tidak untuk -21
bocil minggir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dy anggraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
SELAMAT MEMBACA
Pagi harinya kedua anak manusia berbeda jenis itu tampak bangun kesiangan karena habis menghabiskan malam yang panas penuh gairah sampai kelelahan.
Ersya yang tidur di pelukan Niko itu mulai membuka matanya dan matanya Feflek melihat jam yang terpasang di dinding.
" Ya ampun udah jam 9 pagi, berarti aku kesiangan" gumam Ersya dalam hati. " Haduh badanku rasanya remuk semua, pinggangku rasanya mau patah, tuan bener bener menghajarku habis habisan" ujar Ersya dalam hati saat bangun, sedangkan Niko masih tertidur dengan nyenyak setelah menggempur istrinya habis habisan.
Saat Ersya turun dari ranjang tiba tiba di bagian bawah tubuhnya terasa perih. "Awhhh perih banget" keluhnya sambil berusaha berjalan ke kamar mandi tapi malah terjatuh ke lantai.
BUGGHHH
" Aduh sakit banget pan tatku"
Niko sayup sayup mendengar orang terjatuh dan kesakitan langsung terbangun. " Ya ampun baby kamu kenapa?" tanya Niko saat bangun sudah melihat Ersya yang terduduk di lantai dengan posisi masih naked.
Ersya yang melihat Niko sudah terbangun jadi gelagapan sendiri karena dirinya dalam keadaan masih naked dan terduduk di lantai, sungguh Ersya bener bener masih merasa malu dengan Niko, ingin meraih sesuatu yang bisa menutupi tubuhnya tapi gak ada.
Niko bangun dan mengambil boxernya yang tergeletak di lantai lalu memakainya. "Baby kamu mau ke mana kenapa bisa jatuh?" tanya Niko saat menghampiri Ersya.
" Aku mau ke kamar mandi tuan" jawabnya, lalu Niko segera mempopong Ersya ke dalam kamat mandi dan mendudukkannya di closet yang tertutup. " apa masih sakit?" tanya Niko yang tidak tega melihat Ersya kesakitan, dan Ersya hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
" Ya udah coba sini aku lihat" ujar Niko.
" Eh gak usah tuan" ujar Ersya dengan menutupi area pribadinya dengan kedua tangannya. " mending tuan keluar aja aku mau mandi" Ersya menyuruh Niko keluar karena malu.
" Kenapa? gak usah di tutupin gitu lagian aku udah melihat semuanya bahkan sudah merasakannya" ujar Niko tanpa filter.
" Ih tuan mesum banget udah sana keluar aku mau mandi" usir Ersya dengan memukuli Niko.
" Iya ya aku keluar galak amat sih" Niko memilih keluar dan membiarkan Ersya mandi sendiri, tadinya sih Niko mau mandi bareng tapi ya sudahlah.
Niko melihat jam ternyata hari sudah mulai siang. " udah jam 9 lebih, aduh pasti Al tadi nungguin" gumamnya dalam hati.
Niko mengambil hp dan membukanya, ternyata benar Albert telah menghubunginya berkali kali tapi Niko tak mendengarnya mungkin karena saking nyenyak tidurnya jadi tidak mendengar saat hpnya berbunyi.
Lalu Niko segera menghubungi asistennya itu.
..."halo tuan" jawab Albert di sebrang sana saat sambungan telfonnya terhubung....
" Iya halo Al, hari ini aku gak masuk kantor ya jadi kamu handle aja semua pekerjaan hari ini, kalo ada berkas penting yang harus di tanda tangani kamu antar aja ke apartemen" titah Niko.
"Baik tuan" jawab Albert dan Niko langsung mematikan telfonnya.
" Untung tadi aku memutuskan langsung ke kantor gak nungguin tuan, bisa kering berdiri aku nungguin dia, gak masuk kantor tapi gak konformasi dari pagi huh dasar bos suka semaunya mentang mentang yang punya perusahaan" gerutu Albert di sebrang sana yang sedang kesal dengan tuannya, pasalnya tadi pagi Albert udah nunggu lama di basement apartemennya tapi Niko tak kunjung turun bahkan Albert sudah menelfonnya puluhan kali tapi gak ada tanda tanda tuannya akan mengangkatnya jadi Albert memutuskan untuk segera pergi ke kantor, Albert bisa aja langsung masuk ke apartemen Niko karena Albert tau sandinya tapi itu gak sopan apalagi tuanya sudah punya istri, kalau dulu Albert tak segan untuk langsung masuk ke apartemennya Niko.
Sedangkan Niko langsung pesan go food untuk makan, karena Niko tau Ersya punya penyakit mag dan gak boleh telat makan, tapi ini malah udah telat karena bangun kesiangan.
Ersya sudah selesai dengan mandinya dan keluar hanya dengan selembar handuk yang menutupi tubuhnya, Ersya berjalan agak aneh karena masih terasa mengganjal di area pribadinya.
" Baby udah selesai mandinya kenapa gak memanggilku sih udah tau gak bisa jalan tapi masih maksain" ujar Niko karena melihat Ersya keluar dari kamar mandi denngan cara berjalan yang aneh, Lalu Niko segera menggendong Ersya dan mendudukkannya di atas ranjang.
" Aku sudah gak pa pa kok tuan" kata Ersya yang masih memanggilnya tuan.
" Beneran? apa udah gak sakit? coba sini aku periksa" tanya Niko.
" Eh jangan tuan gak usah, beneran ini udah mendingan kok" Ersya langsung mencegah Niko yang ingin memeriksanya. " gila yang benar saja masak mau di periksa ya malu lah aku" gumam Ersya dalam hati.
" Bisa gak ganti panggillanmu itu masak manggil suami sendiri tuan yang romantis dikit dong" protes Niko yang tidak suka di panggil tuan oleh istrinya sendiri.
" terus aku harus manggil apa dong tuan?" tanya Ersya yang bingung mau manggil apa.
" Sayang, hanny, suamiku atau apalah yang penting jangan tuan"
" Panggil abang aja ya"
" Gak emangnya aku abang kamu, panggil sayang aja" ujar Niko yang ingin di panggil sayang oleh Ersya.
" Iya sa.....sayang" panggil Ersya yang belum terbiasa.
"Nah gitu dong baby, kamu tunggu sini aja aku ambilin baju" Niko mengambilkan Baju ganti buat istrinya lalu membantu mengenakannya, awalnya Ersya gak mau dengan alasan malu tapi Niko tetap membantu memakaikan baju istrinya, setelah itu Niko juga membantu mengeringkan rambut Ersya lalu menyisirnya.
" Nah udah selesai baby sekarang ganti aku yang mandi"
" Iya terimakasih" ujar Ersya.
" Sama sama baby" Setelah itu gantian Niko yang mandi.
Hari ini Niko memang memutuskan untuk tidak ke kantor karena Niko ingin menemani Ersya seharian ini, Niko merasa kasian kalau harus ninggalin Ersya yang masih kesusahan untuk berjalan akibat ulahnya semalam.
Setelah Niko selesai dengan mandinya Niko langsung memakai bajunya dan Ersya tak sengaja melihat pungung Niko yang terdapat banyak bekas cakaran di sana.
" Tuan....eh maksudnya...sa....sayang itu punggung kamu kenapa?" tanya Ersya.
" Ini? bukanya kamu yang mencakarnya semalam" jawab Niko sambil menyentuh punggungnya yang terdapat cakaran dari Ersya.
" Apa iya ya .....maaf aku gak sadar, sini coba aku lihat" Ersya melihat punggung Niko yang terdapat banyak cakaran, seketika Ersya meringis melihatnya. " Ini pasti sakit ya?" tanya Ersya sambil menyentuhnya.
"Udah kamu tenang aja aku gak pa pa kok baby, ciee yang khawatir banget sama aku, udah sayang ya sama aku" ujar Niko sengaja menggoda Ersya.
Wajah Ersya langsung merona mendengar perkataan Niko. "Ih apa sih tuan" ujar Ersya dengan memukul lengan Niko.
" Manggil apa tadi?"
" Mak..maksud aku....sa...sayang" ulang Ersya yang belum terbiasa dengan panggilan itu.
" Karna kamu memanggilku tuan jadi kamu harus di hukum" ujar Niko yang langsung menarik pinggang Ersya sehingga badan mereka menempel setelah itu Niko mencium bibir yang membuatnya candu.
Saat mereka berdua tengah asyik berciuman tiba tiba bel apartemen berbunyi dan Niko langsung melepas tautan bibirnya. " ingat ya baby kalau kamu salah memanggilku lagi kamu akan dapat hukuman" ujar Niko sambil mengusap bibir Ersya yang basah dengan ibu jarinya.
TING....TONG.....TING....TONG
Bel apartemen terus berbunyi. " bentar ya Beb aku buka dulu pintunya paling orang yang mengantar makanan" Niko langsung membuka pintu apartemennya dan benar saja ternyata makanannya datang.
Niko mengambil uang dari saku celananya lalu membayarnya setelah itu Niko menutup pintunya.
Niko menyiapkan makanan itu di atas meja setelah selesai Niko pergi ke kamar untuk memanggil istrinya.
" Baby kita makan dulu yuk, kamu pasti udah laperkan" ujar Niko yang langsung di angguki oleh Ersya. " Sini aku gendong"
" gak usah tu...maksud aku sayang Aku masih bisa jalan sendiri" Ersya berjalan dengam cara yang aneh, melihat cara jalan istrinya tanpa aba aba Niko langsung menggendongnya.
"Aaaaaaa...."Jerit Ersya karena kaget.
Niko mendudukkan istrinya di meja makan, kali ini bukan Ersya yang mengambilkan makan tapi sebaliknya Niko yang mengambilkan makan untuknya.
" Ini makan buat kamu baby kamu harus makan yang banyak biar gemuk" ujar Niko sambil memberikan piring yang sudah berisi makanan.
" Memangnya aku ini kurus"
" Bukan begitu baby kamu udah sexy cuma aku seneng aja lihat kamu makan yang banyak, mau aku suapin?" tawar Niko tapi Ersya langsung menolaknya Ersya masih terlalu malu untuk bilang iya, maklumlah ya baru kenal langsung di ajak Nikah.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA LIKE, KOMEN ,VOTE
KASIH BINTANG LIMA YA BUAT AUTHOR
DAN JANGAN LUPA MASUKAN KE DAFTAR FAVORIT KALIAN
jadi tlg yah kaak.... aku ga rela klo Niko berhubungan intim sm Sonya, kasian Ersya.... boleh adil dlm memberikan materi saja.jgn lain-lain....
y seru donk...