Tari gadis 18 tahun, ia di lahirkan dari keluarga sederhana, dan murid yang pandai di sekolahnya sehingga mendapat kan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan nya namun sebuah peristiwa yang tidak terduga yaitu Tari harus menikah dengan sosok pria kaya raya ,sehingga beasiswa yang ia peroleh pun hilang seketika.
Dan sosok pria itu bukan hanya kaya raya namun ia juga big bos dari agen rahasia.
........
Dan didalam cerita ini akan terjadi cinta segitiga dalam sebuah keluarga.
.......
Penasaran dengan jalur ceritanya?
yu ikuti terus dan pantau terus novel ku😜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 25
...----------------...
Pangeran dan Tari meninggalkan tempat tersebut.
"Silahkan masuk tuan putri" ucap Pangeran sambil membuka pintu mobil.
Tari tersenyum di perlakukan seperti ini dan ia berkata "Makasih sayang" sambil mengecup pipi Pangeran.
Pangeran terseyum dan mengecup kening Tari.
Pangeran sangat bahagia istrinya kembali bersamanya.
"Sayang ,kamu baik-baik saja kan?" tanya Pangeran.
"Sakit tangan aku, tapi sekarang udah gak, aku kan kuat, istrinya tuan Pangeran gitu loh" ucap Tari sambil tertawa kecil.
Pangeran ikut tertawa mendengar apa yang di ucapkan Tari.
"Heumm, maafkan aku, aku tidak menjaga mu dan calon huah hati kita dengan baik"
"Tidak apa-apa sayang, aku dan calon buah hati kita itu kuat jadi tidak merasakan sakit apapun cuman tadi doang hanya sedikit"
"Tapi.. " sebelum Pangeran melanjutkan perkataan nya, Tari memotong perkataan Pangeran dengan ciuman yang jatuh di bibir Pangeran.
Pangeran sedikit terkejut melihat kelakuan istri mungilnya itu.
"Sudah ya mas, kamu gak boleh bicara apa-apa, lupakan kejadian tadi,lagi pula aku kan baik-baik saja" ucap Tari setelah mencium bibir Pangeran.
"Makasih istri mungil ku, I love you so much" ucap Pangeran
"Sama-sama suami es, I love you to so much" jawab Tari.
Beberapa menit kemudian mereka datang di rumah mereka dan ternyata disana sudah ada orang tua dari Pangeran.
"Sayang" panggil Bu Novia sambil memeluk Tari.
"Owh, Tari doang yang di khawatirkan" ucap Pangeran.
"Anak ku" Bu Novia melepas pelukan dengan Tari dan langsung memeluk anaknya.
"Pangeran Pangeran" Pak Bimo geleng-geleng liat Pangeran seperti ini dan ia ingat dan kangen dengan anak keduanya yang ntah sekarang dimana karena dulu jasadnya tidak di temukan.
"Pah" panggil Pangeran yang ngeh kalau papahnya merasa kesedihan. "Papah inget adik? " lanjut Pangeran.
"What? Adik? " dalam hati Tari yang sangat terkejut karena ia baru tau kalau Pangeran punya adik.
"Sudah lah lupakan masalah itu , sekarang yang terpenting gimana keadaan kalian? bagaimana bisa terjadi seperti ini? " tanya pak Bimo.
"Tari, calon cucu papah dan mamah dan anak mamah dan papah yang paling ganteng alhamdulillah kita baik-baik saja" jawab Pangeran.
"Idih dasar, anak yang paling ganteng? pd banget " ledek Tari.
"Awas ya kau" jawab Pangeran.
"Wleee" Tari yang meledek Pangeran.
"Sudah-sudah seperti anak kecil saja" tegur pak Bimo. "Lalu bagaimana bisa terjadi seperti ini? " lanjut pak Bimo.
Pangeran ingin menjawab jujur tapi ia juga tidak mau orang tua dan istrinya mengetahui siapa ia sebenernya.
Pangeran mengelak ke pada orang tua dan istrinya dan ia menjawab "Sudahlah pah, yang terpenting kita semuanya selamat dan tidak terjadi apa-apa"
"Lalu bagaimana pengobatan dirimu? kamu luka-luka seperti ini? dan luka operasi mu? " tanya bu Novia.
"Mamah tenang saja ya, aku sudah panggil dokter kesini" jawab Pangeran.
"Kheum, ya sudah mamah mau masakin buat kalian semua, kalian istirahat saja, nanti kalau sudah siap mamah akan panggil kalian"
"Aku pengen bantuin mamah ya" permintaan Tari.
"Jangan sayang, kamu ikut beristirahat dengan Pangeran ya, kesian kandungan mu" jawab bu Novia.
Pangeran dan Tari mengikuti saran dari mamahnya, sedangkan pak Bimo mengerjakan pekerjaannya di laptop untuk mengecek email yang masuk.
Pangeran langsung berbaring di kasurnya untuk menunggu dokter pribadinya datang. Sedangkan Tari membersihkan luka ringan yang ada di tangan Pangeran.
"Mas? apakah rasa luka kamu tidak sakit? " tanya Tari.
"Sudah, biarkan luka itu tadi sudah di obati" jawab Pangeran.
"Mas" panggil Tari.
"Ya sayang, kenapa? "
"Boleh nanya sesuatu? "
"Boleh sayang, bahkan kamu minta jatah pun aku kasih" ucap Pangeran sambil tersenyum.
"Ish mas apa si? " ucap Tari sambil tersenyum malu, pipinya memerah.
"Mau tanya apa si? " ucap Pangeran dan bangkit dari rebahan nya.
"Mas katanya punya adik? apa itu benar? " tanya Tari dengan sedikit takut karena takut suaminya marah dengan pernyataannya ini.
Wajah Pangeran langsung berbeda tadi tersenyum sekarang kaku tidak ada lontaran senyuman dari wajahnya dan ada sedikit raut wajah kesal .
"Khem, maaf mas kalau pertanyaan aku menyinggung hati mas, gak di jawab juga gapapa mas" ucap Tari.
"Mau kemana? " tanya Pangeran karena melihat Tari hendak bangun dari duduknya.
Tari hanya geleng-geleng kepala, tadinya ia ingin pergi keluar kamar karena takut melihat ekspresi wajah suaminya.
"Ya dulu aku punya adik, tapi saat adik ku berusia 1 bulan, kami mengalami kecelakaan dan adik ku menghilang, di nyatakan meninggal namun tidak ada jasad nya tapi di katakan hilang sampai saat ini belum ketemu petunjuk apapun,dan pasti wajah yang sekarang pasti berbeda dengan wajah saat bayinya"
"Cwo atau cwe? terus seumuran siapa? " tanya Tari.
"Sudah jangan banyak tanya! , aku cape pengen istirahat" nada bicara Pangeran agak tinggi, sehingga membuat hati Tari sedikit kecewa.
"Kenapa harus begitu jawaban nya" guam Tari dengan hati sedih lalu meninggalkan Pangeran sendiri di kamar.
Pangeran tidak menyadari bahwa perkataan nya membuat Tari sedih , dia malah tertidur karena cape dan pengen beristirahat.
Ting ting, bel rumah berbunyi.
"Biar saya bukakan nonya" Ucap bi Irah kepada bu Novia.
"Biar aku saja bi" sahut Tari yang turun dari tangga sambil terburu-buru.
"Sayang hati-hati , jangan seperti itu nanti jatuh" sahut bu Novia.
"Ya mah" jawab Tari.
Tari membukakan pintu dan ternyata itu adalah dokter pribadi Pangeran.
"Silahkan masuk dok" ucap Tari sambil tersenyum kepada dokter,karena Tari sangat ramah terhadap orang apalagi orang yang lebih tua darinya.
"Pak Pangeran nya dimana? " tanya dokter.
"Di kamar dok, dokter naik saja ke atas" jawab Tari.
"Pak Rido" panggil pak Bimo.
"Bimo" sahut dokter yaitu pak Rido.
"Ayo kita naik, saya pengen tau keadaan anak saya, karena ia mau di bawa kerumah sakit untuk di obati malah tidak mau" ajak pak Bimo ke pak Rido.
Mereka berdua naik keatas dan pak Rido memeriksa keadaan Pangeran dan Pangeran pun terbangun dari tidur nya karena dibangunkan oleh papahnya.
Sedangkan Tari membantu untuk mempersiapkan makan malam di rumah ini.
Setalah Pangeran di periksa dan luka atas pisau nya tidak terlalu parah jadi tidak perlu untuk di rujuk ke rumah sakit.
"Pah, ayo turun, makanan sudah siap, ajak Pangeran dan Pak Rido untuk makan bersama" ajak Bu Novia.
"Iya mah, bentar" jawab pak Bimo.
"Mah" panggil Tari.
"Iya sayang"
"Aku makannya mau di dekat kolam renang saja ya mah, aku gak mau disini" ucap Tari.
Bu Novia langsung menyerit alinya karena heran dengan ucapan Tari.
"Sayang, makan disini ta, ini sudah malam tidak baik untuk kamu makan di cuaca dingin seperti ini apalagi di pinggir kolam renang dan juga kan tidak enak karena ada tamu untuk bergabung bersama kami untuk makan malam hari ini" jawab bu Novia.
"Khem, ya sudah mah"
Tari akhirnya ikut makan bersama mereka tapi ia tidak mengambil makanan dan air untuk suaminya yaitu Pangeran dan juga duduknya tidak berdekatan dengan Pangeran melainkan dekat dengan mamah mertuanya.
...----------------...
Sampai disini dulu ya 🖤❤
.Maaf juga jarang update huhu🥺🙏
Terimakasih banyak untuk kalian yang membaca novel ini❤
mari saling mendukung sesama author kak 👋
#udah ganti judul kak
mampir kembali ke (nona buta wasiat papa)
# udah up
"little princess and childish mafia"
terus tu stela dgn pangeran ada rahasia apa sampai pangeran begtu lalai terhadap istri nya,,,,,gak bisa apa di singkir kan tu cewek gatel,enek aku baca nya
"little princess and childish mafia"