NovelToon NovelToon
Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:299.9k
Nilai: 5
Nama Author: Qurrotaayun

Bertemunya kembali sepasang kekasih yang terpisah selama sepuluh tahun dan kini menjadi atasannya dikantor, setelah terjadi kesalahfahaman kini Fikri tau, penyebab sebenarnya kekasihnya pergi karena hasutan dari Mamanya. setelah bertemu kembali Fikri yang lebih percaya dengan Mamanya kembali kehilangan kekasihnya untuk kedua kalinya. dan kali ini mereka bertemu kembali namun kekasihnya telah memiliki anak berusia dua tahun.
Fikri dikejutkan dengan kenyataan kekasihnya selama ini tidak pernah menikah.
Lantas siapa ayahnya? mungkinkah anak Fikri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qurrotaayun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SABAR

Mendengar perdebatan antar Fikri dan Bu Lina akhirnya Dela mengerti, ternyata anak Rara bukan anak Adi melainkan anak Fikri. laki - laki yang dicintainya.

"Jadi, anak Rara bukan anak Adi, dia anak kamu Fik?" ucap Dela setelah seakan tidak percaya menatap Fikri dan Bu Lina

"Bukan. dia bukan anak Fikri. aku tidak punya cucu yang terlahir dari wanita rendahana seperti Rara." ucap Bu Lina sinis tidak mau mengakui El sebagai cucunya

"Cukup Ma, cukup! teriak Fikri

"Iya, aku sudah punya anak. dan aku jadi ayah yang tidak berguna kalian. puas kalian merusak hidupku. memisahkan anak dan ayah" ucap Fikri menatap tajam Dela dan Bu Lina

"Apa yang membuat kamu yakin kalau dia anak kamu?" perempuan seperti dia bisa tidur dengan siapapun" ucap Bu Lina dengan nada tinggi

"Rara tidak seperti yang Mama pikirkan, dia wanita baik - baik. cuma Fikri satu - satunya laki - laki yang sudah melakukan itu" jelas Fikri dengan berliang air mata yang sudah tak mampu dia tahan.

Dengan badan sempoyongan akibat pengaruh alkhohol Fikri mencoba bangkit berdiri dan menjatuhkan diri diatas tempat tidurnya.

Seolah malas menanggapi Mama dan Dela disana.

Bu Linq dan Dela pun bergegas pergi meninggalkan Fikri sendiri.

Sementara ditempat lain, Rara dan Adi telah menggelar acara pernikahan dengan meriah, acara akhad nikah pun berjalan lancar kini Rara dan Adi sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah.

Semua tamu undangan sudah berpamitan pulang, dikamar Adi dan Rara yang nampak canggung keduanya hanya duduk ditepi pembaringannya.

"Aku, aku ke kamar mandi dulu" ucap Rara gugup

"Iya, aku juga mau ganti baju" ucap Adi

Setelah sekian waktu Rara dikamar mandi, dirinya bingung hendak keluar. kembali lagi dirinya masuk kamar mandi menatap dirinya dikaca

"Apa yang harus aku lakukan, Adi adalah suamiku. tapi aku tidak mungkin melakukannya" gumam Rara

Dengan perasaan campur aduk, Rar memberanikan diri keluar dari kamar mandi. di kamar Rara melihat Adi yang sepertinya sudah tertidur. entah kenapa ada perasaan lega dihati Rara melihat Adi sepertinya sudah tertidur dengan pulas.

"Hufft..." Rara menghembuskan nafas lega

Rara dengan pelan dan hati - hati merebahkan tubuhnya disamping Adi yang dipikrnya sudah tertidur.

Rara merasa lega setidaknya malam ini dirinya tidak perlu membuat alsan pada Adi.

Tapi siapa sangka tiba - tiba mata Adi terbuka dan mata mereka saling bertemu pandang.

"Ka...kamu belum tidur?" ucap Rara terbata - bata merasa canggung. padahal biasanya dirinya bisa santai bersama Adi tapi tidaj dengan malam ini.

"Kamu kenapa?" Adi tersenyum

"Ah, tidak. tidak apa - apa" jawab Rara mencoba senyum

"Ra, kamu tidak usah takut! aku tau apa yang ada dipikiran kamu, kamu pasti berpikir malam ini aku akan meminta hakku sebagai seorang suami kan?" ucap Adi senyum terdiam sesat

"Kamu tidak perlu kawatir, aku tidak akan melakukan itu sebelum kamu siap dan menerimaku sebagai suamimu. aku tau, kamu belum mencintaiku. aku akan sabar, sabar menunggu sampai hari dimana kamu bisa mencintaiku" tambah Adi mengusap pelan rambut Rara

"Adi, maafin aku ya! aku bukan istri yang baik. jujur aku merasa bersalah sama kamu. kamu orang yang sangat baik, dan aku selalu saja membuatmu kecewa" ucap Rara

"Jangan pernah berpikir seperti itu ya, bisa menjagamu saja sudah cukup membuat aku bahagia Ra." ucap Adi tersenyum

"Sekarang tidur ya" ucap nya lagi memasangkan selimut pada tubuh Rara.

Rara hanya senyum dan menurut, kini Rara sudah memejamkan matanya.

Adi menatap wajah Rara dan tersenyum

"Aku yakin Ra, suatu saat nanti kamu pasti bisa mencintai aku. dan aku akan bersabar sampai hari itu tiba. hari dimana kamu benar - benar mencintaiku dan menganggap aku sebagai suamimu" batin Adi

***

Cahaya matahari mulai masuk melalui celah jendela membuat mata Rara silau dan membuka matanya, namun saat mata itu terbuka laki - laki yang kemarin baru saja menjadi suaminya itu sudah tidak ada disampingnya.

Rara mencoba mengarahkan pandangannya keseluruh ruangan tapi tidak menemukan sosok laki - laki yang dicarinya.

Rara turun dari tempat tidurnya melangkahkan kaki ke kamar mandi tapi tidak ada juga sosok yang dicari.

"Kemana Adi? akh.. mungkin sedang diluar" batin Rara kemudian dirinya mandi dan berganti pakaian. keluar kamar mencari Adi yang dipikir sedang bersama El diluar

"Pagi sayang" sapa Bu Indah yang sedang menyiapkan sarapan

"Pagi Ma" ucap Rara, matanya masih berusaha mencari keberadaan Adi

"Adi dimana Ma? dari tadi Rara cari gak ada" ucap Rara sambil mengambil gelas dan mengisi air didapur

"Apa Adi gak pamit sama kamu?" tanya bu Indah

"Pamit? pamit kemana?" Rara yang tidak tau suaminya dimana

"Tadi pagi - pagi sekali Adi pergi ke London, katanya cabang perusahaannya yang ada disana sedang ada masalah yang harus segera ditangani Adi sendiri" ucap Bu Indah sambil menata piring dimeja makan.

"Kenapa Adi gak bilang Rara kalau pergi ke London?"gumam Rara dan terdengar Bu Indah

"Mungkin karena Adi tidak ingin menggagu tidurmu"ucap Bu Indah

"Adi sangat mencintai kamu Ra, kamu harus bersyukur menikah dengan Adi, tidak banyak laki - laki seperti Adi. jadilah istri yang baik buat Adi Ra" ucap Bu Indah

"Iya Ma" jawab Rara sambil menyendok makanannya

Rara meraih hape nya dan berusaha menghubungi Adi.

"Maaaf nomer yang anda tuju saat ini sedang tidak aktif, atau sedang diluar area jaringan" suara operator

Rara kembali meletakan hape nya

"Mungkin masih dipesawat" gumam Rara

"Mommy" suara El memanggil Rara

"Hai sayang, dari mana pagi - pagi udah jalan" tanya Rara pada El yang baru pulang sama kakeknya

"Jalan - jalan" jawab El

"Dari taman tadi, Papa ajak El jalan - jalan menghirup udara segar" ucap pak Dody tersenyum tampak bahagia bermain dengan cucunya

"Pa, terimakasih ya" ucap Rara menggenggam tangan pak Dody.

"Sudah, yang lalu kita kubur yang dalam tidak perlu dibahas lagi ya, yang penting sekarang semua sudah baik - baik saja. dan Papa berharap kamu akan bahagia bersama Adi dan El" ucap Pak Dody

Memdengar perkataan Papanya, Rara tersenyum dan bertekad akan berusaha mencintai Adi. Rara tidak ingin mengecewakan orang - orang yang sudah baik pada dirinya dan El.

Mungkin memang benar lebih baik dicintai dari pada mencintai.

Sakit yang dirasakan Rara karena mencintai Fikri tidak sebanding dengan apa yang sudah Adi lakukan untuknya. betapa bodohnya dirinya yang masih saja mencintai Fikri disaat Adi lah yang selalu ada untuknya.

Adi bisa melakukan apa saja demi kebahagian Rara dan El. tapi Fikri?

Mohon dukungan dari teman - teman dengan cara Like, coment dan Vote jika ada. tambahkan juga ke favorit ya biar ada notofikasi pembaruan terbaru terimakasih

1
Rosida Rosidah
suka alur ceritanya ♥️♥️
semangat buat penulis! 💪💪💪
Lina aja
rupa" nya ibu Fikri otak dari perpisahan mereka
Lina aja
hadeuh Thor cerita nya ko loncat"y....bagus sih alurnya cuma jangan loncat"
Tri Gonometri
baik
Jade Meamoure
cinta oh cinta...untung aja happy end
Ibunya Hafsah
jangan berharap re,,lupakan apa berharap ya ?
Ibunya Hafsah
masih cinta dan selalu cinta biarin aja ,,Tuhan lho yang menghendaki perasaan manusia. bikin emosi ajja deh. sabar rere
IVO TAN
yach cinta tanpa restu,sakit rasanya,di sisi lain ada wanita yg sangat di cintai dan di sisi lain ada wanita yg harus di hormati di sepanjang hayat,nyesek ya athor
Qurrotaayun: iya kak, cinta tak di restui memang sakit
total 1 replies
Hedryani Jafar
Permian lbih baik dicintai dri pda mencintai.
Inyhhlstryyy
Pengantin wanita🙄
Karwati
harusnya rara bisa move on dari fikri udah gak abg lagi
Lili Adelia
Rara tuh gk jaga hatii suamix ,heran yah
Lili Adelia
Rara keras kepala yah,mash nungguin Fikri
Lili Adelia
Rara yg goblok mash aja nungguin Fikri yg gk bsa ngomonh klw udah ada ibunx
Lili Adelia
Rara bodoh ,mash aja mengharap
Qurrotaayun
ijin promo novel terbaru dengan judul "Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah"
Puspita Sari
masih penasaran Thor
Senjaaa___
duh udah tamat aja blom malam ke 2 thoor...
hasan bahtiar Bunda
wah udh tamat ,mksih thor karyanya👍🙏💪😄
hasan bahtiar Bunda
allhmdllh mga bhagia fikri and rara.🙏👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!