NovelToon NovelToon
Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mafia / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:488.2k
Nilai: 5
Nama Author: ummi asya

Dave Alehandro adalah anak seorang mantan mafia yang harus membalaskan dendamnya atas kematian kedua orang tuanya yang di bunuh secara brutal dan kakak perempuannya di perkosan secara bergilir oleh sekelompok mafia yang selalu di kalahkan oleh kelompok ayahnya.
Sejak kematian ayahnya Dave di asuh oleh Fabio, Dave belajar beberapa ilmu bela diri pada Liu Xi Chuen untuk menguatkan semua kemampuannya dan mempersiapkan balas dendam pada pembunuh keluarganya. Hingga dia kabur ke Tiongkok dengan Liu Xi Chuen menghindar dari kejaran kelompok Javier. Di Makau dia bertemu dengan beberapa mafia dan berurusan dengan mereka.
Hingga dia dewasa bisa kembali lagi ke Italia untuk bersiap balas dendam pada Javier, pembunuh keluarganya.
Berhasilkah Dave membalaskan dendam pada Javier? Apakah setelah dia kembali ke negaranya akan menjadi seorang mafia juga seperti ayahnya?
Ikuti kelanjutan cerita Dave Nino Alehandro

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Tekad Bulat

"Apa yang kamu bisa?" tanya Fernandez Hugo menatap Dave datar.

"Saya bisa melindungi anda." jawab Dave pasti dan yakin.

Kembali Fernandez menatap Dave dengan tatapan dingin. Dia meletakkan cerutunya di asbak berbentuk burung elang. Lalu di silangkan tangan di dada dan menatap Dave, ada senyum tipis di bibirnya.

"Apa? Hahah!" Fernandez tertawa keras dengan pernyataan Dave mau melindunginya. Dave diam saja dengan tawa meledek Fernandez padanya.

"Kamu mau seperti bodyguard? Bisa melindungiku kemana saja aku pergi?" tanya Fernandez lagi dengan meyakinkan ucapan Dave tadi.

"Ya, benar sekali. Jika anda berkenan tuan." kata Dave lagi dengan tegas.

"Hmm, menarik. Apa kamu siap mati untukku?" tanya Fernandez lagi.

"Apa anda akan berperang?" tanya Dave.

Dia tahu, status Fernandez dan pekerjaannya itu banyak mengandung bahaya. Makanya dia menawarkan diri, meski sebenarnya belum tahu pekerjaan Fernandez apa. Fernandez masih menatap dingin pada Dave, dia tahu Dave bukan pemuda sembarangan.

"Pekerjaanku mengandung bahaya, banyak sekali yang mengincarku untuk mati. Apa kamu siap untuk menjaga dan melindungiku? Karena setiap bodyguard tidak selamanya selalu setia pada bosnya." kata Fernandez lagi.

"Saya siap tuan." jawab Dave.

"Kamu yakin?"

"Saya yakin sekali."

"Hmm, baiklah. Karena ini permintaanmu ingin melindungiku. Aku juga memberikan konsekuensi untukmu jika kamu membangkang, bahkan berkhianat padaku atau kamu tida cepat tanggap melindungiku ketika aku dalam bahaya. Apa menurutmu jika itu semua kamu lakukan padaku?" tanya Rernandez serius dan dingin menatap Dava.

Dave merasa goyah, namun kembali pada tujuannya sejak awal. Dia ingin membalas dendam pada Javier, dengan cara bergabung dengan Fernandez bahkan jadi bodyguardnya. Akan terasa lebih mudah untuk balas dendam pada pembunuh keluarganya.

"Dave, apa konsekuensinya untukmu jika semua yang aku katakan tadi kamu lakukan?" tanya Fernandez mengulang pernyataannya.

"Anda boleh membunuhku tuan." kata Dave dengan percaya diri.

Fernandez terkejut, dia tidak menyangka jika Dave seberani itu. Tapi memang semua apa yang di katakannya itu sangat berbahaya buatnya, tapi jawaban Dave sangat tegas dan tidak mempertimbangkannya lebih dulu masalah nyawanya sendiri. Apa dia memang memilih jadi seorang yang siap mati?

"Oke, kamu aku terima sebagai bodyguardku. Besok kamu ikut denganku ke Makau. Di sana pekerjaanmu di mulai. Dan aku akan selalu ingat kata-katamu itu, Dave. Sekali saja kamu membuat kesalahan, kamu akan menerima konsekuensi dariku. Aku akan mempertimbangkan hukuman apa dari konsekuensi bentuk kesalahanmu nanti." kata Fernandez tegas.

"Baik tuan, saya siap menjalankan apa katamu." kata Dave.

"Besok siang kamu datang lagi kemari dengan membawa milikmu seperlunya." kata Fernandez lagi.

"Baik, tuan."

"Kamu boleh keluar dan pulang." kata Fernandez.

Dave membungkukkan badannya tanda hormat. Dia lalu keluar dari dalam tenda dengan tatapan datar Fernandez sampai dia menghilang dari pandangannya. Fernandez menyalakana kembali cerutunya yang sempat mati.

"Hmm, menarik sekali kamu Dave. Aku yakin kamu bukan laki-laki biasa." ucap Fernandez Hugo menghisap cerutunya.

_

Dave bersiap untuk berangkat ke Makau dengan rombongan Fernandez Hugo. Dia hanya mengganti bajunya saja yang di berikan oleh kakek Qin. Karena memang Dave datang ke desa itu tidak mempunyai apa-apa.

"Kamu mau berangkat juga?" tanya kakek Qin.

"Iya kek, terima kasih atas bantuannya selama ini. Dan juga bajunya meski ini kekecilan, heheh." kata Dave.

"Iya, kakek hanya punya baju itu saja yang layak untukmu. Selebihnya baju-baju lusuh dan pada sobek. Tapi kakek tidak masalah pakai baju sobek, heheh." kata kakek Qin.

Dave tersenyum, miris sekali kehidupan kakek Qin. Hidup sendiri tanpa di temani anaknya, karena anaknya itu merantau ke kota dan jarang pulang. Sedangkan istrinya sudah lama meninggal. Jika ada kesempatan bertemu lagi dengan kakek Qin, Dave akan memberikan apa yang di butuhkan kakek Qin sebagai ucapan terima kasih telah membantunya dan merawatnya hingga sembuh.

"Saya berangkat dulu kek, siang ini harus ke Makau dengan juragan yang punya lahan itu." kata Dave tidak memberitahu siapa Fernandez.

"Ya pergilah, jaga diri baik-baik. Jika kamu bertemu anakku, tolong ingatkan dia untuk pulang dan mengirimiku uang." kata kakek Qin.

"Siapa nama anak kakek?" tanya Dave.

"Huan Shi, katanya dia bekerja di sebuah pabrik di kota. Kakek tidak tahu pabrik apa." kata kakek Qin.

"Iya, nanti jika saya dapat gaji pertama. Saya akan kirim uang untuk kakek Qin." kata Dave.

"Jangan repot-repot, kamu sendiri tidak punya uang. Gunakan saja uangmu untuk kebutuhanmu sendiri, biar kakek minta sama Huan Shi saja." kata kakek Qin lagi.

"Tidak apa, hanya sebagian saja tidak akan membuat saya kekurangan. Baiklah kek, saya berangkat dulu. Jaga diri kakek ya." kata Dave.

"Iya, sama denganmu. Kamu juga harus jaga diri, karena di kota terlalu keras persaingan hidupnya. Berbeda dengan di desa."

"Iya kek."

Dave pun memeluk kakek Qin, dan setelah itu dia pun pergi ke tenda di mana Fernandez berada dengan jalan kaki. Kakek Qin hanya menatap kepergian Dave dari jauh hingga tak terlihat karena belok di tikungan. Wajah sedih kembali dia rasakan, baru beberapa hari tinggal dengan Dave. Tapi sekarang harus berpisah lagi.

Sedangkan Dave berjalan cepat menuju tenda tempat Fernandez menunggunya. Dia akan mengingat kebaikan kakek Qin dan membalasnya. Jauh tempat itu dari rumah kakek Qin, tapi Dave bisa dengan cepat sampai di sana meski berjalan kaki saja.

"Kamu di tunggu sama tuan Fernandez." kata mandor yang kemarin menerimanya bekerja.

"Iya, saya tahu." kata Dave.

"Beruntung kamu bisa ikut tuan Fernandez ke kota dan bekerja dengannya di sana." ucap mandor itu lagi.

Dave hanya tersenyum saja, lalu masuk ke dalam tenda. Di luar ada tiga mobil sedan berwarna hitam menunggu pemiliknya menaikinya. Dave pasti akan naik di salah satu mobil itu, pikir Dave.

"Kamu sudah siap menjadi bodyguarku sekarang?" tanya Fernandez.

"Tentu, tuan."

"Kamu bisa menembak?" tanya Fernandez lagi.

"Belum mahir, tuan." jawab Dave.

"Aah, sayang sekali, tapi tidak apa. Nanti anak buahku di sana akan membantumu belajar menembak dengan baik. Tapi sebelumnya, aku memberimu kesempatan satu kali untuk mempertimbangkan lagi keinginanmu, kamu bisa mengurungkannya." kata Fernandez untuk meyakinkan Dave.

"Tidak, sudah bulat keinginan saya tuan." kata Dave yakin.

Fernandez diam, dia lalu tertawa lebar membuat anak buah di belakangnya heran. Dave sendiri diam karena dia tahu tawa Fernandez itu adalah tawa ejekan. Tapi Dave tidak peduli, dia ingin kembali ke Italia dengan keadaan berbeda. Dia yakin, Fernandez ini punya pengaruh besar di Italia dan dunia bisnis lainnya.

"Baiklah, cukup satu kali aku memberimu kesempatan. Selanjutnya kamu harus menepati janjimu, jika kamu tepati bahkan menghianati. Hukumannya adalah di bunuh." kata Fernandez dengan menatap tajam pada Dave.

Ada aura lain pada wajah Fernandez yang Dave lihat. Aura kegelapan di sana, dia melihat wajah Fernandez seperti seorang mafia jahat dan siap membunuh siapa pun musuhnya. Dave menunduk sedikit untuk mengusir rasa takut yang dia lihat di wajah Fernandez.

"Mulai sekarang, kamu siap membunuh siapa pun yang akan menghalangi semua keinginanku Dave. Kamu siap mati untukku?"

"Tentu tuan, sejak kemarin saya katakan. Apa itu belum cukup untuk meyakinkanmu tentang jawabanku?" kata Dave dengan tegas.

"Oh ya, aku hanya mengetesmu. Baiklah, ayo kita berangkat. Ada pekerjaan yang harus aku lakukan di kota." kata Fernandez.

Lalu dia pun pergi dari hadapan Dave, di susul oleh anak buahnya di belakang. Dave pun menyusul, dia mengikuti kemana Fernandez pergi.

Satu kesalahan yang Dave lakukan, dia terlalu berani mengatakan siap untuk jadi bodyguard. Dia belum mahir membawa dan menggunakan senjata, juga mengendarai mobil. Fernandez tidak masalah, yang dia butuhkan keinginan kuat dari Dave.

Dia bisa menyuruh orang untuk memberikan pelajaran itu, pikirnya. Karena dia tahu, ada sebuah maksud tersembuyi pada Dave kenapa dia begitu yakin ingin menjadi bodyguardnya.

_

_

_

♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤

1
Yuni Herwani
bagus ceritanya seru/Good//Drool/
Tek deli
2025 baru baca,aku suka karena sejauh ini tidak ada bau2 bucin sama seorang gadis,dan tidak ada adegan ranjangnya,entah lah kalau episod2 selanjutnya.
ummi a-sya: emang ga ada bucin2an Kaka, peran cewek jg ga ada. full action semua ya episodenya khusus mafia aja.
selamat membaca 😊
total 1 replies
Husni Mubarak
Luar biasa
Wahyu Suroso
ni novel mafia pa kungu .kok alur e bolak blik kwkkw
sibur pedeka
luarbiasa
Ruk Mini
bagussss bgt .tpi aq ga puas karna ga ada pasangan y ..kn lucu klo ada penerus y . fokus sm balas dendam..sm lupa sm yg Romantis..ok lh ..suka2 kau thorr tq d tgg karya2 lgi👍👍👍🙏
ummi a-sya: cek profil kaka, yg romantis juga banyak ya..👌😉😄
total 1 replies
Ketut Yeni Nurhaeni
maap ya Thor ketikan nya banyak yang salah ,tapi aku suka ceritanya bagus
ummi a-sya: iya kaka, makasih..😊
total 1 replies
Dewi Nurlela
cari penyakit aja sisamuel
Dewi Nurlela
ada musuh barukah🤔🤔
Asmar Siahaan
kariya yang sangat bagus dan bermutu terimakasih tor lanjut
Ruk Mini
semangat..tpi memaafkan kyy lebih tenang bank dev
Aminullah Rangkuti
Luar biasa
white lily
halo kakak semua baca juga karyaku ya
1.akhir dari sebuah pernikahan
2.nafkah 12 ribu

bantu like nya kak
Arin
critanya bgus,jelas bngt...jdi kya hdpn shari"😍
Usmi Usmi
bodoh liygui
Usmi Usmi
gmn Dev bisa menghancurka saver kalau Semakin kuat🤣
Usmi Usmi
kapan jd mafianya si Dev ke asikan kumfu 😀
ahmad affandi
Luar biasa
neur
kereeeen. KK 😎😘
Nunik
bagus banget sama ceritanya aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!