Apa salahnya dengan tubuh Aku yang gendut ini?
Apakah Aku pernah mengambil makanan kalian?
TIDAK PERNAH
Lantas Mengapa Kalian membully Aku?
Bahkan Kalian sampai memberikan nama julukan kepada Aku DinDut yang artinya Dinda Gendut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arlan Adinatha
"Orang yang lebih mencintaimu akan bertengkar setiap hari tanpa alasan."
Setelah mereka masuk melewati pintu pagar maka Si Siswa itu menutup serta mengunci kembali pintu pagar sekolah.
"Kalian semua ikut saya." Si Siswa itu melangkah terlebih dahulu.
"Baik kak."Mereka semua mengikuti Si Siswa yang melangkah menuju ke arah halaman sekolah.
"Kalian bisa cepat tidak jalannya."Teriak si Siswa tersebut.
Mereka membesar langkah kaki nya supaya segera tiba di halaman sekolah.Mereka sudah berada di halaman sekolah dengan posisi berdiri menghadap si Siswa tersebut.
"Kalian kenapa datang terlambat?"Si Siswa itu berbicara sambil melihat ke arah mereka satu-persatu.
"Saya terjebak macet kak."
"Ban motor saya bocor kak. "
"Tadi saya susah nyari angkutan umum."
"Ngisi bensin di SPBU antrian panjang, maka saya datang terlambat kak."
"Saya nganterin pacar dulu kesekolah nya maka nya saya datang terlambat."
"Kalau kamu kenapa datang terlambat?" Si Siswa itu melihat ke arah Dinda.
"Saya bangun kesiangan kak." Melihat Si Siswa itu melihat ke arahnya Dinda merasa malu menundukkan wajahnya.
"Apa kalian tahu peraturan di sekolah ini kalau datang terlambat akan mendapatkan sanksi?"
"Tahu kak."Mereka serentak berbicara.
"Kak kok aku gak di tanya alasannya datang terlambat."Si siswi itu mengacungkan jari telunjuk sambil berbicara.
"Kamu itu setiap hari datang terlambat dengan alasannya yang sama." Bola mata si Siswa itu menatap jengah kepada Si Siswi itu.Dia muak dengan si Siswi itu selalu saja mencari perhatian dia.
"Kak, hukumannya apa?"
"Kalian pungut sampah yang ada di halaman sekolah sampai tidak ada lagi sampah, apa kalian mengerti?"Tanya Si Siswa.
"Mengerti kak."Mereka serentak menjawab.
"Saat saya kembali lagi harus bersih tidak ada satu sampahpun."Setelah mengatakan itu Si Siswa berbalik badan lalu dia hendak melangkah pergi.
"Kak mau kemana?" Tanya Siswi itu.
"Bukan urusanmu.Kalian semua nunggu apa lagi segera punggut sampah."Si Siswa itu membalikkan badan, setelah itu Dia menyuruh mereka untuk memunguti sampah.
Tanpa menjawab ucapan si Siswa itu mereka memunguti satu persatu sampah yang ada di halaman sekolah. Si Siswa itu kembali membalikkan badan lalu dia melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut.
Setelah punggung Si Siswa itu tidak terlihat lagi, maka si Siswi itu membuang sampah berada di tangan.
"Ah kan tangan ku jadi kotor."Siswi itu mengibas kedua tangannya terdapat pasir. Dia melihat kedua telapak tangannya terdapat pasir.
Mendingan aku cuci tangan ke toilet sekolah
Saat Si Siswi itu sudah melangkah pergi.
"Hei, kamu mau kemana?"
"Aku mau ke toilet." Si Siswi itu berhenti melangkah lalu dia menoleh ke belakang.
"Mau ngapain kamu ke toilet?"
"Aduh perut ku mulas nih." Si Siswi itu memegang tangan sambil memegang perutnya.
"Aku ke toilet dulu."Si Siswi itu membalikkan badannya lalu dia terburu-buru melangkah pergi.
"Heleh, itu pasti alasan dia biar bisa kabur dari hukuman."
"Gak heran, dia memang seperti itu."
"Giliran di hukum dia pasti kabur."
"Itu yang ngasih kita hukuman siapa?" Dinda yang penasaran akhirnya bertanya kepada mereka.
Mereka terkejut mendengar pertanyaan Dinda.
"Apa kamu tidak tahu dia siapa?"
"Tidak tahu maka nya aku nanya, memang dia itu siapa."
Proookk Proookk
Salah satu dari mereka tepuk tangan mendengar ucapan Dinda.
"Daebak."
Dinda yang mendengar ucapan si Siswi itu keningnya berkerut.
"Apa kalian tidak ada yang mau memberitahu aku?"
"Aku akan memberitahu kamu."Satu-satunya Siswa di situ akan bicara.
"Dia itu ketua OSIS."
"Ternyata dia itu ketua OSIS, siapa nama ketua OSIS kita?"
"Baru ini aku menemukan siswi yang tidak tahu nama ketua OSIS nya."
"Padahal ketua OSIS itu Siswa yang paling populer nomor pertama di sekolah kita."
"Jelas saja dia populer, dia siswa tertampan nomor satu di sekolah ini. Selain tampan dia juga pintar, pendiam, tegas, bertanggung Jawab, dan kharismatik."
"Namanya adalah Arlan Adinatha."
...~ Bersambung ~...