NovelToon NovelToon
Oh My Ex-Husband

Oh My Ex-Husband

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Perjodohan / Militer / Tamat
Popularitas:447.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fara Dela Sandi

WARNING : CERITA INI MENGURAS EMOSI SAMPAI TUTUP PANCI AKAN IKUT MELAYANG! BERMENTAL LEMAH HARAP JANGAN BACA. TAKUT DARAH TINGGI NAIK MENDADAK😈


Bercerai? Itulah satu permintaan Kaiden. Selama tiga tahun, mereka tidak bersinggungan. Tiba-tiba Kaiden suami kontraknya itu lontarkan. Devina Deborah, merasa tidak bisa melepaskan Kaiden Louis. Perempuan cantik itu memiliki perasan pada sang suami.

Ia memberikan persyaratan. Dalam kurun waktu 3 bulan. Jika Devina tidak mampu menggoyahkan hati Kaiden untuknya. Maka ia bersedia menandatangani surat cerai tanpa perlawanan. Mampukah Devina menaklukkan hati Kaiden. CEO angkuh yang malah jatuh cinta pada Dokter berdarah Rusia-Indonesia itu? atau malah harus terpaksa menandatangani surat perceraian. Dan pergi dengan mengibarkan bendera, pertanda menyerah.

Simak terus kisahnya di sini. Jangan lupa simpan di perpustakaan untuk mendapatkan update tiap harinya. Dan jangan follow akun Ig author di "Dhanvi Hrieya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25. MALAM PERTAMA

Erangan rendah terdengar samar-samar. Kelopak mata Devina terpejam perlahan. Namun bibir merah merekah itu tidak berhenti mengutarakan apa yang dirasakan oleh tubuhnya. Kabut nafsu membakar diri keduanya. Kaiden naik menyamakan posisi mereka. Sebelah tangannya menumpu di atas ranjang.

"Buka mataku, Dev!" pinta Kaiden dengan nada serak.

Merasa mendapat perintah. Kedua kelopak mata sakura itu perlahan terbuka. Memperlihatkan kabut gairah yang baru pertama kali Devina rasakan. Bibir merah itu terlihat membengkak karena ulah pemuda satu ini.

"Aku tanya sekali lagi. Untuk terakhir kalinya, kamu tidak akan menyesal?" ujar Kaiden dengan nada berat dan dalam.

Bibir merah Devina terbuka."Tidak," putusnya mutlak.

Kaiden mengangguk mengerti. Kelopak itu kembali tertutup.

"Jangan ditutup. Lihat aku," titah Kaiden kembali.

Devina membuka kembali kelopak matanya. Telapak tangan yang begitu ahlinya bergerak lihai. Kedua paha Devina dibuka makin lebar. Hanya untuk menerima benda asing yang akan segera masuk pada celah sempit.

Kedua tangan Devina di genggam erat di samping kepala Devina. Pandangan mata mereka terkunci. Devina mengerutkan dahinya. Saat merasakan benda asing masuk diarea sensitif yang telah basah itu. Setiap ekspresi yang Devina perlihatkan. Direkam oleh Kaiden Louis.

Pemuda ini merasa menabrak sesuatu yang dibawah sana. Sebelum remasan kecil di tangan Devina menjadi kode. Sebelum bibir Devina mengerang keras. Kaiden ikut mengerang kecil. Ini gila.

"Sa—sakit," adu Devina dengan nada kecil.

Kaiden mengangguk. Bibir pemuda itu mengecup kecil pipi Devina. Sebelum kembali menatap lambat ke arah netra coklat almond terang milik Devina. Hangat. Lelehan cairan merah menjadi bukti. Betapa terjaganya gadis yang kini sudah menjadi wanita.

Devina mengigit kecil bibir bawahnya. Rasanya panas dan pedih.

"Sakit, Kaiden!" keluh Devina lirih.

"Itulah hal wajar," gumam Kaiden dengan nada rendah.

Devina menahan nafas. Beberapa saat. Pria ini mulai beraksi. Devina tidak tahu ternyata sesakit ini saat kehormatannya diambil oleh sang suami. Di sisi lain, ia bangga. Hanya satu pria yang menyentuh tubuhnya. Tidak ada pria lain yang menjamahnya.

Rasa sakit yang mendesak pangkal pahanya mulai berangsur berkurang. Berganti dengan perasan yang tidak mampu Devina utarakan dengan gamblang. Decitan dan erangan menjadi satu. Malam panas itu akan menjadi malam terpanjang yang baru pertama kali Devina rasakan.

Devina mencengkram kasar kedua sisi lengan berotot milik Kaiden. Saat pemuda ini menggila atas dirinya. Bahkan bibir Kaiden tidak tinggal diam. Hingga lolongan panjang Kaiden menjadi akhir dari babak pertama. Mengisi rongga kosong. Devina menggigil saking gilanya pergerakan terakhir sang suami.

"Devina!" panggil Kaiden dengan nada lembut dan berat.

Devina melirik sayu ke arah Kaiden.

"Jangan tertidur dulu, ini belum berakhir," ucap Kaiden dengan nada lembut.

"Tapi ... Akh!" Devina menjawab dengan pekikan tertahan.

Tubuhnya yang tergolek letih malah berpindah di atas tubuh Kaiden. CEO ini gila? Devina tidak paham dan tidak mengerti. Apa yang sedang diinginkan oleh Kaiden.

"Kau yang pimpin!" ucap Kaiden sebelum tersenyum nakal pada Devina.

Pupil mata lemah itu terlihat membesar. Wajahnya memerah padam karena perkataan Kaiden. Meskipun ia masih mabuk. Setidaknya ia masih memiliki sedikit kesadaran.

...***...

Benda pipih itu dilempar kasar oleh Arumi di atas ranjang. Ibu jari tangannya digigit pelan. Buku-buku jadi jemari tangan itu terlihat digigit. Kaiden sudah dua hari tidak mengangkat telponnya. Ada apa dengan sang kekasih? Ia memang membatalkan pertemuan makan makan malam ia dan Kaiden saat itu.

Keadaan hatinya sedang tidak enak. Jika ia tetap pergi makan malam maka bisa saja ia akan mengacaukan makan malam mereka.

"Kemana sih, dia?" gumam Arumi dengan nada setengah khawatir."Apakah Kaiden marah padaku? Jadi tidak mengangkat telponku. Sampai tidak membalas pesanku!"

Arumi langsung gusar. Wanita cantik itu menghela nafas kasar. Ia langsung mondar-mandir dari kiri ke kanan. Dari kanan ke kiri.

"Sialan! Kenapa aku jadi pusing begini?" dengkus Arumi kesal.

TOK!

TOK!

"Arumi! Ini Mama! Ayo makan malam bersama!" seru wanita paruh baya di balik pintu kamar sang putri tercinta.

Arumi mengehentikan pergerakan tubuhnya yang mondar-mandir sedari tadi. Menurunkan tangannya. Tubuh Arumi dibalikkan menghadap ke arah pintu masuk.

"Masuk saja, Mah! Pintunya tidak dikunci,kok!" teriak Arumi menjawab.

Engsel pintu terlihat bergerak ke bawah. Sebelum terbuka perlahan. Mengeluarkan bunyi decitan yang khawatir. Wajah sang ibu langsung terlihat di depan mata Arumi.

"Kamu mau ke mana, sayang? Dah rapi begitu?" tanya sang ibu dengan nada lembut.

Wanita paruh baya itu melangkah mendekati sang putri tercinta. Arumi mengulas senyum kecil pada sang ibu tercinta.

"Mau keluar, Mah!" sahut Arumi.

Dahi Ayumi mengerut kecil."Keluar dengan pacarmu?"

Arumi mengeleng kecil menjawab pertanyaan yang sang ibu memaparkan. Arumi selalu terlihat seperti putri yang manis dan baik. Arumi mendekati sang ibu meraih tangan yang sudah mulai berkerut itu lembut. Sebelum mengecup telapak tangan sang ibu beberapa kali.

"Sama teman cewek, dong, Mah!" sahut Arumi,"mana berani Arumi keluar sama teman cowok apa lagi pacar. Mama sudah melarang Arumi untuk pacaran. Jadi Arumi menurut," sambung Arumi.

Ayumi mengangguk bahagia. Perempuan paruh baya ini khawatir dengan sang putri tercinta. Terakhir sang putri memiliki kekasih hati. Malah ditinggalkan begitu saja tanpa kata. Walaupun sang pria sangat baik dan sopan. Setiap mau mengajak Arumi keluar. Maka sang cowok akan meminta izin padanya dan sang suami.

Pada akhirnya hubungan Arumi kandas dengan ketidak jelasan dari sang pria. Membuat Arumi sempat merasa depresi dengan apa yang terjadi. Sang anak sangat mencintai lelaki itu. Tapi lelaki yang katanya menawarkan pernikahan malah tidak melamar Arumi. Malah berpindah haluan.

Ayumi yang melihat kehancuran hati Arumi. Meminta sang putri untuk tidak berpacaran saja. Agar tidak membuat sang putri kembali terluka dan depresi.

"Mama percaya padakan sama Arumi. Kalau ada yang serius langsung suruh ketemu sama Mama dan Papa dulu, ya!" titah Ayumi.

Arumi mengangguk kecil."Ya, Mah. Kalau nanti ketemu sama yang serius pasti bakalan Arumi perkenalkan sama Mama dan Papa duluan."

"Jangan pacar-pacar, loh. Kamu mengerti bukan yang Mama khawatirkan, sayang?"

"Ya, Mah! Arumi mengerti apa yang Mama dan Papa khawatirkan, kok!" sahut Arumi.

Sebelum kembali mengecup punggung tangan sang ibu dengan lembut. Ayumi tersenyum lebar. Menyusup pelan pipi sang putri dengan penuh kasih sayang. Wanita ini tidak tahu saja.

Jika sang putri yang akan melukai pihak lain. Karena wanita ini bagaimana duri di dalam daging. Yang mana akan menghancurkan rumah tangga orang lain.

Ayumi tersenyum lega mendengarnya. Semoga sang putri bahagia. Tanpa tahu kebahagiaan sang putri berada di atas tangisan wanita lain.

Bersambung....

🌚🌚🌚🌚 author gak lihat🤭

1
Sala Wati
rasain kaiden mkanya jgn egois 🤭
Sala Wati
aduh saya juga mau
Woro Wardani
Luar biasa
Laurentia Delimarta
dlu dia yg mau cpt2 cerai, skrng mala ga mau
Laurentia Delimarta
jgn bucin Dev nanti susah sendiri, hea tegae d dpn Kaiden
Laurentia Delimarta
jahat banget, yg 1 pelakor
KarmilaFatiyah Hudong II
aaku suka kok sma kaiden...mudhan dia mncintai jane
nuning 29
ini serius, sekelas CEO yang punya gedung tinggi, naik mobil sekelas Avanza?
hehe ...
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
cerita yg luar biasa
v_cupid
yg cerita lain ada kah yg bukan mafia
v_cupid
mw yg lain..
v_cupid
mw cerita yg lainnya.. yg sama bagusnya dgn ini thor...
v_cupid
baguslah bs bangkit dan membuat kaiden sangat sakit.. begitulah.. br menyesal saat sudah tidak memiliki
v_cupid
kaiden kok ga curiga ya knp bs semua mnm obat tidur.. siapa yg membantu Devina kabur.. secara tdk mgkn melakukan semua itu sendiri
v_cupid
gmn mw hamil.. org masih perawan sebelum ke bali
v_cupid
kalo dulu pasti akan bahagia sekali
v_cupid
..
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
bagus
v_cupid
just happy with devina kaiden.. don't get disturb with arumi
v_cupid
..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!