Bekerja dengan bos yang mengeluarkan peraturan 'Kamu jangan pernah jatuh cinta dengan atasanmu'. Wah gimana ya perasaan Yasmin diworo-woro oleh bos tampan pemilik perusahaan tempat dia bekerja?
Ketika tidak sanggup lagi menghindari perasaan cinta yang tumbuh perlahan terhadap bosnya Yasmin memutuskan untuk resign sebelum bosnya memecat dia terlebih dahulu. Yasmin pergi ke kota lain untuk melupakan cintanya.
Bayu, bos Yasmin baru menyadari bahwa dia telah menaruh hati dengan gadis berjilbab syar'i itu yang telah mengubah hidupnya menjadi lebih religius setelah Yasmin resign tanpa persetujuan darinya.
Akankah Bayu bertemu kembali dan mengungkapkan cintanya kepada Yasmin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rabiha Adzra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 25: Flashback (Lamaran)
Dua bulan yang lalu
Setelah Bayu menyatakan perasaannya kepada Yasmin. Keluarga Bayu secara resmi akan datang ke rumah Umi Lusi untuk melamar Yasmin. Bayu sudah memberitahu Yasmin bahwa dia dan keluarganya akan datang satu minggu kemudian ke rumah Umi Lusi untuk acara lamaran.
Yasmin pun segera memberitahu Umi Lusi tentang kedatangan keluarga Bayu kepadanya. Umi Lusi hampir tidak percaya mendengarkan ucapan Yasmin.
"Beneran ini, Yas?" tanya Umi Lusi serius. Gadis itu hanya mengangguk saja.
"Jadi Minggu depan, Bayu dan orang tuanya akan ke rumah kita untuk melamar kamu?" tanya Umi lagi masih tidak yakin. Dia harus menyambut keluarga Bayu dengan maksimal, keluarga terpandang dan pemilik perusahaan besar. Jantung Umi Lusi pun berdebar kencang membayangkan itu.
"Iya, Umi. Kak Mela dan Paman harus kita beritahu. Apalagi Paman, beliau akan mewakili Abi. Harus datang, dong" jawab Yasmin menyakinkan Umi Lusi.
Umi Lusi tampak manggut-manggut. Beliau seperti sedang berpikir. "Iya, Yas. Paman kamu harus cepat diberitahu agar dia bisa mengatur jadwalnya ke sini" ucap Umi Lusi.
Yasmin tersenyum setuju dengan ucapan Umi Lusi. Melati dan suaminya juga harus cepat diberitahu. Umi Lusi pun segera menghubungi adik suaminya di Kalimantan. Sementara Yasmin menghubungi makanya, Melati di Bangka.
Dahlia dan Yusuf tak perlu buru-buru diberitahu. Mereka kan tinggal tidak jauh dari rumah mereka, hanya beda RT saja. Umi Lusi sengaja mencarikan kontrakan untuk mereka berdua yang masih satu wilayah dengannya. Meskipun mertua Dahlia meminta mereka untuk tinggal di sana tetapi Yusuf menolaknya dengan alasan ingin mandiri. Yasmin juga setuju dengan keputusan mereka.
Bagaimana dengan Yasmin nanti setelah menikah dengan Bayu ? Berhubung Bayu anak tunggal, apa mereka nanti harus tinggal dengan orang tua Bayu? Hal itu belum mereka bicarakan bersama.
***
Yasmin masih tetap bekerja seperti biasa. Bisa-bisanya Bayu bersikap seperti kutub es lagi ketika dia berada kantor. Meskipun sikapnya tetap perhatian dengan Yasmin.
"Rin, hari Minggu nanti kamu ke rumah ya," tawar Yasmin menghampiri ruangan Ririn. Kebetulan bos mereka berdua sedang berada di luar.
"Ada acara apa, Yas?" tanya Ririn penasaran.
"Acara lamaran," ujar Yasmin memberitahunya.
"Lamaran? Kamu, Yas?" seru Ririn tidak percaya. Yasmin hanya mengangguk saja sambil tersenyum.
"Dengan siapa, Yas? Aku nggak pernah lihat kamu dekat dengan cowok. Kok, tiba-tiba dilamar aja," ujar Ririn masih setengah tidak percaya.
"Bisa aja, Rin. Menikah kan nggak harus pacaran dulu. Di dalam agama Islam, pacaran itu nggak ada" jelas Yasmin.
"Siapa dia, Yas?," Ririn menggamit tangan Yasmin. Gadis itu penasaran sekali.
"Ada, deh. Pokoknya kamu jangan nggak datang, ya. Hanya keluarga aja yang datang. Karena kamu teman dekat ku di sini makanya aku undang" ujar Yasmin membuat Ririn semakin penasaran.
'Biar saja dia terkejut ketika datang ke rumahku nanti,' Yasmin tersenyum geli membayangkan wajah terkejut Ririn nanti.
"Iya, deh. Aku datang, buat penasaran aja kamu ini" ucap Ririn lalu mengajak Yasmkn keluar dari ruangannya. Karena jam istirahat siang, mereka pun pergi menuju ke kantin.
Pulang dari kantor Yasmin melihat Umi Lusi dan Melati tampak sibuk mempersiapkan acara lamarannya nanti.
"Udah pulang, Yas," tegur Melati.
"Iya, Kak. Aku mau ganti pakaian dulu,ya" ujar Yasmin lalu masuk ke kamar.
Melati datang sendirian. Suami dan anaknya tidak ikut, repot katanya. Selain itu, butuh biaya besar juga jika harus ikut semua. Tapi ketika akad nikah Yasmin nanti mereka akan hadir semua. Yasmin bisa maklum dengan keadaan Kakaknya,Melati.
Setelah berganti pakaian Yasmin pun ikut membantu Umi dan Melati. Karena tidak banyak yang hadir, Umi dan Mela memasak sendiri makanan untuk acara lamaran nanti. Yasmin jadi teringat ketika lamaran Dahlia dulu, betapa repotnya mereka mempersiapkan acara untuk menyambut kedatangan besan.
***
Hari Ahad
Yasmin dan keluarganya sudah siap menyambut kedatangan keluarga Bayu. Bayu memberitahu Yasmin bahwa tidak banyak dari keluarganya yang datang. Hanya kedua orang tuanya dan Om Ryan, adik Papinya saja. Karena baru lamaran, jadi tidak perlu terlalu banyak orang yang diundang.
Ririn sudah datang lebih awal ke rumah Yasmin. Mereka pun mengobrol di kamar sambil menunggu kedatangan Bayu.
Tak lama terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah. Rupanya Umi Lusi, Pamannya dan Melati sudah menyambut dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah mereka yang sederhana ini.
"Yas, calon suami kamu sudah datang tuh," seloroh Ririn.
"Ayo, kita keluar," ajak Yasmin. Baru saja mau keluar dari kamar, Umi Lusi sudah berdiri di depan kamar hendak memanggilnya.
"Ayo, Yas. Kamu duduk ke ruang tamu sana" ajak Umi Lusi.
"Rin. Kamu temani aku, ya," ujar Yasmin menarik tangan Ririn menuju ruang tamu.
Jantung Yasmin sudah berdebar tak karuan karena akan bertemu dengan Bayu. 'Padahal di kantor sudah bertemu setiap hari, kenapa jadi begini?,' tanya hati Yasmin bingung sendiri.
"Yasmin, duduk di sini," perintah Hasan, paman Yasmin agar dia duduk di samping laki-laki itu.
"Yas, Pak Bayu ngapain ada di sini?" Bisik Ririn belum nyambung siapa sebenarnya calon suami Yasmin.
"Mana calon suami kamu?," Bisik Ririn lagi sambil tersenyum kikuk karena diperhatikan oleh Bayu.
"Sst. Nanti kamu tahu sendiri," balas Yasmin berbisik agar Ririn berhenti bicara.
"Baiklah kita mulai saja, Pak Mahendra. Terima kasih sudah bersedia datang ke rumah kami yang sederhana ini" ujar Hasan membuka pembicaraan. Mami dan Papi Bayu tersenyum mendengarkan ucapan Hasan.
"Keponakan saya sudah memberitahukan perihal kedatangan keluarga Bayu yang bermaksud untuk meminang anak kami, benar begitu?," ujar Hasan lagi bertanya kepada Papi Bayu.
Ririn terkejut bukan main. 'Jadi, calon suami Yasmin, Pak Bayu??!!' jerit batin Ririn.
Ririn menjawil lengan Yasmin ketika mendengarkan ucapan pamannya. 'Ririn pasti terkejut bukan main,' gumam hati Yasmin.
"Benar, Pak Hasan. Kedatangan keluarga saya ke sini berniat untuk melamar Yasmin untuk anak saya, Bayu. Mereka juga sepertinya sudah saling cocok satu sama lain. Iya kan, Bay," lirik Pak Mahendra ke arah Bayu. Yasmin melihat Bayu hanya tersenyum simpul.
"Sepertinya begitu juga dengan Yasmin," toleh Hasan melihat ke arah Yasmin. Gadis itu pun hanya tersenyum malu.
"Oya, seperti kebiasaan di keluarga kami. Setelah proses lamaran ini, tidak lama jarak waktunya untuk acara akad nikah. Karena ditakutkan terjadi hal yang tidak diinginkan jika terlalu lama jaraknya. Bagaimana, Bayu?," tanya Hasan meminta pendapat Bayu.
"Saya terserah Yasmin saja bagaimana baiknya" ucap Bayu sambil melihat ke arah Yasmin.
'Lho, kok aku,' ucap Yasmin di dalam hatinya. Yasmin melirik Bayu dengan pandangan protes. 'Kenapa harus aku yang menentukan,'
Bayu justru tersenyum melihat tatapan protes dari Yasmin.
"Yasmin bagaimana?," toleh Hasan melihat keponakannya itu.
Yasmin bingung mau menjawab apa. Bisa-bisanya Bayu melempar soal itu kepadanya.
"Begini saja," ujar Pak Mahendra membuka suara karena tidak ada respon dari Yasmin.
"Persiapan untuk acara akad nikah butuh waktu yang lama tidak? Kalau soal acara resepsi, keluarga kami yang akan mempersiapkan semuanya. Yasmin tidak perlu khawatir," sambung Pak Mahendra.
"Dua bulan, saya rasa cukup, Pak" jawab Hasan. Mahendra pun mengangguk setuju. Akhirnya kedua keluarga pun akhirnya sepakat tentang waktu acara akad nikah dilaksanakan.
Yasmin merasa lega sekali ketika acara lamarannya telah berjalan dengan lancar.
🍁🍁🍁
karya yg sangat bagus n ispiratif
biasanya sy baca ga pernah smpe habis, ini ko malah pengen lagi ❤️