Seorang gadis, memulai kisah cintanya dengan hal yang mengejutkan, bagaimana tidak? setelah dilecehkan ia malah terperangkap dalam cinta yang pemuda itu berikan, akan kah perjalan kisahnya berjalan dengan baik? Baca kisah selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25
VOTE BANTU LIKE YANG BANYAKKKKKKKKKK KOMEN JUGA WOY JANGAN LUPAAAAA
~~
Nicko mecengkram wajah gadis itu dengan begitu kasar, ia sama sekali tidak pernah terima, jika mengingat Lia Chan telah menghianatinya, dan sampai hamil ketika Nicko tiada.
Lia Chan ketakutan, ia menatap Nicko dengan lirih, tubuhnya bergetar, air matanya terus berlinang, membuat Nicko melepaskan cengkaramannya dan mengurung gadis itu di kamarnya.
Nicko sampai membanting pintu kamar tersebut dengan amat keras, pemuda itu benar-benar masih mencintai Lia Chan, tetapi suatu hal yang tidak mungkin menurutnya, Lia Chan saat ini sudah berkeluarga, bahkan dengan tanpa rasa bersalah, Lia Chan terus mengatakan sesuatu hal tentang anaknya di depan Nicko, hal itu justru membuat batin pria jagkung itu makin tersayat.
Nicko terduduk di soffa dengan penuh keprustasian, sedangkan Lia Chan masih meringis di dalam kamar merasakan nyeri pada bagian pergelangan kakinya.
Nicko melonggarkan dasi yang melilit lehernya, pemuda itu tampak lesuh, ia meminum segelas air tawar yang tersedia di atas meja, malam ini gadis yang ia cari berada dalam genggamannya, entah Nicko harus merasa senang, atau pun bersedih, setiap kali mengingat penghianatan Lia Chan, Nicko tidak pernah bisa mengontrol dirinya, untuk tidak berlaku kasar.
"Aku harus meminta maaf padanya."
Nicko menghela nafasnya dengan kasar, ia meluluhkan egonya sendiri, pemuda itu beranjak dari duduknya, tidak lupa Nicko menuangkan segelas air putih, untuk menenangkan Lia Chan, pria jangkung itu merasa bersalah, karna sudah berlaku kasar pada Lia Chan.
Perlahan Nicko menekan gagang pintu kamarnya tersebut, ia melangkah masuk kedalam, terlihat Lia Chan sedang berbaring, tangisannya sudah terhenti, matanya terpejam, mungkin gadis itu sudah sangat kelelahan.
Dengan tangan yang bergetar Nicko menyentuh lembut wajahnya, ia menyeka tetesan air mata yang membasai pipi Lia Chan. Nicko mengalihkan pandangannya ke arah kaki jenjang Lia Chan, dengan mengenakan rok di atas lutut, pergelangan kaki Lia Chan terlihat sedikit membengkak, berwarna biru keungu-unguan.
Perlahan Nicko menyentuh kaki tersebut, ia sedikit mengelus kaki itu dengan penuh kelembutan, terlihat jelas rasa kepedulian Nicko terhada Lia Chan yang sangat begitu besar, dan itu cukup membuktikan jika pemuda itu masih sangat mencintainya.
Lia Chan yang tersadar pun terkejut, ia langsung menggeser kakinya dan terduduk dari tidurnya.
"Ahhhsss." ringisan itu lagi-lagi keluar dari dalam mulutnya.
Nicko masih terlihat dingin, ia beranjak dan mengambil segelas air, yang tergeletak di atas nakas, meskipun terlihat apatis, namun sekarang Nicko jauh meperlakukan Lia Chan lebih lembuh.
"Minumlah."
Lia Chan masih terdiam, ia hanya menggelengkan kepalanaya, menatap wajah Nicko dengan penuh ketakutan, seluruh tubuhnya bergetar, tatapannya lirih.
"Aku mohon, lepaskan aku, Anakku pasti sudah menunggu." Ucap Lia Chan dengan suara yang bergetar
Lagi-lagi Lia Chan berhasil membuat api amarah Nicko bergejolak, setelah mendengar pernyataannya, pemuda itu melempas segelas air tersebut ke sembarang arah dengan begitu kejam, ia langsung menjatuhkan dirinya di atas tubuh Lia Chan hingga membuat gadis itu semakin ketakutan.
"Kau mau apa? aku mohon tolo-"
Belum sempat Lia Chan menyelesaikan ucapannya, namun saat itu Nicko langsung merengkuh bibirnya dengan kasar, pemuda itu bahkan mengoyak pakaian yang Lia Chan kenakan, hingga satu hentakan, tubuh bagian atasnya menjadi polos, dan hanya ada dua gundukan yang masih berpenghalang.
"Mmm Hentikan, apa yang kau lakukan."
Lia Chan hanya bisa memukul-mukul bahu pria jangkung yang sedang menjamah dadanya tersebut, kaki yang terasa sakit menjadi penyebab utama, minimnya tenaga Lia Chan untuk memberontak.
Pria itu benar-benar liar, hanya dengan satu tarikan, penyangga dada Lia Chan yang masih terlihat bulat, dan padat tersebut lepas dari tempat yang seharusnya.
"Lepas." ucap Lia Chan lirih, suaranya mulai terdengar semakin rendah, sepertinya gadis itu sudah pasrah, tenaga Nicko yang kuat, dan kondisi tubuhnya yang lemah tidak memungkinkan untuk Lia Chan melawan.
Tubuh keduanya benar-benar sudah polos, tanpa sehelai benangpun, desahan rintihan, semuanya menjadi satu malam itu, Nicko melakukan hal itu dengan begitu kasar, setiap jengkal tubuh Lia Chan memiliki tanda kepemilikan, hal itu sengaja Nicko lakukan, agar suami dari gadis itu, yang entah siapa mengetahui hal ini.
hmor naik pitm