NovelToon NovelToon
Married With Mafia

Married With Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis
Popularitas:284.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rizkaaa

Terbit : 10 July 2020
Nama Author : Rizkaa
SLOW UPDATE!



Kehidupan mengajarkan kita untuk terus berjuang, sama halnya dengan gadis bernama Crystal. Ia hidup dengan penuh rintangan, kebohongan, ketakutan, dan terakhir yaitu kehilangan.

Saat ia sudah hampir merasakan bahagia, dunia seolah membalikkan kehidupan Crystal secara paksa. Ketakutan karna diancam dan kehilangan seseorang yang dicintainya, Crystal juga sudah melewatinya.

“Mom akan terus melindungimu, son.”

Kata terakhir sebelum ia benar - benar pergi dan kehilangan cintanya.



Ikuti terus ceritanya dan jangan lupa tinggalkan Like , Komen dan Votenya ya guys:)

Yuhuuu....
Enjoy baby!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizkaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saling terbuka

“Apa yang mereka bicarakan? dan mereka terlihat sangat serius ketika melihat laptop itu.” Crystal dibuat penasaran saat melihat Harry dan Daniel berdua, ruangan Harry memang menyatu dengan milik Crystal. Tapi batas kaca itu tidak bisa menembus suara.

Karna didera rasa penasaran, akhirnya Crystal memutuskan untuk menemui Harry diruangannya. Meskipun Crystal tau Harry saat ini tidak ingin diganggu.

“Harry kalau aku boleh tau, apa yang kalian bicarakan. Sepertinya kalian berdua sangat serius?.” Crystal menyentuh pundak Harry, tapi mata pria itu tetap terpejam.

“Harry, apa ada masalah?.” Crystal menepuk pundak Harry berulang kali. “Kau baik - baik saja?.”

“Iya! Aku baik - baik saja, aku hanya lelah. Pergilah!.” Suara Harry meninggi tetapi matanya tetap terpejam.

Crystal terkesiap mendengar suara Harry yang meninggi. “Oh syukurlah, maaf mengganggumu.” Crystal kembali keruangannya dengan perasaan bingung.

Apa aku salah mengkhawatirkanmu? aku hanya bertanya dan aku tidak bermaksud mengganggumu.

Crystal kembali mengubur dirinya dalam berkas - berkas yang belum ia periksa. Ia tidak mempedulikan bagaimana sikap Harry tadi padanya.

*

Saat jam pulang kantor, Crystal tidak pulang dengan Harry melainkan ia pergi bersama Berlin. Crystal berusaha melupakan sikap Harry tadi.

“Astaga Crystal, kau seharusnya tidak meninggalkan Harry dalam keadaan seperti itu.” Berlin menggeleng kepalanya. ”Sekarang dimana dia sekarang.”

Crystal mengedikkan bahunya, “Aku tidak tau, tadi aku meninggalkan ruangannya begitu saja.” Crystal kembali menyeruput kopinya.

“Baiklah, kita lupakan masalah itu. Aku mau menanyakan sesuatu padamu.” Berlin menatap wajah Crystal serius, Crystal mengangguk sebagai jawaban. “Apa kau tau siapa Joenathan itu.”

Crystal tersedak minumannya sendiri. “Kau benar - benar tidak mengetahui siapa Joenathan?.”

Berlin menggeleng. “Aku benar - benar tidak tau.”

“Dia adalah sepupu Harry, ayahnya adalah adik dari ayah Harry. Joenathan Smith, apa kau lupa dia suka berkunjung ke kantor Harry?.” Crystal bersedekap, ia kembali melanjutkan meminum kopinya.

Berlin membelalakkan matanya, “Yatuhan, aku sudah berbicara tidak sopan padanya!.”

“Apa yang kau ucapkan padanya?.”

“Apa mencapnya sebagai buaya yang lapar.” Berlin menepuk jidatnya sendiri, “Dan aku menolak untuk diantar pulang.”

Crystal terkekeh pelan. “Kau pasti menyesal, asal kau tau saja dia adalah pria yang di idam - idamkan semua wanita di London.”

“Yah, aku pernah mendengar namanya tapi aku lupa wajahnya.” Berlin menampakkan deretan giginya yang rapi. “Aku tidak mau bertemu dengannya lagi, aku merasa malu.”

“Tepat sekali, dia pasti akan menertawakanmu karna kau sudah mengejeknya dan mencap orang sembarangan.” Crystal melirik arloji yang melingkar ditangannya. “Ayo kita pulang, sudah sore aku tidak mau menjadi menantu yang tidak baik.”

“Baiklah, Tuan Putri yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri. Aku menurut padamu.” Berlin terkekeh geli.

Crystal memanggil pelayan untuk meminta bilnya, Crystal membayar kopi mereka berdua. “Tidak perlu mengantarku pulang, aku akan naik taxi saja. Sebentar lagi gelap dan aku tidak mau kau pulang terlalu malam.”

“Iya, tapi kau hati - hati. Apa perlu aku memanggil Harry untuk menjemputmu?.” Berlin dan Crystal sudah menuju parkiran mobil.

“Tidak perlu, aku bisa jaga diri. bye sampai jumpa.” Crystal melambaikan tangannya kemudian menghilang dari jangkauan Berlin.

**

Setelah hari yang melelahkan bagi Crystal, ia pun memutuskan untuk berendam didalam bathup dengan tambahan aromatherapy yang baunya menyengat memasuki indra penciuman.

Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bersikap dingin padaku.

Sekitar 30 menit Crystal merendam tubuh serta gejolak hatinya, ia kini sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidur yang lengkap. Crystal menyadari bahwa sedari tadi kamar itu kosong. Crystal pun akhirnya turun kebawah untuk mencari tau dimana Harry berada.

“Grace, apa kau melihat Harry?.” Crystal duduk disofa berhadapan dengan Grace.

“Iya, tadi Kakak pulang langsung masuk lagi kedalam ruang kerjanya. Aku tidak tau apakah dia sudah keluar atau belum, kalah kau penasaran lihat saja kesana.” Grace tidak mengalihkan pandangannya pada televisi yang menayangkan sinetron.

“Baiklah.” Crystal meninggalkan Grace sendiri yang sibuk dengan cemilan serta sinetronnya.

Tok... Tok... Tok...

Crystal membuka sedikit pintu ruangan itu, ia mengintip dari balij pintu. Harry tertidur dengan kepala yang menyandar pada kursinya, tangannya tetap berada diatas meja kerjanya.

Crystal menghampiri Harry, ia menepuk berulang kali pipi Harry sampai akhirnya Harry terbangun. “Kenapa kau tertidur disini?.” Tanyanya lembut.

Tanpa menjawab pertanyaan Crystal, Harry justru menarik Crystal dalam pelukannya. “Aku hanya sedang memikirkan sesuatu.”

“Apa itu masalalumu? Apa kau memikirkan musuhmu itu?.” Crystal mendongak, menatap intens wajah pria tampan tersebut tanpa berkedip.

“Darimana kau tau, aku tidak pernah menceritakan apapun padamu.” Harry tetap memejamkan matanya, sementara tangannya terus saja mengusap punggung Crystal.

“Mommy menceritakan semua masalalumu, termasuk wanita itu.” Suara Crystal nyaris tak terdengar. “Dan kata Mommy kau tidak bisa melupakannya.”

“Bukan tidak bisa, aku hanya belum melupakan seutuhnya. Karna kau sudah tau masalaluku apa kau tidak mau menceritakan masalalumu?.” Harry perlahan membuka matanya, ia melihat wajah Crystal yang khawatir.

“Aku tidak bisa menceritakannya.” Crystal mengeratkan pelukannya pada Harry, tangannya mulai dingin dan gemetar. “Itu tidak penting.”

“Bagiku itu penting, karna kau akan menjadi istriku dan aku akan menjadi bagian dari hidupmu.” Harry mengangkat dagu Crystal perlahan. “Apa kau tidak mau saling terbuka?.”

Crystal hanya diam, lidahnya kelu, ia tidak bisa menceritakan kejadian buruk yang menimpanya itu pada Harry. Crystal takut Harry juga akan meninggalkannya seperti Arnold dulu, Crystal tidak yakin jika ia menceritakan semuanya apakah Harry masih mau menikahinya atau tidak.

Harry mengecup bagian diantara kedua alisnya. “Sayang, apa kau meragukanku?.”

“Aku takut kau meninggalkanku sama seperti dia.”Air mata yang tanpa permisi itu pun merembes keluar, Crystal sudah tidak bisa menahannya lagi. Setelah pertemuannya dengan Arnold, Crystal kembali mengingatnya.

“Tidak perlu menceritakannya, aku sudah tau semuanya. Aku tau itu bukan kesalahanmu, kau dijebak oleh adik tirimu sendiri. Mereka berdua akan mendapat balasannya.” Harry mengecup dahi Crystal berkali - kali. “Lupakan kejadian itu, kita akan mengirim hadiah saat pernikahan mereka nanti.”

“Kau akan mengirim apa?.” Tanyanya dengan suara parau. “Kurasa kita tidak perlu menghadiri pernikahan mereka.”

“Kau masih mencintainya?.”

“Tidak!.”

“Kita akan menghadirinya sayang, kau adalah bagian dari keluarga mereka. Tuan Robert adalah Daddymu, kalau kau tidak menghadiri pestanya sampai selesai tidak apa - apa setidaknya kau menghargai Daddymu.” Crystal hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Maafkan aku, tadi siang aku tidak bermaksud untuk membentakmu. Aku tadi hanya memikirkan hidupmu dulu yang tidak pernah merasakan kebahagiaan.” Harry kembali mendaratkan kecupannya.

“Iya, aku mengerti. Lalu hadiah seperti apa yang akan kau kirimkan nanti?.” Crystal melepas pelukan mereka, tatapan keduanya terkunci untuk waktu yang lama.

“Kau akan mengetahuinya nanti, jangan pikirkan itu. Lebih baik kita tidur sekarang.”

Harry mengangkat tubuh Crystal ala bridal style, ia membawa Crystal kedalam kamar mereka kemudian tidur bersama seperti malam - malam sebelumnya tanpa melakukan apapun.

-

Buat yang nanya,

A : Thor kenapa Crystal sama Harry tidurnya berdua terus? Emang kamar dimansion Harry ga banyak?.

B : Kamar dimansion itu memanglah banyak, tapi author lebih suka mereka tidur bareng biar kesannya tuh kaya romantis gitu. Dan emang mereka tinggalnya diLondon ibukota inggris jadi ga ada larangan dong!.

Sett jangan lupa tap jempol kalian, berikan komen dan vote juga. Plis ya baby Author butuh banget vote kalian.

Enjoy baby!

1
Daia
lanjut lagi
Fey SheWolf
ceritanya bagus thor tapi sayang hax awal saja ketika sang kakek blm muncul 😏 setelahx menjadi rusak menurut saya karena dzn yg saya nilai chris itu lebih mirip ke istri indosiar yg lemah 🤣
Fey SheWolf
salah satu mafia bodoh setelah Damian terdapat di novel ini 🤦🏼‍♀️ sekian banyakx novel mafia yg gw baca bru 2 novel ada mafia bodoh yg hobby selingkuh dan sering terjebak dlm urusan ranjang 🤣 dimana mana mafia itu kalo sdh jatuh cinta gak mudah dkt dgn wanita lain thor termasuk sahabatx 😏
Yesintha Ginting
semangat thorrr
I am bad
kok jadi teringat Sean ya😕
Cuni Cuni
i❤️ momi
Mlly Ferli
mulai ada getaran ya harry
Fitriani Fitri
lanjut thorrr.......jangan di dengarkan orang sirik itu thorrr....
Nengah Oka
Candra putri cantik banget.
regra amanda
lanjut thorr
Nengah Oka
novel ya bagus
cuman terkesan buru² cerita ya
GK ada pagi siang MLM,
Tri Maryati
nyimak thor
Mien Mey
ah bodoh kabur mlh blik lg
Daia
Lanjut🙏
Daia
lanjut🙏
Daia
lanjut thor🙏
Ruron kristina
ljt thor
Daia
lanjut
Marny Ritto
semangat up nya thor
Dwi Handayani
semangat othor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!