Ibrahim harus terjebak dengan wanita yang hamil berstatuskan istri pria lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Selanjutnya yang terjadi Ibrahim menyeburkan diri bersama Gulla. Gulla yang sadar langsung mencengkram tubuh Ibrahim erat, sumpah ia merutuki suaminya. Ini masih terlalu pagi untuk berenang bahkan adzan shubuh belum berkumandang. Gulla memeluk erat tubuh Ibrahim seakan tidak mau melepaskan, ia kedingingan dan lebih parahnya lagi Gulla tidak bisa berenang. Ingin rasanya Gulla mengumpat ke Ibrahim, tapi ditahannya, jika ia melakukan itu dan Ibrahim melepaskan pegangannya, ia akan tenggelam.
Ibrahim terkekeh senang bisa mengerjai Gulla, ia senang melihat kepanikan Gulla. Ini menjadi hiburan untuknya, awalnya Ibrahim berniat hanya untuk mencium perut Gulla, berharap anaknya sudah tumbuh di dalam perut itu sekaligus ia ingin membangunkan Gulla, tapi melihat mata sendu itu bangun, membuat Ibrahim memiliki ide konyol itu. Sekali-kali ia menunjukan sifatnya yang lain pada Gulla agar hidupnya lebih berwarna, ia sudah bosan hidup dengan kesedihan dan melihat airmata di mata gulla, kapan lagi bisa melihat Gulla panik dan merengek seperti anak kecil. Ia ingin mata sendu itu berubah, tidak lagi menatapnya sendu tapi dengan berbagai macam ekpresi. Ia ingin menunjukan pada Gulla, jika mencintai seorang Ibrahim adalah sebuah kebahagian.
Gulla cemberut, ia menatap Ibrahim tidak suka, tapi tangannya tidak beranjak sekalipun melepas Ibrahim, ia takut mati konyol di kolam renang dan sialnya pria itu tidak merasa bersalah dengan tindakannya.
"Mas dingin, ayo ke atas, aku tidak bisa berenang." Rengek Gulla, ia meminta Ibrahim untuk berhenti bermain-main. Ibrahim mendengar itu, tapi ia sudut bibirnya terangkat memikirkan hal lain, Gulla melotot melihat senyum itu, ia tahu Ibrahim pasti merencanakan suatu hal padanya.
"Apa kamu mau berenang?" tanya Ibrahim seakan tuli dengan ucapan Gulla.
"Aku akan ajarkan."
"Bukan mas- tapi ak-ku" Gulla langsung panik ketika Ibrahim memeluknya erat lalu membawanya menyelam ke dalam kolam renang, tubuh Gulla semakin rapat memeluk Ibrahim, sumpah ia membenci pagi ini, napasnya sesak akibat air kolam. Ia bahkan memejamkan mataya tidak berani melihat apa yang terjadi di dalam.
"Buka matamu," bisik Ibrahim. Dengan berani Gulla membuka matanya, di saat itu ia melihat sosok lain Ibrahim di dalam air, sosok anak kecil jail yang terjebak dalam tubuh orang dewasa. Tanpa aba-aba Ibrahim mengangkat tubuh mereka ke atas lagi, tapi kali ini ia langsung melepaskan pelukannya pada Gulla.
Gulla panik, ia berusaha menggapai Ibrahim dengan kemampuannya yang minim. Demi apapun ia tidak bisa berenang. Ia panik tapi Ibrahim tertawa melihat itu.
"Mas, jahat, aku takut," Gulla memeluk erat tubuh Ibrahim, ia benar-benar takut.
"Maaf,"
"Mas kurang kerjaan jam segini masa berenang."
"Sejak kapan mas Ibra jadi jail begini," Ibrahim tersenyum, ia memeluk Gulla erat. Lalu kepalanya di taruh di bahu Gulla mereka masih berada di tengah kolam renang.
"Sejak bersama kamu, seorang Ibrahim Malik ingin melakukan hal yang tidak pernah ia tunjukan pada orang lain." Gulla tertegun, baru saja ia ingin menjawab tapi adzan shubuh lebih dahulu berkumandang. Lalu Ibrahim bergerak mendekatkan wajahnya mencium kening Gulla seiring irama suara adzan itu, gulla memejamkan mata merasakan kelembutan bibir Ibrahim di keningnya, keduanya terdiam mendengar adzan entah kenapa suara panggilan sholat itu terasa sangat merdu untuk keduanya.
"Ayo kita mandi, lalu sholat." Ibrahim melepaskan ciumannya dan mengangkat Gulla dari kolam renang.
ijin promo, mampir juga yukkkk
di " Cinta berawal dari kapal pesiar mr.police "
terimakasih... salam hangat 🤗