NovelToon NovelToon
Muara Kasih Ibu Tunggal

Muara Kasih Ibu Tunggal

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Hamil di luar nikah / Single Mom / Lari Saat Hamil / Chicklit / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kirana Pramudya

Pacaran yang kelewat batas membuat Ervita jatuh dalam perbuatan terlarang bersama kekasihnya, Firhan Maulana. Janji untuk bertanggung jawab nyatanya hanya sekadar janji.
Sampai di mana Ervita mendapati dirinya berbadan dua, tidak ada tanggung jawab dari Firhan. Kondisinya kian pilu karena orang tuanya mengusirnya dan menganggap hamil di luar nikah adalah sebuah aib. Ervita yang masih muda harus menjalani hidup sendiri, menahan luka, dan mempertahankan bayi dalam kandungannya.
"Aku hamil memang karena kesalahan, tetapi hadirnya janin ini dalam rahimku sekali-kali bukan kesalahan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Ibu Baru

Beberapa jam usai persalinan, tampak Bayi Indira sudah dipindahkan ke dalam kamar perawatan Ervita di sana. Tampak perawat datang akan membantu Ervita untuk melakukan pelekatan pertama kepada bayi. Pelekatan ini adalah tahap awal yang sangat penting untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi.

"Permisi Bu Ervita," sapa perawat yang masuk dan membawa box bayi itu.

"Iya," sapa Ervita dengan suara yang masih begitu lirih.

"Ini bayinya ya Bu Ervita, sudah bisa dipindahkan," balas perawat itu lagi.

Mendengar bahwa bayinya sudah dipindahkan dan bisa bersama-sama dengannya, tentu saja Ervita merasa begitu senang. Dia menunggu lama untuk bisa melihat bayinya lagi. Bahkan Ervita memaksa bangun padahal jarum infus masih menusuk pembuluh darahnya. Akan tetapi, demi bisa melihat bayinya, Ervita itu berusaha menahan rasa sakit itu.

"Bunda nungguin kamu Adik," ucap Ervita dengan lirih dan tersenyum kala melihat bayi kecilnya yang sudah dibedong itu.

"Si bayi harus melakukan skrining neonatal selama enam jam dulu setelah dilahirkan Bu Ervita, dan tadi si bayi sudah buang air kecil, dan buang air besar pertamanya. Kotoran pertamanya atau Mekonium juga sudah keluar. Itu artinya saluran pencernaan bayi lancar dan baik yah. Namun, Mekonium ini akan terus keluar sampai beberapa hari setelahnya. Jadi, jangan takut karena si bayi mengeluarkan kotoran yang memiliki tekstur sedikit lengket dan warna hitam," jelas perawat itu.

Sebagai orang tua baru, menjadi ibu baru, tentu ini adalah ilmu pengetahuan yang baru juga untuk Ervita. Sehingga Ervita akan mengingat-ingat bahwa untuk beberapa ke depan pup bayi masih berupa Mekonium yang teksturnya lengket dan berwarna hitam.

"Baik, terima kasih. Jadi, saya tidak kaget karena sudah diberitahu terlebih dahulu," balas Ervita.

Perawat pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum di sana, "Sekarang ASI-nya sudah keluar belum Bu?" tanya sang perawat.

"Iya, sudah ... cuma belum banyak," balas Ervita.

"Tidak apa-apa, nanti produksi ASI akan seterus meningkat seiring dengan kebutuhan bayi akan ASI. Sekarang saya bantu untuk pelekatan dan memberikan ASI ya Bu," ucap perawat itu.

Setelahnya perawat itu mulai memposisikan si bayi dalam gendongan tangan Ervita. Kemudian Ervita mendapatkan cara menyusui yang tepat, bagaimana perlekatan pertama bagi seorang bayi.

"Nah, bayi dipegang dalam satu lengan. Kepala bayi diletakkan dekat lengkungan siku Ibu, kemudian pantat bayi ditahan dengan telapak kanan Ibu. Perut bayi ini harus menempel ke tubuh Ibu. Mulut bayi harus berada di depan pu-ting Ibu. Lengan yang bawah merangkul tubuh Ibu, dan jangan berada di antara tubuh bayi dan Ibu. Tangan yang di atas boleh dipegang Ibu atau diletakkan di atas dada Ibu. Kemudian telinga dan lengan yang di atas berada dalam satu garis lurus."

Perawat itu membantu Ervita melakukan perlekatan pertama untuk bayi. Dengan perlahan Ervita berusaha melakukan instruksi yang diberikan perawat itu.

"Nah, selanjutnya ... dagu bayi menempel ke payu-dara Ibu, mulutnya akan terbuka lebar. Sebagian besar are-ola terutama yang berada di bawah akan masuk ke dalam mulut bayi. Dampaknya bibir bayi terlipat keluar. Tidak boleh terdengar bunyi decak, hanya boleh terdengar bunyi menelan. Posisi ini membuat Ibu tidak kesakitan dan bayi pun tenang. Kalau posisi dan perlekatan sudah benar produksi ASI akan tetap banyak."

Melakukan step by step posisi dan perlekatan ini membuat Ervita belajar. Awalnya memang kikuk, tetapi memang bukankah ketika pertama kali mencoba semuanya akan terasa kikuk? Setelahnya barulah akan merasa biasa dan bisa melakukannya dengan baik.

"Coba ya Bu Ervita ... saya akan tungguin sejenak. Jika sudah benar, nanti bisa latihan lagi dan saya akan membantu Ibu pelan-pelan," ucap perawat itu lagi.

"Seperti ini Suster ... apakah sudah benar? Terdengar dia menghisap dan menelan," ucap Ervita.

Sebisa mungkin Ervita juga merasa peka dengan aktivitas bayi mungilnya itu. Sebab, Ervita sendiri pun bisa berharap bahwa posisi dan perlekatan si bayi ini akan berjalan dengan baik dan lancar.

"Yah, bagus ... seperti ini ya Ervita. Biarkan Adik Bayi mendapatkan ASI dulu yah. Bisa saya tinggal?" tanya Perawat itu.

"Ya, bisa ... terima kasih banyak," sahut Ervita.

Memberikan ASI secara langsung dan begitu dekat dengan bayinya membuat Ervita begitu bahagia. Tangan mungil yang ada di dadanya begitu lembut dan juga hangat. Lagi-lagi Ervita justru menitikkan air matanya melihat maha karya Tuhan yang luar biasa itu.

Yang Ervita rasakan adalah rasa syukur yang begitu besar. Bagaimana pun bayinya adalah penyejuk hati dan pelipur laranya, melihat Indira yang bisa meminum ASI secara langsung membuat Ervita merasa dibesarkan lagi hatinya. Bukan karena mengasihani diri sendiri, tetapi Ervita sepenuhnya sadar bahwa dia harus berjuang untuk kehidupan yang bahagia dengan buah hatinya.

***

Selang satu hari ....

Hari ini jarum infus di tangan Ervita sudah dilepas, Ervita pun bisa juga untuk berjalan pelan-pelan dan juga sudah belajar memandikan Baby Indira mengikuti petunjuk yang dilakukan perawat.

Menjadi Ibu baru memang membuatnya butuh belajar, tetapi Ervita bersyukur karena bisa merawat Indira dengan tangannya sendiri. Usai memandikan Indira pun, Ervita memberikan ASI untuk bayinya itu. Semuanya dilakukan sendiri, bahkan tak ada yang menjenguknya. Ya, semalam Ervita meminta Bu Tari dan Pandu untuk pulang saja. Sebab, Ervita merasa begitu merepotkan jika sampai Bu Tari dan Pandu menginap untuk menemaninya.

Pagi ini juga belum ada yang menjenguk. Sesaat Ervita melihat ke kamar sebelah yang terdengar ramai dan banyak yang mengunjungi Ibu dan bayi, sementara dirinya hanya sendiri. Ada rasa juga ingin mendapatkan kunjungan hangat seperti itu, tetapi Ervita sadar bahwa dirinya dalam kesendirian.

"Permisi Ervita dan si Kecil," sapaan pun membuyarkan lamunan Ervita kala itu.

"Eh, Bu ... sudah ke sini lagi?" tanya Ervita.

Lagi-lagi tampak Bu Tari datang bersama dengan Pandu di sana. Kali ini Bu Tari datang dengan membawa rantang makanan. Terlihat Bu Tari yang tersenyum menatap Indira di sana.

"Sudah belum minum ASI-nya?" tanya Bu Tari.

"Sudah Bu," balas Ervita.

"Sini ikut Eyang Putri, Ibunya biar makan dulu yah. Manggilnya Ibu atau Mama ini?" tanya Bu Tari.

"Manggilnya Bunda saja, Yang Putri," balas Ervita.

"Sana makan sana dulu, pasti belum makan kan? Ditemenin Pandu sana," balas Bu Tari.

Ervita memilih menganggukkan kepalanya, sesungguhnya dia merasa sungkan dengan Pandu. Akan tetapi, Ervita berusaha untuk biasa saja. Terlebih Pandu juga banyak diamnya, sehingga untuk memulai mengajak bicara terlebih dahulu itulah yang membuat sungkan.

1
Jhylara_Anfi
halo aku mampir ka, kalau berkenan boleh mampir di karya aku /Smile//Pray/
슈가
💓💓💓💓💓
슈가
Luar biasa
슈가
awal cerita yang menarik💗🎈
Riduan Situmorang
Luar biasa
Uba Muhammad Al-varo
kisah hidup seorang wanita yang bernama Ervita korban dari mulut manisnya seorang lelaki yang bernama Firhan,hamil tanpa orang tua dan saudara,harus kuat demi anaknya.
Ika Ika Wijayanti
visualny donk
norah selen
jodohnya mampir
norah selen
c mas pandu yang prihatin
Fitrian Delli
karma nanti berlaku pd firhan br tau rasa lo
yonahaku
ayahnya evita bisa nggak jadi wali nikah cucunya kan ada hubungan darah dengan ibunya
TINOSA
bagussss bngt ceritanya
Sam Tmk
makanya jangan cerobo
Sam Tmk
kasian
Nani Haryati
kok nular yahhh ikutan mesem2 hehehehe
Vien Habib
Luar biasa
Oma Umi
lanjut thooorrrr
Hety Lashira Farzana
karya yang bagus
Yana Yana
Luar biasa
Diah
betul
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!