Follow ig: klanqing
Tang Shan adalah seorang remaja yang berusaha merubah takdirnya.
Disaat tidak bisa berkultivasi dan menjadi kultivator kuat.
bahkan ayah Tang Shan tidak mengakui Tang Shan sebagai anaknya.
Apakah Tang Shan berhasil merubah takdirnya?
Ataukah selamanya dia menjadi sampah masyarakat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fathir Aliyudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diserang Perampok
Para pengawal yang berada dibarisan paling belakang pun menghentikan kuda mereka, lalu membalikkan kuda dan bersikap siaga, mereka khawatir Fang An adalah perampok yang menyamar.
"Siapa kamu?" ucap salah satu pengawal menatap tajam Fang An.
"Maaf sudah mengganggu perjalanan tuan tuan! aku hanya ingin bergabung dengan tuan tuan," ucap Fang An ramah, tidak lupa dia juga menangkupkan tangannya dengan hormat.
"Sepertinya dia orang baik ketua, tampang dan pakaian nya juga tidak menunjukkan dia seorang perampok," ucap salah satu anggota pengawal, dia yakin Fang An bukanlah anggota perampok.
"Bagaimana kalau dia menyamar?" tanya ketua pengawal ragu.
"Aku yakin dia orang baik ketua, lihatlah usianya! dia masih sangat mudah, pakaian yang dia kenakan juga seperti seorang tuan muda bangsawan," jawab anggota perampok itu.
"Kenapa berhenti?" saat ketua dan salah satu anggota pengawal berdiskusi, sebuah suara dari dalam kereta bertanya, suara itu sangat halus dan juga lembut, menandakan dia adalah seorang gadis cantik.
"Maaf nona muda! ada seorang pemuda yang ingin bergabung dengan kita," jawab ketua pengawal menjelaskan.
Sang pemilik suara lembut nan indah kemudian membuka tirai yang terdapat di kereta kuda, lalu mendongak keluar melewati jendela, dapat dia lihat seorang pemuda tampan mengenakan pakaian dan jubah berwarna putih sedang berdiri dengan senyuman yang menyungging.
"Biarkan saja paman!" ucap suara lembut itu, dia mengizinkan Fang An ikut bersama rombongan nya.
"Baik nona muda," jawab ketua pengawal, lalu menoleh pada Fang An dan memberikan kode untuk bergabung.
Fang An dengan semangat 45 mendekati mereka, lalu duduk didekat kusir, yang mana kereta kuda yang dinaiki Fang An adalah kereta kuda yang didalamnya ada pemilik suara lembut dan halus itu, dan kusir pun menjalankan kereta kuda kembali.
Sepanjang jalan, kusir dan Fang An terus mengobrol, Fang An menanyakan kemana tujuan mereka, begitu juga sebaliknya, kusir menanyakan tujuan Fang An.
"Siapa namamu anak muda?" tanya kusir setelah menjalankan kereta kuda.
"Namaku Fang An, tuan," jawab Fang An menyebut namanya.
"Nama yang bagus," ucap kusir mengangguk.
"Aku Fong Taiyie, anak muda," ucap Fong Taiyie mengenalkan namanya juga.
"Kenapa kamu bisa berada dihutan ini? sangat berbahaya jika berada dihutan Kayeli ini, banyak perampok yang berkeliaran," ucap Fong Taiyie bertanya dan menjelaskan anker nya hutan Kayeli.
"Aku memang dalam perjalanan ke benua tengah, sudah dua minggu aku melakukan perjalanan seorang diri, kebetulan aku melihat iring iringan kereta kuda ini, jadi aku pikir tidak ada salahnya bergabung," jawab jujur Fang An.
"Bersiaga lah! kita akan segera tiba di pusat hutan Kayeli, banyak perampok yang menggunakan senjata rahasia!" ucap Fong Taiyie mengingatkan.
Fong Taiyie sudah sangat hafal dengan hutan Kayeli, banyak perampok yang berkeliaran dihutan itu, selain mengingatkan Fang An untuk waspada, Fong Taiyie juga bersikap siaga, begitu juga dengan para pengawal yang berada didepan, samping maupun belakang kereta kuda.
Hutan Kayeli sendiri berada di tengah tengah perbatasan benua Utara dan benua tengah, karena itulah para perampok kelas satu membuat markas disitu, selain hutan Kayeli, setiap hutan yang berada di perbatasan juga memiliki perampok.
Menjelang malam, Fang An dan rombongan kereta kuda tiba dipusat hutan Kayeli, karena hari hampir gelap, mereka memutuskan beristrahat dan membangun tenda, Fang An sendiri melompat diatas sebuah pohon besar dan membaringkan dirinya di cabang kayu.
Begitu hari sudah gelap, mereka membuat api unggun, yang lain tidur sementara yang lain lagi berjaga, mereka membuat dua kelompok untuk gantian berjaga dan juga tidur.
Saat tengah malam, Fang An yang sedang menutup mata tapi tidak tidur, membuka mata karena merasakan ada lebih dari 50 aura yang mendekat, siapa lagi jika para pemilik aura itu adalah perampok.
"Bersiaplah! mereka datang," ucap ketua perampok memberi perintah.
Fang An juga melompat turun dari atas pohon, tidak lupa dia juga sudah menyiapkan ke 25 pisau beracun yang dia miliki.
Tidak beberapa lama, 58 orang menggunakan pakaian serba hitam muncul didepan Fang An dan para pengawal, para pengawal sendiri berjumlah 25 orang, dan kultivasi mereka rata rata berada di pejuang suci tahap awal hingga pejuang surgawi tahap awal, sementara ketua pengawal memiliki kultivasi pejuang surgawi tahap menengah.
Para perampok sendiri memiliki kultivasi yang sama, yang terendah memiliki kultivasi pejuang sucii tahap awal, yang terkuat memiliki kultivasi pejuang surgawi tahap awal, sementara ketua mereka memiliki kultivasi pejuang surgawi tahap puncak, yang mana kultivasi nya setara dengan Fang An.
"Serang dan rampas kereta kuda mereka!" seru ketua perampok memberi perintah.
Anggota perampok pun melesat menyerang para pengawal, sementara para pengawal juga sudah siaga untuk bertarung, saat para perampok menyerang.
Slup Slup Slup
Satu persatu mereka tumbang tanpa ada yang tahu, dan hanya dalam hitungan menit, yang tadinya mereka berjumlah 58 orang, tiba tiba 25 orang lainnya tumbang meregang nyawa, dan hanya menyisakan 33 orang, termasuk ketua mereka.
Tidak ada yang tahu jika Fang An sudah lebih dulu melemparkan pisau beracun nya, lalu dia menggunakan jurus langkah bayangan dan pedang tanpa bayangan.
Slash Slash Slash...
Beberapa menit kemudian, satu persatu para perampok tumbang tanpa ada yang melihat siapa yang membunuh mereka, namun yang tumbang kali ini tanpa kepala, semua kepala dipenggal tanpa ada yang tahu siapa pelakunya.
Saat kusir yang berdiri disamping Fang An menengok ingin melihat Fang An, dia tidak melihatnya, hal itu membuat kusir curiga jika Fang An lah yang membunuh para perampok itu.
"Aku paling tidak suka di ganggu," tiba tiba Fang An sudah berdiri didepan ketua perampok yang masih belum sadar.
"Sudah aku duga," gumam kusir setelah melihat Fang An berdiri didepan ketua perampok.
"Kamu cepat juga anak muda," ucap ketua perampok saat tersadar.
"Tidak usah banyak basa basi perampok bodoh," ucap Fang An datar, lalu menghilang begitu saja dari hadapan ketua perampok dan ingin memenggal kepala ketua perampok.
Saat pedang Fang An hampir menyentuh leher ketua perampok, ketua perampok menepis pedang Fang An dengan pedangnya.
Tiiinggg...
Bunyi dentingan pedang Fang An yang ditepis ketua perampok, lalu dia membalas serangan Fang An dengan cepat, tapi dengan cepat juga Fang An melompat mundur dan menghindari serangan itu.
"Kamu bisa lepas dari pandangan semua orang anak muda, tapi tidak dengan ku," ucap datar ketua perampok, dia bisa melihat pergerakan Fang An dengan teknik mata dewa, dan hal itu membuat Fang An sedikit tercengang.
"Rupanya kamu memiliki teknik yang bisa melihat ku, bagus lah, setidaknya jangan cepat mati," balas Fang An tersenyum, lalu kembali menyerang ketua perampok.
Kali ini Fang An menggunakan jurus tarian pedang, namun Fang An sulit untuk menyentuh ketua perampok, keduanya bertarung tanpa bisa dilihat oleh ketua pengawal dan anggota pengawal itu sendiri.
Fang An dan ketua perampok bertarung dengan sama sama menggunakan langkah bayangan, namun teknik yang digunakan ketua perampok adalah teknik langkah angin, nama yang berbeda, tapi kegunaan nya sama dengan langkah bayangan.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
payah harusnya Jan dulu jatuh cinta saat skarang jd kurang greget bagusnya saat dah bertempur dg Mo He