>>>Bijak dalam memilih bacaan.
Novel ini mungkin sedikit di luar nalar pembacanya 🙏
Dan di anggap terlalu 'Extrem'!<<<
*
*
Apa jadinya, jika seorang Zico Alviano Nugraha. Yang seakan tidak bisa hidup jika tidak dikelilingi wanita dan dunia malam. Akhirnya jatuh cinta pada Azalea Az-Zahra. Gadis yang menjual rahimnya untuk sepupu Zico, Biandra Aksa Nugraha. Karena, istri Biandra didiagnosa mandul.
*
Diluar dugaan, ketika Azalea yang sedang hamil tanpa sepengetahuan keluarga besar Nugraha, justru di jodohkan dengan Zico oleh Kakek Nugraha. Tentu, kesempatan itu tidak akan disia-siakan oleh Zico. Dia tidak perduli walaupun wanita itu sedang mengandung anak orang lain.
*
Keadaan semakin rumit ketika hati mereka saling tersakiti karena perasaan masing-masing.
*
Akankah mereka tetap bertahan, diatas kebohongan demi kebohongan yang harus mereka lakoni. Atau justru menyerah?
***
Kisah lengkapnya hanya ada di "My Little Wife - Ayu_Lestary"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 25 >>>KABAR BURUK
"Zico, Mama tahu kamu tidak suka dengan semua ini. Tapi Mama mohon-" Lirih Tante Ema, Lidahnya kelu, jika dilanjutkan kalimatnya, dia pasti akan menangis.
"Hanya sementara. Aku akan kembali ke London!"
Tante Ema mengangguk cepat.
"Iya, hanya sementara Nak. Sampai semuanya stabil."
Semua yang dilakukan Zico. Dari kembalinya dia dari London, mengambil hati Kakek dan mendapatkan Warisan Resorts.
Semua atas permintaan Mamanya.
Ada sesuatu yang membuat Tante Ema merencanakan semuanya.
Dan! Kenapa Warisannya jatuh pada Zico, bukan pada Papanya?
***
Maya berkunjung kerumah Zico untuk menjenguk Azalea. Seorang diri, tanpa ditemani Biandra.
"Kakak." Wajah Azalea berbinar ketika melihat Maya datang. "Ayo masuk Kak." Dengan semangat Azalea mempersilahkan Maya untuk masuk.
"Zico mana?" Tanya Maya sambil mencari-cari keberadaan Zico.
"Udah ke Resorts."
"Tumben rajin."
"Udah di telpon sama Mamanya. Makanya pergi."
Kedua wanita itu duduk di sofa ruang keluarga.
"Gimana? Happy gak tinggal disini?"
"Boro-boro happy kak." Wajah Azalea langsung berubah kecut.
"Zico sering nindas kamu?"
"Entahlah, dia berubah-ubah. Kadang baik, kadang tiba-tiba jadi suka marah-marah. Aneh tuh Anak."
Maya hanya menatap ke arah Azalea yang sedang marah-marah penuh amarah menceritakan tentang Zico.
"Kamu-" Ucap Maya terputus.
"Kenapa Kak?"
"Kalau bisa kamu jangan terbawa emosi. Gak baik kalau kamu marah-marah. Itu akan berpengaruh pada bayi nya."
"Hahahahhahahha... Kakak tenang aja, bayinya gak bakalan kenapa-kenapa."
"Bukan Lea, perasaan ibunya akan berpengaruh pada bayinya."
Azalea terdiam. Dia tidak mengerti dengan apa yang di katakan Maya. Dia tidak paham.
"Kamu udah makan?" Tanya Maya yang menyadari kebingungan Azalea.
Azalea menggeleng.
"Mau makan di luar?" Tawar Maya.
"Boleh." Sambil nyengir kegirangan.
"Yaudah siap-siap dulu gih."
"Oke"
Azalea langsung bergegas.
Setelah beberapa saat kemudian. Azalea keluar dari kamar dengan penampilan tak biasa, semenjak saat itu, kini Azalea sudah hobby berdandan. Penampilannya sudah berubah.
***
Maya melajukan mobilnya, menyusuri jalanan dengan kebisingan kota.
Pilihannya jatuh ke sebuah restoran jepang langganan Maya dan Biandra.
"Mau pesan apa?" Tanya Maya pada Azalea yang sedari tadi hanya membolak balikkan menu saja.
"Hemm apa yaa... Terserah Kakak aja deh, aku bingung mau pesan apa."
Maya terkekeh. "Samain aja Mbak." Ucapnya pada pelayan.
"Baik, tunggu sebentar. Kami akan menyiapkan pesanan Anda." Dengan ramah. Sang pelayan meninggalkan privat room tersebut.
"Pernah makan masakan jepang sebelumnya?" Tanya Maya.
"Belum Kak. Enak gak?"
"Hemm gak tahu sih, coba di rasain sendiri nanti." Sambil nyengir. "Sebentar, coba Kakak telpon Bian dulu. Biasanya dia paling gak bisa ketinggalan kalau di ajak makan disini."
Azalea langsung terdiam ketika nama Biandra disebut. Raut wajahnya langsung berubah. Azalea menunduk, tidak ingin Maya menyadari itu.
Maya meraih ponsel yang berada di dalam tasnya. Dan menghubungi Biandra.
"Sayang, lagi sibuk gak? Aku lagi makan di restoran langganan kita. Mau gabung? Berdua dengan Azalea nih. Oh... Yaudah deh. Emp, bye sayang. Love you."
Maya mematikan panggilan tersebut.
Sedangkan Azalea hanya menatap ke arah Maya tanpa bertanya sepata katapun.
"Dia lagi sibuk katanya, gak bisa ikut." Bak seakan tahu dengan rasa penasaran Azalea. Maya memberitahukannya pada Azalea.
Azalea hanya tersenyum tipis menanggapi itu.
Tak lama, pesanan mereka pun datang.
"Selamat makan." Ucap Azalea, kini raut wajahnya kembali bersemangat. Walaupun jantungnya masih berdetak cepat.
Azalea makan dengan begitu lahap.
Entah karna suka dengan makanannya atau ingin melampiaskan rasa yang seakan sedang menyayat hatinya.
Suasana hatinya memang langsung berubah jika berkaitan dengan Biandra. Dia sedang berusaha keras melupakan Biandra. Azalea sadar, dia tidak akan pernah bisa memiliki Biandra. Tidak akan pernah!
"Lea pelan-pelan makannya." Maya memperingati.
"Makanannya asli enak banget Kak. Kita sering-sering ke sini yaa." Matanya tertutup bak bulan sabit ketika tersenyum dengan mulut yang dipenuhi makanan.
***
"Ughh kenyang nya." Sambil mengusap-usap perutnya.
Keduanya berjalan keluar dari privat room.
Melewati koridor restoran.
Langkah Azalea perlahan mulai melambat.
Dia menepuk-nepuk dadanya.
"Lea kenapa?" Maya menghampiri Azalea yang sudah tertinggal beberapa langkah.
Azalea hanya menggeleng, dia merasa sesak dan sulit bernafas. Dia bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan Maya.
Azalea menepuk dadanya semakin keras. Kini dia mulai menangis panik.
Begitu juga dengan Maya, dia tak kalah paniknya. Maya mulai meminta pertolongan dari orang-orang yang berada di restoran. Dan langsung membawa Azalea kerumah sakit.
***
"Gimana keadaannya?" Biandra menghampiri Maya yang sedang menunggu di luar ruang IGD. Tentu saja, ini kabar yang mengejutkan baginya. Dia tak kalah paniknya dari Maya.
"Gak tahu, dokter belum keluar." Sambil terisak, Maya sangat panik dan takut terjadi sesuatu. Terutama pada Bayinya.
"Kenapa bisa?"
"Kami hanya makan, dan saat akan pulang tiba-tiba saja Lea jadi sesak nafas dan pingsan."
Biandra meremas kuat rambutnya. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Azalea.
***
Ponsel Azalea yang berada pada Maya berdering. Itu telpon dari Zico.
"Dimana?" Tanya Zico tanpa basa basi.
"Hallo Zico, ini Maya."
Biandra langsung menoleh ke arah Maya ketika mendengar itu.
"May, kok ponsel Azalea sama kamu?"
"Azalea lagi dirumah sakit sekarang."
Mendengar kalimat itu, Zico tersentak dari duduknya.
"Rumah sakit mana?"
Dengan cepat dia langsung bergegas setelah mengetahui di rumah sakit mana Azalea berada saat ini.
***
"Gimana keadaan Lea Dok?" Maya langsung menghadang Dokter yang keluar dari ruang IGD itu.
"Kita bicara diruangan saya saja. Pasien akan dipindahkan ke ruang rawat."
Biandra dan Maya mengikuti langkah Dokter tersebut menuju ruangan sang Dokter.
"Dia mengalami alergi. Apakah dia baru saja makan rumput laut?"
Maya mengangguk.
"Untung pasien cepat di bawa kerumah sakit. Ini sangat fatal."
"Bayinya, bagaimana dengan bayinya." Maya memastikan.
"Bayinya baik-baik saja. Hanya saja sangat lemah. Pasien butuh perawatan intensif. Pastikan pasien tidak memakan rumput laut lagi kedepannya. Itu akan mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat."
***
Maya keluar dari ruang Dokter dengan lesu. Ada rasa bersalah melanda dirinya.
Sedangkan air mata, terus saja mengalir.
Biandra mencoba menguatkan Maya, walaupun dirinya sendiri tak kalah syok dengan kejadian ini.
Saat mereka masuk kedalam ruangan Azalea, Zico sudah berada disana. Duduk di sofa sambil bermain ponsel.
Maya berjalan mendekati Azalea yang sudah tersadar dengan oksigen di hidungnya.
Sedangkan Biandra hanya berdiri tak jauh dari keduanya.
Azalea langsung melempari senyumannya dengan raut wajah lemas.
"Maafin Kakak Lea."
Azalea hanya menggeleng lemah.
"Biarkan Azalea istirahat dulu." Biandra mengingatkan.
"Emp, yaudah kamu istirahat aja dulu." Maya mengelus pelan kepala Azalea. Dan duduk di samping tempat tidur Azalea.
"Kita bicara sebentar." Imbuh Biandra pada Zico.
Zico melirik ke arah Biandra yang sedang berjalan keluar dari ruang rawat. Lalu mengalihkan pandangannya pada Azalea yang sudah memejamkan matanya.
Zico pun beranjak dari duduknya. Keluar menghampiri Biandra.
"Ada apa?" Tanya Zico cuek.
"Kamu pulang saja, biar aku dan Maya yang rawat Azalea."
>>>BERSAMBUNG<<<
HAPPY READING ZEYENGGGGG
JANGAN LUPA TERUS DUKUNG AUTHOR YAA, KRITIK DAN MASUKANNYA UNTUK NOVEL INI PLEASE....