#1
#WAJIB LIKE, KOMENT, VOTE, DAN FAVORIT,
KALO KALIAN BISA!
Adiba Khanza Adira & Noah Aditama
"Jadi ada keperluan apa kamua kesini?" Tanya nya dengan to the point.
"Em jadi gini pak saya kesini mau meminjam
uang sebesar 100jt ke perusahaan untuk
pengobatan bapak saya" ucap Diba dengan lirih.
"Apa yang akan saya dapatkan dengan saya meminjamkan kamu uang?" Tanya pria itu.
"Saya tidak bisa memberikan apapun untuk bapak karena memang saya tidak punya apa pun pak, saya janji akan mengembalikan uang itu dengan cara mencicilnya sampai lunas walaupun sampi seumur hidup saya".
"Saya mohon pak,bapakk saya di kampung sedang sakit jantung dan perlu di oprasi jika tidak-" Diba tidak melanjutkan kata-katanya.
"Kamu tahukan uang 100 juta bukan uang yang kecil? Saya bersedia membantu kamu asal kamu menikah dengan saya" ucap Noah dengan enteng nya.
"Ha maksud bapak?" Tanya Diba tak percaya.
penasaran! yuk baca bab 1- akhir😅👍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon candrania272, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 25
HAPPY READING!
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN, FAVORIT DAN VOTE!
DGN MELAKUKAN HAL TERSEBUT AUTHOR JUGA AKAN SEMANGAT UPNYA...
DAN INI CERITA FIKSI YG TIDAK NYATA YA GUYS!
OKE CUKUP BASA BASINYA YUK CUSS KITA READING
...👀💨👀💨👀💨...
Mentari bersinar. Menandakan kegiatan akan segera bermula, mungkin disudut-sudut lain sudah memulai kegiatan atau bahkan sudah mengakhirinya. Tetapi berbeda dengan dua orang manusia yang tertidur lelap saling berpelukan, entah sadar atau tidak namun yang pasti sekarang tidak ada jarak diantara mereka. Mereka berdua adalah Noah dan Diba tentunya.
Mata Diba mengerjap merasakan terpaan sinar mentari menusuk matanya. Selain itu ia juga merasakan berat pada bagian perut dan kakinya. Dan benar saja saat ia membuka mata, mendapati tangan besar melingkar pada perutnya, juga kaki yang menopang kakinya. Pemandangan nya sekarang adalah Noah memeluk Diba seperti guling. Ia melihat sekeliling, teringat dimana terakhir kali sadarkan diri. Di kantor! Diba merutuki dirinya sendiri, kenapa saat diri nya sudah tertidur tidak pernah merasakan apapun. Dasar kebo!
Diba mencoba melepaskan diri namun tak bisa. Tubuhnya yang mungil, tak bisa memberontak dari cengkeraman harimau yang tengah tertidur itu.
"Pak"
"Pak"
"Bangun. Tolong lepasin saya, tangan bapak berat".
Bukan nya melepaskan Noah hanya berguman kecil dan malah semakin mengeratkan pelukan nya.
Diba menghembuskan napasnya kasar.
"Huh"
"Ini udah siang. Bapak nggak ke kantor? Saya mau ke kampus pak. Gimana nanti kalau saya telat? Bapak sendiri kan yang nyuruh saya kuliah. Dan sekarang saat saya udah mulai rajin, bapak malah mau bikin saya telat. Gimana sih? Apa saya sampek disini aja kuliahnya? Dan satu lagi, kenapa bapak kemarin tidak membangunkan saya. Saya bisa jalan sendiri da-?" Benar-benar pagi yang buruk bagi Noah. Masih pagi tapi Diba sudah mengomel seperti ayam betina mau bertelur. Tapi saat Diba mengomel, ia tak menyadari pergerakan Noah hingga kini bibir Noah sudah mendarat sempurna ke bibirnya dan menghentikan mulutnya yang dari tadi tak berhenti mengomel.
Diba masih syok dengan serangan bibir Noah yang mendadak. Apakah ini yang dinamakan morning kiss??.
Ciuman itu berlangsung beberapa menit, hingga Diba merasakan kehabisan napas. Diba memukul dada Noah hingga Noah melepaskan ciuman itu.
"Huh! Bapak apaan sih? Pagi-pagi udah mesum aja" kesal Diba beranjak dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi meninggalkan Noah yang masih terbaring di kasur. Tapi tanpa Noah tau, Diba berlari dengan pipi yang bersemu merah.
Noah tak habis pikir dengan gadis itu. Ia menikmati ciuman itu tapi saat sudah selesai pasti menggerutu bahkan mengomeli dirinya.Dasar gadis labil! Jika suka seharusnya dia tak perlu menolak atau mengomel pada akhir ciuman mereka. Memang awal nya Diba akan memberontak, tapi tak bisa dipungkiri saat berada di tengah-tengah ciuman mereka Diba membalas bahkan menikmatinya. Tapi Noah tak akan mudah menyerah. Mulai hari ini ia akan memberikan morning kiss rutin untuk istrinya itu atau bahkan akan memberikan night kiss juga.
Di kampus.
Diba masih didalam mobil. Seperti biasa Diba mencium tangan Noah sebelum turun dengan cepat tentunya. Karena berdasarkan pengalaman, Noah tak mau lagi Noah mengambil keuntungan dengan menciumnya. Namun saat Diba ingin keluar, tiba-tiba pintu mobil itu terkunci. Diba membalikkan wajahnya menghadap Noah, seorang mengatakan kepada Noah untuk segera membuka pintu mobilnya.
"Yaampun pak! Saya ini udah mau telat loh" sebal Diba.
"Makanya sudah tau mau telat tapi kamu mempersulit diri".
Sudah cukup! Diba sudah tidak tahan dengan perlakuan Noah yang semakin hari semakin menjadi.
"Gini deh! Bapak sekarang maunya apa?".
Noah mengangkat sudut bibirnya Dan dengan santai menunjuk pipinya dengan jari telunjuk nya. Sedang kan Diba, ia melotot tak percaya apa yang Noah mau sekarang. Sepertinya ia salah dengan mengajukan pertanyaan seperti itu.
"Yang bener aja dong pak! Sejak kapan bapak jadi mesum kayak gini? Mana nggak tau tempat lagi"
"Kalau kamu tidak mau saya tidak masalah. Mobil saya akan segera saya jalan kan menuju kantor saya, karena disini yang telat bukan hanya kamu".
"Yaudah kalau bapak telat. Bapak tinggal teken tombol yang ada di samping bapak itu, dan saya ke luar. Beres kan? Saya masuk ke kelas dan bapak pergi ke kantor" penawaran cukup bagus bukan yang di ajukan Diba. Namun terdengar sama sekali tak menguntungkan Noah.
"Itu terdengar tidak menguntungkan,"
Ayo lah. Sudah cukup drama nya, apa masih kurang morning kiss tadi!. Okey dari pada semakin terlambat Diba memilih jalan yang sudah Noah arah kan saja untuk dirinya.
Cup
Tanpa membuang waktu dengan cepat bibir Diba mendarat di pipi Noah namun hal itu tak berselang lama. Benar-benar hanya satu detik.
"Apa itu?"
Diba memutar bola matanya jengah. Bukan kah itu yang di inginkan Noah. Diba sudah bermurah hati mengabulkan keinginan nya walau sangat terpaksa.
"Yaudah sekarang terserah bapak mau ijin kan saya keluar atau tidak. Saya udah ngelakuin apa yang bapak mau tapi bapak masih belum membuka mobil ini. Saya juga udah mutusin kalau begitu. Setelah ini saya akan mengajukan surat pengunduran diri saya jadi mahasiswa",
Akhirnya Noah yang kalah disini dengan ancaman Diba. Okeh Noah menekan tombol yang ada di sampingnya dan membuka pintu untuk dirinya sendiri lalu berjalan kesebrang dan membukakan pintu untuk Diba.
"Turun!"
Sudah terlambat! Diba sudah tidak mood lagi.
"Turun atau saya gendong kamu sampai masuk ke kelas kamu!".
Dengan kesal Diba turun dari mobil itu. Lalu meninggalkan Noah begitu saja, tak lupa dengan langkah kaki Diba yang di buat seperti peserta gerak jalan karena sangking kesalnya.
"Brok"
"Brok"
"Brok"
Seperti itu lah kira-kira bunyi hentakan kaki Diba.
...----------------...
Diba baru saja selesai kelas. Rencana nya hari ini ia akan menemui Beatrix, ia juga sudah meminta ijin pada Noah. Dan ia sangat beruntung kali ini karena Noah tidak bisa menjemputnya, alhasil Noah menyuruh William menggantikan dirinya menjemput Diba dan akan mengantarkan Diba menemui Beatrix.
Mobil William sudah berada di halaman kampus Diba. Ia juga keluar mobil agar Diba mudah untuk menemukan dirinya.
Saat mata nya mencari-cari keberadaan asisten suaminya. Dan matanya pun menangkap sosok itu tengah duduk di cup mobil seperti yang dilakukan Noah waktu itu.
Diba berjalan mendekati mobil itu. Saat William menyadari kehadiran nya, ia dengan sigap membukakan pintu untuk Diba.
"Terima kasih" ucap Diba kemudian masuk ke dalam mobil.
"Kita ke kontrakan sania. Jalannya masih ingat kan?"
"Iya nona" dengan berat hati William menjawab 'iya'. Sebenarnya ia sangat malas bertemu dengan teman Diba yang satu itu, entah mengapa saat bertemu rasanya ingin mencekik gadis itu saja.
Mobil itu terparkir sempurna di hadapan kost sederhana yang ditinggali sania.
"Saya keluar dulu ya. Anda mau ikut turun?" Tanya Diba pada William..
"Tidak. Terima kasih nona, saya tunggu disini saja". lebih baik William disuruh menunggu seharian di Mobil dari pada ikut masuk dan bertemu musuh bebuyutan nya itu.
"Ah ya sudah kalau begitu" Diba pun turun dari mobil dan berjalan kearah pintu kost yang di huni sania dan dirinya dulu.
Tok
Tok
Tok
Diba mengetuk pintu itu sampai terbuka dan menampilkan sosok yang ia rindukan.
"Akkhh Diba gue kangen banget sama loo" pekik Beatrix saat melihat Diba ada di hadapan nya lalu memeluknya dengan erat, Diba juga membalas pelukan itu tak kalah eratnya juga. Biasa lah ciwi-ciwi.
Setelah menuntaskan segala kealayan dan kelebayan mereka pun sama-sama masuk ke kost an sederhana itu.
Banyak acara yang mereka lakukan. dari mulai menonton tv kecil yang ada disana,berfoto,hingga saling curhat. Tak terasa hari mulai gelap. Diba pun berpamitan kepada Beatrix.
♡˃͈ દ ˂͈
SAMPAI SINI JA DULU!
JANGAN LUPA LIKE, KOMENT, VOTE, DAN FAVORIT👍
JANGAN LUPA FOLLOW @CANDRANIA272_
👀💨👀💨👀💨
NOAH ADITAMA
WILLIAM DANUARTA
LIAM BENJAMIN
MARIO
ADIBA KHANZA ADIRA
CECILIA BELVINA
BEATRIX
ε✿♡♡
Semangat berkarya kak💪💪
penasaran nih 😊
semangat ya thorr💪
semoga sehat selalu thorr