NovelToon NovelToon
EGO- Adhira

EGO- Adhira

Status: tamat
Genre:Teen / Patahhati / Nikahmuda / Balas Dendam / Anak Genius / Romansa-Teen angst / Tamat
Popularitas:546.8k
Nilai: 5
Nama Author: Atmosfera

Adhira Alindra adalah gadis berprestasi yang angkuh, sombong dan terkenal dengan harga dirinya yang tinggi, mulut pedas. dan prilaku nya yang sok berkuasa.

Ditambah posisinya sebagai ketua osis semakin membuatnya merajalela, lalu apa jadinya jika perilaku buruknya itu menimbulkan dendam pada anggota geng yang terdiri dari siswa-siswa buangan yang berandalan.

Awalnya Adhira tak begitu peduli dengan dendam geng sampah itu, Sampai akhirnya Dendam dan kejadian buruk mengubah kehidupan Adhira,

Gadis berprestasi itu bahkan ingin kembali mengiris nadinya saat percobaan bunuh dirinya gagal.

Adhira tak ingin membuka mata, menurutnya, lebih baik ia mati dengan mengenaskan dari pada menjawab siapa ayah dari anak dalam kandungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atmosfera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ego-24 Menantu kesayangan.

Takut ada lagi, Gisel, Gisel diluar sana yang kembali menemuinya.

Adhira. merasakan nafasnya sesak. Gila. Gila. Ia takut. Sangat-sangat takut.

***

Zeo yang saat itu sudah bersiap-siap akan menjemput Adhira karena perempuan itu yang belum juga pulang setelah pergi belanja dan ia mendapat kabar kalau orang tuanya sudah dalam perjalanan ke apartemen itu dibuat terkejut saat Adhira sudah membuka pintu dan melewatinya begitu saja.

Brak

Zeo mengerjapkan matanya, agak ngeri saat melihat pintu apartemennya yang didorong kuat.

"Adhira!" Zeo langsung mengejar Adhira saat menyadari perempuan itu menangis dan sesenggukan.

Adhira masuk kekamarnya, membuka semua laci kamar untuk mencari obat penggugur kandungan yang sempat ia beli secara online melalui situs ilegal ketika berita tentang kehamilannya menyebar disekolah dulu. Ia ngin menghabisi bayi yang ada dalam kandungannya itu sekarang juga. Ia ingin melanjutkan rencananya dan papanya dulu. Jika menghabisinya nyawanya tak juga mrmbuatnya mati, kenapa tidak dengan membunuh sibiang masalahnya saja.

Membuka tutupnya dengan brutal, Adhira menumpahkan semua pil ketangannya seperti kesetanan. Adhira sudah menelan pil itu ketika Zeo datang menarik tangannya.

"Buka Adhira!" bentak Pemuda itu mencengkram pipi Adhira dengan marah.

"Buka gue bilang!" Amuk Zeo mencongkel secara paksa pil-pil itu dari mulut Adhira.

"Bangsat lo" Amuk Zeo begitu ia berhasil mengeluarkan semua pil itu dari mulut Adhira.

Adhira memberontak. ia terbatuk-batuk karena rasa pahit pil dimulutnya."Balikin obat gue bastard. Gue mau gugurin ini anak, g-gue muak, gara-gara ini anak gue kehilangan semuanya gara-gara dia gue- "

Plak

Zeo menampar sekuat tenaga nya kepipi Adhira.

Perempuan itu langsung tersungkur kelantai, ada darah disudut bibirnya, menandakan tamparan Zeo bukanlah main-main. Pemuda itu benar-benar marah.

"HEH, LO INGET APA YANG GUE BILANG KE ELO KALAU SAMPEK LO BERANI NYAKITIN ANAK GUE ADHIRA. MATI LO DITANGAN GUE." Teriak Zeo

"LO MAU BUNUH GUE HAH, BUNUH GUE KALAU LO BERANI, LO GAK TAU BETAPA BERHARAPNYA GUE MERENGGANG NYAWA KAN, " Teriak balik Adhira. ,"Lo nggak tau Zeo, lo gak tau gimana gue berdoa tiap saat buat berhenti bernapas, buat ngeakhiri hidup ini, lo nggak ngerti. lo nggak ngerti KARENA LO BUKAN GUE, KARENA LO BUKAN GUE ZEO HIKS" Tangis Adhira meyayat hati.

"LO-

"GUE APA!Lo gak tau apa yang gue rasain Zeo, lo cuma peduli anak ini dan anak ini. Lo gak pernah ngerasain ada diposisi gue. Lo gak pernah ada di posisi gue baj*ngan. Lo gak tau rasanya dibenci, dijauhi, dikucikan l-lo gak tau. LO GAK TAU BETAPA GUE BENCI LO DAN ANAK INI. GUE BENCI KALIAN, GUE MAU BUNUH DIA ZEO GUE MAU BUNUH DIA." Tangis Adhira memukul-mukul perutnya.

"Adhira, berhenti. BERHENTI GUE BILANG." Cegah Zeo menghalangi pukulan membabi buta Adhira keperutnya.

"LO MAU BUNUH ANAK GUE!"

"IYA GUE MAU BUNUH DIA GUE MAU-AKH" Adhira meringis kesakitan saat perutnya terasa sangat sakit.

"Dhir" Zeo panik ketika Adhira meringis memegangi perutnya.

"Dhira, l-lo kenapa?"

"S-sakit."

"Dhir, Adhira!"

****

Adhira melenguh ketika ia merasakan perutnya terasa kram, perempuan itu secara otomatis mengelus perutnya untuk mengurangi rasa nyerinya.

"Masih sakit sayang?"

Pertanyaan itu membuat Adhira terkejut, ia menatap perempuan cantik berwajah kalem dengan tatapan lembut disebelahnya. Itu mama zeo.

Adhira terpaku, ia tak sanggup mengeluarkan suaranya. Terlalu terkejut.

"Doki-doki ne?" Kata mama Zeo yang Adhira bahkan tak tau siapa namanya.

"Em?" Adhira kebingungan karena tak mengerti.

"Kaget ya?"

"I-iya tan" Adhira langsung berdehem saat menyadari suaranya parau.

Mama Zeo tersenyum, "Kok tan sih? Mama dong, panggil Mama Nana." kata Mama Zeo itu mengelus rambut Adhira.

Adhira tersenyum canggung karena ini adalah interaksi pertama mereka. Apalagi saat mengingat kegilaan yang ia lakukan tadi, tapi kenapa Mama Zeo ini tak bereaksi apa-apa tentang percobaan menggugurkan kandungannya.

"Dhira?"

"Em, i-iya mah."

"Kok ngelamun? Ada yang kamu pikirkan?"

Adhira menggeleng, ia berusaha duduk dari posisi tidurnya.

"Eits, jangan bangun sayang. Infus kamu lepas nanti duh, kamu ini." cegah mama Zeo itu menahan bahu Adhira agar tak bangun.

Adhira melirik tangannya ketika baru menyadari bahwa ia menggunakan infus.

"Em, Adhira kok pakai infus?" tanyanya bingung.

Mama Zeo itu menatapnya dalam, "Kamu pingsan tadi, terus mama sama papa milih meriksa kamu dirumah aja, kalau ke RS jauh. Apa masih ada yang sakit?" tanyanya lagi

Adhira menggeleng, rasa kram diperutnya pun mulai tak terasa.

"Maafin Zeo ya sayang,"

Adhira langsung mengatupkan bibirkan kuat menahan kebencian saat nama Zeo tersebut.

"Gak papa kok ma." kata Adhira berusaha terlihat seperti ia benar-benar perempuan baik yang dihancurkan Zeo.

Mama Zeo itu menatap Adhira dengan raut wajah bersalah, " Mama gak percaya Zeo senakal itu. Apalagi sampek nyakitin anak dan istrinya sendiri. Pasti sakit ya." kata nya menyentuh sudut bibir Adhira yang luka karena tamparan Zeo.

Adhira menyentuh bibirnya, ia masih bingung kenapa mertuanya justru menyalahkan Zeo, bukannya seharusnya mertuanya marah padanya? Zeo menamparnya kan karena Adhira yang bersikap gila. Karena ia yang ingin menggugurkan kandungannya. Tapi kenapa mertuanya ini seolah bersikap Zeo yang sangat salah disini.

Bagus sih sebenarnya, tapi Adhira merasa sedikit aneh. Masih bingung dengan skenario dadakan ini.

"Kamu harus kuat ya sayang, Mama juga bingung kenapa Zeo sampai berusaha gugurin anak kalian. Padahal Zeo suka banget sama anak-anak loh, "

Deg

Adhira membulatkan matanya saat satu keimpulan berhasil ia dapat. Apa Zeo membalikkan faktanya. Apa Zeo mengatakan pada orang tuanya bahwa kegilaan yang ia alami tadi karena pemuda itu? Apa Zeo mencoba melindunginya didepan orang tuanya? Apa Zeo mencoba menutupi kejahatannya?

Tapi kenapa Zeo melakukan itu? Kenapa ia tak jujur saja bahwa Adhira yang tak waras disini.

"Maaf sayang, Tapi tenang aja, setelah ini Zeo gak akan berani nyakitin kamu dan cucu mama lagi kok. Kamu mau kan kasih kesempatan buat Zeo?" kata Mama Nana lembut. Ciri khas keibuan sekali, hal itu mengingatkan Adhira pada Mira. Mamanya.

Adhira mengangguk ragu. " Ya ampun, mama bener-bener ngerasa bersalah sama kamu, sekali lagi maafin mama yang gak bis ngedidik Zeo dengan baik ya. Kamu baik banget sayang, em Yaudah kamu tidur ya sekarang. Tsukareta ne? (Pasti lelah ya) " kata Wanita itu mengusap wajah Adhira yang pucat.

"Oiya, ini sudah hampir jam makan siang, kalau gitu mama masak dulu ya."

"Em, mah "Adhira menggeleng,  ia tak mungkin tidur dan membiarkan mertuanya melakukan semuanya sendiri kan? Bisa hancur repotasinya nanti.

"Adhira bosan dikamar ma," kata Adhira beralibi. Ia harus terlihat seperti menantu yang sangat berbakti dan istri yang sangat disakiti saat ini. Biar mampus sekalian Zeo. Batin Adhira merasa dengan manarik simpatik orang tua pemuda itu, ia akan semakin berkuasa nantinya.

Mertuanya itu tampak berpikir agak lama, "Em, yaudah, tapi jangan ikut bantu masak ya, duduk aja. Kalau nyeri atau kram langsung bilang ya" kata nya akhirnya.

"Ha'i"Sahut Adhira sok semangat, ia harus membuat mertuanya simpatik dengannya.

Mama Zeo tersenyum hangat, perempuan setengah Jepang itu mengacak rambut Adhira penuh kasih sayanga.

"Wah, pintar nihongo ne?"

Adhira terkekeh, ia berusaha bangun dari tidur dibantu mertuanya yang memegangkan infusnya Ah, tampaknya peran menantu kesayangan akan ia dapat sebentar lagi.

***

Note:

Doki-doki ne? :Degdegan ya? (Dalam hal ini, kayak sebuah pertanyaan. Kamu kaget ya?

Ha'i : Iya

Nihongo : ???

Apa hayooo ada yang bisa tebak arti nihongo?

Btw, Happy new year ya guysssss😍😍😍😍

Dan maaf juga buat 2 hari semalam gak up, aku sakit huhuhuhu. Tahun baru mala ngurung dikamar😂

1
teyuksha
suaminya sudah sabar
affifa zahra
Aku pertama kali baca karya kk dari wf sekitar 3/4 tahun lalu, dan pas pindah ke novel toon aku pun download noveltoon, and udah ga terhitung berapa ratus kali aku baca ulang cerita2 kk, semuanya aku sukaaa, tapi baru sempat komen sekarang😅, pokoknya karga2 kk seru dan bagus bangettt, kalau bisa mah kisah nya zeo di perpanjang sampai kecerite cucu cicitnya pun bakalan ttp ku bacaaaaaaa😍😍😍
naura fifa
ayok kak lanjutin lagi ceritanya...minimal sampe anak ketiganya zeo lahir.kalo gak sampai anak anaknya zeo berkeluarga juga gak apa🤣
naura fifa
pliss ini ceritanya bagus banget kakk😍😍ngerasa banget dihati sampe nangis juga baca ini cerita...
Adwyh Ftmh
/Scowl/
TsalsaAidaa
Hai kak, mungkin aku telat banget ya baca cerita ini. tp beneran deh, tulisan kakak indaaahhhh bangettt, sakitnya dapet, ombang-ambing rumah tangganya juga dapet, bahagianya juga nular. Dari sini jadi belajar banyakkk bangettttt, ternyata rumah tangga ga sesimpel seranjang bareng aja, tp belajar berkembang bareng seumur hidup. Belajar terbuka, belajar saling mengerti. udah pokoknya gila aja baca ini, kakak deserve of being a writer. makasiiii kakkk, kakak hebat 🫶🫶🫶
Icha tae
kk semangat
affifa zahra
pertama kali baca cerita ini di WP nya author sekitar tahun 2019 mungkin habis it baca tentang ayah ibunya sih kalah dari novel sebelah, cerita seru jugaaa tapi kata author di suruh baca di noveltoon akhirnya karena sngat2 sukaa sama novel2 karya author aku dwload noveltoon, and ini udah ke puluhan kalinya aku baca zeo lagi zeo lagiiiiii, tapi emang ga pernah komennn. karna terlalu larut dalam bacaan. tapiii hari ini aku bakalan komennnnnn, aku suka banget sama karya2 author, sampai bisa baca sih zeo berapa kali dalam seminggu kalau lagi bosennnnn, karna ceritanya ga ngebosenin, luvvv author sekebon pokoknyaaaa. semangat ya thorrr terimakasih sudah menciptakan karya yg sangatttttt bagus🤩🤩🤩🤩😘😘😘
affifa zahra: kalau bisa lanjutin ya thorre😭😭mau liat zeo bahagiaaaaa banyak banyakkkkkjkkkkk
total 1 replies
Renebell Jenice
Luar biasa
Dian Amara
aku nangis bacanya😭
Dian Amara
sumpah ceritanya bagus banget, rela download apk ini demi cerita ini weh😭🤍
Rumaisa Afiani
aaaaah novel yg gapernah aku lupain 🥺
Rai Nurhikmah
KK author mau donk e book ya
Helena Melly
kak ini ending gimana
Lisdha Park
ini serius ini ending nya setidaknya sampai lahiran atuh kak, epilog nya adain
Lisdha Park
min jangan tiba-tiba di buat lumutan dong selesaikan dulu
Lisdha Park
bangsattt
Rahmaniar
bagus banget ceritanya
Marie Ocean
anak lu ai zela kalo lu lupa wahai ibu dhira 😑
Nuur Shayla Rahmadani
dulu udh pernah baca ini di wp 2 thn lalu, kemarin cari lagi karena keingat Zeo dan pgn baca ulang, rupanya udh pindah kesini. pas liat ada part tambahan yg lebih wah tu, rasanya kek makin sayang sekali sama Zeo ini, pokoknya gk tau lagi deh. dia berhasil bikin aku gamon padahal udh 2 thn yg lalu nge bacanya😭😭
Atmosfera: Wahh.. Terima kasih uda gamon sama Zeo wkwk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!