NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Raja Gangster

Balas Dendam Sang Raja Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Light Novel
Popularitas:180.4k
Nilai: 5
Nama Author: tri wardani

Novel ini bercerita tentang Danny Sang Raja Gangster
Danny adalah sang pemimpin Geng warrior, Geng mafia nomor satu di indonesia.

Namun walaupun Danny adalah seseorang yang sangat berkuasa dan memiliki harta yang sangat berlimpah, Danny tetap tidak pernah merasa bahagia karna mengingat masa lalu nya yang begitu menyakitkan.

Akan tetapi Danny tanpa disengaja kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahannya, yaitu melindungi semua orang yang paling dicintai dan disayanginya.

Namun disamping kata melindungi, Danny juga sangat ingin membalas dendam kepada semua orang yang pernah menyakiti orang-orang tercintanya.

Bagaimana cara Danny melindungi semua orang yang dicintainya dan membalas dendam semua orang yang dibencinya?

Yuk ikutin keseruan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tri wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 25 : Datang Tepat Waktu

"Dio, kamu tidak apa-apa?" tanya Danny dengan sangat lembut mengkhawatirkan Dio sang adik pacarnya tersebut.

Dio yang sedang syok hanya diam, hingga kemudian Bila yang mendengar suara keribuatan akhirnya keluar dari kamarnya.

Seketika betapa terkejutnya Bila ketika melihat Danny telah datang dan berada didepan pintu rumahnya sambil memeluk Dio.

Danny yang melihat Bila keluar dari kamar, kemudian menyuruh Dio agar pergi menghampiri Bila.

"Dio, cepatlah masuk kedalam rumah bersama dengan Kakakmu. Biar Kakak yang akan menghajar orang jahat ini!" ujar Danny menyuruh Dio dengan sangat lemah lembut.

Kemudian Dio yang syok dengan patuh langsung berlari masuk kedalam rumah dan memeluk kaki Bila.

Bila merasa sangat keheranan dan bingung melihat Dio yang sedang ketakutan. Kemudian Bila duduk berlutut dan dengan hangat memeluk Dio yang sedang syok.

"Kenapa dengan adikku?, kenapa dia sangat ketakutan?" tanya Bila pada Danny yang berada didepan pintu.

Danny bangkit berdiri dan berkata. "Nanti akan aku ceritakan, kamu jagalah Dio, buatlah dia menjadi setenang mungkin."

"Biar aku menghajar pria busuk ini terlebih dahulu!" kata Danny sambil berbalik ke arah Randy yang sedang berusaha bangkit berdiri dengan sempoyongan.

Danny yang sudah sangat merasa kesal, marah, dendam dan benci tanpa basa-basi lamgsung memukul wajah Randy dengan sangat sekuat tenaga.

"BRAAAKK!!" pukulan Danny seketika langsung menghantam wajah Randy dengan sangat kuat.

Dengan wajah yang mengeluarkan darah dari hidung dan mulut, Randy terlempar beberapa meter dan jatuh ke halaman rumah Bila yang dipenuhi oleh rumput.

Danny berjalan perlahan menghampiri Randy yang sedang berbaring kesakitan di atas rumput.

"Kratak! Kratak!" Danny meremas kedua kepalan tinjunya sampai berbunyi.

"Sepertinya adik iparku sudah memberi kamu pelajaran. Haiiss..., karena adik iparku sudah memberiku bantuan, maka aku pasti akan memanfaatkannya dengan baik." kata Danny tersenyum menyeringai dengan penuh kemarahan kepada Randy.

Kemudian Danny naik ke atas tubuh Randy yang sedang berbaring kesakitan pada mata dan luka akibat pukulan keras Dannya.

"Berani kau datang kerumah pacarku dan menyakiti adik iparku?, kau sungguh cari mati!" kata Danny mengangkat tinjunya dan bersiap untuk memukul wajah Randy.

"BRAAKK! BRAAKK! BRAAK! BRAAKK!..." Danny terus memukul wajah Randy hingga hancur, remuk dan berlumuran darah.

Randy yang berada dibawa, sudah tidak sanggup untuk melawan Danny sama sekali, jangan untuk melawan, bahkan Randy sudah kesulitan untuk menggerakan tubuhnya.

Pukulan demi pukulan dari Danny terus menghantam wajah Randy dengan sangat kuat. Namun tidak lama kemudian, tiba-tiba Bila datang dan menahan tangan Danny dari belakang.

Bila memegang dan menahan tangan Danny agar tidak memukul Randy lagi. Melihat itu Danny yang sudah kehilangan akal sehat dan dipenuhi amarah dan dendam, seketika terkejut dan tersadar.

"Cukup, berhentilah memukul dia!" kata Bila dengan lemah lembut menghentikan Danny.

Danny yang seketika tersadar, melihat ke arah wajah Randy yang sudah hancur dan berlumuran darah dibuat olehnya. Kemudian Danny langsung menoleh kembali ke arah Bila yang ada dibelaiangnya.

Melihat wajah Bila yang merasa takut, Danny langsung bangkit berdiri dan memeluk Bila dengan tangan kirinya yang bersih tanpa noda darah.

"Maaf sudah membuat kamu merasa takut, sudah jangan dilihat lagi. Ayo, aku antar kamu masuk kedalam rumah!" kata Danny dengan sangat lemah lembut kepada Bila.

"Yah!" kata Bila yang dengan patuh menuruti perkataan Danny untuk tidak melihat wajah Randy yang berlumuran dengan darah.

Kemudian Danny dengan hangat dan lemah lembut mengantar Bila masuk kedalam rumah. Danny merasa heran ketika melihat bahwa Dio sudah tidak ada.

"Dio kemana?" tanya Danny merasa heran.

"Dio sudah aku suruh tidur lebih dulu. Danny, terima kasih karena kamu sudah mau datang ke rumahku. Jika tidak ada kamu yang datang tepat waktu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada Dio tadi." kata Bila merasa sangat berterima kasih kepada Danny.

"Sama-sama. Pacarku tidak perlu sesungkan itu padaku, karena melindungi kamu dan Dio adalah kewajibanku." kata Danny sambil tersenyum dengan hangt kepada Bila.

Mendengar perkataan Danny yang menolongnya dengan senang hati, Bila sungguh merasa sangat senang dan bahagia memilki Danny sebagai pacarnya.

Karena hari sudah larut malam, maka Danny pun hendak pergi untuk pulang ke kost-kostsannya. Sebelum ijin pamit pulang dan meninggalkan Bila, Danny mengingatkan Bila untuk berhati-hati saat berada dirumah ssndirian dengan Dio.

"Baiklah hari sudah malam, kamu istirahatlah didalam rumah bersama Dio, jangan keluar dan tutup pintunya dengan rapat. Jika ada orang yang datang dan kamu tidak mengenalnya, jangan dibukakan pintu." ujar Danny dengan lemah lembut mengingatkan Bila sang pacar kesayangannya.

"Setelah ini kamu akan kemana?" tanya Bila yang merasa khawatir dan cemas kepada Danny.

Bukan cemas dan khawatir karena takut Evan terluka atau kenapa-napa, tetapi Bila khawatir karena takut kalau Evan akan menghabisi atau membunuh Randy.

Namun Bila merasa sedikit lega setelah mendengar jawaban Danny.

"Setelah ini tentu saja Aku akan langsung pulang, tetapi sebelum itu mungkin aku harus segera pergi untuk membereskan binatang busuk itu!" ujar Danny sambil tersenyum hangat pada Bila.

"Kamu tidak akan membunuhnyakan?, kamu tidak boleh membunuh siapapun." ujar Bila merasa takut kalau Evan akan membunuh Randy.

Mendengar pertanyaan Bila yang khawatir kalau Danny akan membunuh Randy. Danny pun tersenyum menahan tawanya.

"Apa yang kamu pikirkan?, kamu berpikir yang tidak-tidak. Aku mana mungkin akan membunuh orang, aku hanya akan menggeret Binatang busuk itu pergi dari sini. Aku tidak akan memukulnya apa lagi membunuhnya, aku masih tahu hukum sayang." ujar Danny sambil mengusap kepala Bila dengan lembut.

Mendengar itu, Bila merasa senang dan lega. Bila merasa nyaman dengan sentuhan hangat tangan Danny yang mengusap kepalanya.

"Baguslah kalau begitu, aku sudah bisa merasa lega. Lain kali kamu tidak boleh memukul dan menghajar orang lain sampai seperti itu. Aku tahu kalau dia adalah orang jahat dan kamu memukulnya, karena kamu ingin melindungi aku dan Dio. Tetapi kamu tidak boleh menghajarnya sampai seperti itu, apa lagi sampai membunuhnya. Aku tidak mau kamu masuk penjara." ujar Bila mengingatkan Danny dengan baik-baik dan lemah lembut.

Mendengar nasihat dari Bila yang sangat peduli padanya, Danny sungguh merasa sangat senang dan bahagia.

"Iyah Bila ku Sayang, aku tahu!" kata Danny sambil mengusap kepala Bila dengan hangat dan lemah lembut.

Melihat Danny yang mendengarkan dan menuruti perkataannya dengan patuh, Bila merasa sangat senang.

"Danny, mendekatlah!" pinta Bila dengan lemah lembut menyuruh Danny untuk mendekat kepadanya.

Mendengar itu Danny seketika merasa heran dan penasaran, kemudian dengan patuh Danny mendekatkan dirinya kepada Bila.

"CUP!" dengan lemah lembut Bila memberi satu kecupan tepat dikening Danny. Melihat itu seketika Danny langsung merasa tertegun.

"Terima kasih!" kata Bila dengan wajahnya yang merah merona.

Mendengar Bila mengucapkan kata terima kasih sekali lagi kepadanya, Danny tersenyum dan menghela nafasnya.

"Hhemm..., Dasar gadis nakal!" kata Danny sembari tersenyum kepada Bila.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...****************...

...****************...

......................

......................

1
Idris Kenycring
lanjut
Annisa
bukan aneh ya tapi kesempatan kedua hidup??😉
Annisa
😢😭
adnan syami
lanjut lah
penasaran ini aku
janganlah kau php para pembaca
nanti kalau aku ngambek aku bilang sama bapa ku
Honda
kok gini alurnya katanya balas dendam
biiii
kena azab
I Gede Suka arya
kok melempem..... lama gak ada kelanjutannya.... serius apa gak sih menekuninya...
triwanto Aje
lanjut tor... mulai bagus
Huzen Noe
namanya evan apa danny?
Ya Saya
up
NSYAH
sweet
NSYAH
SALAM OLAHRAGAAAA🔥🔥🔥🔥
Adiwaluyo
ayo lanjut,,, karya yg sangat bagus
Adiwaluyo
wooo ternyata dany anak orang kaya
Adiwaluyo
tuhhh akibatnya bila
Adiwaluyo
rasain dany sokk hebat
Adiwaluyo
duhh gawat
Adiwaluyo
waduh
Adiwaluyo
uhuuuuy
Adiwaluyo
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!