NovelToon NovelToon
CALL HIM ‘SUGAR DADDY’

CALL HIM ‘SUGAR DADDY’

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:69.9k
Nilai: 5
Nama Author: Oming32

POV : Seorang gadis yang menjalani kehidupan penuh penderitaan, hidupnya seketika berubah drastis ketika bertemu dengan om-om kaya raya.

Tunggu, ini bukanlah sekedar ‘POV’, ini kejadian nyata yang dirasakan oleh gadis cantik bernama Sky Yovannka

Bak Cinderella bertemu dengan pangerannya dipesta dansa, Takdir penuh keberuntungan tiba-tiba menghampiri Sky. Kala tidak sengaja dirinya bertemu dengan pria kaya raya bernama Lucas Erbert Lexander

“Aku tidak tahu harus dengan apa mengembalikan semua uangmu” ~Sky

“Cukup pastikan kau selalu berada di sisiku, itu sudah lebih dari cukup! Serahkan semua padaku dan duduklah dengan manis” ~Lucas

✅YANG SUKA SUGAR DADDY, GAS MERAPAT✅

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oming32, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 24

...✨Enjoy the Reading✨...

🖤

🖤

“Hiks.. seharusnya aku tidak menaruhnya di saku..” sudah hampir 15 menit lamanya Sky terisak di dalam pelukan Lucas. Meratapi ponselnya yang hancur setelah terjatuh dari ketinggian ketika menaiki salah satu wahana.

Dielusnya punggung itu dengan lembut, sembari menenangkannya dengan kalimat-kalimat penyemangat.

“Tidak apa. Itu sebuah ketidaksengajaan, dan juga menjadi pelajaran untukmu kedepannya agar tidak ceroboh” Lucas melerai pelukannya, memegang kedua bahu gadis itu dan menatapnya lekat “Bagaimana jika kita pergi untuk membeli yang baru..”

Sky menghapus buliran bening yang masih tersisa diatas pipinya yang halus, lalu menggeleng pelan sebagai penolakan atas tawaran yang di ajukan oleh Lucas.

“No, aku tidak suka penolakan. Kita akan membeli ponsel yang baru” tersenyum hangat, Lucas menyentuh pipi itu dengan lembut, lalu menarik tangan Sky menuju mobil.

Seperti yang dikatakan oleh pria itu sebelumnya, jika dirinya tidak menerima sebuah penolakan, maka dari itu Sky memilih diam dan mengikuti langkah Lucas dari belakang.

*****

Mobil yang dikendarai oleh Lucas sudah berhenti di basement salah satu mall terbesar ditengah kota. Yang dimana, mall itu berada di bawah naungan perusahaan milik Lucas.

Tujuan mereka kali ini adalah sebuah counter Hp yang terletak di tengah-tengah Mall. Mereka masuk ke dalam sana, masih dengan kedua tangan yang salah tertaut satu sama lain, layaknya sepasang kekasih.

“Selamat siang tuan dan nona, anda ingin mencari ponsel yang model seperti apa?” Seorang sales menghampiri mereka lalu menyapa dengan ramah, sesuai standar perusahaan.

“Tunjukan ponsel terbaik yang kalian punya” pintanya, yang dijawab dengan anggukan kepala oleh sang sales.

Sky masih memilih untuk diam dan mengikuti Lucas kemana pun pria ini membawanya. Hingga langkahnya terhenti tepat didepan sebuah meja.

“Silakan duduk tuan dan nona, saya akan membawakan ponselnya untuk kalian..”

Lucas mengangguk lalu mengalihkan pandangan ke arah Sky “Hey, kenapa kau terlihat tidak senang?” Pertanyaan itu lolos kala mendapati wanitanya senantiasa terdiam dengan wajah murung.

“Aku merasa tidak enak karena jatuhnya merepotkan kakak” cicitnya jujur, membuat Lucas kembali mengulas senyum.

“Aku tidak merasa direpotkan sedikit pun”

“Permisi tuan dan nyonya, ini ponsel terbaik yang kami punya” sales yang tadi sudah datang dan membawakan apa yang Lucas minta.

Lucas hanya melirik sejenak ke arah benda kotak itu “Kau suka warna apa?” Beralih bertanya pada Sky yang nampak kebingungan.

“Putih bagus” jawab Sky asal, karena memang ia tidak begitu pemilih.

Lucas mengangguk “Aku ambil warna putih 2” pintanya dengan enteng, tanpa bertanya harga terlebih dahulu, membuat Sky melotot tajam.

“Tunggu.. tunggu.. boleh aku tahu harganya?” Sky bertanya pada sang sales dengan malu.

“Tentu, harga persatu unitnya..”

“Sstt.. itu tidak penting. Waktu kita tidak banyak..” potong Lucas dengan cepat “Tolong bungkus segera dan tunjukkan kasirnya” pintanya pada sang sales.

“Tunggu disini, aku akan segera kembali” pintanya pada Sky, sedangkan gadis itu hanya mengangguk pasrah.

Beberapa menit berlalu, Lucas sudah datang dengan paper bag yang di dalamnya terdapat dua buah ponsel. Berjalan dengan senyum merekah sembari mengangkat paper bag itu dan menunjukkannya pada Sky.

“Sudah selesai, kau ingin berkeliling dulu mungkin sebelum pulang?”

“Apakah boleh?”

“Tentu, ayo!” Diraihnya tangan halus itu dan dibawanya keluar dari counter ponsel itu.

*******

Berkeliling di salah satu gerai baju ternama yang ada di mall itu seorang diri, karena Lucas ijin keluar sebentar untuk menelpun seseorang.

Ada sesuatu yang aneh mengganggunya sejak tadi, tatapan dari beberapa pegawai disini begitu tajam kearahnya, seolah mengintai seorang pencuri.

Beberapa kali Sky mencoba untuk menepis pikiran negatifnya, mungkin saja standar operasional di tempat ini memang begitu. Namun ketika dirinya masuk lebih dalam ke gerai itu, tatapan mereka semakin tak terlepas darinya.

Diliriknya sekali lagi tubuhnya melalui pantulan cermin, tidak ada yang aneh, pikirnya. Terbesit dalam benaknya untuk membuktikan sesuatu.

“Permisi..” tangannya melambai dengan senyum yang ramah, memanggil salah satu pegawai yang sejak tadi menatapnya sinis.

Tidak ada senyum di wajah itu “Ada apa?”

Sky mengernyitkan dahinya, mengapa nada suaranya terdengar begitu sinis.

“Apakah ada size yang lebih kecil untuk model yang ini?” Sky menunjuk pada model baju oversize berwarna biru navy.

“Tidak ada!” Jawabnya dengan cepat

“Kalau model ini?” Ditunjukkan model baju yang hampir mirip dengan warna yang sama.

“Tidak ada juga!”

Sky masih berusaha mengusir pikiran negatifnya, mungkin memang benar tidak ada “Hhmm kalau begitu, apakah ada model yang mirip namun dengan size lebih kecil?”

“Cobalah berkeliling, semua koleksi kami sudah dipajang”

Sky menghela nafas “Baiklah, terima kasih atas bantuannya” jawabnya ramah.

Sang pegawai berlalu meninggalkan Sky, dan digantikan dengan seseorang lagi yang juga melirik model baju yang Sky suka.

“Permisi..” gadis itu melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukan oleh Sky.

Di detik itu juga, mulut Sky rasanya ingin terbuka lebar, mendapati senyum ramah sang pegawai pada gadis lainnya.

“Aku ingin model ini dengan size yang lebih kecil..” pinta si gadis

Oh sial, lihatlah wajah dengan senyum itu “Maaf nona, untuk model ini hanya tersisa satu size saja. Jika anda berkenan, kami memiliki model yang mirip dengan size yang anda inginkan. Mari ikuti saya..”

Saat itu juga, api kemarahan yang berusaha ia redam sejak tadi akhirnya meledak “Tunggu..” di cegahnya dua gadis itu dengan nada sedikit tinggi.

“Apa maksudnya ini? Kenapa kau perlakuanku sangat berbeda?”

Dua gadis itu nampak terdiam, baik sang pegawai maupun gadis lainnya nampak memandang Sky remeh.

“Tadi, tadi aku bertanya padamu apakah ada model yang lain dengan size yang kecil, kau bilang tidak ada!”

“….”

“Tapi sekarang, tanpa diminta mau mengantarkan nona ini untuk mencari model lain dengan size sama?!” Sky memperjelas rasa kesalnya.

Bukannya merasa takut, sang pegawai nampak berani semakin memandang remeh pada diri Sky “Nona ini bertanya dan pasti akan membeli, karena beliau sudah sering berbelanja di gerai kami..”

Hey, jawaban macam apa ini, bukannya meminta maaf, dia malah semakin menantang. Apakah ini karena penampilan Sky yang begitu sederhana?

“Aku pun sama ingin membeli, maka dari itu aku bertanya padamu..” Sky benar-benar kesal, karena secara tidak langsung ia merasa dihina.

Mata sinis itu melirik lebih tajam “Saya tidak yakin..” bibirnya tersenyum sinis dengan bola mata yang menatap Sky dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“Melihat dari penampilan anda, saya tidak yakin jika anda akan membeli koleksi kami yang dibandrol dengan harga mahal. Dan jika memang anda berminat, mengapa anda hanya melihat-lihat saja sejak tadi tanpa mengambil satu stel pun..” ucap sang pegawai dengan gamblang, begitu juga dengan gadis yang berdiri disebelahnya yang tengah menahan tawanya.

Mata Sky rasanya memanas, ini adalah kali pertamanya ia dihina di depan umum, meskipun hal seperti ini sudah sangat sering ia dengar dari bibir ibu dan juga kakaknya.

“Sky jangan menangis, ku mohon” gumamnya dalam hati.

Rasa kesal pada hatinya, membuat cairan bening membendung di pelupuk matanya. Sekuat tenaga ia menahan diri agar tidak terlihat lemah, bahkan ujung jari tangannya membiru karena meremat kuat kedua sisi bajunya.

“Lihatlah mereka yang memang berniat mau membeli, mengambil satu dan dua baju, lalu membawanya ke kasir untuk dibayar” seakan tidak puas, sang pegawai masih senantiasa melontarkan kalimat-kalimat pedasnya.

“Apakah aku tidak boleh memilih terlebih dahulu sebelum membawanya kekasir. Aku lihat beberapa orang melakukan hal itu, sebelum mereka menentukan baju mana yang akan dibeli” Sky masih berusaha membela diri.

Si gadis lain nampak maju “Sudahlah nona, jangan berdebat disini. Lebih baik anda pulang dan cari baju yang anda sukai pada gerai di tepi-tepi jalan. Aku lihat mereka menjualnya dengan harga murah”

Dan ini, apalagi, kenapa gadis ini ikut menghakiminya. Apakah dia seburuk itu hingga tak pantas berbelanja di tempat seperti ini.

Bersambung.....

*Hy guys**😊*

Mau cerita sedikit tentang kegalauanku beberapa hari yang lalu.

Aku gak tahu ya, kenapa sulit banget narik pembaca untuk melirik karyaku. Aku sadar kalau karyaku masih banyak kekurangan, dan tidak sebagus karya lainnya. Sempet mikir, apa karena judulnya yang biasa aja atau isinya yang memang gak menarik.

Aku udah update rutin, meskipun baru bisa 1 hari 1 bab aja.

Aku gak mau mengeluh, cuma rada sedih aja. Berusaha terus berpikir positif kalau disini aku yang kurang usaha maksimal. Dan akhirnya mencoba bangkit untuk terus berusaha walaupun hasilnya belum sesuai dengan keinginanku.

Tapi aku tetap bersyukur dan berterima kasih untuk kalian yang selaku setia dan menyempatkan diri mampir, memberi like serta komentar.

Suatu saat, aku sangat ingin berbagi rejeki kepada kalian sebagai ungkapan rasa terima kasihku. Minta doanya agar segala sesuatu dilancarkan.

*Yeeyyyy.. terima kasih sudah membaca curhatanku yang alay ini🤭.*

1
Salwa Alfia
lah ni g lanjut Agi ya
Nirmala280481
lho.. kq tau2 hbs Thor.. gk seru ih..
Lena Lena
lahhh Agni doang ? gantung bgt thor
Lena Lena
Luar biasa
Bunda
Jadi males baca karyamu yg lain...takut mengecewakan..dg berhenti ditengah jalan lg😥
Bunda
lah.. dah tamat ??
begini aj thor ??
kecewa berat nih😕😕
Bunda
Semangat thor🤗🤗
Bunda
lanjut besok thor...matanya sdh ngantuk 😴
Bunda
wkwk...dipenjara cinta langsung
Bunda
oke...aku baru mampir,..semoga bagus karya"mu thor..
semangat..😍
RM
thor ini lanjutan nya mana???
sailendra arandita
ceritanya bagus, apa ini ga ada lanjutannya ?
sailendra arandita
ini ga ada lanjutannya kah , ceritanya seru .
ryye🌾
sampailah daku di sini..ijin baca othor cantik☝❤
Sarah
ceritanya bagus thor, tapi kok sepi🥺
Sarah
cerita keren thor🥰🥰
Retno Palupi
ceritanya bagus tp kok sepi ya
Retno Palupi
bagus ceritanya
Retno Palupi
lanjut kak
Retno Palupi
ok kl ntar tamat g berhenti ditengah lanjut baca. ditunggu up nya kak semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!