┈┈⛧┈♛❃♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Setibanya di kamar Claire⚜️
"Ribut-ribut apa ini!" tegas Ian saat membuka pintu.
Tiba-tiba...
Uhuukk... Uhuukk...
"Claire!" sambar Daniel yang panik.
Tiba-tiba saja Claire batuk dan memuntahkan tanah dalam jumlah yang banyak dari atas ranjangnya.
"Oh, Damn! What is it?!" ucap Ian yang juga panik melihat kejadian itu.
Tak lama ada gempa bumi yang dahsyat mengguncang seluruh isi ruangan dan markas Vampir Ian. Mereka semua panik dan berkumpul ke luar ruangan.
"Oh damn Claire!" ucap Ian yang kesal.
༶•┈┈⛧┈♛❃♛┈⛧┈┈•༶
Selang beberapa waktu setelah Claire diberikan suntikan penenang, mereka semua berkumpul di bawah untuk membicarakan kejadian ini, termasuk memanggil salah satu Penyihir ke sana.
"Ini tidak masuk akal, bagaimana bisa gadis 16 tahun mengguncang seisi kota Alexandria, Virginia?!" ucap Ian yang kebingungan.
"Aku pernah melihatnya mengguncang Gereja, tapi aku belum pernah melihat kejadian ini!" sambar Daniel kemudian.
"Lalu bagaimana kau menenangkannya?!" tanya Ian.
"Tak perlu cara apapun, karena aku tak pernah membunuh pacarnya!" saut Daniel sinis.
"Well kita sudah melewati bagian ini, jadi bagaimana sekarang?!"
Tak lama masuklah Gillbert dengan Penyihir yang di bawanya.
"Ini urusan Penyihir, tentu kita harus tanyakan kepada Penyihir!" ucap Gillbert memasuki ruangan.
"Dia memuntahkan tanah terus menerus!" ucap Bianca kepada Sophie, salah satu Penyihir pemilik toko herbal.
"Oh my God, we have a big problem!" saut Penyihir itu dengan wajah tercengang.
"Jelaskan!" sentak Ian.
"Ku kira kita punya waktu banyak, tapi sepertinya ritual tumbal ke empat gadis itu harus di tuntaskan sekarang, gempa bumi itu adalah pertunjukan pertama yang akan kalian rasakan!" ujar Sophie si Penyihir.
"Kenapa kami harus mempercayai mu?!" tanya Gillbert kemudian.
"Claire menyimpan kekuatan dari 3 gadis tumbal selama berbulan-bulan, kekuatan yang seharusnya mengalir melalui tubuhnya untuk kembali ke bumi, kekuatan sebesar itu tidak di tujukan untuk satu orang, itu membuatnya celaka dan kita turut merasakan akibatnya!" jelasnya lagi.
Mereka semua yang berada di ruangan itu terdiam sejenak.
"Penghancuran dirinya akan melalui 4 tahap mewakili 4 elemen, pertama gempa bumi, kedua angin, kemudian air yang kemungkinan akan turun hujan badai dan yang terakhir api yang akan membakar seluruh kota, sekarang terserah kalian mau percaya atau tidak, yang jelas Claire harus menyelesaikan ritual nya, she's must be killed!" jelas Sophie lagi.
༶•┈┈⛧┈♛❃♛┈⛧┈┈•༶
Akhirnya Bianca mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada Claire beberapa saat kemudian, Claire yang juga kebingungan atas apa yang terjadi padanya menjadi semakin panik kini.
"No! They're liar! Mereka semua Penyihir itu berbohong, mereka memang sengaja ingin membunuh ku, mereka hanya ingin mendapatkan kekuatan ku!" isak tangis Claire yang semakin ketakutan.
"Tenanglah Claire, mereka bilang setelah ritual selesai kau akan di bangkitkan kembali, aku mengerti ketakutan mu seperti yang di rasakan Daniel!" ucap Bianca menenangkannya.
"Tidak, kalian semua hanya memanfaatkan ku!" teriak Claire kini.
"Claire, kau fikir aku tak mengerti apa yang kau rasakan sekarang?! Menurut mu bagaimana aku bisa menjadi Vampir, aku tau rasanya hidupku harus di renggut, aku pun sudah pernah merasakan kematian Claire, jadi sekarang tenanglah!" ucap Bianca di sana sambil memberikan suntikan bius penenang lagi kepada Claire.
Akhirnya Claire pun tertidur di sana. Semakin ia panik maka semakin besar angin bertiup sekarang, melihat seisi kota sudah berterbangan oleh angin kencang. Dengan kondisi ini baik Ian, Gilbert dan kaum Vampir di sana pun tak ada keputusan lain selain mengorbankan Claire.
Selang beberapa waktu Daniel pergi melihat Claire di kamarnya. Ternyata Daniel masih tidak setuju dengan mereka, Daniel sangat menyayangi Claire, ia tak ingin membiarkan Claire melalui ritual Penyihir itu.
"Aku takkan membiarkan mu mati Claire, aku takkan perduli lagi jika harus bertarung melawan Ian!" ucap Daniel di sana sambil melepaskan infus penenang yang melekat di tangan Claire.
Dengan cepat akhirnya Daniel membawa Claire yang masih tertidur pergi meninggalkan markas besar Ian.
༶•┈┈⛧┈♛❃♛┈⛧┈┈•༶
⚜️To be Continue⚜️
tak bisa berkata-kata 😎
apa talinya kendor ya...??🙄🙄