NovelToon NovelToon
Hasrat Presdir Ketus

Hasrat Presdir Ketus

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Romansa / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: IAS

Hasrat adalah sebuah keinginan. Keinginan dalam apapun. Tapi kata "hasrat" biasanya berkonotasi sedikit negatif. Kata itu selalu disandingkan dengan keinginan untuk bercinta.

Sedangkan bagi Abra Ishan Abinawa dia tidak mengenal kata itu. Dia tidak memiliki keinginan untuk berhubungan dengan wanita di usianya yang sudah tidak muda lagi, yakni 32 tahun. Menurutnya wanita itu sungguh ribet dan menyusahkan. Terlebih sebuah alergi muncul saat dia bersentuhan dengan wanita. Hingga dia bertemu oleh seorang gadis yang memanggilnya "Om".

Gadis cantik berusia 25 tahun bernama Ciara Kamila Prasojo itu selalu membuat Abra naik darah. Ada saja ulah Ciara yang membuat Abra kehabisan akal.

Apakah akan muncul hasrat dari Abra kepada Ciara?
Lalu kira-kira hasrat seperti apa itu?
Dan, bagaimana dengan alergi Abra?

Cerita ini pol ringan ya guys. Nggak akan ada konflik yang berat. So nikmati aja oke.

HAPPY READING
pict. by pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Presdir Ketus 25

Dapur Rumah Food Family, saat ini Ciara sedang berada di sana untuk memberikan design yang sudah dia buat kepada Arkatama. Arka juga menunjukkan semua sisi resto, ia juga menjelaskan bagian-bagian mana saja dari tempat itu yang akan diubahnya menjadi restoran yang inginkan.

" Sepertinya design yang aku buat masuk Bang. Coba Abang lihat dulu. Kalau ada yang kurang, Bang Arka bisa mengatakannya. Nanti aku akan revisi lagi," papar Ciara.

Arka menggeser laptop milik Ciara dan melihatnya dengan seksama. Ia tersenyum simpul. Dari dulu Ciara memang sellau hebat dalam hal menggambar.

" Semua sudah oke. Besok bisa dikerjakan ini," tutur Arka. Dia sungguh senang bisa menggandeng Ciara untuk mendesign restoran miliknya.

" Syukurlah, kalau gitu, aku pamit dulu ya Bang. Besok aku akan datang lagi untum mengawasi para pekerja."

" Cia, tunggu. Ci, apa kamu sungguh tidak ingat denganku?"

Pertanyaan Arka membuat Ciara mengerutkan kening. Ia sungguh tidak merasa kenal dengan pria yang saat ini duduk di depannya. Ciara terdiam lalu mencoba mencari sosok Arka di kenangan masa lalu nya. Tapi tidak ada wajah pria itu malah wajah Abra yang muncul. Aneh bukan, yang dicari siapa yang muncul siapa.

Ciara kemudian menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dia harus mengusir bayangan mantan bos nya itu sebelum membuatnya hilang kendali.

" Bagaimana Cia, apakah sudah ingat?"

" Maaf Bang, sungguh aku tidak mengingatnya. Apakah kita dulu teman kuliah, SMA, SMP, atau bahkan SD?"

Hembusan nafas berat keluar dari mulut Arka. Tampaknya Ciara sama sekali tidak mengingatnya, atau mungkin dia yang terlalu percaya diri untuk bisa diingat oleh Ciara.

" Baiklah aku akan mengingatkanmu, Aku Arkatama, dulu adalah ketua osis saat DI SMA. Aku kakak kelas satu tingkat di atasmu Cia. Dulu kamu pernah mengikuti lomba design sederhana dan aku pernah menemanimu," jelas Arka.

Ciara terdiam sejenak dan mencoba untuk mengingat kejadian yang sudah bertahun-tahun terlewat itu.

" Astaga Bang Arka, itu Abang kah? Si Ketua Osis idola para gadis. Bahkan para gadis dari kelas 1-3 semua menyukai Abang. Aaah aku ingat, saat Abang terpilih jadi ketua osis, semua gadis di sekolah berteriak. Ha ha ha, fans garis keras Abang tuh ngeriiii. Dan saat Abang nganter aku lomba waktu itu, banyak gadis yang menatapku tidak suka."

Arka tersenyum, akhirnya Ciara mengingatnya juga. Akan tetapi senyum Arka menguap. Ia langsung menunjukkan raut kesenduan.

" Maaf Ciara, karena waktu itu kamu jadi merasa kesulitan," sesal Arka.

" Halah Bang, nggak usah dipikirkan. Itu kejadian lalu. Lagi pula masa itu kan masa remaja yang masih saling tinggi emosinya. Wajar kan pada cemburu karena idola mereka menemani seorang gadis biasa. Ya sudah Bang, aku pulang dulu. Besok aku kembali lagi."

Ciara dengan senyumnya meninggalkan Arka yang masih berdiri mematung. Sudah dari lama Arka menyukai Ciara, tapi tidak ada keberanian dalam dirinya dalam mengungkapkannya. Baik dulu maupun sekarang.

" Apakah aku bisa mengejar mu sekarang? Dulu begitu sulit untuk dekat dengan mu karena aku tidak ingin kamu semakin kesulitan. Tapi sekarang, keadaanya berbeda dengan yang dulu. Aku tidak perlu takut atau khawatir lagi untuk mendekatimu."

Arka mengusap wajahnya kasar. Sudah lama sebenarnya ia ingin kembali mendekati Ciara. Tapi sang ibu berkali-kali menjodohkan dirinya dengan anak temannya. Namun hingga saat ini tidak ada yang berhasil.

Ciara langsung pulang ke rumah. Ada rasa yang hilang dalam dirinya saat ini. Di JD lumayan lama dan terbiasa dengan rutinitas kantor, kini dia lebih santai di rumah. Ciara sempat berpikir untuk bergabung pada sebuah perusahan design, tapi Ciara lebih suka begini yang tidak terikat dengan aturan. Dia juga bisa bebas untuk menerima job dari siapapun yang membutuhkan jasanya.

" Kok sepertinya ada yang mengawasi ku? Aish, jangan gede rasa Cia. Memangnya kamu siapa harus diawasi gitu. Jangan merasa sok penting."

Ciara langsung membawa mobilnya masuk ke dalam garasi rumah. Ia mengacuhkan perasaanya yang seakan diikuti.

" Halo Bos, target tidak melakukan apapun. Tapi dia baru saja bertemu seorang pria di sebuah tempat. Mungkin saja itu kliennya. Tapi mrk lumayan akrab. Saya akan kirik gambarnya kepada bos."

" Terus awasi, laporkan apapun tentang dia kepadaku. Haaaah"

Abra membuang nafasnya kasar. Saat ini dia sedang duduk di atas ranjang kamarnya. Abra sebenarnya sangat penasaran dengan apa yang dilakukan Ciara sekarang. Rasanya ia ingin sekali menghampiri Ciara, tapi kondisi tubuhnya sungguh tidak baik. Abra merasakan tubuhnya begitu lemas.

Tok! Tok! Tok!

" Sayang, bolehkah Mommy masuk?"

" Ya Mom, masuk aja," sahut Abra dari dalam kamar.

Sita menatap sendu pada salah satu putranya itu. Wajah Abra terlihat begitu pucat, sepulang dari luar kota itu ia terlihat seperti tidak sehat.

" Mommy bawakan buah, apakah mau?" tawar Sita.

Abra menggeleng pelan, dia yang awalnya duduk memilih untuk berbaring. Sita sedikit takut, kondisi saat ini sama seperti kondisi Abra yang saat itu saat SMA. Ia menawarkan kepada putranya untuk ke rumah sakit tapi tetap tidak mau.

Sita akhirnya memilih keluar. Ia mencari suaminya yang berada di ruang kerja. Sita lalu menceritakan kondisi Abra kepada Rama.

" Kalau tidak ingin ke rumah sakit, coba panggil Nataya saja. Mereka berteman, Abra pasti lebih nyaman jika putra Dokter Dika itu yang memeriksanya," usul Rama.

" Kamu benar Mas. Aku akan menelpon Nataya cepat. Semoga dia sudah pulang dari rumah sakit "

Sita sungguh khawatir. Ia sangat penasaran sebenarnya apa yang terjadi dengan putranya itu. Kali ini Sita harus cari tahu. Kejadian kali ini berbeda dengan saat SMA. Jika dulu saat seperti ini Abra tidak ada yang bersama Abra, tapi kejadian ini terjadi saat Abra di luar kota. Maka Sita bisa bertanya kepada Billy.

" Pasti Billy tahu apa yang terjadi. Jika ada yang ingin mencelakai putraku maka aku tidak akan tinggal diam. Jangan pernah mengganggu keluarga ku terutama putra-putraku," geram Sita. Sebagai seorang ibu dia punya feeling, bahwa kondisi Abra pasti disebabkan oleh sesuatu hal.

TBC

1
Sri Supriatin
sy baru tamat mau cari bbrapa karyamu Thor yg hlm dibaca 😍😍😍
Feri Nurlina
👍
ahyuun.e
ini serius thor? blasteran Inggris loh kok cuma 175 wkwkwk bercanda ya ya thor? minimal 180 thor tinggi blasteran selain Asia yah 😄 klo masih blasteran Asia it's oke 175 🙏
Damar Pawitra: hai kak, maaf ya Kak kalau nggak sesuai ekspektasi. hehhee.
yang nulis kurang riset 🤭. makasih ya atas kritiknya 🤗
total 1 replies
Jumi Eko
bagus
Susanti Susanti
Luar biasa
Midah Ahmad
cerita nya seru,ngak bertele tele jadi ngak bosan bacany..maaf baru nemu novel ini😊
Nurjannah Rajja
Coba aja Arka, lawanmu Othor loh...
Nurjannah Rajja
Aahhhh ayoooo....
Nurjannah Rajja
astaga sedang memindai siapa tau bawa heroin wkwkwkwk...
Nurjannah Rajja
cieeeee
Uba Muhammad Al-varo
Abra......./Grin//Grin//Grin//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Uba Muhammad Al-varo
bagus dan luar biasa
Mama Gezkara
Ya Allah.... ngelamar kq gak ada romantis romantisnya siiihhh
Andrea
/Heart//Heart//Heart/
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
Violet
Bagian family yg paling the best tp ada sedihnya jg sprti Abra pasti paham sedihnya hilang kebersamaan tiap harinya dgn kakak2 & adik, beneran deh sedih bgt bacanya pengen balik kecil lg biar bisa ngumpul bermain, bertengkar & tertawa bareng.
Terima kasih utk karyanya Kak, sehat2 slalu 🙏🏼💐💪🏼
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Nurhasanah Ibrahim
👍
Rosi Artika
Luar biasa
Dilan Febrian
makin seru sekarang kak.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!