Akibat kesalahpahaman membuat Bianca dan Daniel di nikahkan secara paksa dan berujung pada pernikahan kontrak selama 3 bulan.
Bianca Aveline wanita sederhana, pekerja keras harus menelan pil pahit kehidupan karena terpaksa menikahi pria yang menjadi musuh nya selama ini, akibat kesalahan Daniel memaksa Bianca harus mendatangi pria itu di apartemen nya namun justru berujung pada kesalahpahaman orang orang sekitar yang memergoki mereka berada di dalam satu apartemen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisaJm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Bianca dan Daniel kini tengah berada di atas ranjang mereka yang lebih luas dari pada ranjang milik mereka yang berada di apartemen, kedua tidur dengan posisi saling memeluk hingga sore hari.
Bianca terbangun lantaran tertidur cukup lama setelah bercanda dengan Daniel yang berujung pada tawa lantaran Daniel yang menggelitik perut nya, wanita itu menatap wajah suami nya yang terlihat sangat tampan.
“Ayo katakan padaku pelet apa yang kau gunakan sampai aku bisa jatuh cinta pada mu dalam waktu kurang dari sebulan?”
Bianca berbicara sendiri pada Daniel yang masih terlelap, entah lah ia juga bingung kenapa ia bisa jatuh cinta pada pria itu dalam waktu yang singkat, padahal pada Vito saja membutuhkan waktu bertahun-tahun lama nya untuk Bianca bisa menerima cinta Vito.
Bianca mengusap pipi Daniel dengan lembut, rasa nya tidak bosan melihat wajah suami nya itu, ia merasa sangat beruntung bertemu dengan pria yang dulu nya ia anggap sangat brengsek, namun setelah tinggal dengan nya kini Bianca mengetahui bagaimana sifat pria itu.
Tatapan nya kini tertuju pada bibir pria itu, bibir yang membuat nya sangat candu padahal sebelumnya ia belum pernah merasakan bibir siapapun termasuk Vito yang sudah menjalani hubungan yang cukup lama dengan nya.
“Bibir ini milikku, hanya milikku, jika perlu akan ku buat catatan dan ku tempel di bibir mu ini agar tidak ada yang bisa mengambil nya termasuk sekretaris seksi mu itu.”
Wanita itu terus saja mengoceh, tanpa di sadari Daniel kini tersenyum mendengar ocehan yang keluar dari mulut wanita itu, sejak tadi ia sudah terbangun hanya saja ia ingin mendengar apa yang wanita itu katakan pada nya.
“Apa itu perlu hm?”
Bianca tersentak kala mendengar suara Daniel, sontak wanita itu menjauh lantaran merasa sangat malu di pergoki oleh Daniel sedang mengoceh tidak jelas, ya tuhan rasa nya Bianca ingin menghilang saat itu juga.
Sayang nya Daniel dengan cepat menarik tubuh Bianca hingga kembali berada di dalam pelukan nya, entah lah pria itu selalu saja membuat Bianca merasa terkejut, seperti nya jantung Bianca harus segera di periksa.
“Aku sedang bertanya, kenapa kau menghindar?”
Sudah tahu jika wanita itu tengah menahan malu, masih saja ia berpura pura tidak tahu dan menanyakan hal yang sama pada wanita itu, Bianca hanya diam seraya berusaha melepaskan pelukan Daniel.
“A-aku ingin mandi.”
Ucap Bianca asal, nyatanya ia hanya ingin agar bisa menjauh dari pria itu, namun seperti nya jawaban yang ia berikan justru membuat nya terjebak, pasal nya Daniel mengatakan juga ingin mandi.
“Ayo mandi bersama, kita belum pernah melakukan nya.”
Bianca menelan Saliva nya pahit, sumpah demi apapun ia tidak pernah berpikir akan mandi bersama dengan Daniel, meskipun tubuh nya sudah sering di lihat oleh Daniel namun mendengar mandi bersama entah mengapa ia merasa malu.
“Ka-kau duluan saja, aku mandi nya nanti saja.”
Daniel tersenyum seperti nya istri nya itu masih malu pada nya, tanpa sepatah kata Daniel mengangkat tubuh Bianca dan membawa nya ke bathroom, wanita itu memberontak namun Daniel tidak menghiraukan teriakan wanita itu.
“Daniel lepas!!”
Daniel melepaskan wanita itu dan mendudukkan nya di atas closed, tangan nya bergerak membuka pakaian Bianca satu persatu membuat Wanita itu kini menyilangkan kedua tangan nya menutupi aset berharga nya.
“Masih malu? Padahal aku sudah sering melihat nya bahkan sudah merasakan nya.”
Bisik Daniel membuat Bianca merinding seketika, juga merasa kesal mendengar ucapan Daniel, entah mengapa ia merasa terhina dengan ucapan Daniel.
Daniel kini mulai membuka pakaian nya membuat tubuh Bianca bergetar, pasal nya posisi nya saat ini sejajar dengan benda pusaka milik Daniel lantaran pria itu kini tengah berdiri di hadapan nya yang tengah duduk di closed.
Daniel terkekeh kala menyadari tubuh Bianca yang gemetar, entah apa yang wanita itu pikirkan hingga membuat nya menjadi gugup.
“Hahaha tenang saja, aku tidak akan macam macam, kita hanya akan mandi.”
Ucap Daniel pada Bianca, wanita itu hanya diam karena ia bukan takut jika Daniel macam macam pada nya, ia hanya gugup jika melihat benda pusaka milik Daniel di depan mata nya.
Bianca mengigit bibir nya kala kini benar benar berada di hadapan benda pusaka milik Daniel yang berdiri tegak, dengan susah payah wanita itu memalingkan wajah nya namun mata nya justru selalu ingin menatap benda itu.
“Tidak apa, sama seperti bibir ku yang kau klaim sebagai milik mu, maka dia juga milik mu.”
Ucap Daniel yang tanpa malu menunjuk benda milik nya saat berbicara pada Bianca yang saat ini mati matian menahan diri, Daniel mengangkat tubuh bainca memasuki bathtub, kedua nya kini berendam bersama dengan Bianca yang berada di atas tubuh Daniel.
Jangan tanya bagaimana reaksi wanita itu, ia benar benar gugup lantaran ini pertama kali nya ia melakukan hal yang menurutnya sangat memalukan, sedangkan Daniel terlihat lebih tenang namun nyata nya ia juga sama gugup nya dengan Bianca.
Kedua nya saling menggosok tubuh satu sama lain seperti arahan yang Daniel berikan pada Bianca, wanita itu hanya menurut lantaran tak tau harus berbuat apa, hingga akhir nya ritual mandi bersama kedua nya selesai.
“Kita tidak membawa handuk?”
Tanya Daniel pada Bianca, wanita itu menggeleng, mana mungkin mereka ingat membawa handuk sedang kan Daniel langsung mengangkat tubuh nya ke dalam bathroom.
“Seperti nya tidak ada cara lain, kita keluar tanpa sehelai benang saja.”
Bianca membulatkan mata nya, keluar dengan keadaan polos begitu? Bagaimana jika ada yang tiba tiba masuk dan melihat mereka dengan keadaan seperti ini? Pasti sangat memalukan.
“Kau yakin? Bagaimana jika ada yang masuk?”
Tanya Bianca yang masih ragu menuruti saran Daniel, entah lah mereka tidak hanya tinggal berdua di rumah itu, dan hal itu membuat bianca tidak tenang, berbeda dengan apartemen mereka karena mereka hanya tinggal berdua saja.
“Tidak mungkin, memang nya siapa yang akan masuk?”
Ucap Daniel berusaha untuk meyakinkan Bianca, namun wanita itu seperti nya masih ragu dan tidak percaya pada nya untuk hal ini.
“Bagaimana jika papa mu tiba tiba masuk dan melihat kita? Jika kau tidak masalah karena kau putra nya, tapi aku? Punya kita berbeda dan bagai...”
Daniel menutup mulut Bianca dengan telapak tangan nya, selain karena lelah mendengar ocehan wanita itu, ia juga tidak suka mendengar ucapan yang akan Bianca katakan.
“Baik lah, aku akan keluar, mengunci pintu dan membawakan handuk untuk mu, dan kau berhenti lah mengoceh yang tidak tidak.”
Ucap Daniel lalu segera keluar dari kamar mandi, sedang Bianca saat ini menahan tawa lantaran rencana nya berhasil agar membuat Daniel keluar dari sana dan membawakan handuk untuk nya.
Tak lama kemudian Daniel kembali dengan handuk yang melilit di pinggang nya dan menyerah kan satu handuk pada Bianca, wanita itu segera meraih nya namun Daniel justru menarik handuk itu sebelum Bianca berhasil menggapai nya.
“Daniel!!” pekik Bianca kesal.
“Lebih dekat lagi.” ucap Daniel santai tanpa menoleh pada Bianca yang kini sudah kesal pada nya, mau tak mau Bianca melangkah mendekati Daniel hingga tangan kekar pria itu menarik tangan nya.
“Begini maksud ku.” ucap Daniel memeluk tubuh Bianca lalu melilitkan handuk di tubuh Bianca.