Sebut saja namaku Shania. Papa, mama dan kakak-kakakku memanggilku Ade sedangkan teman dan sahabatku biasa memanggilku Shan....
Aku adalah anak bontot dari 6 bersaudara. Aku anaknya cerewe, usil dan tomboi. Tapi semuanya hilang ketika aku dijodohkan dengan Dia...
Usiaku menginjak 23tahun saat aku dijodohkan oleh kakakku....
Dan inilah kisahku....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althin Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
And Finally
********Hi, Readers.... 👋👋👋
Aku skip aja ya.... Langsung ke proses pengurusan nikahnya.... 🤗🤗🤗*******
@@@@@@@@@@@@@@@@
Pagi itu, Aku dan Carlo siap untuk pengurusan... Carlo sudah siap dengan pakaian dinas PDHnya sedangkan aku dengan pakaian dinas Persit tanpa memakai simbol Persit...
Karena semua persyaratan kami sudah lengkap makanya pengurusannya nggak berbelit-belit dan nggak makan banyak waktu atau sampai berhari-hari...
Apa mungkin karena orang yang akan aku nikahi adalah seorang Perwira TNI ataukah karena memang dimudahkan sama Tuhan...
Hanya disalah satu tahapan pengurusan, yaitu Pemeriksaan Kesehatan. Carlo tidak ingin aku diperiksa keperawanan... Carlo bekata kepada petugas kesehatan bahwa Carlo percaya 100%, aku masih perawan...
And finally, Setelah syarat-syarat dan tahapan-tahapan kedinasan sudah dilewati dan sudah di setujui oleh Atasan. Maka kami sudah bisa melakukan nikah sipil dan agama...
"Ahk, aku capek kak" kataku merajuk karena seharian ini dari pagi sampai sore. nggak istirahat sedikit pun....
"Capek tapi seneng kah. sudah selesai De!" katanya...
"Iya kak. Tapi emang capek banget, Akunya" jawabku...
"Nanti dirumah, aku pijitin kakinya" katanya... "Tapi kita mampir ke ruanganku dulu ya" ajak Carlo...
"Aku tunggu di mobil aja ya kak. Kakiku udah nggak sanggup untuk jalan lagi" kataku...
"Ya sudah. Kamu tunggu di mobil saja" katanya...
Selang beberapa waktu, aku lihat Carlo keluar dari pintu samping dekat dengan tempat parkir mobil kami... Tapi ada pemandangan yang aneh. Aku melihat Carlo sedang berbicara dengan seorang wanita, sepertinya mereka sedang bertengkar dan Carlo akhirnya meninggalkan wanita itu yang berdiri menatap Carlo dengan penuh kesedihan...
"Itu siapa, kak?" tanyaku...
"Oh, itu pegawai yang waktu kita menghadap atasanku. Dia berdiri di depan pintu" kata Carlo...
"Sepertinya kalian bertengkar ya?" tanyaku lagi penasaran...
"Nggak, kita nggak bertengkar juga" kata Carlo... "Kita makan dulu, ya" ajak Carlo...
"Iya, ditempat makan yang biasanya aku makan aja ya" pintaku....
"Oh, iya De. Besok kita sudah bisa ambil undangan pernikahan untuk dibagikan" kata Carlo sambil menyetir... "Pakaian untuk keluarga juga sudah disiapkan Bu Noni" kata Carlo lagi...
"Aku nurut aja, kak" kataku...
"Lima hari lagi kita nikah" kataku... "Tapi sebelum proses nikahnya, kita harus ikut latihan Pedang Pora dulu ya" katanya...
Carlo memarkirkan mobilnya di depan sebuah mall ternama di kota A. Dan kami berdua keluar dari mobil dan masuk ke mall itu. Karena tempat makan favorit ku adanya di lantai dua bangunan mall itu. Sampai di tempat makan, langsung kita pesan makannya...
"Latihan Pedang Pora??? Maksudnya apa ya??? Ade nggak ngerti kak??? tanyaku...
"Upacara Pedang Pora ini merupakan tradisi bagi para Perwira TNI yang akan menikah. Acara ini biasanya dilakukan pada saat pernikahan Perwira TNI. Bertanda sang Perwira sudah melepas masa lajangnya dan suatu penghormatan kepada sang Perwira yang akan memulai bahtera rumah tangga. Pedang Pora ini juga bermaksud mengenalkan sang iistri dengan dunia angkatan bersenjata" katanya.... "Nanti saat latihan, kamu akan tahu gimana" katanya lagi....
Pesanan makanan kamipun datang... Karena lapar, aku melahap makanan ku sehingga tak bersisa. Carlo yang memandangiku hanya bisa tersenyum sambil menghabiskan makanannya...
"Ayo kita pulang, kak. Aku mau mandi dan istirahat" kataku... "Badanku semua pada lengket karena keringat" kataku...
"Aku yang mandiin ya" kata Carlo dengan wajah mesumnya....
"Jangan gila ya kak" kataku...