NovelToon NovelToon
Keira Kaureen

Keira Kaureen

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:56.6k
Nilai: 5
Nama Author: lyn98

no deskripsi

langsung baca aja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lyn98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

Keira duduk mengamati kota jakarta dipenuhi oleh kelap kelip lampu, baik itu dari rumah, gedung gedung tinggi bertingkat, maupun kendaraan yang berlalu lalang. sudah hampir dua jam lamanya ia menghabiskan waktunya duduk diatas atap gedung yang sudah terbengkalai sembari menikmati pemandangan kota jakarta pada malam hari

Sepulangnya dari rumah Shinta, bukannya kembali ke rumah, Keira malah mengendarai motornya tak tentu arah, mengelilingi kota jakarta hingga lupa waktu, berharap dengan begitu pikirannya bisa teralihkan, dan terdampar ditempat ini untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah dan mengisi perutnya yang lapar

Namun tetap saja, Penjelasan Shinta dan ucapan mbok Ina terus terngiang-ngiang memenuhi isi kepalanya, rentetan kata yang keluar dari kedua bibir wanita tersebut terus berputar berputar dan membuatnya sesak. perbuatan ayahnya sampai kejanggalan kecelakaan ibunya yang mungkin saja berhubungan dengan kasus terakhir yang ditangani meggie,

Semua rahasia terungkap justru membuat Keira bingung menanggapi hal tersebut, bagaimana dia bersikap didepan ayahnya. menunjukan kemarahan karena papanya tega berselingkuh dengan orang lain, apa dengan begitu papanya merasa bersalah, tentu saja tidak, mungkin saja Keira malah diusir dari rumah

menyaksikan sikap dingin papanya selama ini, sudah jelas Abimanyu tidak merasa bersalah sama sekali, entah alasan apa lelaki paruh baya itu mau mengambilnya kembali dari panti asuhan yang pasti dirinya merasa kecewa

Bahkan setelah beberapa jam menghilang tidak ada sama sekali yang mencarinya atau sekedar menghubunginya, hanya satu orang yang sejak tadi menelpon dan mengiriminya banyak pesan

"hallo Van"

"kamu dimana Keira, kamu tidak apa-apa kan, tidak terluka?" Cerocosnya memberondong pertanyaan

Hening sesaat. Keira mendongakan kepala, pertanyaan nevano entah kenapa membuat matanya memanas "gue ngga papa" tuturnya seraya menyeka sudut matanya

"jangan matikan hpmu, aku akan kesana sekarang"

sambungan telepon terputus, Keira mendesah panjang kembali menaruh henponnya disampingnya. Selang beberapa menit, kepalanya menunduk melihat sebuah mobil yang berhenti didepan gedung. Seperti orang dia kenal,

"nevan" Keira berdiri dari duduknya, tubuhnya berbalik ke belakang melihat nevano yang kini berdiri tak jauh darinya, tengah mengatur napas akibat berlari menaiki anak tangga

Nevano menegakan tubuhnya, berjalan mendekat "ayo turun, berbahaya jika kamu terus disitu" ajaknya sembari tangannya terulur ke atas menunggu Keira untuk meraihnya

"disini ngga bahaya sama sekali" tolak Keira membungkuk mengambil henponnya, namun karena licin benda tersebut malah tergelincir dan jatuh ke bawah, karena tindakan spontannya ingin menjangkau henpon tersebut membuat kakinya berada diambang batas rooftop

"Keira" seru nevano panik "turun sekarang" tekannya memerintah

"ok, tapi gue bisa sendiri" seperti biasa Keira dengan sikap keras kepalanya "ada kursi tadi disana"

"terlalu lama, pegang tanganku saja biar nanti aku yang bantu kamu turun"

menatap lama dengan menimbang nimbang, Keira akhirnya mengangguk meraih tangan nevano dan duduk  berusaha menurunkan kakinya ke lantai, tapi tiba tiba saja tangannya ditarik, dipindahkan pada bahu nevano, tubuhnya diangkat sangat muda, lalu kemudian nevano menurunkannya

"lain kali balas pesan ku walau singkat, atau seenggaknya beritahu lokasimu, supaya aku ngga khawatir Keira, aku hampir saja menyuruh taylor untuk membajak semua cctv untuk mencarimu" ucapnya

"terimakasih" balasnya, setidaknya ada satu orang yang peduli padanya. Keira tersenyum tipis lalu melangkah kakinya menuju tangga

nevano menyusul berjalan beriringan dengan keira "buat apa berterima kasih, karena tadi membantumu turun?" tanyanya

tangan Keira memutar knop "bukan, karena udah peduli sama gue. lain kali gue bakalan balas pesan Lo" pungkasnya menarik pintu dan masuk kedalam, menuruni tangga diikuti nevano dibelakang

"aku pegang janji kamu"

Keira mengangkat bahunya acuh. Membiarkan saja, toh dia tidak berjanji sama sekali. menuruni anak tangga satu persatu dari lantai gedung bertingkat 4,

"tadi saat persidangan kamu ngga datang!"

langkah kakinya berhenti, hanya sebentar tak lama kemudian Keira kembali bergerak turun "lusa, gue bakalan datang untuk menjadi saksi" tubuhnya berbalik menghadap nevano "menurutmu kita Bisa menang?"

Lelaki itu tak menjawab "sepertinya kalah" gumam Keira melanjutkan

tangan nevano mengambil henpon dari balik jasnya, sebuah pesan email dari Taylor, netranya melirik Keira yang sudah menjauh, membuka pesan tersebut dengan dahi berkerut

Keira berbalik tidak mendapati nevano, tak lama kemudian lelaki itu muncul "jalan Lo lambat" hardiknya menarik pintu mobil dan masuk kedalam

Mobil berjalan perlahan meninggalkan area gedung

"tadi kamu kemana seharian?. aku bertanya Sama teman teman kamu bahwa tidak ada jadwal kuliah hari ini" tanya nevano memulai pembicaraan, mengecek kebenaran berita yang baru saja dikirim taylor

"bertemu teman" jawabnya asal

Helaan napas terdengar, nevano mendesah "Keira, kamu ingin menangkap arka?" tanya nevano tiba tiba

"tentu saja, dari awal gue pengen arka dipenjara"

Netranya melirik Keira sebentar lalu kembali menatap kedepan "aku tau kamu ketemu polwan itu, aku akan mengajak kamu bertemu orang lain, dia satu satunya orang yang bisa memenjarakan Marvin, target kamu bukan arka lagi tapi papanya"

Kepalanya menoleh kesamping, matanya terbelalak "dari mana Lo tau, tidak, dari mana Lo menyimpulkan bahwasanya target gue bukan lagi ke arka, tapi papanya," herannya "Lo tau tentang mama gue"

"maaf Keira seharusnya dari awal aku kasih tau kamu, tapi papa kamu melarang, dia berbohong bahwasanya kamu tau tentang kecelakaan meggie  dan juga fakta bahwa Abimanyu papa kandung kamu, tapi ternyata tidak," nevano menarik napas pelan lalu menghembuskannya "aku percaya dan kemudian menyelidikinya, papa kamu berusaha merahasiakannya. tapi Keira pak Abi tidak tau sama sekali tentang kasus yang ditangani ibumu"

"yah tentu, dia pasti sedang bersenang senang dengan selingkuhannya" Keira melipat tangannya didada kembali mengingat ucapan mbok Ina

Mendengar ucapan itu, Nevano hanya melirik Keira dari ekor matanya, menyaksikan raut Keira yang tampak menahan emosi

Mobil berbelok masuk halaman rumah sakit, lalu berhenti di area parkiran kendaraan. Nevano melepas seatbelt nya "kita sampai"

Keira mengikut dan ikut turun "Van, kita mau ketemu siapa?" tanyanya

Bukannya menjawab nevano menarik tangan membawanya masuk kedalam rumah sakit menuju salah satu lift dan masuk, menekan angka 4

Lift kembali terbuka nevano kembali lagi menariknya membawanya menuju salah satu ruangan khusus pasien VIP.

Tangannya dilepas, Keira melirik nevano tajam lalu tatapannya berpindah menatap kedepan pada seorang lelaki yang terbaring dengan alat bantu pernapasan "dia siapa?"

"Alfa, rekan ibu kamu"

"Alfa, bukannya sudah meninggal" alisnya berkerut dengan tatapan tak percaya

"Keira, yang selamat bukan kamu saja malam itu tapi Arfa juga namun kondisinya buruk, dia koma hingga sekarang"

Kepalanya menoleh, menatap nevano bingung "gue ngga mengerti, lalu kenapa kami diberitakan sudah meninggal padahal nyatanya masih hidup" imbuhnya

"supaya Marvin tidak mengejar ngejar kamu dan juga arfa, jadi pihak kepolisian sengaja menyembunyikan fakta bahwa kalian masih hidup" kata nevano "aku ngga tau hal apa sampai mereka menyebunyikan kebenaran tentang kamu Keira, tapi jika Arfa itu sudah jelas berhubungan dengan kasus Marvin, pasti mama kamu dan Arfa menemukan bukti kuat untuk memenangkan kasusnya"

Penjelasan nevano terdengar sangat masuk akal. Keira berbalik kembali menatap lelaki yang terbaring pada ranjang dengan pikiran menerka nerka, bukti apa hingga mereka tega merekayasa kecelakaan tersebut "apa ngga ada bukti ataupun saksi tentang kecelakaan itu, mungkin kasusnya bisa dibuka kembali"

Nevano menggeleng pelan "tidak ada bukti ataupun saksi luar, kasusnya Langsung ditutup setelah penabrak mobil itu meninggal"

1
Noviyanti
keren bunga mendarat
Helpdeskcs12 Hd
menarik
mantap Thor👍🏼
Rita Riau
keluarga egois,,, jgn" kematian ibu Keira ulah nya ibu angkat Keira 🤔🤭
Rita Riau
kurang asem bgt si Nevano,,, main sosor aja,,,jadi kalo dapat bogem itu sih wajar 🤭🙄
Rita Riau
perjodohan karena bisnis,,,dan nikah paksa🤔🤭
Rita Riau
mampir Thor 🙏🏼
Liswati Angelina
makin seru dan rumit ternyata
Noviyanti
bunga mendarat
Noviyanti
ceritanya keren semangat terus
💞Amie🍂🍃
Aku mampir kak, feedbacknya ya🤭
aprillia97: oke 👍
total 1 replies
Dian Lestari
Keira hidupnya terancam belajarlah ilmu beladiri sama menembak, jangan sok jago tapi ternyata nggak bisa apa2 selain nangis aja
Noviyanti
salam kenal, kita saling dukung dan bantu ya 🙏🙏😊
aprillia97: baik kak
total 1 replies
Nanik Lestari
Cengeng
Moonlight
lanjut trs thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!