Prolog
Ini mencerita kan kisah Kayla putri purnama dan Karel Albert purnama yang bertransmigrasi ke dalam novel "Bucinnya anak SMA ".
Kayla menjadi tokoh antagonis yang akan mati dengan tragis ,sedangkan sang adik menjadi tokoh figuran yang miskin mempunyai hidup yang kelam dan sahabat dari tokoh utama pria.
Adik laki-laki yang sangat menyebalkan nya merupakan pembully di sekolah.dan setiap hari pasti ada peringatan dari guru bk,tentu saja Kayla yang selalu menyelesaikan nya.
Berbeda dengan sifat sang adik yang hiperaktif ,Keyla adalah orang yang cuek dan dingin kecuali bersama adiknya.
Adiknya yang mempunyai trauma membuat Kayla memanjakan nya ,apapun yang Karel mau pasti terpenuhi.namun ,karena Karel seorang pembully.seorang siswa yang pernah menjadi korban mencoba balas dendam kepada mereka berdua dan dengan tragis nya Kayla dan Karel meninggal tertabrak mobil saat ingin pergi ke Alfamart.
Dan entah sial kenapa Kayla terjebak di dalam tubuh antagonis kejam bersama sang adik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Balapan
"Besok hari minggu, kita liburan yuk!" Ajak Laura.
Sekarang keluarga kecil Robert sedang berkumpul di ruang tamu, setelah makan malam. Mereka memutuskan untuk menonton televisi terlebih dahulu. Salah satunya adalah Kevin, yang di paksa Laura untuk bergabung.
Zein berpikir sejenak, "Boleh kalau anak-anak mau."
"Gimana?" tanya Laura.
"Kayla mah kepengen nya rebahan aja deh." Tolak Kayla, ia ingin hari liburnya hanya untuk bersantai di kamarnya, contohnya rebahan.
Laura mencibir nya, anaknya ini introver sekali. "Sesekali kamu harus main dong, sama teman seumuran kamu. Jangan di rumah mulu. Jangan-jangan kamu gak punya teman."
Kayla hanya menatap ibunya sebentar, "Kalau iya kenapa?"
Laura melotot, "Lihatlah Zein sifat putriku menurun dari mu, ini tidak adil. Bahkan tatapan kalian berdua pun sama."
Zein terkekeh kecil, benar yang di katakan Laura, putrinya itu menuruni sifat dari nya. "Tentu saja, bahkan kecantikan nya menurun dari ketampanan ku."
Kevin yang berada di sisi lain mencibir nya, dasar narsis.
"Dasar! Padahal aku yang melahirkan nya." Gerutu Laura, membuat Zein geli dengan tingkah sang istri yang masih kekanak-kanakan.
"Sudahlah, berhenti membahas ku." Ucap Kayla.
"Daddy, siapa yang mengantarkan aku ke dalam kamar? Padahal setahu aku, sedang tertidur di mobil." Tanya Kayla.
Kevin yang mendengar itu mengernyit, memang nya itu penting.
"Tidak penting siapa yang membawamu ke kamar mu."
"Gw gak nanya sama Lo." Ucap Kayla.
"Memangnya kenapa sayang?" tanya Zein, ia tidak ingin memberi tahukan putrinya, kalau Kevin yang mengantarkannya.
Kayla menggeleng, "Tidak ada apa-apa. Kayla hanya terkejut saja dad, saat bangun-bangun sudah ada di tempat tidur."
"Oh, lain kali jangan tertidur di mobil ya."
Kayak mengangguk, "Tadi Kayla hanya kelelahan dad, makannya tanpa sadar ketiduran."
"Apa kamu mempunyai masalah di sekolah mu?" tanya Laura.
"Sedikit, tidak masalah. Hanya masalah biasa." Jawab nya.
Kevin menatapnya datar, Kevin kira Kayla akan memberitahukan kepada, kedua orangtuanya mengenai kejadian di sekolah. Jangan kalian pikir Kevin tidak mengetahuinya, Kayla sempat berurusan dengan ketua Black Lion, bahkan Kayla juga menghajar perempuan yang di juluki Queen bullying itu.
Dari mana Kevin mengetahuinya, tentu saja karena Kevin melihat dengan kedua matanya.
Meski Kevin tahu, tapi ia tidak berniat membantu nya, karena sepertinya Kayla tidak membutuhkan bantuan sama sekali. Malah gadis itu terlihat tidak gentar, dan membalas perkataannya.
"Daddy, Mommy Kayla pergi duluan ke atas, kay sudah mengantuk." Ucap Kayla.
"Baiklah sayang selamat tidur, mimpi indah ya." Laura mengecup kening putrinya.
"Selamat tidur, sayang." Zein juga ikut mengecup kening putrinya.
"Baiklah, kalian juga jangan terlalu larut malam, cepatlah tidur." Ucap kayak.
"Saya juga mau tidur, selamat malam." Ucap Kevin beranjak pergi, ia tidak mau berlama-lama berdekatan dengan Zein yang sangat manja dengan istrinya.
"Baiklah, pergilah bocah! Kau mengganggu." Usir Zein.
Saat Kayla hendak membukakan pintu kamarnya, namun seseorang menahannya.
"Saya ingin berbicara dengan mu."
Mendengar suara yang di kenalnya, Kayla membalikkan tubuhnya untuk melihat orangnya.
"Gak! Gw lelah pengen tidur." Tolak Kayla, ini sudah larut Kayla tidak mau berduaan dengan pria di depannya itu.
"Sebentar," ucap Kevin, sedikit memaksa.
Kayla menatapnya tajam, "Hal penting apa yang mau lo omongin, kalau gak penting gw gak mau."
"Ini penting," jawab Kevin cepat.
"Okey, gw dengerin sekarang. Apa yang penting?"
"Tapi, kita bicarakan di dalam kamar mu saja." Ucapnya, yang mendapat tatapan tajam dari Kayla.
"Ngelunjak Lo ya! Gak mau, gw nolak. Gw mau tidur."
"Sebentar!" tekan Kevin.
Kayla menatapnya lelah, " Okey. Tapi Lo jangan macam-macam sama gw."
Kayla membuka pintu kamar nya dan mempersilahkan Kevin ikut itu masuk.
Mereka berdua sekarang sedang duduk di kursi.
"Apa yang ingin Lo bicarakan sama gw."
"Jangan dekat-dekat dengan mereka." Ucap Kevin.
Kayla tidak mengerti dengan apa yang pria itu katakan. "Siapa yang lo maksud?"
"Mereka Black Lion, apalagi dengan gadis yang menabrak mu itu. Jauh-jauh dari mereka, kau bisa terkena masalah di masa depan."
"Alasannya, gw butuh alasan?"
"Bagaimana jika saya mengatakan kalau saya bisa melihat masa depan." Ucap Kevin, membuat Kayla terdiam.
Kayla tertawa, "Haha...lawak lo?"
"Saya serius dengan apa yang saya ucapkan, saya tidak masalah jika kau tidak percaya. Lagi pula saya sudah memperingati mu."
Kayla terdiam dan mulai menatap serius, "Gw pengen nanya, apa yang terjadi di masa depan?"
"Kau akan mati di tangan seseorang, yang entah siapa."
Deg
*****
Sekumpulan remaja tampak berkumpul bersorak, menyaksikan siapa yang akan memenangkan balapan kali ini. Entah remaja perempuan atau laki-laki, mereka semua bersorak heboh menyaksikan perselisihan sengit antara ketua Geng motor Black Lion dan ketua geng motor Cobra.
Balapan kali ini di khususkan untuk para leader, untuk membuktikan siapa yang paling berpengaruh dan berkuasa di jalanan.
Para reader yang mengikuti balapan ini terdiri dari ketua Black Lion, Cobra, Dragon, dan Silver. Mereka adalah geng terpengaruh, yang memperebutkan posisi pertama yang selalu di laksanakan setiap tahunnya.
Teriakan-teriakan mulai terdengar dari kaum hawa yang meneriaki idola mereka.
"Devano semangat!"
"Xion berjuanglah!"
"Gila, mereka berdua sama-sama hebat." Heboh nya.
"Menurut Lo siapa yang bakalan menang kali ini." tanya nya.
"Devano lah, dia raja jalanan."
"Xion juga gak kalah hebatnya, Lo liat kayaknya Devano kewalahan juga."
Di sisi lain, pertarungan sengit di antara ketua geng Black Lion dan ketua geng Cobra.
Devano melihat di depannya yang terdapat Xion yang sedang memimpin, tanpa memberinya celah untuk menyalip.
Xion yang merasa musuhnya sudah kewalahan tersenyum miring,"Kali ini gw yang bakalan menang."
Area Finish sudah terlihat di depan matanya, sebentar lagi. Xion akan memenangkan pertandingan ini, kali ini Xion tidak akan mau mengalah lagi untuk bedebah Devano itu.
"Sial! Kita bakalan kalah." Panik Erka, saat melihat posisi xion yang sudah di depan matanya.
"Jangan panik, gw yakin Devano bakalan menang." Ucap, Gara. Gara sangat mengenal Devano si raja jalanan yang sulit di taklukan. Gara yakin, Devano sedang menyusun rencana.
Dava menatap cemas Devano yang tertinggal jauh, bahkan pembalap lain mulai menyusul. Black Lion sudah memimpin jalanan bertahun-tahun, jika saat ini Devano kalah. Black Lion akan terinjak-injak dan di permalukan di sini.
Karena setiap 5 tahun sekali, ketua dari masing-masing geng motor akan mengirim kan ketua mereka ke arena balap untuk menentukan siapa yang layak menjadi pemimpin. Dan setiap generasinya geng black Lion selalu memimpin jalanan dan membuat orang-orang segan.
Berbeda dengan teman-teman nya yang merasa cemas, Teo nampak santai dan malah bergurau dengan wanita-wanita yang di temui nya.
"Sialan Teo! Lo do'a kan ketua Lo biar menang dong, bang***." Sentak Farka, merasa enek melihat temannya yang satu ini agak lain.
Teo memutarkan bola mata nya malas, "Lebay, kalian kayak yang gak tahu aja Devano kayak gimana?"
"Tetep aja gw tegang anj***!" Sentak Erka.
Devano melihat motor-motor di depannya dengan tersenyum sinis, ia sangat tertinggal jauh dengan mereka semua terutama dengan musuhnya Xion.
Devano dapat melihat mereka yang tengah berlomba-lomba untuk memenangkan pertandingan ini, namun tanpa mereka sadari mereka membuka celah untuk dirinya.
Sekali lagi, Devano menyeringai kecil. "Let's play!"
"Kita lihat, siapa yang akan memenangkan permainan ini?"
Bersambung...
jgn lpa mampir di PSM ya
Pesona Sang Majjkan
Makasih