Nopita Anggraeni terlahir dari keluarga sederhana. Namun, berkat kerja kerasnya ia mampu membangun sebuah perusahaan untuk ayahnya hingga kini mereka hidup serba berkecukupan. Meski sekarang pita adalah anak orang yang berada namun tak menjadikannya bermalas-malasan menikmati harta orang tuanya. Namun, karna dihianati oleh hanif (pacarnya dulu) pita menjadi sedikit dingin terhadap laki-laki.
Seiring berjalannya waktu, pada saat ia ingin pulang ia menyermpet seorang kurir. Karna merasa bersalah pita akhirnya menolong kurir itu untuk mengantarkan paket.
Ariza Mahendra terlahir dari keluarga kaya raya di kota kelahiran. Namun, karna ia ingin hidup mandiri, ia memutuskan untuk bekerja sebagai kurir. Suatu ketika saat ia di ancam oleh ayahnya akan di kuliahkan di amerika. Tentu itu membuat ia merasa berat untuk meninggalkan indonesia, apalagi ariza sudah bertemu dengan gebetannya. Akhirnya Ariza memutuskan untuk mengurus perusahaan milik papahnya bersama adinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karmila puspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan Ulang tahun part 2
Pita pun mencari saklar lampu ruang utama yang terletak tak jauh dari pintu masuk ke dalam apertemen. Ia terus meraba-raba, dan clek.....
HAPPY BIRTH DAY NOPITA ANGGRAINI
"Happy birth day Ta, maaf ya tadi aku diemin kamu." Ucap Mila sambil memeluk Pita yang masih merasa bingung, pasalnya ia terlupa dengan ulang tahunnya sendiri.
"Happy birth day Ta, doa ku yang terbaik untuk mu, maaf soal tadi siang." Kini gantian Mira yang mengucapkan selamat pada Pita dan memeluknya dengan erat.
"Kok gua lupa ya, ualng tahun gua sendiri." Ucap Pita.
"Dasar gila kerja lo, sampai ulang tahun sendiri lupa." cletus Mira.
"Siapa yang gila kerja bloon," ucap Pita ketus.
"ehem," deheman Ariza, lalu menghampiri Pita. "Happy birth day Nopita, semoga panjang umur sehat selalu, do'a ku yang terbaik." Ucap Ariza sambil memberi sebuket bunga dan sebuah kotak hadiah.
"Eh sejak kapan kalaian di sini," ucap Pita, saat melihat ada Ariza dan teman-temannya.
"Sejak tadi!" jawab mereka serempak.
"Owh, thank's buat kejutananya." Ucap Pita berterima kasih pada semua yang ada di situ.
"Udah. Ni tiup lilinya," ucap Mila yang sudah membawa kue tart yaang terdapat angka 20 di atasnya.
"Bukanya gua barus 19thn ya," ucap Pita yang ingin bercanda, itulah sifat aslinya.
"Ternyata lo juga bisa bercanda ya," ucap Ariza terkekeh mendengar candaan Pita.
"Gua juga manusia, "ucap Pita ketus.
"Udah tiup dulu ni lilin, keburu abis ni." Sela Mila, dengan segera Pita meniup lilinya, tak lupa berdo'a dulu, kata orang-orang do'a sebelum tuip lilin bisa jadi kenyatan.
"Tadi lo do'a apa Ta?" tanya Mira yang antusiasif.
"Pengen tau aja lo," cletus Pita.
"Ye kita kan pengen tahu, elo minta apa gitu, siapa tau kan gua bisa kabulin." Ucap Mira tak kalah ketusnya.
"Owh tadi gua minta pulau pribadi, gimana lo bisa kabulin?" Candaan Pita.
"Sory kalau itu gua gak bisa," jawab Mila menyengir.
"Gak percaya gua sama do'a lo, apaan sih ta tinggal ngomong aja kok susah." Ucap Mila.
"Pokoknya yang terbaik," jawab Pita.
"Ah gua tau kalau do'a lo pasti baik, tapi apa gitu beli rumah, mobil, jet pribadi." cerocos Mira.
"Gua do'a ya itu, gua pengen ni pertama orang tua gua bangga dan seneng sama gua, ke dua gua cuma pengen gua tetep bisa ngebahagia in orang tua gua sampai kapan pun. Dan yang ke tiga ni gua cuma pengen yang terbaik buat gua, soal jodoh umur dan nasib itu semua udah Allah yang tentuin." Ucap Pita panjang lebar.
Setelah mendengarkan semua apa yang Pita lontarkan, mereka melanjutkan dengan acara makan-makan dan bermain yang dapat mereka lakukan di apertemen.
ting..tong...
Bel apertemen berbunyi, dengan segera Mira perdiri dan hendak membukanya. Namun, dengan segera di dahului oleh Mila.
Mira dengan yang lain pun berbincang-bincang dengan yang lain. Saat hendak perbalik untuk mengambil cemilan, tiba-tiba ia di kagetkan dengan orang yang berdiri tepat di depannya.
"Ah kak, Elo!" teriak Mira, pita yang bedada di dalam kamar pun segera keluar untuk melihat apa yang terjadi.
"Lo kenal sama dia Mir?" tanya Mila yang terheran dengan panggilan kak.
"Dia, dia!" Belum sempat ia melanjutkan kata-katanya karna sudah di potong oleh Arya.
"Rekan kerjanya." Sambung Arya.
"Terus ngapain ke sini? kan kakak bukan temanya Pita." Tanya Mira.
"Aku di undang Ariza," jawab Arya.
"Owh,"
Pita pun keluar dan melihat semua baik-baik saja, ia pun segerah duduk bergabung bersama yang lainya.
Sebenarnya ia tak suka dengan acara seperti ini, tapi mau gimana lagi ia harus menghargai kerja keras sahabatnya itu.
"Ta," panggil Mila.
"hmm"
"Gua boleh tanya gak?"
"Tanya, tanya aja apa susahnya," ucap Pita.
"Btw kan umur lo udah 20 tahun ni," ucap Mila. "Nah! lo kan pernah bilang, kalua umur lo udah 20 ke atas lo mau nikah. Nah type laki-laki yang lo mau kayak gimana?" tanya Mila.
"Kenapa lo tiba-tiba tanya kek gitu?" tanya balik Pita. "Gua gak mau ya nikah ama lo, lo masih normal kan?" lanjutnya.
"Ishh!! ya gak gitu juga kali, gua juga masih normal. Ya siapa tau di sini ada type laki-laki idaman lo," celetuk Mila.
"Jangan bilang lo mau jodohin gua," ujar Pita sambil menatap tajam Mila.
"Ya nggak lah," ucap Mila. " Udah! gimana typenya?" tanya Mila yang sudah tak sabaran.
"owh gampang ni, pertama sabar, penyanyang, baik, sopan. Bisa mengormati dan menghargai keputusan gua, dan setia," ucap Pita dengan lirih ketika mengucapkan kata setia. Raut wajah yang awal mulanya senang menjadi buram.
"Eh! kenapa lo ta jangan sedih dong!" ucap Mira berusaha menghibur Pita yang terlihat agak sedih.
"Siapa yang sedih, nih gua senyum" ucap Pita sambil tersenyum menutupi kesedihanya.
"Gak usah bohong gitu, orang keliatan jelas. Emang ada apa sih?" celetuk Pandu yang mendapat lemparan bantal sofa dari Mila.
"Eh eh eh salah gua apa?" tanya Pandu berusaha mengelak.
"Bukan elo yang salah, tapi mulut lo yang gak bisa di kondisikan." ketus Mila.
"Udah gaak usah ribut, ini bukan salah Pandu juga."Ucap Pita tiba-tiba.
"Tuh denger!" seru Pandu.
Senyum pun kembali terukir di wajah Pita. Saat melihat dua sajoli yang saling bertengkar untuk hal yang tak terlalu penting, namun dapat membuat seisi apertemen tertawa melihat tingkah mereka.
"Tunggu!" ucap Pita tiba-tiba membuat semua yang di apertemen melihat ke arah Pita.
"Ini yang ulang tahun gua, kenpa ada temen nya di kurir somplak sih?" tanya Pita yang baru menyadari kedatangan teman teman Ariza.
"Yang bikin acara siapa? ide siapa?" tanyanya lagi.
"Gua," sahut Mira. "Tapi aku cuma bilang suruh minta bantuan kak Ariza doang sama kaknya Mila." sambungnya.
"Gua yang nyuruh," sahut Mila dengan santainya.
"O......" Ucap itu yang hanya di lontarkan dari mulut Pita. Namun dapat membuat orang di sekelilingnya terheran dengan jawabanya. Pasalnya tadi ia bertanya tentang teman Ariza dengan sedikit kesal, namun setelah mendapatkan jawaban yang jelas, ia hanya menjawab o.
"Kenapa pada natap kek gitu!" celetuk Pita yang risih dengan tatapan mereka.
"Gak, sekarang gua mau tanya. Lo mau hadiah apa ni dari gua?" tanya Mira.
"Gua gak mau hadiah dari lo," ucap Pita.
"Kenapa?" tanya Mira terheran.
"Gak papa, buat apa hadiah yang penting do'anya yang terbaik." Ucap Pita sambil tersenyum.
"Ah elo mah kaalau di tawarin minta hadiah apa mah selalu gak mau," cibir Mila.
"Iya emang kenapa sih?" sahut Mira.
dritt....
dritt....
dritt....
ponsel milik Mila bergetar, Mila pun segerah mengambil ponselnya yang terletak di meja, saat melihat nomor asing yang tak dia kenal dan berasal dari luar negeri ia mengernyitkan dahinya.
Mila pun akhirnya mengangkat siapa tau penting pikirnya.
"Hallo," ucap Mila yang masih nampak ragu.
"Hallo mil, ni gua dian cuma mau kasih kabar baik aja ni. Btw Pita mana?" sapa Dian sekaligus menanyakan Pita, karna ia ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada Pita.
Mila segera menghampiri Pita yang nampak diam, sambil melihat teman-teman Ariza bercerita dan tertawa.
"Ni dian mau ngomong sama elo," ucap Mila sambil menyerahkan ponsel nya pada Pita.
"Hallo. Happy birth day Ta, widih ni umur makin tua aja lo ta. Maaf gak bisa ngerayain lagi. " Ucap Dian memberi selamat pada Pita.
"Iya, thank's." jawab Pita singkat.
sudah cukup lama Pita berbincang dengan Dian lewat ponsel, kini giliran Mila yang akan menanyakan apa kabar baik yang akan si samapikan Dian untuk mereka.
"Tadi katanya ada kabar baik, kabar baik apa ni?" tanya Mila yang sudah merebut ponsel miliknya yang berada di genggaman Pita.
"Owh iya sampai lupa, Kabar baiknya yaitu." Belum sempat Dian mengatakan, ponsel milik Mila tiba-tiba mati.
Jangan lupa tinggalkan like dan komen😊
next
salam dari KETABHAN ZULFA
mampir karya newe ku.
"Salah jodoh."
dady danzel mendukung dan g sabar kelanjutanya.
Mampir ya😅
Salam hangat dari The Gangster Boy🤗
Salam manis dari INSEPARABLE🌻
salam dari -ZEVANAYA-