NovelToon NovelToon
The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Akademi Sihir / Barat / Tamat
Popularitas:141.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Shirazuki Ito

Kisah seorang anak SMK yang bereinkarnasi ke dalam dunia pedang dan sihir yang bernama Zen.

"Apa ini?! apa aku akan mati?!" Pasrah seorang pria karena sudah mati rasa akan tubuhnya dan tenggelam ke dalam sungai.

Ia pun direinkarnasi ke dalam dunia lain oleh seorang dewi. Kehidupan Zen di dunia barunya pun berjalan sesuai keinginannya, tetapi karena keadaan dunia tersebut yang semakin berguncang, Zen pun harus menjadi lebih kuat untuk menepati janjinya dan mengatasi ancaman dunia yang akan segera datang menghancurkan dunia.


Kisah petualangan Zen menjadi kuat pun dimulai.

Eps 1-70 = Zero To Hero
Eps 70-100 = Adventure And Epic Battle
Eps 100-??? = ???

Genre : Action, Fantasi, Adventure, Demons.

[Pemberitahuan]

Style MC Zero to Hero

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shirazuki Ito, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 25 : The Seal

Zen yang melihat dirinya sendiri pun sangat kaget dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, sosok tersebut sangat mirip dengan Zen, yang membedakannya hanyalah warna rambut dan mata yang berwarna biru

"Apa maksudnya ini?" Gumam Zen kebingungan

Sosok tersebut pun mendekati Zen perlahan, Zen pun bertanya kepadanya "Siapa kamu?" Tanya Zen

Sosok tersebut pun hanya diam dan mulai berlari ke arah Zen

"C'Sword"

(Slash!!)

Sosok tersebut pun menyerang Zen, Zen yang reflek pun menghindari serangan tersebut, tiba tiba sosok tersebut pun mengucapkan sesuatu "Namaku Zen" Ucapnya

Zen pun seketika kebingungan, karena ia benar benar bertemu dengan dirinya sendiri, Zen pun mengingat kata kata dari Haxor yang mengatakan "Memang aku yang memberi segelan itu kepadamu, tetapi yang menyegelmu bukan aku, melainkan roh orang yang sudah lama mati" Zen seketika percaya bahwa di dunia itu terdapat dimensi lain walau dulu ia sering membantah perkataan itu

"Apakah kamu adalah roh yang sudah mati?" Tanya Zen

Sosok yang mirip dengan Zen pun hanya diam dan kembali bersiap untuk menyerang

"Dia tidak bisa di ajak berkomunikasi" Gumam Zen

"Swift" Sosok tersebut dengan cepat berada tepat di samping Zen dan mengayunkan pedangnya

(Slash!!)

(Ting!!!)

Sosok tersebut pun sedikit kaget melihat Zen yang memiliki reflek yang sangat cepat, ia pun langsung menjauhi Zen

"Apapun yang terjadi aku harus menang!" Gumam Zen

Warna mata dan rambut sosok tersebut pun berubah menjadi biru es

"Ha..." Sosok tersebut mengeluarkan hawa yang sangat dingin dan tiba tiba hutan di sekitarnya langsung membeku

"Swift" Ia kembali menyerang Zen

(Slash!!)

(Ting!!)

"Sial dingin sekali!" Gumam Zen

(Slash! slash! slash! slash! slash!!)

Zen pun menghindari semua serangan tersebut dan menjauh dari sosok tersebut, tetapi saat Zen menjauhinya ia kembali mendekati Zen dan kembali menyerangnya

(Slash slash!!)

"Ice thorn!" Duri es yang sangat besar pun muncul dari permukaan dan hampir mengenai Zen

"Fire!" Zen menciptakan bola api yang sangat besar dan langsung melemparkannya kepada sosok tersebut

"Ice!" Tembok es yang besar dan tebal pun muncul dari permukaan

(Bom!!!!)

Sosok tersebut pun dapat menangkis serangan Zen dengan perlindungan es miliknya, saat ia bersiap untuk menyerang Zen, ia pun sedikit kaget dan kebingungan karena Zen yang sudah menghilang

"Dia sengaja menyerangku seperti itu untuk menutupi penglihatanku dan melarikan diri" Gumamnya

#Disisi lain

Zen pun sedang bersembunyi di balik pohon untuk menyusun strategi

"Hah.. hah.. hah.." Nafas Zen pun mulai tidak beraturan karena ia yang tidak tenang dan kebingungan

"Bagaimana caraku untuk mengalahkannya, kekuatannya sangat kuat" Gumam Zen

Beberapa saat kemudian, Zen pun keluar dari persembunyiannya sambil mengucapkan "Bagaimana keadaan ayah dan ibu di sana" Ucap Zen

Seketika sosok tersebut pun menyadarinya, bahwa ia dan Zen adalah orang yang benar benar sama hanya alur cerita hidup mereka yang berbeda, ia pun mengucapkan "Mereka baik baik saja, hanya akulah yang mati" Ucapnya

"Begitukah.." Ucap Zen sedikit sedih

"Lupakan yang tadi, aku akan mengalahkanmu" Ucap Zen

Perlahan rambut dan warna mata Zen berubah, rambutnya menjadi putih dan pupil matanya yang menjadi warna merah

"Aku akan menang!" Ucap Zen

"Swift!" Zen pun langsung muncul tepat di depan mata sosok tersebut dan mengayunkan pedangnya

(Slash!!)

(Ting!!)

(Bf!)

Sosok tersebut pun sedikit kaget dan kagum kepada Zen, karena ia berhasil menangkis serangannya hanya dengan elemen api

"C'Sword" Zen menciptakan satu lagi pedang miliknya

Sosok tersebut pun sedikit mengingat masa lalunya, Zen kembali menyerang sosok tersebut secara membabi buta dengan kedua pedangnya

(Slash! slash! slash!! slash! slash! slash!!)

(Ting! ting! ting!)

Sosok tersebut hanya menangkis beberapa serangan Zen karena ia merasa ada yang aneh dengan Zen sehingga ia dapat dengan mudah memprediksi pergerakan Zen, ia pun menjauhi Zen dan bertanya "Kenapa kamu menyerang tidak menggunakan akal sehat mu" Ucapnya

Zen seketika terkejut karena ia emang ragu untuk menyerang sosok tersebut, ia tidak yakin dapat memenangkan pertarungan

"Kamu tidak akan bisa mengalahkan raja Iblis sialan itu jika kemampuan mu hanya seperti ini" Ucap sosok tersebut

Zen yang mendengarnya pun seketika berfikir, sosok Raja Iblis yang di maksudnya adalah Koruga sang Leluhur Iblis

(Plak!!)

Zen pun menampar dirinya sendiri

"Dia benar, jika seperti ini aku tidak mungkin dapat mengalahkannya" Gumam Zen

Zen pun diam sejenak untuk menenangkan dirinya

Beberapa saat kemudian Zen yang sudah kembali tenang pun mengucapkan "Ayo kita melanjutkan pertarungan ini" Ucap Zen dengan wajah serius

Sosok tersebut pun mengiyakan ucapan Zen dan mereka pun kembali melanjutkan pertempuran mereka, tetapi sebelum melanjutkan pertempuran mereka, sosok tersebut mengambil sebuah batu dan mengucapkan "Di saat batu ini menyentuh tanah" Ucap sosok tersebut, Zen pun mengucapkan hal yang sama "Itu menandakan pertarungan telah di mulai" Ucap mereka serentak

Sosok tersebut pun melambungkan batunya dan mereka berdua bersiap untuk melanjutkan pertempuran

(Tek)

(Swof)

(Ting!!!!!)

"Ice Thorn!" Sebuah duri yang sangat besar kembali muncul dari permukaan, tetapi Zen menyadarinya dan ia langsung menendang sosok tersebut yang membuat mereka berdua terpental

"Fire!" Zen berlari ke arah sosok tersebut dengan kedua pedangnya

"Ice!" Sosok tersebut menciptakan sebuah dinding perlindungan, di saat yang bersamaan Zen pun melepaskan serangannya

"Twin fire slash!!"

(Bom!!)

Tiba tiba sosok tersebut muncul di sebelah Zen

"Ice!" Ia pun mengayunkan pedangnya tetapi Zen dapat menghindarinya sehingga membuat serangan sosok tersebut meleset, tetapi serangan tersebut memunculkan duri es di sekitarnya yang membuat kaki Zen sedikit terluka

"Agh!" Zen pun langsung menjauhi sosok tersebut, tetapi sosok tersebut kembali muncul di belakangnya

(Slash!)

(Ting!!)

"Ice!-"

Zen yang menyadari sosok tersebut akan menggunakan jurus yang sama pun langsung menjauhi sosok tersebut, tetapi saat ia sedang menjauhi sosok tersebut muncul sebuah duri es yang besar dari permukaan tanah

(Ting!!!!)

Beruntungnya Zen dengan reflek yang cepat, ia dapat menangkis serangan tersebut, tetapi tiba tiba sosok tersebut muncul di atasnya dan langsung menendangnya kebawah

(Bam!!)

"Agh!!"

"Uhk uhk!" Zen pun memuntahkan darah yang cukup banyak dari mulutnya, Zen pun merasa kesal dan emosinya yang mendadak meningkat, tidak di duga mata kanan Zen kembali berubah menjadi merah total

"Aku pikir dia sudah bisa mengendalikan kekuatan itu"

"Agh!! Ah!!!!!"

Aura yang sangat besar pun muncul, seluruh hewan yang merasakan aura mematikan Zen langsung lari menjauhi Zen

"Agh!!"

"Aku harus menghentikannya" Gumam sosok tersebut

"Jangan mengganggu!!!" Teriak Zen yang membuat sosok tersebut kaget

"Aku tidak butuh bantuan!! jangan mengganggu pertarunganku!! aku tidak akan pernah di kendalikan oleh kekuatanku sendiri!!" Teriak Zen

Seketika energi Zen perlahan mulai menurun

"Aku tidak akan membiarkan diriku di kuasai oleh amarahku sendiri!!" Ucap Zen tegas

Zen pun akhirnya mengetahui penyebab ia kehilangan kendali, penyebabnya adalah amarah miliknya yang membuatnya memasuki mode berserk dan ia pun mengingat ucapan ayahnya

(Flash back)

"Banyak orang yang mempunyai kekuatan yang besar, tetapi di saat mereka kehilangan akal sehatnya dan amarahnya meningkat, orang tersebut akan memasuki mode berserk atau bisa disebut juga mengamuk" Jelas Ayah Zen

"Zen kurang mengerti yah, apa maksudnya mengamuk itu?" Tanya Zen

"Mengamuk yang Ayah maksud itu adalah dimana seseorang sedang di kendalikan oleh emosi negatif yang sangat kuat atau lebih simpelnya, dimana seseorang sedang di kendalikan oleh amarahnya sendiri"

"Aku tidak akan di kendalikan lagi!" Teriak Zen

Sosok tersebut pun kaget dan tidak percaya dengan Zen yang berhasil mengendalikan amarahnya

"Hah... hah.. hah.. hah.." Zen~

"Apa apaan dia?" Bingung sosok tersebut karena dia tau siapa Zen yang sebenarnya

"Hah.... Baiklah mari kita lanjutkan"

Sosok tersebut pun mengucapkan "Lima serangan, jika kamu berhasil menghindarinya, aku akan berhenti menyegelmu" Jelas sosok tersebut

Zen pun mengambil kesempatan tersebut dan mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi lima serangan sosok tersebut

"Core!" Tiba tiba muncul sebuah Core sihir es di tangan sosok tersebut, Zen pun kaget melihat sosok tersebut yang memiliki core sihir

"Kita mulai" Ucap sosok tersebut

Sosok tersebut pun menggenggam core sihir itu yang membuatnya pecah, kekuatannya pun meningkat sangat pesat dan pupil matanya yang berubah menjadi biru tua

"Ice Thorn!"

Zen pun merasakan tanah yang bergetar seperti gempa bumi, tiba tiba muncul banyak duri es yang besar dari permukaan tanah, Zen pun berusaha menghindari semua serangan tersebut dan berhasil

"Lima" Gumam sosok tersebut

"Ice spike!" Tiba tiba duri duri es yang besar tersebut mengeluarkan lonjakan es yang sangat banyak dan langsung menusuk ke permukaan

"Fire protection!!!" Zen pun melindungi dirinya dengan seluruh kekuatannya tetapi tidak berjalan dengan mulus, ia masih menerima beberapa goresan akibat serangan tersebut, Zen pun langsung menghancurkan lonjakan es tersebut untuk keluar dari dalamnya

"Empat"

"Ice-" Sosok tersebut pun mengangkat tangannya ke atas, hujan salju pun mulai turun

Zen pun akhirnya berhasil keluar dari dalam lonjakan es tersebut

"Hujan salju?" Gumam Zen kebingungan

Zen pun melihat ke langit dan tiba tiba muncul hujan pedang es dari atas langit

"Hujan pedang!?!" Panik Zen

Zen pun langsung berlari menghindari banyaknya hujan pedang es

"Fire!!" Zen pun menciptakan bola api yang cukup besar dan melemparnya ke arah pedang pedang tersebut

Zen pun berhasil selamat dari hujan pedang es yang bisa saja membunuhnya

"Tiga" Gumam sosok tersebut

Sosok tersebut pun mengangkat tangannya ke atas

"Ice spear" Tombak es yang sangat besar pun muncul dan langsung di lemparkan ke arah Zen

Zen pun kaget melihat tombak es yang sangat besar mengarah kepadanya

"Aku tidak akan bisa menghindarinya!" Gumam Zen panik

Zen yang kesal pun menggertakkan giginya

"C'Katana" Zen~

"Fire slash!!" Zen pun menebas tombak es tersebut menggunakan katana miliknya

"Dua" Gumam sosok tersebut

"Ice storm!!" Badai es yang sangat besar pun mengarah kepada Zen

"Fire!!!" Zen pun lagi lagi menebas badai es tersebut dengan katana miliknya, tetapi ia pun mulai kehabisan 'Mana' dan penglihatannya mulai memburan

#Disisi lain

"Aku sudah mencarinya kemana mana tapi tidak ketemu, kemana kamu Zen?" Gumam Veliona sambil menyusuri akademi, tiba tiba Veliona pun mendengar sesuatu di dalam hutan seperti benda besar yang jatuh dari ketinggian

Veliona yang penasaran langsung berlari ke sumber suara, sesampainya di sana, ia pun merasa sangat kebingungan, ia melihat ada dua Zen tetapi dengan warna rambut yang berbeda

"Kok Zen ada dua?!" Gumamnya kebingungan

"Satu" Ucap sosok tersebut

Veliona pun kebingungan mendengar ucapan Zen berambut biru

"Apa yang di hitungnya?" Bingung Veliona

Seketika sosok tersebut pun langsung muncul tepat di depan mata Zen

"Sial!! tinggal satu serangan lagi!!!" Gumam Zen kesal dengan dirinya

(Krk!!)

(Cts!!!)

Sosok tersebut pun meledak tepat di depan mata Zen dan menyilaukan mata Veliona

"Gh!!.." Veliona pun menutup matanya

Saat ia kembali membuka mata, ia sangat kaget melihat tubuh Zen yang sudah mengkristal

"Zen!!!" Teriak Veliona

Bersambung...

1
pembaca gabut
beban anying Napa di ajak sih najis benr
Ikhsan Makhrus
pemimpin desa sama kepala desa bedanya apa?
pembaca gabut: beda 🗿 ? kaya nya wgwgw
total 1 replies
Ikhsan Makhrus
"kakak beradik" mungkin maksud nya
Prabu Astrajingga
alur cerita masih tidak jelas. .masih ngikutin semoga ada perbaikan deh tulisan sama alurnya...klo dikasih nilai masih 5 lah
zhawil ztonez
wkwkwkwkw
tridi∆nt
cepet up ceritanya yaa thor
asgor
oioioi si MC itukan masih 8 tahun
Mamat Stone
wadaw MCnya makin parah 🤦‍♂
Mamat Stone
jagoan neon lemah
Shirazuki Ito: Makasih banget yaa udah ngekomenn, author jadi makin semangat 😂😊😊😊
total 1 replies
Mamat Stone
14
Mamat Stone
Gdnya Kapan 🤔
jagoan neon
Mamat Stone
13
Mamat Stone
komen..... 🤭
Mamat Stone
yang penting komen
Mamat Stone
😁
Mamat Stone
buktikan merahmu dong
Mamat Stone
ketemu lagi
Mamat Stone
berkelana
Mamat Stone
,Kamu Bisa
Mamat Stone
MCnya lemah soalnya masih Bocil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!