NovelToon NovelToon
Until The End

Until The End

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:39.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mirna Samsiyah

Prolog

Gadis itu berjalan dengan tatapan kosong tidak mempedulikan guyuran hujan yang menimpa tubuh mungilnya. Ia berjalan tanpa alas kaki melewati jalanan penuh kendaraan yang berlalu-lalang.

Gadis malang itu berjalan tanpa arah. Bahkan ia tidak bisa merasakan dirinya sendiri, tubuhnya seperti melayang tanpa beban.

"Sayang.. jangan takut, kau tidak akan sendiri, aku akan menyusulmu." Gumamnya dalam hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirna Samsiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Jam dinding kamar Gysta menunjukkan pukul 22:54 namun gadis cantik dengan piyama kotak-kotak itu tidak juga bisa memejamkan matanya. Sudah 1 jam sejak Gysta selesai mempelajari materi ujian besok, tapi ia tidak bisa terlelap. Padahal Gysta sudah menyalakan lilin beraroma citrus kesukaannya tapi tidak ada efek nya.

Gysta melirik ponsel di atas nakas lalu meraihnya. Gysta memutar-mutar ponselnya, menimbang-nimbang apakah akan menghubungi Arkan atau tidak.

"Sms aja." Gumam Gysta sambil menyandarkan kepala nya pada sandaran tempat tidur.

Kamu udah tidur?

Tak lama kemudian ponsel Gysta berdentik pendek tanda ada pesan masuk. Tanpa menunggu lama, Gysta melihat layar ponsel nya.

Belum. Kok kamu belum tidur? Susah tidur lagi?

Iya. Padahal udah bakar lilin yang bau nya mirip kamu :D

Gysta tertawa membaca pesan balasannya untuk Arkan, kalimat tersebut terlihat konyol tapi memang ia menyebut lilin beraroma citrus itu lilin-bau-Arkan.

Mungkin kalau orang nya langsung yang dateng bakal mempan :)

Yakali kamu kesini -_-

Gysta mengembalikan ponsel nya ke atas nakas karena Arkan tidak segera membalas pesannya. Gysta beranjak dari ranjang berjalan ke arah deretan lilin dengan berbagai macam aroma tersusun rapi. Gysta menyentuh setiap lilin itu seolah-olah begitu mencintai benda tersebut. senyum Gysta mengembang lebar mengingat kejutan yang Arkan berikan di sekolah waktu itu, lilin aromaterapi satu mobil sungguh tak pernah ada di bayangan gadis itu sebelumnya namun Arkan selalu bisa melakukan hal-hal yang bahkan di luar akal sehat Gysta sekalipun.

Suara nada dering ponsel Gysta terdengar begitu lama membuat gadis itu bergerak lincah meraih ponsel nya. Dengan satu gerakan ibu jari, Gysta menjawab telepon dari Arkan.

"Kenapa Kan?" Gysta mengawali.

"Aku di bawah." Gysta mendelik saking kaget nya mendengar ucapan Arkan. Walaupun tidak percaya tapi kaki Gysta mengayun sendiri ke pintu samping kamar nya yang mengarah ke balkon. Mulut Gysta menganga saat melihat Arkan benar-benar ada di bawah sana. Arkan melambaikan tangannya setelah melepas helm yang ia kenakan. "Aku bisa ke atas nggak?" Suara Arkan kembali terdengar.

"Ada tangga di samping rumah." Gysta otomatis memberi arahan, ia ingat biasa ada tangga disana. Sedetik kemudian Arkan memutuskan sambungan.

Gysta kembali masuk ke kamar nya untuk menyisir rambut karena dari tadi ia berguling-guling di atas tempat tidur. Jantung Gysta berdegup kencang karena kedatangan Arkan yang begitu tiba-tiba.

Suara ketukan di kaca jendela membuat Gysta memutar kepala. Senyum Gysta mengembang melihat Arkan sudah berdiri disana. Selain tampan, ternyata Arkan juga sangat gesit karena bisa sangat cepat naik ke balkon. Gysta meletakkan sisir dan menghampiri Arkan.

"Kenapa susah tidur lagi?" Arkan mengusap puncak kepala Gysta lembut.

"Nggak tahu nih." Gysta mengedikkan bahu seraya duduk di salah satu kursi dekat jendela, tempat yang biasa ia gunakan untuk bersantai bahkan belajar. Angin yang bertiup ke arah balkon selalu berhasil membuat Gysta tenang.

"Nih minum." Arkan mengeluarkan susu kotak dari saku jaketnya memberikan pada Gysta.

"Kamu cepet banget sampai sini, mana sempet bawa susu lagi." Gysta terkekeh sambil menusukkan sedotan pada kotak susu dan meminumnya.

"Aku lagi di mini market pas kamu sms, sekalian aja beli susu." Arkan menyilangkan kaki duduk di samping Gysta. "Kak Sarah minta beliin saus pasta instan." Lanjut Arkan tanpa diminta seolah-olah mengerti apa yang dipikirkan gadis nya.

"Jam segini Kak Sarah mau makan pasta?" Gysta memutar kepala melihat Arkan.

"Besok." Arkan membalas tatapan Gysta teduh. Arkan bergerak menggenggam tangan Gysta yang dingin. "Aku kan udah bilang nggak usah belajar." Arkan menyandarkan kepala Gysta pada bahunya agar gadis itu bisa tidur disana.

"Mana bisa nggak belajar." Gysta hendak mengangkat kepalanya namun Arkan mencegahnya. Akhirnya Gysta menyerah, memejamkan matanya dengan kepala bersandar pada bahu Arkan. "Aku pengen setiap mau tidur ada kamu di sampingku, terus setelah bangun masih ada kamu."

Arkan tersenyum sambil mengusap lengan Gysta yang ikut dingin karena tidak tertutup kain serta terkena terpaan angin malam. Arkan berharap usapan itu bisa menghangatkan Gysta begitupun dengan pelukannya. Mudah saja bagi Arkan merangkul tubuh mungil Gysta.

Aku juga berharap begitu.

"Kamu tidur?" Jemari Gysta meraba wajah Arkan karena lelaki itu tidak membalas ucapannya. "Aaa!" Gysta memekik saat telunjuk nya terasa geli, ia otomatis mengangkat kepalanya dari bahu Arkan. "Arkan!" Gysta memukul-mukul lengan Arkan yang tentu saja itu tidak mempan bagi cowok bertubuh atletis tersebut.

Arkan tertawa karena berhasil membuat Gysta terkejut dengan menjilat telunjuk gadis itu. Wajah Gysta memerah lantaran malu dan itu membuat Arkan semakin gemas.

"Aku mau hadiah kalau besok nilai matematika ku di atas kamu." Gysta kembali menyandarkan kepalanya pada bahu Arkan.

"Kamu mau apa?"

"Mau jalan-jalan ke ruang negeri." Jawab Gysta asal. "Liburan kita cuma seminggu, aku pengen nyegerin otak sebelum ujian lagi."

"Ide bagus." Arkan mengusap-usap rambut Gysta yang tergerai.

Mereka diam. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Bintang bertaburan indah di atas sana bersama sang bulan yang menyinari malam, menemani manusia di waktu istirahat.

Seperti hal nya bulan dan malam, walaupun mereka dua elemen yang tidak bisa dipisahkan, namun terkadang mendung menghalangi bulan. Seperti Arkan dan Gysta, mereka dua manusia yang tidak bisa dipisahkan. Kini Arkan seperti bulan terhalang mendung, yang bisa ia lakukan hanya berusaha menyingkirkan mendung itu sekuat tenaga.

Arkan memejamkan matanya, menghirup udara malam dengan rakus. Mengela napas di samping Gysta terasa berbeda. Arkan merasa oksigen itu menyejukkan seluruh tubuhnya.

"Mau kemana?" Tanya Arkan akhirnya setelah lama terdiam.

Hening. Tidak ada jawaban. Arkan menurunkan pandangannya, ternyata Gysta sudah terlelap. Terdengar dengkuran halus yang berirama. Arkan tersenyum, 10 menit yang lalu Gysta bilang tidak bisa tidur namun sekarang gadis itu terlelap begitu cepat, bahkan susu yang Arkan bawa juga belum habis.

"Apa aku seperti obat tidur?" Arkan mengusap lembut kepala gadis nya, mencium aroma lemon dari rambut Gysta membuatnya tidak ingin beranjak dari tempat itu. Wajah tenang Gysta saat tidur membuat Arkan damai, Arkan rela mengorbankan apapun asal bisa melihat pemandangan ini. Setiap malam naik tangga juga akan Arkan lakukan untuk menemani Gysta hingga tidur.

Arkan membawa Gysta ke dalam pelukannya untuk menghangatkan tubuh mungil gadis itu. Arkan sudah terbiasa dengan udara malam namun ia tahu Gysta jarang sekali keluar hingga larut malam.

"Aku beruntung punya kamu Gys." Bisik Arkan, dagu nya berada di puncak kepala Gysta enggan melepaskan pelukan. "Aku takut." Arkan memejamkan mata nya rapat tidak ingin setetes air pun lolos dari mata nya.

Arkan mengehela napas keras seperti melepaskan beban yang terlalu berat di hidupnya. Arkan mengangkat tubuh Gysta dengan mudah ala bridal style, membawa raga yang sudah tertidur lelap itu masuk ke kamar. Dengan hati-hati Arkan meletakkan Gysta di atas tempat tidur.

"Good sleep." Bisik Arkan sembari menyelimuti tubuh Gysta hingga sebatas lengan. Mulut Gysta sedikit terbuka membuat Arkan tersenyum geli sekaligus gemas. Walaupun Gysta sedang tidur, Arkan tetap menghargai gadisnya, tidak ingin disebut mengambil kesempatan dalam kesempitan. Arkan akan mengambil ciuman pertama itu pada waktu yang tepat, nanti.

Arkan mengecup singkat kening Gysta sebelum meninggalkan kamar itu. Menghidupkan lampu tidur dan mematikan lampu ruangan lalu menutup rapat pintu yang menghubungkan antara kamar dan balkon. Arkan turun dari sana dengan tangga hati-hati takut menimbulkan suara.

"Sampai besok." Arkan naik ke atas motornya mendongak memperhatikan kamar Gysta yang sudah gelap lalu meninggalkan tempat itu.

1
Reena Azza
aku sllu setia bca kok thor...
tiap bca psti nyesek
di episode trkhr ini lbh nyesek lg coz sad ending 😭😭😥😥
Mirna: Gak semua cerita berakhir indah bukan? 😌
total 1 replies
Tusini Anwdmk
rajin up y thor..kumenunggumu...👍👍👍💪💪💪
Reena Azza
sad ending 😭😭🥺🥺
aku pkr arkan msh hidup smpe sneng aku thor...😥😔
Mirna: Berat banget pisah sama Arkan 😭
total 1 replies
Tusini Anwdmk
Dikit banget sih Thor...CPT up LG y Thor..💪💪💪💪
Mirna: Ini kan update nya satu abad sekali 😂
total 1 replies
Tusini Anwdmk
Mewek aku thooor 😭😭😭😭😭😭
Tusini Anwdmk
Aaaaaaaaaa baper aku Thor😭😭😭😭😭 so sweeet banget...
Tusini Anwdmk
Ada y Thor cowok Ky Arkan ...😀😀😀😀
Tusini Anwdmk
cocok Thor visualny ....aku suka👍👍👍
Mirna: Eh masih ada yang baca novel ini ya. makasih akak 😘
total 1 replies
Reena Azza
jgn lama2 lah thor up nya...
Mirna: Masih ada yang baca novel ini yak
total 1 replies
untari mustofa
aq harus senyum apa nangis.....
Reena Azza
smoga gysta gpp...
untari mustofa
kemarin masih berharap mereka dapat melukis cerita yg manis tenyata 😭😭😭 masih berharap ini hanya mimpi
OFF
knpa sad ending yaallah😭😭😭😭
Reena Azza
bau2 sad ending ini...😭😭😭
untari mustofa
masih berharap arkan baik2 saja😭😭
untari mustofa
lup yu kak
untari mustofa
aq masih setia kak jan lama2 upnya 😘😘
Reena Azza
jgn lma2 lah thor up nya...
roman2nya ni nnti sad ending deh...🥺🥺🥺
untari mustofa
biarkan arkan sembuh ya neng otor 😘😘 jan kejem2 deh ya 😂😂 upnya diseringin dong aq masih setia loh
Mirna: Makasih udah setia sama otor yang up nya seabad sekali 😍
total 1 replies
untari mustofa
setelah sekian purnama menanti....💖💖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!