Brisena Cyrille Kinsley atau kerap dipanggil Sena adalah artis pemula yang mendapat banyak hujatan di sosial media dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Setelah mengalami kematian dia akhirnya melihat bahwa keberuntungan dirinya telah di curi oleh adik angkat nya. Ia sangat menyesal memilih untuk bunuh diri
"Apakah anda ingin berenkarnasi dan melupakan kenangan kehidupan sebelumnya atau anda ingin mengulang kehidupan anda sebelumnya dengan melaksanakan misi sistem?" Sebuah suara yang mengaku sebagai sistem kehidupan bertanya kepada Sena
Sena akhirnya memilih untuk mengulang kehidupan sebelumnya dan melakukan misi berkeliling antar dunia untuk menolong dirinya yang juga di curi keberuntungannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nefaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Melihat semua mata pada tertuju padanya, Elena sadar jika semua ini telah berakhir. Ia harus keluar dari situasi ini. Elena kemudian melihat ke arah Aurel.
"Bukan aku! Memang benar aku yang memasukkan uang itu ke dalam tas Sena. Tapi itu semua di perintahkan oleh Aurel!"
"gadis sialan ini kenapa membawa-bawa ku" Aurel menatap terkejut ke arah Elena kemudian memasang ekspresi sedih
"Apa maksudmu Elena?"
"Kau jangan berpura-pura Aurel. Jelas-jelas kau menyuruhku menjebak Sena. Kemudian kau akan memberiku uang jika berhasil" Elena berteriak marah ke arah Aurel
"Aku.. Aku tidak pernah berfikir seperti itu. Kak Jo, aku benar-benar tidak menyuruh Elena" Aurel menangis di pelukan Jonathan
"Iya, aku percaya padamu" setelah menenangkan Aurel, Jonathan menatap Elena
"Kau! Jika kau bersalah akuilah, kau jangan menuangkan air kotor ke arah Aurel. Jangan karena Aurel baik padamu kau bisa melakukan itu. Jika kau sekali lagi berkata seperti itu aku tak akan segan-segan memaksamu keluar dari sekolah" mendengar perkataan Jonathan membuat Elena semakin membenci Aurel.
"Aku serius! Aurel yang menyuruhku. Kenapa kalian tidak ada yang percaya" Elena berteriak di kelas. Tidak ada teman kelas yang mendukungnya. Bahkan teman-temannya di kelompok Aurel pun mengabaikannya.
"Sena, aku sungguhan, Aurel yang menyuruhku untuk menuduhmu. Aku hanya melakukan perintahnya. Tolong percaya padaku" Air mata Elena akhirnya terjatuh. Ia sadar ini adalah akhir baginya
Sena yang melihat air mata itu hanya mengabaikan Elena. Ia tentu yang paling tahu jika Elena hanyalah bidak Aurel. Aurel selalu seperti itu. Ia tak akan mengotori tangannya sendiri dan akan menyuruh orang lain melakukan perbuatan kotor.
"Sena tolong maafkan Elena, dia pasti tidak sengaja melakukannya" Aurel membuat nada suaranya terdengar sangat menyedihkan
"Oh? Jadi kau mengakui jika kau yang menyuruh Elena?"
"Tidak! Apa maksudmu Sena, untuk apa aku melakukan itu"
"Tentu saja karena kau iri dengannya" Lisya yang diam sejak tadi tidak bisa menahan dirinya lagi. Jika saja Sena tidak memiliki kamera itu, Sena sekarang ini pasti sudah mendapatkan hinaan dari penghuni kelas.
"Aku tidak iri padanya. Tolong jangan menuduhku seperti itu" Aurel kembali mengeluarkan air mata
"Aurel, bisakah kau berhenti menangis? Tolong berhenti bertingkah menjadi korban. Aku yang telah di tuduh disini bahkan belum mengeluarkan air mata setetes pun. Kau telah menangis sejak tadi, apakah kau tidak khawatir akan pingsan karena kehabisan cairan?" mendengar perkataan Sena membuat beberapa orang tak bisa menahan tawa nya. Aurel disisi lain terkejut Sena mengatakan hal itu.
"Pfft, Sena jadi bagaimana kau akan menghadapi Elena?" Lisya menahan tawa nya melihat ekspresi Aurel
"Aku serahkan ke ketua kelas. Aku terlalu malas untuk mengurus masalah sepele seperti itu" setelah itu Sena berjalan ke luar kelas. Sebelum meninggalkan kelas ia berhenti di depan Aurel
"Ah iya, Aurel jangan lupa untuk minum banyak cairan, kau pasti lelah karena menangis selama 1 jam. Tuan Jonathan yang terhormat, aku menyarankan tunanganmu untuk di periksa kurasa ada yang salah dengan kelenjar air mata nya. Ia selalu bisa menangis di saat-saat tertentu sungguh luar biasa. Kau harusnya menjadi aktris saja di masa depan. Ohya kau juga tolong bawa dirimu kerumah sakit untuk menjalani tes Elektroensefalogram disana, kurasa ada yang salah dengan otakmu karena menganggap Aurel sebagai gadis baik" setelah mengatakan itu Sena meninggalkan kelas dengan iringan tawa dari seluruh kelas. Aurel sendiri mengepalkan tangannya menahan diri untuk tidak menjambak rambut Sena. Sedangkan Jonathan semakin membenci Sena di dalam hatinya. Ia tak pernah menerima penghinaan seperti ini sebelumnya.
"Hahaha Sena! Tunggu aku" Lisya tertawa keras saat meninggalkan kelas di ikuti oleh Ana, Keyra dan Lily.
...****************...
"Sena!" Lisya, Ana, Keyra dan Lily berlari ke arah Sena
"Ada apa?"
"Kau luar biasa! Apa kau lihat wajah Aurel tadi hahaha. Ohya dimana kau membeli kamera seperti itu?" Ana bertanya kepada Sena
"Aku membuatnya sendiri. Aku tertarik dengan hal-hal seperti itu"
"Sena kau sangat keren. Sebenarnya apa yang tak bisa kau lalukan" Sena hanya tersenyum mendengar perkataan Lily.
"Aku akan membuatkan kalian masing-masing"
"Terima kasih Sena. Ohya apakah kau percaya perkataan Elena tentang Aurel tadi?"
"Iya, aku yakin Elena hanyalah bidak Aurel"
"Kalau begitu kenapa kau membiarkannya?"
"Akan ada waktunya aku membalas Aurel. Bukti kejadian tadi tidak ada, jika aku menuduh Aurel orang-orang akan mengatakan bahwa aku tidak masuk akal dan mulai membela Aurel"
"Kau benar-benar luar biasa. Kau bahkan bisa memikirkan hal sejauh itu di saat sepertu tadi. Jika itu aku, mungkin sudah ku cakar wajah sok polos Aurel itu" Ana berkata sambil menunjukkan ekspresi kesalnya
"Karena ini aku mengatakan kau tak mungkin bisa bermain catur. Emosi mu tidak cocok untuk bermain permainan yang mengutamakan ketenangan dan strategi" Keyra menyentil dahi Ana. Mendengar perkataan Keyra, Ana hanya mengangguk singkat, ia sangat sadar dirinya sangat tidak cocok dengan permainan seperti catur
"Ohya apa kalian tahu? Sena memiliki rahasia Aurel. Jika rahasia ini terbongkar 100% Aurel akan di keluarkan dari kelas unggulan" perkataan Lisya membuat Ana yang tadi lesu kembali bersemangat
"Rahasia apa? Cepat ceritakan"
"Lebih baik kau menunggunya. Rahasianya akan di bongkar saat pengumuman hasil ujian"
"Kenapa tidak sekarang saja! Kau membuatku penasaran"
"Lebih seru jika itu menjadi kejutan. Iyakan Sena" Sena mengangguk tanda menyetujui perkataan Lisya
"Huh, seharusnya kau tidak usah membahasnya jika tak ingin memberitahuku. Jika aku meninggal hari ini aku akan menjadi hantu penasaran"
"Heh mulut" Lily menyentil mulut Ana. Sedangkan Ana hanya cemberut. Dan ditertawakan oleh teman-temannya. Mereka berlima yang awalnya ingin beristirahat akhirnya malah bercerita banyak hal di taman belakang sekolah mereka.
Disisi lain Aurel yang mengalami hal tadi mengurung diri di kamar mandi. Jonathan tadi langsung pergi meninggalkannya. Hal yang tak pernah di lakukan Jonathan. Ia sangat kesal ke Sena. Kenapa ia tidak pernah bisa mengalahkan Sena baik di kehidupan ini maupun kehidupan sebelumnya.
Ia seharusnya menjadi protagonis dunia ini, tuhan bahkan berbaik hati memberinya kehidupan kedua. Ia sedikit curiga jika Sena juga terlahir kembali sepertinya. Sena di kehidupan sebelumnya seharunya tidak seperti ini. Ia hanya gadis bodoh dan kikuk. Ia bahkan tidak berani menatap matanya. Mengingat sikap Sena yang sekarang membuatnya mengeluarkan ekspresi ganas. Ia sangat menyesal karena saat pertama kali terlahir kembali ia tak langsung membunuh Sena.
"Tunggu saja pembalasanku Sena! Aku adalah protagonis dunia ini. Semua hal yang kuinginkan akan menjadi milikku!" setelah berdiam di kamar mandi mengatur perasaannya. Aurel kemudian membersihkan dirinya. Setelah tampil normal Aurel menuju kelas Jonathan. Ia sebenarnya malas membujuk Jonathan, tapi saat ini Jonathan masih sangat berguna. Jika Jonathan membenci nya, pertunangan mereka bisa saja batal dan statusnya di keluarga Kinsley akan semakin runtuh.
"Selanjutnya aku akan membalasmu Sena" Pikiran Aurel saat ini di penuhi tentang bagaimana ia bisa membuat Sena malu dan membuat semua orang membenci Sena.