NovelToon NovelToon
Istri Untuk Iman

Istri Untuk Iman

Status: tamat
Genre:Duda / Ibu Pengganti / Beda Usia / Teen Angst / Tamat
Popularitas:221.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lavinka

Aiman adalah duda beranak satu. Iman kehilangan sosok istrinya, tepat seletah wanita itu melahirkan anak pertama mereka--Hassan. Kini, setelah anaknya berusia 5 tahun, sang ibu--Siti begitu getol mencarikan calon pendamping baru lagi, yang pastinya akan merangkap sebagai calon ibu dari cucunya.

Namun, setiap kali dijodohkan, Aiman selalu saja menolak dengan berbagai macam alasan. Tidak setelah fatimah datang di kehidupan mereka. Sosok wanita yang akan menjadi figur baru dalam hidup si duda.

Lantas, apakah Fatimah bisa menjadi istri, sekaligus ibu yang masuk ke dalam kriteria Aiman dan juga Hassan? Dan, bisakah Aiman menghilangkan bayang-bayang mantan istrinya yang telah tiada di dunia ini? Nantikan terus kisah kelanjutan mereka bertiga hanya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lavinka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Suasana ruang makan yang biasanya diisi dengan suara canda tawa dari satu keluarga itu, kini terlihat berbeda. Tidak ada keceriaan, atau hanya sekadar saling bertegur sapa. Bibir anak dan ayah tersebut seolah sibuk mengunyah makanan yang ada di depan mereka tanpa selera.

Bukan karena masakan yang diberikan oleh sang nenek tidak enak. Mungkin karena suasana hati mereka yang memang kurang baik. Maka dari itu, nafsu makan pun menjadi kurang.

Sementara itu, sang nenek yang merasa jengah melihat kebisuan di dalam ruangan ini pun mulai meletakkan sendok di atas piring. Dia lalu meneguk air mineral yang hanya tinggal setengah gelas itu hingga habis. Bibir dilap menggunakan tisu, lalu ditaruh di samping piring.

“Mau sampai kapan kalian berdua akan tetap bungkam seperti ini?” Siti yang sudah bosan dengan kebungkaman yang diciptakan oleh Hassan dan Aiman pun mulai menegur. Tak pernah sekalipun dalam hidupnya, anak dan ayah tersebut saling mendiamkan.

Entah masalah apa yang tengah mereka rahasiakan dari dirinya. Namun, satu hal yang jelas diingat. Jika, kejadian tadi malam mempunyai pengaruh besar dalam suasana hati mereka berdua pagi ini.

“Abi,” panggil sang nenek dengan lembut. Dia tidak ingin membuat sebuah keributan hanya karena salah menegur sang anak di depan cucu tercinta.

Aiman pun mendongak. Dia juga sebenarnya sudah tak berselera makan, tetapi demi menghormati sang ibu yang telah lelah memasakkan makanan untuk dirinya dan sang anak pun membuat tangan tetap memasukkan nasi, beserta lauk itu ke dalam mulut.

“Iya, Nek.” Duda beranak satu tersebut segera memandang dengan mata sendu. Mengingat akan Hassan yang takut pada dirinya semalam, cukup membuat jiwanya terganggu. Sesekali dia melirik kepada Hassan yang masih saja tidak mau menatapnya setelah kejadian tadi malam.

“Hari ini nenek ada perlu. Jadi, tolong kamu antar Mas Asa ke sekolah!” titahnya seolah memberi waktu bagi anak dan ayah itu mempunyai banyak waktu berdua.

Anak kecil itu pun terlihat menatap neneknya terkejut. Namun, dalam beberapa sekon, pandangan pun diturunkan. Hidung mungilnya mengembuskan napas pasrah. Dia tak berani membantah walau dalam hati ingin berbicara.

Manik kelam itu menatap sosok Aiman takut-takut dari balik bulu mata yang lentiknya. Kejadian tadi malam memang sedikit menggetarkan hati kecilnya. Hassan terkejut karena baru pertama kali melihat sosok ayah yang begitu baik, serta pendiam tiba-tiba marah hingga memukul orang lain.

Semalaman Hassan tidak bisa tidur, dia memikirkan tentang perkataan pria asing itu yang sempat dicuri dengar. Sosok tamu itu memang cukup tidak sopan karena sudah menjelek-jelekkan sang ayah. Anak tersebut jadi teringat akan teman-teman TK yang sering merundungnya.

“Mas Asa.” Sebuah genggaman lembut kini tengah memeluk telapak tangan mungil milik Hassan. Dia adalah Siti–neneknya yang tengah memperhatikan si cucu tersayang. “Mas Asa tidak masalah, kan, diantar oleh abi dulu? Tapi, nanti siang nenek janji yang akan menyusul. Bagaimana?”

Wanita yang sudah tidak muda lagi itu tersenyum lembut saat mata teduh itu kini balas memandang. “Iya, gak apa-apa, Nek. Nanti Mas Asa diantar abi aja,” jawab Hassan sedikit melirik sosok ayahnya yang tengah tersenyum kecil. Dia pun menunduk, tak berani membalas.

Senyum sang ayah cukup dirindukan. Bukan karena Aiman jarang tersenyum pada si anak, melainkan karena Hassan merasa menyesal karena sudah berbuat kurang sopan tadi malam. Tangan kecil itu mengepal di balik meja makan, seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi malu dan ragu.

Aiman yang mengenal sang anak mengerti akan kegelisahan yang tengah melanda. Dia tersenyum lega karena melihat tingkah laku Hassan yang seperti tengah memendam diri untuk mengungkapkan perasaan. “Kalau begitu, biar nanti Abi saja yang menjemput Mas Asa. Apa Mas Asa mengizinkan?” tanyanya dengan bibir tersenyum lembut.

Hassan mendongak. Mata itu jelas memperlihatkan rasa ketidakpercayaan, jika sang ayah akan menjemput ke sekolah. Dia sangat tahu betapa sibuknya seorang Aiman Baha Baseer. Dengan wajah tertunduk, anak tersebut mengangguk malu.

“Tapi–” Anak tersebut sedikit ragu saat ingin mengutarakan isi hatinya.

“Katakanlah, Mas Asa!” Aiman sangat tahu, jika anaknya kini tengah menginginkan sesuatu. Maka dari itu, ada sebongkah rasa penasaran di dalam hati yang ingin mendengar kelanjutan ucapan dari anak semata wayangnya.

“A-bi,” jeda anak kecil itu ragu. Dia memandang sekali lagi wajah ayahnya dan juga sang nenek. Dua orang dewasa di sana menunggu dengan harap-harap cemas, terutama Aiman.

Hassan pun membuang napas dari mulutnya untuk menghilangkan gugup. “Mas Asa ingin abi menjemput bersama Tante Fati. Apa bo-leh?” tanya Hassan dengan kepala tertunduk malu.

...****************...

Kali ini aku mau merekomendasikan novel temenku lagi. Yuk, jangan lupa mampir yah!

1
White Rose
duh, sayang banget sama sama aisyahh.. disuurh nikah lagi malah melengos. kakak kandungku jg meninggal dua bulan lalu, suaminya sangat menyayanginya. kasihan melihat dia mengurus tiga anak laki laki seorang diri..
White Rose
teringat kejadian di ruang ICU rumah dikotaku, semua dokter perawat dan bidan dibikin menangis saat kejadian haru, seorang wanita meninggal karna melahirkan. kami disana menangis terharu saat melihat suaminya mendoakan istrinya. suaminya org yg paham agama, dia dosen di sekolah tinggi agama kalo nggak salah
Machacy
Mungkin maksudnya Hamba Allah ya, manusiakan umat Nabi.
Intan Permata
semangat terus buat mu thor
Lavinka: Terima kasih, Kak☺️☺️
total 1 replies
Fitri Yani
up LG Thor makin penisirin
Jumi Saddah
👍👍👍👍👍👍👍💯
Maulana ya_Rohman
lanjut lagi thor....
waaupun gak comen di setiap bab nya😁
Lavinka: terima kasih, Kak.
total 1 replies
Byviiamriana
huftt
Byviiamriana
Sudah kuduga
Maulana ya_Rohman
akhirnya selesai sudah maratonnya ...☺️☺️☺️😔... walaupun gak comen di setiap bab nya...😁😁😁😁😁
Lavinka: terima kasih, Kak. 🥰🥰🥰
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
biang keroh dari semua mslh ini adlh Trisha😠😠😠😠😠
Maulana ya_Rohman
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
kenapa ada bawang😭😭😭😭😭😭😭
Maulana ya_Rohman
masih nyimak thor......
Byviiamriana
Yaaa, Mau gmn lagi. klo seandainya mencintai dua pria sekaligus, cinta itu kn buta🥲
Byviiamriana
🤣
Byviiamriana
Lebih baik menyatu dengan alam karena menyatu denganmu Walahu'alam
Byviiamriana
Aku bingung mo jawab apa🤣
Byviiamriana
Aaa ucul banget sih. jadi support system.
Byviiamriana
Segera Terkejut?🥹 Kalo gak segera namanya bukan terkejut, Kak🫠
Byviiamriana
Ngerasa lebih tinggi dari Dhani🫠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!