NovelToon NovelToon
Acha Dan Tiga Cogan

Acha Dan Tiga Cogan

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Bad Boy / Harem / Tamat
Popularitas:67.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Auraliv

Season 1 :
Dikelilingi banyak cowok, begitulah hidup Acha. Itu wajar karena dia memiliki paras cantik dan selalu memberikan energi ceria pada siapapun.

Dari mulai kakak tiri Acha sendiri yang bernama Bimo, lalu ada Alan yang merupakan anggota geng motor, bahkan cowok seperti Ezra yang dikenal memiliki tingkat kesombongan selangit. Ketiganya tertarik pada sosok Acha.

Acha sendiri awalnya hanya ingin membuat Bimo yang merupakan kakak tirinya, jauh dari kebiasaan buruk. Hingga akhirnya dia melakukan rencana untuk mendekati Alan. Bersamaan dengan itu, Acha mulai mengenal Ezra yang ternyata adalah anak pembantu Alan. Kisah cinta satu cewek dan tiga cowok sontak menjadi tumpang tindih. Akan berakhir dengan siapakah Acha?

Season 2 :
Kehidupan Acha berubah saat dirinya ditugaskan bekerja di RSJ. Di sana dia tidak hanya berurusan dengan pasien gila, tetapi juga Ezra yang merupakan rekannya sebagai dokter spesialis jiwa, serta Alan yang tiba-tiba datang menjadi pasien.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auraliv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 - Membeli Rok Baru

...༻〇༺...

Saat waktu menunjukkan jam tujuh malam, Acha bersiap untuk pergi. Kali ini dia tidak akan pergi bersama cowok mana pun. Melainkan pergi dengan Sitha.

"Mah, aku mau ke mall bareng Sitha." Acha meminta izin saat makan malam. Bimo yang ada di sana langsung menatapnya.

"Ke mall? Kalian pakai apa ke sana?" tanggap Mira.

"Naik taksi, Mah. Nanti Sitha jemput ke sini. Aku nggak akan lama kok. Nanti sebelum jam sepuluh aku pasti pulang. Lagian aku perginya ke mall dekat sini aja," ujar Acha.

"Mau aku antar, Cha?" tawar Bimo.

"Nggak usah, Kak. Nanti momen pertemanan kami terganggu. Aku ingin menikmati waktu sekali-kali bareng sahabat." Acha menolak baik-baik.

Bimo lantas hanya bisa tersenyum. Padahal dalam hati dia sangat ingin memaksa Acha untuk menerima tawarannya.

"Kenapa begitu? Kan bagus kalau Bimo mengantarkanmu ke mall. Nggak perlu bayar ongkos taksi juga kan?" tukas Mira.

"Nah, benar tuh!" Bimo menyahut.

"Udahlah, Mir. Lagian Acha kan jarang-jarang pergi keluar rumah. Nggak kayak Bimo. Biarkan dia menikmati waktu sama temannya," cetus Rizal yang berada di sisi Acha.

"Makasih, Pah!" ungkap Acha sembari tersenyum. Panggilannya terhadap Rizal sukses membuat semua orang kaget. Termasuk Bimo sendiri.

Bel pintu terdengar berbunyi. Orang yang datang tidak lain adalah Sitha. Dia dan Acha segera pergi setelah berpamitan.

Melihat Acha pergi, Bimo berniat ingin mengikuti. Akan tetapi dia tak kunjung menemukan kunci motornya. Alhasil dia tidak bisa mengikuti Acha tepat waktu.

Sementara itu, Acha dan Sitha tiba di mall setelah menempuh waktu sekitar lima belas menit dalam perjalanan. Keduanya berlari kecil sambil berpegangan tangan.

"Lo mau beli apa, Cha? Katanya barang penting kan?" tanya Sitha.

"Rok sekolah. Pokoknya rok yang enak buat ngangkang," jawab Acha.

Pupil mata Sitha sontak membesar. Dia jadi berpikiran aneh karena Acha menyebutkan kata ngangkang. "Mau ngapain? Emang kaki lo ngangkang buat apa? Jangan aneh-aneh deh, Cha. Kita tuh sebagai cewek harus bisa jaga diri," tukasnya.

"Idih! Lo mikirin apaan sih. Gue mau beli rok begitu karena bakalan sering naik motor. Di bonceng lah sama cowok yang sekarang dekat sama gue," ungkap Acha.

"Cowok? Siapa?" Sitha lantas berpikir. Setahunya cowok bermotor yang dekat dengan Acha hanyalah Bimo. "Jangan bilang cowok itu Kak Bimo!" tebaknya.

Pipi Acha bersemu merah. Dia berusaha menutupinya dengan membuang muka. Acha tentu tidak akan mengaku kalau dirinya menyukai Bimo. Justru sekarang dia berusaha berhenti untuk jatuh cinta pada cowok bajingan itu.

"Astaga. Enggaklah! Masa gue ngincar kakak gue sendiri," bantah Acha. "Udah ah! Mending kita cari dulu roknya. Nanti keburu malam," sambungnya seraya menyeret Sitha ikut bersamanya memasuki toko pakaian.

Acha mulai memilih-milih rok yang ada di toko. Sedangkan Sitha tampak terbuai memeriksa dress cantik yang ada di sana. Alhasil Acha terpaksa mencari rok yang ingin dibelinya seorang diri.

"Apa ada yang bisa dibantu?" tegur seorang karyawan toko yang mendekat.

Acha segera menoleh ke arah karyawan tersebut. Betapa terkejutnya dia saat melihat sosok yang dilihatnya adalah Ezra.

"Kak Ezra!" seru Acha tak percaya.

"Lo lagi!" Ezra seketika cemberut. Dia memutar bola mata kesal. "Ngapain lo di sini? Apa lo bareng siAlan itu lagi?" timpalnya.

"Enggak. Aku ke sini mau beli rok," sahut Acha. Dia melangkah lebih dekat ke hadapan Ezra. Memperhatikan penampilan Ezra yang terlihat mengenakan seragam karyawan toko. "Kak Ezra juga kerja di sini?" tanyanya.

"Bukannya udah jelas? Ya udah. Kasih tahu gue lo mau beli apa," kata Ezra. Ekspresinya sejak tadi menunjukkan seolah tidak suka dengan Acha.

"Mukanya sinis banget, Kak. Kalau begitu sama pelanggan, nanti pelanggannya nggak jadi beli loh," ucap Acha.

"Kalau nggak mau beli, silahkan pindah ke toko lain," tanggap Ezra dengan senyuman terpaksa dan singkat.

Acha mendengus kasar. "Aku mau cari rok abu-abu. Pokoknya rok yang nggak ketat gitu. Biar mudah ngangkang pas naik motor. Apa ya nama roknya," jelasnya seraya melihat-lihat ke sekeliling.

Ezra beranjak sebentar. Tak lama kemudian, dia kembali membawakan beberapa rok yang di inginkan Acha. "Begini kan?" tanyanya memastikan. Ezra membawakan rok abu-abu model plisket untuk Acha.

"Wah! Benar, Kak!" Acha mengambil salah satu rok yang dibawakan Ezra. Salah satu rok yang paling menarik perhatiannya.

"Aku coba dulu deh. Kayaknya kebesaran. Ada ukuran lebih kecil kan?" imbuh Acha.

"Nggak perlu. Itu pasti pas buat lo! Langsung bayar aja ke kasir. Malas gue lama-lama lihat lo!" pungkas Ezra ketus. Lalu beranjak dari hadapan Acha begitu saja.

"Apa-apaan itu! Sok tahu banget." Acha hanya bisa tercengang melihat sikap Ezra. Padahal dia merasa cowok itu sudah berhutang ucapan terima kasih kepadanya.

Acha hanya bisa memaklumi. Dia segera mencoba rok yang ingin dibelinya di ruang ganti. Benar apa yang dikatakan Ezra, rok itu memang sangat pas di badan Acha.

"Kok dia bisa tahu ya?" benak Acha bertanya-tanya. "Ah! Mungkin cuman kebetulan. Kak Ezra cuman malas aja nanggepin gue. Dia pasti benci sama gue gara-gara gue dekat sama Kak Alan," gumamnya seraya berganti pakaian.

Acha dan Sitha segera meninggalkan toko setelah melakukan pembayaran di kasir. Sebelum itu, Acha menghampiri Ezra terlebih dahulu.

"Makasih ya, Kak! Aku juga minta maaf dengan apa yang dilakukan Kak Alan pas di jalanan tadi siang. Aku sama sekali nggak terlibat kok," ucap Acha dengan pembawaan cerianya.

Ezra tersenyum singkat namun tidak terlihat tulus sama sekali. "Terima kasih sudah berkunjung ke toko kami," ujarnya. Ezra sama sekali tak menanggapi perkataan Acha.

"Kak Ezra mau sampai kapan begitu terus?" timpal Acha.

"Udah, Cha. Ayo kita pergi! Kita dilihatin orang loh," ucap Sitha seraya mengajak Acha pergi keluar toko tempat dimana Ezra bekerja.

Saat keluar dari toko, Acha merasa ada orang yang terus mengamati. Ketika ditilik, dia menyadari ada cowok berjaket hoodie hitam mencurigakan. Acha merasa mengenal cowok itu dari perawakannya. Ia merasa kalau cowok tersebut adalah Bimo.

"Kenapa, Cha?" tanya Sitha. Ia terheran dengan Acha yang tiba-tiba berhenti berjalan.

"Nggak apa-apa. Ayo kita jalan lagi," ajak Acha. Dia sengaja berpura-pura tidak tahu. Itu dilakukannya sampai menikmati camilan dan minuman bersama Sitha.

Setelah terus berjalan, cowok berhoodie hitam itu tetap mengikuti. Membuat Acha semakin yakin bahwa cowok tersebut adalah Bimo.

'Kak Bimo pasti mengira gue akan ketemuan sama Kak Alan,' batin Acha menduga. Dia tersenyum miring. Dari sana dirinya bisa meyakini kalau misinya berjalan lancar.

1
fitra az-zahra
kok ga ada lanjutannya kaa
fitra az-zahra
kayaknya Erza deh yang suka ngirim surat cinta ke acha
fitra az-zahra
novelnya seru /Good/
Nur Salsa
Buruk
Nur Salsa
Kecewa
Cita Solichah
kl blm dihadapi sang pemeran kl bs jangan diperjelas dl. kan si acha blm liat lngsung siapa itu ya jangan dijelaskn duluan kl itu Alan. hehe jd bingung bacanya..
Crunchychoco🍫🍫
ini masih lanjutkan???
Crunchychoco🍫🍫
kisah ini pernah terjadi di aku🥲 engga persis sih tapi mirip
Qaisaa Nazarudin
Apa yg tamat itu season 1 nya doang ya..
Qaisaa Nazarudin
udah end ya,Di sinopsisnya udah Tamat..
Rosiana Devi
kapan up lagi kak
Kristina Sinambela
kok ini blm lanjut thor
fitra az-zahra: plisss lanjut dong.sayang banget klo ga di lanjutin bagus soalnya ceritanya 😭😭😭
total 3 replies
Adifaa Ashlnfauzh
irii bgt sama achaaa
Anis Arfita
giilla bner... ku tunggu season 2nya kak
Anis Arfita
weh makin seru.... bacanya nungguin partnya banyak biar g nanggung😁
Anis Arfita
wehhh
Wiwik Pkp
semangat 💪💪💪
Wiwik Pkp
othor ni lama bat update ny 🙄🙄
Auraliv: hari ini up ya kak😆
total 1 replies
Whila Abigail
wkwkwkw jd mama PP Acha Bimo SDH pisah ya Thor
Auraliv: iya kak😆
total 1 replies
octa❤️
semangat up thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!