Rey saat ini seorang presdir sebuah perusahaan besar yang dulunya hangat namun setelah lulus kuliah dia berubah menjadi dingin, semua ini sebab Ayahnya yang memaksa dia memasuki dunia mafia, hal ini sangat mempengaruhi mentalnya dan dia berubah drastic dari dirinya yang dulu. Rey sekarang berada pada fase senja dimana gelap akan segera datang namun terang masih belum ingin pergi. Dan Aya seorang gadis humoris, baik hati namun manja yang bertemu dengan Rey
Akankah kehidupan mereka berdua setelah bertemu akan berjalan seperti biasa atau mungkin keduanya akan berada jauh dari Zona Nyaman mereka ?
Let’s Reading…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
_Kembali_
Aya dengan gelisah menunggu Rey untuk pulang, sudah semiggu Rey pergi dari rumah untuk menyelesaikan pertandingannya.
Setiap malam mereka memang telponan untuk menanyakan bagaimana perkembangan pertandingan terebut dan kondisi Rey, Rey tidak ingin melakukan Video call karena dia tau Aya akan sangat mengkhawatikannya jika melihat wajahnya yang babak belur.
Sudah berkali-kali Aya berusaha untuk menyusul Rey, tapi ternyata ada anak buah Rey yang menjaga Aya di depan rumah dan tidak mengijinkan Aya untuk kemanapun. Demi keamanan Aya dari para musuh, Rey tidak ingin mengekspos istrinya dan membuat istrinya menjadi sasaran kelemahan Rey.
Di hari kesepuluh Aya mendapat telpon dari Sam...
“Selamat sore nona Aya” kata Sam di sebrang sana
“Sore, Sam bagaimana dengan Rey kenapa malam tadi aku tidak bisa menghubunginya ? bagaimana kondiri Rey ? apa dia baik-baik saja ? bagaimana hasilnya, ini pertandingan terakhir bukan ? “ kata Aya memberikan pertanyaan beruntun pada Sam
“Nona, saat ini tuan Rey sedang berada dirumah sakit. Dia tumbang setelah memenangkan pertandingan terakhirnya, jadi no…..” Ucapan Sam terpotong
“APA Rey masuk rumah sakit ? dimana Sam rumah sakitnya aku akan segera kesana. Bagaimana kondisi Rey apa terluka parah ? tidak,,, tidak,,, Rey tidak akan meninggalkanku bukan ? Sam ???” Aya langsung dilanda kepanikan
“Nona,, anda tenanglah dulu saya sudah menyuruh supir untuk menjemput Nona “ kata Sam mencoba menenagkan Aya
“Sam, apakah Rey masih hidup ? dia tidak koma bukan ? lukanya tidak parah kan ? Akhh,,, aku benci pikiranku…” kata Aya semakin panik
“Nona, anda tenangkan diri anda. Tuan Rey buka orang yang lemah, dia hanya membutuhkan waktu untuk bisa kembali sesehat semula” kata Sam
“Sam aku tidak bisa tenang, kapan supir yang kau suruh datang ? aku akan menyetir sendiri saja“ kata Aya tidak sabar.
Suara deru mobil terdengar dari halaman, menandakan bahwa supir yang menjemput Aya telah tiba.
“Sam, supir yang kau suruh sudang datang. Aku akan segera kesana “ kata Aya kemudian mematikan sambungan telpon tanpa menunggu jawaban Sam
“Pak, ayo lekas ke rumah sakit. Negbut ya pak“ kata Aya bergegas masuk dipintu belakang mobil
“Baik nona “ ucap sopir sopan
“Pak apa masih jauh ? pak ayolah cepat ngebut…” kata Aya saat sudah diperjalanan selama 10 menit
“sebentar lagi sampai nona” ucap sang supir tenang, dia tau penumpang yang dikursi dibelakang saat ini sedang sangat panic
Setibanya dirumah sakit Aya langsung berlari menuju ruangan yang sudah disebutkan Rey tadi, dia melihat Sam yang sedang menunggu didepan sebuah ruangan
“Sam, dimana Rey ? bagaimana kondisinya ? “ ucap Aya ketika sudah dekat dengan Sam
“Ada didalam ruangan nona, silahkan masuk” kata Sam sambil membukakan pintu untuk Aya
“Mas…” ucap Aya lirih, dia berjalan menuju Rey yang terabaring di atas ranjang dengan perban dikepala dan alat medis yang menempel dibadannya
“Mas,,, kau sudah menyelesaikannya bukan ? kau sekarang sudah bisa menjadi metari pagi, kau bukan lagi senja. Kau sudah terlepas Rey, tapi kenapa kau masih menutup matamu ? “ ucap Aya sambil menggenggam tangan Rey
“Mas, aku tidak bisa jika tidak ada kau. Sepuluh hari kita berjauhan dan bertemu dengan kondisimu seperti ini, apa kau tidak ingin makan romantis denganku, bermanja dengaku saat kita bertemu setelah sekian hari berpisah…” ucap Aya lemah sambil menundukkan kepalanya mencium punggung tangan Rey
“Aku tidak ingin makan romantis, aku ingin memakanmu Ay “ kata seseorang dengan lemah
“Rey,,, kau sudah sadar syukurlah “ ucap Aya menyapu air matanya sambil tersenyum
“Hey, jika kita sudah berada dirumah apa boleh aku mekanmu ?” Rey mengulang pertanyaanya
“Mas, apa kepalamu terbentur keras sehingga berkata mesum seperti ini ? “ ucap Aya merasa malu. Karena selama ini Rey selalu menunda melakukannya dia ingin keluar dari fase senjanya dulu sehingga bisa memulai fajarnya dengan tenang bersama Aya.
“kau tidak lupa dengan janjimu bukan ? ketika aku sudah menyelsaikan ini, aku meminta hadiah itu darimu” ucap Rey menggoda Aya
“Mas, jangan membahas itu disini aku malu” ucap Aya menahan malu
“Kau malu dengan siapa hm ? “ Rey semakin menggoda Aya
“Mas, kau baru sadar aku akan memanggilkan dokter “ ucap Aya mengalihkan pembicaraan dan langsung bangkit memanggil dokter tanpa menunggu jawaban Rey
Rey tersenyum melihat istrinya yang sedang malu tersebut, dia mulai menyukai meggoda Aya melihat wajahnya yang memerah menahan malu tersebut, Rey yang hangat kini sudah kembali…
...~The end~...